Yang Mencari dan Menemukan Tuhan

March 10, 2010
By

Almanak Rabu 10 Maret 2010:

Apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati, Aku akan memberi kamu menemukan Aku, demikianlah firman TUHAN. (Yeremia 29:13-14a)

Apa yang kita cari di dunia ini? Apa yang kita cari dalam hidup sehari-hari, pagi, siang, petang dan malam? Sebuah lagu pendek termashur mengatakan: uang. Mungkin juga kenikmatan, kebahagiaan dan kekuasaan. Sebagian orang mencari kesembuhan. Ada pula yang mencari perhatian dan kasih. Semua  itu sah-sah saja. Kita memang membutuhkan uang untuk hidup. Kita juga memerlukan kenikmatan, kebahagiaan dan kekuasaan. Kita juga butuh perhatian dan kasih.Lantas apa?

Ayat hari ini mengingatkan kita agar kita juga mencari Tuhan dan mencariNya dengan sepenuh hati kita. Yaitu: agar kita  ingin tahu tentang Dia dan menanyakan Dia serta ingin berjumpa denganNya dan mengenal Dia sedalam-dalamnya. Tuhan memberikan diriNya ditemukan oleh orang-orang yang mencari Dia sepenuh hati. Namun bagaimana mungkin kita mencari Tuhan seandainya kita tidak mengasihi Dia? Bagaimana mungkin kita mau mencari Tuhan seandainya kita tidak menganggapnya penting dan berharga?

Carilah maka kamu akan mendapat, ketoklah maka pintu akan dibukakan bagimu. (Matius 7:7).  Carilah Tuhan maka kamu akan hidup (Amos 5:6, 5:4) Carilah TUHAN dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu! (1 Taw 16:11, Maa 105:4). Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat! (Yes 55:6) Hatiku mengikuti firman-Mu: “Carilah wajah-Ku”; maka wajah-Mu kucari, ya TUHAN. (Maz 27:8). Tetapi carilah Kerajaan-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan juga kepadamu. (Lukas 12:31).

Doa:

Ya Allah, kami bersyukur sebab Engkau selalu mencari kami untuk menyelamatkan kami. Kami juga mencari Tuhan dan merindukan firmanMu selalu. Biarlah kami berjumpa dengan firman dan RohMu, dan hidup dalam kasihMu.  Kami mencari Engkau dengan sepenuh hati kami. Ijinkanlah kami berjumpa dengan kuasa dan kemuliaan kasihMu. Dalam Kristus. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

Share on Facebook

8 Responses to Yang Mencari dan Menemukan Tuhan

  1. Jansen Sinamo on March 10, 2010 at 8:05 am

    Terimakasih Tuhanku, aku dianugerahi hati yang rindu mencari. Dan pagi ini kudapati Engkau bagai pelangi yang hangat-lembut nan indah-permai. Biarlah seluruh spektrum berkatMu kunikmati dengan sukacita paripurna.

  2. Sumurung Lumbantobing-Bgr on March 10, 2010 at 8:43 am

    Nats hari ini, secara khusus mengingatkan para Pelayan HKBP (pendeta, sintua, parhobas dll) agar lebih sungguh-sungguh menyelenggarakan pelayanan yang memungkinkan warga jemaat (dan juga orang lain) dapat “berjumpa – bertemu” dengan TUHAN.

    Bapa di sorga, kami bersyukur dan bersukacita karena Engkau berkenan untuk dijumpai dengan kami orang yang lemah dan berdosa ini. Nyatakan dan jadilah kehendakMu di dalam hidup kami, dalam Kristus PuteraMu, AMEN.

  3. tarabatuh on March 10, 2010 at 8:47 am

    Olo Tuhan tongtong do hulului hami Ho dipardalanan nami songon Bangso Batak, manang marsada-sada, ripe, marga, lunggu lumobo marhuria. Ai dung tardidi dohot manghatindanghon haporseaon hami sai ro do hami tu Bagas mi, ima Gareja HKBP songon hataridaan ni pangaluluion nami tu Ho jala disi ma hami saluhutna pajumpang dohot Ho huhut manangihon sude … lomo ni roHam dohot pinsang-pinsangmu marhite hataMi pinasahat ni naposoMI jala tongtong do husarihon hami angka dongan nahumurang dinahumaliang hami songon panandaion nami tu Ho. Sai dipasupasu Tuhan i ma sude Pandita, Sintua, Pangurus Kategorial dohot Parhobas di Huria HKBP diliat portibi on.

  4. Gaya Hutasoit on March 10, 2010 at 12:36 pm

    Siapa yang rugi bila tidak mau mencari Allah? Biarlah hatiku mampu menjawab dengan sungguh-sungguh.

  5. Kimseng Manurung on March 10, 2010 at 12:42 pm

    Terimakasih Tuhanku, Engkau selalu mencari saya meskipun kadangkala saya melupakan Engkau, biarlah RohMu yang selalu menyertaiku dalam segenap hidupku, agar saya selalu mengingat kasihMu dan mencariMu di dalam setiap langkahku.

  6. Nainggolan Prabu on March 10, 2010 at 2:22 pm

    Uang perlu bahkan sangat perlu, sebab dengan uang segalanya bisa kita beli, kecuali Tuhan. Maka uang bukanlah segalanya. KIta juga membutuhkan dalam diri kita jiwa yang iklas mengasihi dan berbuat. Sebab iman tanpa kasih dan perbuatan adalah mati.

    Menyimak renungan Amang Pdt, saya jadi ngin bertanya; Kemanakah saya harus pergi mencari Tuhan?. Jika dijawab, terimakasih. Tak dijawabpun terimakasih.

  7. Friska pardede on March 10, 2010 at 7:23 pm

    Ketika pembacaan warta jemaat Minggu yl digreja kami ( seperti biasa saya beribadah sore yg berbhs Indonesia krn mendampingi boruku yg msh ABG) dibacakan juga surat dari pusat yg di tandatangani ompui ephorus( mewakili greja) yg sangat prihatin terhadap dampak dari perkembangan teknologi yg sangat banyak merugikan kaum muda ( terutama ABG), seperti kita saksikn ti TV, sehingga beliau merasa perlu menghimbau semua kalangan terutama para orangtua agar lebih memperhatikan anak2nya.

    Ketika warta itu dibacakan saya melihat kesekeliling, nyaris tdk ada yg mendengar terutama krn berbahasa Batak dan saya sangat prihatin mengapa tdk dibuat bhs Indonesianya (greja bukanlah tempat belajar bhs Batak iya kan…!) bahkan anak2 itu banyak yg memencet2 hpnya apa lagi kalau bukan face bookan.

    Ini salah siapa…..menurut saya ini adalah salahnya para orangtua, kita semua tau bw ABG itu kan memang sedang tegil2nya ( jugul hian), kalao para orangtua saja tdk punya waktu utk anaknya mendampinginya ketika masa2 tengilnya ini mencari wajah Tuhannya bagaimana dia percaya bw Tuhan itu ada dan penting???

    Kalau para ortu ini keranjingan face book dan semacamnya tdkkah itu memberikan contoh buruk buat anak remajanya.

    Para ortu model begini biasanya sibuk menyalahkan pihal lain andaikan ada apa2 dgn anaknya, misalnya menyalahkan greja yg kunolah ,nyanyiannya bikin ngantuklah, kotbah yg monoton dll, walaupun ada benarnya. Ketika sintua yg maragenda dlm salam pembukaannya mengatakan /menghimbau agar hp dimatikan dan mari kita tertibkan dari atau pendeta dlm doa seblm kotbah menyisipkan kata2 agar Roh Kudus menjamah hati para jemaat yg datang hari ini, biasanya para remaja ini agak tertib.

    Tidak henti2nya saya ngomong dimanapun : dampingi anak remaja anda kegreja dan mulailah sejak mrk Sekolah Minggu sampai mrk lulus SMA, mudah2an mrk akan tetap mencintai grejanya dan mendapatkan wajah Tuhannya krn bimbingan orang tua, jangan tunda2 lakukanlah !

  8. renalmon hutahaean on March 10, 2010 at 9:29 pm

    Ya Tuhan,sudah terlalu banyak kenikmatan Kau berikan padaku,kami umatmu di hkbp,ingatkanlah kami selalu akan banyaknya kekurangan kami dalam melayaniMu.Amen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*