Takut Akan Tuhan Juga Kekayaan

July 27, 2010
By Daniel T.A. Harahap

Almanak Selasa 27 Juli 2010:

Takut akan TUHAN, itulah harta benda Sion. (Yesaya 33:6b)

Biasanya kekayaan selalu diartikan sebagai memiliki banyak materi (rumah, tanah, uang, logam mulia).  Namun Alkitab mengajarkan kita kekayaan tidak melulu harus dipahami dan dihayati sebagai memiliki banyak materi. Masih di ayat 33a Yesaya menyatakan: hikmat dan pengetahuan juga adalah kekayaan, bahkan lebih menolong daripada materi. Apa yang disampaikan Yesaya ini  persis dengan pemahaman manusia moderen bahwa kekayaan manusia sesungguhnya adalah otak atau akal budinya. Sebab itu banyak negara yang tidak memiliki sumber daya alam bisa maju dan kaya karena pintar. Sebaliknya Indonesia yang melimpah dengan kekayaan alam justru rakyatnya hidup miskin.

Alkitab juga mengatakan kebajikan sebagai kekayaan. Sebab itulah Rasul Paulus mengatakan agar kita kaya dalam kebajikan (1 Tim 6:18), kaya dalam kemurahan (2 Kor 8:2), bahkan kaya dalam segala sesuatu: iman, perkataan, pengetahuan, kesungguhan membantu dan kasih (2 Kor 8:7). Yakobus mengatakan agar kita kaya dalam iman (Yak 2:5). Dan Amsal mengingatkan kita nama baik lebih berharga daripada kekayaan besar  (Amsal 22:1). Hikmat lebih berharga daripada emas tua (Amsal 8:19).

Hari ini melalui nabi Yesaya kita membaca takut akan Tuhan juga merupakan kekayaan atau harta benda rupanya. Kita tidak boleh menafsirkan ayat ini secara dangkal: takutlah akan Tuhan supaya engkau memiliki harta-benda. Yang dikatakan nabi Yesaya takut akan Tuhan itu sendiri telah merupakan kekayaan dan harta benda kita. Itulah modal dan bekal utama hidup kita.

Doa:

Ya Allah, jadikanlah kami kaya dalam iman, kebajikan dan kemurahan, kasih, pengetahuan dan juga takut akan Tuhan. Engkau adalah Allah yang mahakaya, sumber kehidupan kami.  Mulialah namaMu melalui harta benda dan seluruh hidup kami.  AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

Share on Facebook

3 Responses to Takut Akan Tuhan Juga Kekayaan

  1. hotman Sinaga on July 27, 2010 at 7:57 am

    Terimakasih Tuhan atas firmanMu pada hari ini karena Engkau mengingatkan kami agar berhikmat untuk menggunakan harta dan pikiran kami,karena Tuhan lah yang memberikan itu kepada kami.Amin

  2. Halak Kampoeng on July 27, 2010 at 1:48 pm

    Horas lae pendeta,

    Sangat menarik sekali topik ini, memang agak ironis kalau melihat kondisi negara ini (baca: Indonesia), kekayaan materi didepan mata tidak bisa mensejahterahkan masyarakatnya, keberlangsungan hidup negara sebagian besar ditopang dengan hutang, hukum hanya ‘adil’ bagi yang mempunyai ‘modal’, kebebasan untuk beriman yang dijamin oleh konstitusi hanya sebuah kata-kata. Saya coba membandingkan dengan sesama negara asia, sebagai contoh negara singapore. Negara ini sangat amat terbatas dari segi sumber daya alam dan lahan untuk hidup, tapi dilain hal singapore sangat amat kaya dari segi sumber daya manusia. Pertanyaan saya adalah, apa yang salah dengan bangsa ini (baca: indonesia) ?.. saya sangat setuju sekali lae pendeta mengatakan bahwa kekayaan yang berasal dari otak dan akal budi, keimanan yang kita yakini sebagai orang kristen untuk mengasihi sesama, kadang kala hanya sebatas ucapan saja.

  3. Andy Harahap on July 28, 2010 at 11:10 am

    Klo alkitab ketinggalan di greja, jarang sekali bahkan hampir tidak pernah saya dengar yang bersangkutan (yang kehilangan) sampai menelepon greja untuk mencarinya.. Coba kehilangan handphone.. :-)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*