Ketika Sahabat Bersukacita Atau Malah Berduka

August 9, 2010
By Daniel T.A. Harahap

Almanak Senin 9 Agustus 2010:

Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis! (Roma 12:15)

Agar dapat memahami dan melakukan ayat Alkitab di atas, pertama-tama tempatkanlah diri Saudara sebagai orang yang bersukacita atau malah sedang berdukacita. Sikap seperti apakah yang Saudara harapkan dari keluarga, teman dan tetangga? Jika kita sedang  mengadakan pesta, tentu kita juga berharap banyak orang mau berpesta bersama kita. Sukacita  akan bertambah-tambah jika dibagikan. Sebaliknya jika kita sedang berduka, tentu kita juga berharap orang lain ikut merasakan dukacita kita. Dukacita itu akan berkurang jika dibagikan kepada mereka.

Sekarang marilah kita membayangkan keluarga, teman, saudara dan tetangga dekat kita, yaitu orang-orang yang sangat kita kenal dan sebaliknya mengenal kita.  Bagaimanakah perasaan kita saat mereka sedang bersukacita? Maukah kita ikut bersukacita dengan mereka, atau malah sebaliknya bersusah hati? Ingat: ada orang yang sangat susah jika temannya senang. Itu bisa disebabkan oleh kecemburuan atau malah kedengkian. Bisa juga disebabkan ketidakikhlasan atau malah perasaan kecil kepada diri sendiri. Dan semua itu tidak baik bagi kita maupun teman kita yang sedang bersuka.

Lantas, bagaimana pula jika orang lain berdukacita? Apakah kita malah bersuka atas penderitaan dan kedukaan mereka? Ingat: ada orang yang senang sangat orang lain susah. Itu bisa disebabkan keinginan memiliki teman senasib atau bisa juga karena kebencian, atau karena ingin senang sendiri.

Hari ini Tuhan memanggil kita agar solider atau seperasaan dengan saudara kita. Jika mereka sedang bersukacita maka mari kita bergembira bersama mereka. Jika mereka justru sedang berduka mari kita bersedih bersamanya. Itu jugalah yang dilakukan Tuhan kita.

Doa :

Ya Tuhan, berilah kami hati yang ikhlas. Ajarlah kami setiakawan. Saat teman dan saudara kami bersuka biarlah kami ikut bersyukur dan bergembira. Namun saat mereka berduka, biarlah kami ikut prihatin dan berdoa. Jadikanlah kami murid Kristus dalam suka maupun duka. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

Share on Facebook

6 Responses to Ketika Sahabat Bersukacita Atau Malah Berduka

  1. Hotman Silalahi on August 9, 2010 at 8:09 am

    SMS yang belum bertobat,
    SMS: Sedih Melihat yg Senang
    SMS: Senang Melihat yg Sedih

    SMS yang sudah bertobat,
    SMS: Sedih melihat yg Sedih
    SMS: Senang Melihat yg Senang

  2. Friska pardede on August 9, 2010 at 9:11 am

    Betul sekali amang, ada banyak orang yg tidak suka melihat orang lain senang, mis: dilingkungan kantorku krn yg diangkat jadi pejabat adalah org yg dulu jauh dibawahnya kini jadi sejajar dgn atasannya(pimpinan mengangkat org ini tentunya melihat bw org tersebut punya kelebihan dibandingkan org lain), tiap hari disirikin krn cemburunya.

    Ketika anak keduaku juga bisa menembus Universitas Indonesia mengiokuti jejek si kakak apalagi ketiga anakku juga menjadi pelayan sebagai organis yg bermutu baik di greja kami, ada aja yg mengatakan pakai duit makanya bisa masuk UI krn memang kami kedua orang tuanya ga pintar.

    Pada hal anak2 itu saya siapkan dgn baik sejak dalam kandungan ya melalui doa, gizi yg baik dan kerja keras tanpa lelah dgn segala macam kursus2, dan kami kedua orang tuanya pontang panting menyiapkan dananya.
    Dan di greja….jangan tanya siriknya yg ampun2 sejak kecil ketiga anak itu sdh sering mengalami kecemburuan dr pada orang tua yg kepengenan anaknya tampil, yg melayani di kebaktian acara besar greja (natal dan paskah)n tdk melihat kemampuan si pemusik pokoknya istri, ponakan atau sodaranya sintua anu atau istrinya si panitia anulah yg di tampilkan, capek dehh, maaf nih amang pagi2 sdh curhat.

  3. mebs on August 9, 2010 at 11:13 am

    Amen… Mari kita bersukacita dalam nama Nya..
    Horas :)

  4. hotman Sinaga on August 9, 2010 at 4:41 pm

    Tuhan ajarlah kami agar bisa menempatkan diri didalam pergaulan sehari-hari,supaya kami juga bisa merasakan apa yang dapat dirasakan sesama baik dikala gembira maupun dikala susah sehingga kami dapat berbagi seperti Tuhan mengasihi kami.kami juga berdoa agar Tuhan lah yang berdiri disetiap perjuangan pendirian Rumah ibadah Khususnya HKBP Pondok Indah Timur Bekasi.Amin

  5. John hutapea on August 9, 2010 at 6:40 pm

    Ya..kita menangis amang pendeta..karena temantemann kita di Pondok Timur Bekasi dianiaya oleh preman.. parhalado dan pendeta dicaci maki orang orang yang atas nama agama membuat kekerasan..Orang mau beribadah saja tidak Boleh.. Kita patut bersedih.Semoga teman teman yang teraniaya dikuatkan oleh Yesus Kristus.

  6. Nainggolan Prabu on August 10, 2010 at 12:54 pm

    Motivator dunia selalu mengatakan” Tersenyumlah kepada Dunia maka dunia akan tersenyum bersamamu”. Jika kau hanya bersedih menatap Duniamu, maka yang kamu peroleh hanyalah kesedihan. Artinya kita harus optimis untuk menghadapi dugul (dakian) manang londut( menurun) track hidup dan kehidupan, karena dunia ini tidak butuh orang yang hanya bersedih. Optimis gitu.

    Kaum leluhurku adalah orang yg sangat smart dan bijak, tak kalah dengan Motivator zaman modern, dan Leluhurku mengatakan” Tangis dinabuni mekkel disihapataran”. Kesedihan yg menguras airmata tak perlu dipamerkan. Terutama bagi lelaki Batak yg berjiwa artileri (Fighter), airmata adalah simbol kelemahan dan kekalahan maka mutlak dinihilkan. Sekalipun bagi sebagian terapis tertentu menangis sangat dianjurkan, sebagaimana pentingnya tertawa. Dan untuk alasan pelestarian budaya Yayasannya TB. Silalahi pernah mengadakan perlombaan menagis( Andung-Andung). Saya tidak tau apakah jurinya harus ikutan menagis untuk syarat Tangis yang dimenangkan dalam lomba.

    Fakta dalam keseharian kita sebagai mahluk sosial, adalah lebih mudah ikut bersedih dengan yg sedang bersedih, daripada bergembira dgn orang yg sedang bersukaria. Dalam renungan Pdt, saya memaknainya sebagai bentuk simpati terhadap siapa saja, baik sedih maupun gembira dan menempatkan simpati sesuai sikon.

    Maka jika ada sobat yang sangat bersedih dan karena begitu sampai nagis bombay, saya tak perlu hrs ikut nangis bombay. Jika aku ikutan nagis bombay, siapa yg harus menguatkan dan menyemangati?. Tks Salom.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*