Almanak Rabu 4 Agustus 2010:
Beginilah firman TUHAN: Taatilah hukum dan tegakkanlah keadilan, sebab sebentar lagi akan datang keselamatan yang dari pada-Ku, dan keadilan-Ku akan dinyatakan. Berbahagialah orang yang melakukannya, dan anak manusia yang berpegang kepadanya. (Yesaya 56:1-2a)
Nabi Yesaya mengingatkan umat Israel di pembuangan Babel bahwa karya keselamatan dan keadilan Tuhan Allah akan dinyatakan. Dia akan membebaskan umatNya dari perhambaan dan penawanan di Babel dan membawa mereka pulang kembali ke Tanah Perjanjian. Sebab itu umat Tuhan itu diminta mempersiapkan diri dengan cara: menegakkan hukum dan keadilan. Dan Tuhan melalui mulut nabi Yesaya menjanjikan mereka yang melaksanakan hukum dan keadilan itu akan berbahagia karena diberkati oleh Tuhan Allah.
Apa yang bisa kita petik dari firman tersebut? Pertama: sebagai orang-orang yang sudah dimerdekakan dari perhambaan dosa dan maut, dan sebagai umat Allah yang diberkatiNya, dan juga sebagai gereja yang menanti-nantikan kedatangan Kristus kembali menggenapi keselamatan yang dikerjakanNya, kita pun diminta agar melaksanakan hukum dan keadilan di dunia ini. Dengan bahasa sederhana, baiklah kita catat bahwa hukum dan keadilan bukanlah hanya tuntutan bagi orang-orang berdosa melainkan justru panggilan bagi orang-orang beriman yang telah dimerdekakan dan menjadi pewaris sorga.
Kedua: Tuhan menjanjikan kebahagiaan kepada kita bila kita melaksanakan hukum dan menegakkan keadilan. Disini kita mendapatkan pemahaman bahwa kebahagiaan yang selalu kita dambakan itu adalah buah ketaatan kita kepada Tuhan dan kepada hukum-hukum serta keadilanNya. Baiklah kita camkan: tidak ada kebahagiaan di luar hukum dan keadilan. Orang yang melanggar hukum dan melakukan ketidakadilan tidak dapat berbahagia! Sebab itu marilah kita tunduk dan taat kepada Tuhan agar senantiasa sukacita dan bahagia.
Doa:
Ya Tuhan, Engkau telah membebaskan kami dari perhambaan dosa dan maut. Engkau menganugerahi kami dengan berbagai berkat. Bahkan Engkau mewariskan kepada kami sorgaMu dan hidup kekal dalam Yesus. Ajarlah kami melaksanakan hukum dan mewujudkan keadilanMu selama kami di dunia ini. Yakinkanlah kami bahwa tidak ada kebahagiaan di luar Tuhan dan di luar hukum-hukumMu. Sebab itu biarlah kami senantiasa berpegang kepada hukum dan keadilan agar kami bahagia dalam Kristus. AMIN.
Pdt Daniel T.A. Harahap
Share on Facebook
Seribu undang2 telah dimiliki tetapi yg paling adil adalah mendengarkan hati nurani dgn catatan kalau masih punya ( utk keadilan versi dunia )
Seperti biasa dinegeri saya banyak manusia yang bangga dengan dosa-dosa, bangga jika melanggar aturan. Jika demikian maka orang yg bangga dengan dosanya, bangga melakukan pelanggaran aturan dan mengubur keadilan demi kepentingan sendiri, tepatnya mereka ini adalah saudara dekatnya iblis. Profil mereka sangat terlihat, sebagian besar ada di negeri saya.
Manusia di negeriku kebanyakan hanya berusaha mengerti dan mendalami agamanya secara tekstual tidak Kontekstual, tidak berusaha mengenal dan memahami keinginan Tuhan, maka tak jarang saya menyaksikan orang menyiksa orang sambil meneriakkan Allah Maha Besar. Merasa orang yang paling benar dan merasa ahliwaris kerajaan Allah padahal dijalan yang sesat.
Tuhan tidak diam dan tidak tidur, Dia hanya menunggu kapanlah manusia yang berwenang dinegeriku melaksanakan hukum dan keadilan dengan baik dan benar, dan jika tidak maka Tuhan pasti bertindak dengan hukumNya.
@”Orang yang melanggar hukum dan melakukan ketidakadilan tidak dapat berbahagia!” . Ya pas itu. Contohnya Koruptor di negeri saya yang ditangkap dan dipenjara. Sakit? tidak, tapi malunya itu, seumur hidup. Dan asaltahu saja, mahluk yang tidak punya rasa malu adalah yg sejenis hewan dan iblis.
Kebahagiaan dapat kita rasakan apabila kita bersyukur atas karunia yang telah diberikan Tuhan kepada kita dan juga dapat melaksanakan kewajiban dengan baik dan tulus.