Sebelum Tuhan murka: carilah keadilan dan kerendahan hati

August 5, 2010
By Daniel T.A. Harahap

Almanak Kamis 05 Agustus 2010:

Sebelum kamu dihalau seperti sekam yang tertiup, sebelum datang ke atasmu murka TUHAN yang bernyala-nyala itu, sebelum datang ke atasmu hari kemurkaan TUHAN. Carilah TUHAN, hai semua orang yang rendah hati di negeri, yang melakukan hukum-Nya; carilah keadilan, carilah kerendahan hati; mungkin kamu akan terlindung pada hari kemurkaan TUHAN.” (Zefanya 2:2-3)

Nabi Zefanya memperingatkan umat Tuhan dulu dan sekarang bahwa Tuhan Allah yang penuh kasih dan kesabaran itu dapat juga  murka. Yaitu: bila umat Tuhan terus-menerus melakukan kejahatan dan bukan saja tidak mau bertobat melainkan bangga dan sombong dengan kejahatannya itu. Bila Tuhan murka maka orang-orang jahat tidak dapat berbuat apa-apa. Mereka bagaikan sekam yang tertiup angin keras dan terbakar.  Sebab itu, selagi masih ada waktu dan kesempatan, umat Tuhan disuruh agar bertobat.

Ada dua ungkapan pertobatan dalam peringatan nabi Zefanya itu. Pertama: agar umat Tuhan mencari keadilan. Maksudnya selalu menegakkan, menjunjung dan  mengasihi keadilan. Bukan sebaliknya, mencari kecurangan dan ketidakadilan. Tuhan Allah adil dan mencintai keadilan. Sebab itu kita umatNya pun harus bersikap adil dan mencintai keadilan itu. Apa yang dimaksud dengan keadilan itu? Mari kita ingat: memberikan kepada setiap orang (terutama yang lemah) apa yang menjadi hak dan bagiannya, apa yang menjadi kebutuhannya, dan apa yang merupakan imbalan prestasi dan sumbangsihnya.

Kedua: agar umat Tuhan bersikap rendah hati. Mengakui kesalahan dan dosa hanyalah dapat dilakukan oleh orang-orang rendah hati. Bertobat dan berubah serta belajar juga hanya dapat dilakukan oleh orang-orang rendah hati, yang mengakui dirinya tidak sempurna. selanjutnya sikap bersyukur dan memuliakan Tuhan juga hanya bisa dilakukan orang yang rendah hati. Sebab itu rendahkanlah hati di hadapan sesama manusia apalagi di hadapan Tuhan. Ingat Tuhan sangat membenci orang-orang congkak dan akan meruntuhkannya.

Doa:

Ya Allah, ajarlah kami menghargai waktu kesabaran dan belas kasihanMu. Bantulah kami agar tidak menyia-nyiakan kesempatan yang Kau berikan untuk bertobat, belajar dan berubah menjadi baru. Ajar juga kami menjunjung keadilan dan selalu bersikap rendah hati seperti Yesus Tuhan kami. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

Share on Facebook

3 Responses to Sebelum Tuhan murka: carilah keadilan dan kerendahan hati

  1. Nainggolan Prabu on August 5, 2010 at 5:42 pm

    Sekalipun dinegeriku uni cukup tersedia kantor pengadilan, sikap adil dan mencintai keadilan adalah tren yang sangat langka. Banyak yang ingin mendapat keadilan namun yg tidak mau bersikap adil jauh lebih banyak. Dengan demikian makna mencintai keadilan, ibarat asap yang tertiup angin lama kelamaan menjadi senyap lalu lenyap.

    Negarakupun sepertinya suka absen dalam hal bagaimana menciptakan keadilan ditengah masyarakat yg heterogen. Absen tersebut ditandai dengan membiarkan segala bentuk anarkis berkobar, dan sebagai obat penawar, mereka hanya berucap “sangat menyesalkan hal tersebut terjadi”.

    Negeriku ini sepertinya suatu waktu akan diserahkan ketangan preman berjubah. Apa daya, demokrasi di negeriku masih dalam genggaman manusia curang dan culas belum jatuh ke tangan orang yang rendah hati. Rakyat negeriku sudah saatnya siuman dari tidur panjang yang terhipnotis.

  2. hotman Sinaga on August 6, 2010 at 9:52 am

    Terimakasih Tuhan karena Engkau mengingatkan kami agar berlaku adil dan jujur dan rendah hati,berikalah kekuatan dan hikmat kepada kami umatMu agar dapat kami melakukannya sehinggga pada saatnya nanti umatMu menjadi selamat.Amin

  3. florasilaban on August 6, 2010 at 1:01 pm

    Kadang kala keadilan sulit didapat ,namun ajari saya Tuhan untuk menjalankan keadilan yang sebenarnya ,agar saya tidak mendapat murka Tuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*