MENGENAL ALLAH: MENURUTI PERINTAHNYA

April 7, 2010
By

SERMON MINGGU INI
Bahan: 1 Yohanes 2:1-6

Pengantar
Bila kita perhatikan seksama (dengan membacanya berulang-ulang) surat 1 Yohanes lebih mirip sebuah risalah sermon daripada surat. Berbeda dengan pola surat Perjanjian Baru, 1 Yohanes tidak mencantumkan salam, doa dan alamat maupun pengirim surat. Pembaca disapa dengan sebutan “anak-anakku” (1 Yoh 2:1, 2:12, 2:14, 2:18, 2:28, 3:1, 3:7, 3:10, 3:18, 4:4, 5:2, 5:21). Dari nada surat terkesan kuat ada hubungan yang sangat intim antara penulis dan pembacanya, ibarat seorang bapak dengan anaknya atau guru dan muridnya. Bila kita perhatikan lebih jauh ada kemiripan atau kesamaan tema surat ini dengan Injil Yohanes, yaitu terang, hidup dan kasih. Namun kadang pembaca disapa dengan istilah “saudara-saudara” (1 Yoh 2:7, 3:2, 3:13, 3;16, 3:21, 4:1, 4:7, 4:11). Namun dalam hal inipun sangat terasa hubungan yang dekat antara penulis kitab 1 Yohanes dengan pembacanya. Sang penulis selalu memakai kata kita dan aku.

Komunitas yang disapa oleh surat itu agaknya sedang mengalami tekanan dari pihak eksternal sehingga membuat mereka harus benar-benar bersatu padu dan saling mengasihi satu sama lain.

Mengenal Allah:
Mengenal Allah adalah satu kata kunci dalam surat Yohanes. Pembaca yang disapa oleh surat itu digambarkan sebagai komunitas atau jemaat yang telah mengenal Allah, tahu mendalam dan memiliki hubungan yang dekat dengan Allah. (1 Yoh 2:3, 2:4, 2:13, 2:14, 3;1, 3:6, 4:2, 4:6, 4:8, 4:16, 5:20). Mereka agaknya bukan orang yang baru bertobat dan masuk Kristen melainkan sudah cukup lama hidup sebagai gereja sebab itu telah mengenal Allah. Sebaliknya dunia atau orang-orang yang ada di luar jemaat itu dikatakan tidak mengenal Allah.

Berulang-ulang kata “mengenal Allah” ini disebut dalam surat 1 Yohanes. Orang yang mengenal Allah akan menuruti perintahNya. (1 Yoh 3:13). Sebaliknya yang tak mengikuti perintah Allah sebenarnya tidak mengenal Dia. Orang yang mengenal Allah tidak mau berbuat dosa lagi (1 Yoh 3:6). Orang yang mengenal Allah akan mengasihi (1 Yoh 4:16).

Menuruti Perintah Allah:
Kata kunci kedua dalam surat 1 Yohanes ini adalah: mengikuti perintah Allah. (1 Yoh 2:3, 2:4, 2:7, 2:8, 3:22, 3:23, 3:24, 4:21, 5:2, 5:3). Orang yang sungguh-sungguh mengenal Allah akan menuruti perintahNya. Sebaliknya orang yang tidak mengikuti perintah Allah adalah pendusta. Ketaatan kepada perintah Allah itulah yang membuktikan kita benar-benar murid Kristus dan mengenal Allah. Dan ketaatan kepada perintah itu juga yang membuat kita tetap ada dalam Allah dan kasihNya sempurna dalam kita. Perintah Allah itu sendiri hanya satu: mengasihi sesama seperti Allah.

Jika tak ada perintah maka tak ada pelanggaran. Berhubung ada perintah Allah maka seandainya perintah itu tidak dilakukan maka orang berdosa. Namun jika orang berdosa maka dia dapat memohonkan pengampunan dengan perantaraan Kristus.

Wajib Hidup menurut teladan Kristus:
Sejalan dengan itu setiap orang yang ada dalam Allah wajib hidup sama seperti Kristus hidup. Dengan kata lain: meneladani atau menjadikan Kristus sebagai sampel dan patron. Kristus hidup mengasihi dan menyerahkan diri. Itu artinya kita pun disuruh hidup mengasihi dan menyerahkan diri. Disinipun Rasul Yohanes memakai kata wajib. Artinya: harus.

Kualitas persekutuan murid Kristus:
Surat Yohanes menantang kita menghayati dan menjalani kekristenan yang sangat dalam. Bukan sekadar kekristenan yang dangkal, berdasarkan mood atau suasana hati, dan suka-suka.

Pertama kita diajak agar sungguh-sungguh mengenal (baca: berhubungan dengan) Allah secara mendalam sebagaimana kita juga dikenal Allah secara mendalam. Apa dan bagaimanakah agar pengenalan kita akan perkataan, kehendak, kasih dan kebenaran, serta sikap dan sifat Allah semakin mendalam? Apa dan bagaimanakah Allah yang kita kenal pribadi dan bersama dalam Yesus Kristus sepanjang hidup kita?

Kedua
kita diajak menuruti perintahNya. Hubungan kita dengan Allah adalah hubungan ketaatan. Tidak bisa tidak. Boenhoffer mengatakan anugerah tanpa ketaatan adalah murahan, dan itu bukan anugerah Allah. Apakah yang diperintahkan Allah harus dan wajib kita lakukan? Bagaimanakah jawaban kita terhadap perintah itu?
Ketiga: kita diajak hidup sama seperti Kristus. Tak ada pilihan, kita harus menjadikan Kristus sebagai pola, patron , model atau teladan. Apa dan bagaimana hidup Kristus itu yang harus kita teladani?

Pdt Daniel T.A. Harahap

Share on Facebook

2 Responses to MENGENAL ALLAH: MENURUTI PERINTAHNYA

  1. A.K.P. Panggabean on April 8, 2010 at 3:14 pm

    Ya Allah, ajarlah dan kuatkan iman kami agar kami mampu menuruti FirmanMu dan meneladani AnakMu, Yesus Kristus! Amin

  2. Marganda Lubis. Palembang on April 9, 2010 at 11:43 am

    Terpujilah Kristus, yg telah memberi teladan kepada dunia ini. Dan Dialah Tuhan dan Bapa yang mengenal anak-anakNya. Orang yg mau percaya dan meneladaninya tentu sdh diberi kepastian jaminan kehidupan yg kekal. Amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*