Almanak Kamis 22 Juli 2010:
Dan bahwa setiap orang dapat makan, minum dan menikmati kesenangan dalam segala jerih payahnya, itu juga adalah pemberian Allah. (Pengkotbah 3:13)
Allah kita bekerja dan memanggil kita juga bekerja. Dia bekerja bukan hanya pada awalnya saat menciptakan langit dan bumi, namun sampai sekarang. Kita beriman Dia bukan Allah yang bermalas-malas dan berleha-leha di sorgaNya. Dia bekerja dan berjerih dengan penuh kasih dan sukacita. Kerja dan usaha, jerih payah memenuhi kebutuhan dan hidup sejahtera, atau untuk mengaktualisasi diri, atau demi kepentingan orang banyak, sebab itu tidak boleh dianggap sebagai hukuman atau siksaan melainkan anugerah Allah. Itulah yang membuat kita bekerja dan berjerih payah dengan semangat, tekun dan tak kenal putus asa, serta gembira..
Namun Allah tidak hanya memberi kita kesempatan bekerja keras, melainkan juga agar menikmati hasil jerih payah kita dengan bahagia dan bangga. Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya (2 Tim 2:6). Jerih payah kita dalam Tuhan tidak akan pernah sia-sia. Segala upaya kita yang kita lakukan dengan tekun dan tulus, dalam doa kepadaNya, tidak akan pernah berakhir dengan kegagalan melainkan keberhasilan. Dan Allah menganggap kita pantas merayakan dan menikmati hasil kerja keras, perjuangan dan jerih payah itu.
Namun kita tidak perlu mengartikan ayat ini secara sempit. Allah memanggil kita juga mau bekerja keras dan berjerih lelah, tidak hanya untuk diri kita sendiri, melainkan juga untuk anak dan cucu kita atau generasi mendatang. Itu jugalah yang dilakukan orangtua dan leluhur kita. Mereka yang menanam pohon dan kita yang menikmati buahnya. Kini tugas kitalah menanam pohon agar anak-anak kita dapat menikmati buahnya kelak.
Doa:
Ya Allah, doronglah kami bekerja lebih tekun dan sungguh-sungguh. Berkatilah semua upaya, jerih payah dan perjuangan kami membuat kehidupan ini lebih baik dan sejahtera. Jauhkanlah kami dari keputusasaan. Sebaliknya biarlah kami bekerja dengan tekun dan gembira. Namun ijinkanlah juga kami menikmati hasil kerja keras dan jerih lelah kami dengan syukur kepadaMu dan rasa sukacita. AMIN.
Pdt Daniel T.A. Harahap
Kembali ke halaman depan:
Betul amang, rasanya nikmat sekali apabila kerja keras kita membuahkan hasil yg baik.
Tak terbayang rasanya org yg mendapatkan hasil2 yg besar tanpa perlu kerja keras mungkin akan terasa hambar apalagi hasil yg berupa materi yg luar biasa banyak itu….ditanyakan oleh anak asal usulnya kira2 apalah jawaban orang tuanya ya??
Ada lagu di Buku Ende “Mangula hita jolma” menabur benih dan hasilnya akan kita nikmati sesuai dengan berkat Tuhan, berilah kesehatan kepadaku Ya Tuhan, agar aku bisa tetap bekerja dengan penuh suka cita dan bertanggung jawab atas pekerjaan yang telah diberikan kepadaku ,amin.