Almanak Rabu 28 Juli 2010:
Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan. (Amsal 11:24)
Tuhan Allah memanggil kita mengelola harta benda kita dengan baik dan benar lagi bijaksana. Membuat perencanaan, disiplin, dan hemat dalam hal keuangan adalah sikap yang terpuji dan seharusnya menjadi sikap semua orang beriman kepada Tuhan. Ingat: Dia tidak pernah mengajar kita agar semberono dan asal-asalan juga dalam hal keuangan.
Tuhan Allah juga memanggil kita bekerja dan bertanggungjawab atas diri sendiri, dan tidak mengharap belas kasihan orang lain. Sikap mengemis dan meminta-minta bertentangan dengan hakikat kemanusiaan kita sebagai citra Tuhan. Sedapat-dapatnya kita menghidupi diri kita sendiri dan keluarga kita dengan cara bekerja dan berusaha sekuat tenaga kita.
Namun firman hari ini mengajak kita juga agar suka berbagi dan memberi. Kekayaan tidak boleh hanya diakumulasi melainkan juga harus didistribusi. Kita tidak hanya disuruh mengumpulkan melainkan juga membagi-bagikan. Berkat diberikan Tuhan untuk dipecah-pecahkan kepada sesama dan Dia menjamin kita tidak akan kekurangan, malah berkelimpahan.
Bagaimana kita menggabungkan ketiga hal itu? Bagaimana agar sikap kerja keras dan tanggungjawab, disiplin dan hemat, serta kemurahan hati semua ada pada kita?
Doa:
Ya Tuhan, ajarlah kami bekerja keras dan bertanggungjawab atas diri kami. Ajar juga kami disiplin dan hemat. Namun ajar juga kami suka memberi dan berbagi berkat dalam hidup ini. Mulialah nama Tuhan melalui hidup kami. AMIN.
Pdt Daniel T.A. Harahap
Share on Facebook
Dari pangalaman selama ini sih,kalau kita memberi kapada org yg butuh (tepat sasarannya) maka kita malah dapat lebih banyak tanpa kita duga2, dan org yg kikir mungkin sih kaya harta tp miskin hati namanya juga kikir, bedalah dgn hemat, sy org yg hemat turun dari ompung ke mamak lalu ke saya, membeli sesuatu krn butuh bukan krn ingin ,krn diskon misalnya.
Meminta….ya kalau bisa tak usa minta2lah sama orang lebih bahagia rasanya kalau bisa memberi, saya tanamkan juga ini kepada anak2 saya, bekerja keraslah dan usaha maksimal jangan mengharapkan fasilitas2, hidip itu lebih bermakna,meminta….hanya pada Tuhan Allah.
Tuhan sudah memberi yang terbaik kepadaku, semoga apa yang dapat aku kerjakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari diberkati Tuhan sehingga aku dapat menjalani kehidupan didalam sukacita.