Pohon Natal HKBP Serpong

December 25, 2009
By Daniel T.A. Harahap

 copy-of-pohon-natal-hkbp-serpong-2009.JPG

Terbuat dari buah rambutan, manggis, nenas, belimbing dan pisang, pohon natal HKBP Serpong tahun 2009 ini adalah simbol dari iman dan kehidupan yang berbuah dalam Kristus. Jika ingin bersama-sama menikmatinya datanglah dalam Ibadah Natal 26 Desember 2009 besok pukul 10.00 WIB.

Share on Facebook

17 Responses to Pohon Natal HKBP Serpong

  1. DSB on December 25, 2009 at 1:33 pm

    Segarrrrrrrrrrr…dan menawan…hanya bisa membayangkan. Apa daya tangan tak sampai.

  2. richard hutahaean on December 25, 2009 at 1:45 pm

    Keren euyyy….

  3. Jansen Sinamo on December 25, 2009 at 9:18 pm

    Natal, pohon, buah, keberbuahan, kesegaran, kehidupan: semua terhubung secara organik, ada hidden connection, ada sinergi.

  4. ~alof on December 26, 2009 at 3:10 am

    ada pula pohon natal yang dibuat dari sampah gelas plastik air mineral
    http://www.keuskupan-purwokerto.net/?pilih=news&mod=yes&aksi=lihat&id=429

    atau yang terbuat dari boneka
    http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/12/24/03595573/pohon.natal.dari.boneka.

    mari kita coba memahami masing-masing makna yang hendak mereka sampaikan, yang –menurut saya– tentulah merupakan area perhatian mereka pada saat itu yang memiliki relevansi dengan penghayatan mereka terhadap momen natal.

  5. Singhan Pardede, Pdt on December 26, 2009 at 8:13 am

    Yang lebih hebatnya lagi ada ‘pohon natal’ Roh
    atau berwujud Roh, sampai2 tidak dapat dilihat,
    tapi hebatnya dapat dirasakan yaitu kasih Yesus Kristus
    yang kita rasakan dan alami di saat Natal.

    Pohon Natal seperti ini ada di mana-mana,
    sebab tidak dapat dibatasi ruang dan waktu.
    Raja Herodes pun tidak sanggup…

    Pohon Natal seperti inilah yang dirasakan saudara2 kita yang sakit, terpenjara, dilanda perang, kemiskinan, keterbelakangan, dll sebagainya. Sehingga tidak dapat bersama2 dgn kita di gereja.

    Pohon Natal juga milik mereka,
    karena Yesus lahir memberikan kesukaan bagi seluruh isi dunia ini.

    Horas…!

  6. H. Sinaga on December 26, 2009 at 9:45 am

    Tumagon do lambat otik daripada pahatop hu dohonon : Selamat Natal ma tu amang Pendeta DTA dohot keluarga suang songoni tu inang namatua (nga boha tahe keadaan ni oppung i amang DTA), suang songon i dohot sude angka dongan pengunjung rumamaetmet on, semoga damai memenuhi hati kita semua.

    Bagak hian do bah pohon natal i

  7. Friska pardede on December 26, 2009 at 2:05 pm

    kereeen banget, dirangkai oleh tangan2 yg trampil disertai hati yg bersih untuk menampilkan sesuatu yg istimewa di hari yg istimewa krn ada pimpinan yg mengispnspirasi dan meneladani setiap orang yg berdekatan dengannya, itu yg saya tangkap.
    selamat kepada semua jemaat HKBP Serpong dan pendetanya, kita tunggu bentuk seperti apa lagi yg akan ditampilkan yahun depan.

  8. ulinta bangun on December 26, 2009 at 4:36 pm

    Wahhhh ada aja ide Amang Pendeta ya, Semoga HKBP Serpong semakin bertumbuh dan berkembang bila dipimpin amang Pendeta Daniel. Saya ikut bangga agar semua HKBP dpt lebih kreatif dan istimewa.
    Horas

  9. Donny Sitompul on December 26, 2009 at 5:18 pm

    wah amang…
    seru kali natal disana rupanya. :p
    jadi pada makan buah donk sehabis perjamuan disana?Hhe

  10. John hutapea on December 26, 2009 at 5:31 pm

    Yang jelas buahnya sudah habis tadi setelah kebaktian siang ,sesuai janji yang buat ide dan Panitia bahwa buah Lokal tsb boleh dimakan. Setelah kebaktian usai dilanjutkan perjamuan Natal dan untuk cuci mulutnya buah pohon Natal tsb. yang tidak datang menyesal, yah nunggu lagi tahun depan. Selamat Natal 2009 dan Menongsong tahun baru 2010.

  11. H. Sinaga on December 26, 2009 at 11:13 pm

    Saya baru buka rumametmet sekitar jam 10 pagi dan baru tau bahwa kebaktian natal II jam 10 pagi, biasanya di HKBP natal II dilaksanakan sore atau malam hari, dengan sangat menyesal saya tidak bisa ikut menikmati hidangan segar tersebut, padahal sebelumnya saya sudah berencana mengikuti natal II di HKBP Serpong. Berbahagialah ruas yang ikut menikmati mekanan segar itu, dan berbahagia jugalah kami yang membayangkan menikmati buah segar tersebut. Berbahagialah seluruh umat Kristen karena kedatangan Jesus Kristus.

    Daniel Harahap:
    Ro ma hamu natal taon na ro on. :-)

  12. richard hutahaean on December 27, 2009 at 12:47 pm

    @John Hutapea : yang makan buah itu adalah upah bagi “tiang Huria” lae. Seperti kata DTA : yang datang pada pesta hari kedua dalam setiap perayaan baik Paskah, turunnya Roh Kudus dan Natal adalah tiang Huria. Makanya…rajinlah datang ke Pesta II di tiap perayaan hari besar gereja. Pasti ada “upah”nya. Paling sedikit dapat Lappet. :) )

  13. Fredy on December 27, 2009 at 3:04 pm

    Hanya ingin menyampaikan :

    Selamat Natal, Immanuel !

  14. Mebs on December 28, 2009 at 10:20 am

    Mari sebarkan virus-virus kedamaian di lingkungan sekitar
    -Selamat Natal-

  15. minton on December 28, 2009 at 2:17 pm

    Wow, pohon Natal nya keren banget. Semoga kreatifitas yang terbangun ini, membangkitkan semangat back to natural. Mari kita hiasi sekeliling kita dengan yg baru dan segar serta alami, yang dapat mendatangkan suka cita dan kebahagiaan bersama insan lain nya.
    ” Selamat Natal dan selamat menyambut tahun baru 01 Januari 2010 ”
    Tuhan bersama kita.

  16. florasilaban on December 28, 2009 at 2:25 pm

    Pohon Natal ini kelihatannya sama dengan pohon natal bersama di Istora Senayan yang semalam disiarkan melalui TVRI, banyak buah-buahan, semoga fisosofi bertumbuh dan berbuah tersebut dapat menjadi dorongan kepada jemaat agar imannya bertumbuh dan menghasilkan buah yang manis, selamat Natal.

    Daniel Harahap:
    Terbalik: pohon natal di JCC sama dengan pohon natal di Serpong. :-)

  17. sahman on December 28, 2009 at 7:49 pm

    yah jenges tumang tongon pohon natal nasiam ai .
    hassipe tarlambat selamat natalma hubatta haganupan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*