Almanak Rabu 11 Agustus 2011:
Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. (Yohanes 15:13)
Tuhan memanggil kita untuk mengasihi keluarga, sahabat, tetangga, dan siapa saja orang yang hadir dalam kehidupan kita. Kasih itu kita ungkapkan dengan senantiasa memperhatikan, membantu, menolong dan melayani, juga mendoakan, orang-orang yang kita kasihi itu. Terhadap orang-orang terkasih itu kita rela mempersembahkan waktu, pikiran dan perasaan, tenaga, dan juga uang kita. Kita mau capek berpikir dan berusaha demi mereka. Semakin kita mengasihi seseorang, maka kita rela memberikan milik kita yang sangat berharga dengan sukacita kepada orang tersebut. Pada puncaknya kita bahkan mau mengambil risiko mengorbankan nyawa kepada orang-orang yang paling dikasihi itu, misalnya: anak, kekasih, orangtua, atau sahabatnya yang sedang menderita dan berada dalam kegawatan. Itulah kasih yang tertinggi atau paling agung.
Pengorbanan kasih yang paling agung itulah yang dilakukan Yesus terhadap kita. Dia sungguh mengasihi kita. Dia rela menderita demi kebaikan kita. Dia rela mengorbankan nyawaNya agar kita hidup. Dia menebus kita dengan darah dan dagingNya sendiri. Kasih Yesus yang agung inilah yang menjadi sumber kekuatan dan kebahagiaan kita yang tak pernah habis. Jika nyawaNya sendiri telah direlakan Kristus untuk kita, apakah lagi yang tak akan diberikanNya demi keselamatan kita? RohNya sudah diserahkanNya mendiami kita, apakah lagi yang tak akan dianugerahkanNya demi sukacita dan bahagia kita?
Doa:
Ya Kristus, terima kasih dan syukur kami sampaikan kepadaMu atas pengorbanan yang Engkau lakukan menebus kami. KasihMu sungguh agung dan melampaui segala sesuatu. KasihMulah sumber keselamatan, kehidupan dan kekuatan kami. Ajarlah kami juga mengasihi sesama kami, yaitu semua orang yang Tuhan hadirkan dalam kehidupan kami. Demi Yesus yang telah berkorban nyawa untuk kami. AMIN.
Pdt Daniel T.A. Harahap
Share on Facebook
Banyak orang menutup hati terhadap belas kasihan.Mereka termotivasi hanya oleh apa yang mereka inginkan dan apa yang mereka kira butuhkan.
Kalau Kekasih memang speciallah. Banyak orang latah yg mengatakan isterinya /suaminya mantan kekasih, seharusnya dan konsep yang benar adalah tetap kekasih. Orang batak menyebut Sahabat akrab itu Aleale dan kalau di bhasakan Sohib. Begitu dalam makna Aleale tsb hingga ada ungkapan “manukni Pealangge, hotekhotek laho marpira, Sirang maraleale lobian matean Ina”. (dak bisa dibahasakan, maaf).
Sahabat bisa disebut dongan. Ungkapan para leluhur batak yg bijak untk dongan tidak sedalam makna Aleale; seperti ” Galagala bulu, galabulu sangkotan ni bonang. Monang maralo musu, alai taluma maralohon dongan (To be peace)”. Mantapkan Leluhurku itu.
Agar saya lebih mudah memahami ayat dan renungan Pdt hari ini, maka saya ingat satu kata bijak; Seribu kawan masih kurang, satu musuh terlalu banyak” maka seorang kristen harus punya misi memperbanyak Aleale. Mudah2an ya. terimakasih syalom.
Saya sangat merasa kecil bila mendengar atau membaca kisah2 para orangtua yg rela mengorbankan ginjal atau anggota tubuh lainnya demi hidup si buah hati apalagi pengorbanan jujungan kita Tuhan Yesus yg begitu besar
Terimakasih Tuhan tidak berkesudahan kasihMu kepada kami,Engkau telah memberikan nyawaMu kepada kami sehingga kami hidup dan selamat peliharalah kami dan berkatilah anakanak kami menjadi orang yang tahu bersyukur kepada Tuhan.Amin