Kristus Mati Untuk Kita, Maka Kita Hidup Untuk Dia.

April 8, 2010
By

Almanak Kamis 08 April 2010:

Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka. (2 Korintus 5:15)

Kristus telah mati untuk kita. Maksudnya: Kristus telah mati di kayu salib menanggung segala hukuman  Allah atas dosa-dosa kita, supaya kita mendapat pengampunan Allah dan diperdamaikan kembali dengan Dia. Dia telah menjadi kurban pendamaian dan penebusan kita. Dia menderita agar kita bahagia. Dia  mati agar kita hidup kembali.

Sebab itu sama seperti Kristus telah rela mati untuk kita maka kita pun harus hidup untuk Dia, dan tidak lagi untuk diri kita sendiri. Sebab kita telah dibeli Allah dan harganya telah lunas dibayar oleh Kristus.(1 Kor 7:23). Sekali lagi: kini, setelah ditebus dan dibebaskan dari belenggu dosa dan kematian maka kita harus hidup bagi Kristus.

Pertanyaan: bagaimanakah hidup bagi Kristus atau hidup bagi Allah itu? Pertama: memahami dan menghayati bahwa Dialah Tuan atau majikan kita, bahkan yang empunya diri kita. Tubuh dan jiwa kita bukan lagi punya kita yang bisa kita gunakan sekehendak kita melainkan milik Allah yang dipercayakan kepada kita.

Kedua: bersama Kristus melakukan kehendak Allah dengan seluruh hidup kita (waktu, tenaga, dana). Berhubung  tubuh dan jiwa kita adalah milik Allah tentu hanya boleh digunakan sesuai dengan kehendak Allah. Apa yang dikehendaki Allah kita lakukan? Melakukan yang benar, baik, dan adil dengan setia dan rendah hati. Mengasihi dan menghormati sesama terlebih yang miskin dan kecil.

Ketiga: menjadi pengikut Kristus. Yaitu: mencontoh  dan meneladani apa yang dilakukan Kristus. Sejalan dengan itu: menjadikan Kristus sebagai sumber dan muara kehidupan kita, pusat kehidupan kita. Tinggal dalam Dia dan kasihNya tinggal dalam kita.

Doa:

Ya Kristus, Engkaulah Tuhan, Junjungan dan Pemimpin hidup kami. Engkau telah mati demi kehidupan kami. Biarlah kami persembahkan hidup kami kepadaMu. Tinggallah dalam kami dan ijinkanlah kami tinggal dalam Engkau. Berilah kami Roh Kudus agar Dia yang mengajar kami hidup bagi Tuhan, menggunakan seluruh waktu, tenaga, pemikiran dan harta kekayaan kami untuk kemuliaan namaMu. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

Share on Facebook

3 Responses to Kristus Mati Untuk Kita, Maka Kita Hidup Untuk Dia.

  1. Hotman Sinaga on April 8, 2010 at 8:58 am

    Dia mati dikayu salib supaya kita hidup,tampa pengobarbanaNya berarti kita akan kena hukum,tetapi Tuhan Yesus datang menggatikan kita menerima hukuman yang Dia tidak lakukan sehingga kita selamat akan hukuman.Terimakasih Bapa atas pengorbananMu,tolong lah kami agar bisa melakukan kehendakMu.

  2. A.K.P. Panggabean on April 8, 2010 at 11:28 am

    Nats hari ini sangat tepat untuk kita orang Batak Kristen, karena kita masih belum bisa mengatakan dan menyatakan dalam hidup kita bahwa hidupku bukannya aku lagi, tapi Yesus dalamku.

    Kebanyakan dari kita tidak bisa meninggalkan habatahon i, malah sebaliknya membawanya ke gereja. Alhasil, Ruhut Paminsangon dohot Parmahanion (RPP) hanya diberlakukan pada para pezinah. Sedangkan dosa-dosa lain yang bertentangan dengan hukum Taurat tidak dikenakan.

    Daniel Harahap:
    Saya termasuk salah satu yang suka membawa habatahon (kebatakan) ke dalam gereja agar diterangi, digarami, disempurnakan dan dimurnikan oleh Kristus. Pada saat yang sama yang dipanggil membawa Kristus masuk ke dalam kebatakan sampai ke relung-relung jiwa batak terdalam. :-)

    Tentang ketidaksempurnaan melaksanakan RPP tak ada hubungannya dengan kontekstualisasi teologi.

  3. Meb Situmorang on April 8, 2010 at 11:32 am

    Perteguh keimanan kami Bapa untuk senantiasa mencontoh sgala perbuatan Sang Juruslamat kami, Yesus Kristus, Amen!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*