Tiada Yang Abadi Di Dunia. Namun Jangan Putus Asa.

December 14, 2009
By Daniel T.A. Harahap

Almanak Senin 14 Desember 2009:

Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataanKu tidak akan berlalu (Lukas 21:33)

Apa yang abadi di dunia ini? Tidak ada. Semua ada waktunya. Yang hari ini berjaya besok akan turun tahta. Yang hari ini begitu populer dan dipuja-puja lusa mungkin sudah dilupakan orang. Kekayaan dan kuasa pada akhirnya melayu dan melapuk. Kegagahan dan kecantikan bagaimanapun dijaga tetap tidak bisa dipertahankan selamanya. Semua manusia secara perlahan menjadi tua dan akhirnya meninggal. Lantas bagaimana?

Kita tidak perlu bersedih atau putus asa dengan kenyataan di atas. Semua itu alami dan wajar. Namun kepada kita orang-orang beriman diwartakan ada satu yang abadi atau kekal, yaitu: perkataan Tuhan. Langit dan bumi akan berlalu, namun perkataanKu tidak akan berlalu, kata Yesus. Rumput menjadi kering dan bunga menjadi layu namun firman Allah tetap selama-lamanya. Lantas bagaimana? Mari menggantungkan hidup kepada yang satu  yang abadi itu yaitu Tuhan. Hanya Dialah yang sanggup menjamin total hidup dan masa depan kita. Sebab hanyalah Dia yang kekal atau bertahan selama-lamanya.

Namun sekali lagi keadaan itu tidak harus membuat kita murung, acuh tak acuh atau malah apatis.  Kita diajak  menggunakan hidup di dunia ini untuk bersama-sama Dia melakukan hal-hal yang indah, baik dan benar. Juga untuk mengasihi sesama dan memuliakan Allah. Itulah yang membuat hidup kita itu begitu bermakna dan berharga. Dan ketika hidup di dunia ini harus berakhir maka kita akan hidup dalam Allah yang kekal.

Doa:

Ya Allah, ingatkanlah kami tidak ada yang kekal di dunia ini. Bagaimanapun kuatnya kami jaga, kekayaan dan kekuasaan akan berakhir, kegagahan dan kecantikan akan pudar, dan kami semua harus menjadi tua dan pada akhirnya sampai ke ajal. Sebab itu ajarlah kami memakai waktu kami yang terbatas itu melakukan kasih dan kebenaran agar hidup kami sungguh bermakna dan berharga. Namun Engkau kekal, ya Allah, sebab itu ijinkanlah kami tinggal dalamMu dan bergantung kepadaMu saja mulai dari sekarang hingga selama-lamanya. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

Share on Facebook

7 Responses to Tiada Yang Abadi Di Dunia. Namun Jangan Putus Asa.

  1. Gaya Hutasoit on December 14, 2009 at 7:33 am

    Yang terpenting harus didahulukan. Ya, memang harus demikian. Mulutku berkata, “yang kekal lebih penting daripada yang sementara. Tapi aku memang aneh. Yang kekal bisa dilupakan oleh kerena keinginan memiliki yang ada di langit dan di bumi.

  2. tanobato on December 14, 2009 at 8:33 am

    Holan Debata do na manongtong, ndang adong na hot di portibi on. Dibahen i, holan tu Ibana do na boi si pangasahonta di portibi on. Unang olo dililian jolma di portibi on.

    Horas jala gabe! Tapasahatma tu Debata ngolunta sasude.

  3. Nainggolan Prabu on December 14, 2009 at 9:16 am

    Tarida dan Berlian Hutauruk juga berkata “Badai Pasti Berlalu”, seperti Badai yang menerjang Bumi saat Air Bah (aek Nasumar) dan itu memang sudah berlalu dan Tuhan berjanji kpd Nabi Nuh bahwa Tuhan tidak akan pernah lagi menurunkan Air Bah. Sebuah pengalaman dan pembelajaran yg sangat berharga, dan hanya orang seperti Nabi Nuh yang selamat dan diselamatkan karena hidup dan kehidupannya amat berkenan di hati Tuhan.

    Dunia ini Panggung Sandiwara, kata Achmad Albar seorang legenda Rock & Roll Indonesia. Namun untuk mengasihi sesama kita tak perlu hrs bersandiwara. Mengasihi sesama tidak selalu dalam bentuk memberi dan berbagi uang. Hitunglah, kemaren sejak fajar sampai terlena dalam tidur kita, berapa kali kita menyapa sesama, salam sesama, dan senyum kepada sesama (3S), dan hari ini kita usahakan agar lebih banyak dari kemaren. Mungkin anda sebagian dari kita yg belum tau, bahwa 3S tulus yang kita suguhkan thdp sesama adalah berkah baginya dan Rezeki (pahala)bagi kita, jadi tidak ada yang dirugikan.

    Bukalah Topengmu, Riri Reza(Sutradara Film Laskar Pelangi) pernah menyanyikannya. Ya. Kita tak perlu bertopeng dihadapan sesama, apalagi dihadapan Tuhan. Semahal apapun stelan Jas dan Gaun yg kita persiapkan untuk semarak perayaan Natal yg is Very Closed and coming soon, sepertinya tidak signifikan di hati Tuhan jika itu kita peroleh dari aktivitas menyalibkan Tuhan tuk kesekiankalinya.

    Roman yang cantik jelita, roman yg cekep n ganteng adalah karunia, kita pergunakan utk memuliakan dan kemuliaan Tuhan. Namun dalam semua itu kita juga hrs pahami apa ygpernah dikatakan oleh Miss Word dalam satu iklan produk Minuman Vitamin: Fresh inside, Fresh outside ( kira2 artinya:Cantik hatimu, wajahmu pun akan penuh aura yg cantik ).

  4. Jansen Sinamo on December 14, 2009 at 9:22 am

    Kalau mau ikut kekal berarti kita harus menyatukan diri dengan Firman Tuhan yang mahakekal itu. Firman Tuhan itu adalah kehidupan, semangat suci, dan antusiasme luhur. Ia meremajakan harapan, menyegarkan iman, dan meneguhkan hati. Hingga, ala Paulus, kita pun bisa bersaksi: tua adalah kemuliaan, sepuh adalah sukacita, dan mati adalah keuntungan.

    Keren tenan menjadi insan beriman di dalam Kristus :)

  5. Intan Aritonang on December 14, 2009 at 9:34 am

    Sebagai orang beriman hendaknya kita optimis dalam menjalani kehidupan, berbuat baik dan mengasihi sesama, tidak berputus asa, berpegang sepenuhnya dengan janji-janji TUHAN, berserah hanya kepadaNYA karena DIA yg empunya kita. Mari kita sambut hari-hari kita dengan bersyukur. ORA et LABORA.

  6. tarabatuh on December 14, 2009 at 1:17 pm

    akhirnya tubuh ini akan menjadi debu, namun sebelum menjadi debu selama kulit dan daging masih membungkus tulang, parux2 masih kembang kempis dan jantung masih berdetak biarlah segala keberadaannya(saya) berucap dan bertindak sesuai firmannya karena itu membuat kebaikan antar sesama dan menjadi kemuliaan bagi Dia. Tuhan memberkati semua Pendeta dan semua Sintua serta Parhobas di Gereja HKBP.

  7. Friska pardede on December 14, 2009 at 8:46 pm

    Walaupun teknologi bisa menjanjikan resep awet muda kulit kencang, jadi kelihatan masih gagah dan cantik padahal umur sudah uzur tetapi kan raganya tetap punya batas dan tetap akan tua, materi yg dikejar2 sedemikian rupa toh akan habis, cinta yg dalam terhadap org yg kita kasihi, pasangan kita , anak2 kita dan para orangtua kita tidak dapat menjaga dan melindungi kita ketika sedang tidur lelap karena mereka juga tidur .

    Jadi….mari kita mengejar dan memperebutkan cinta Tuhan kita, kita sama2 berhak mendapatkannya sebab Dia tidak membatasi kasihnya kepada golongan tertentu kasihNya abadi sepanjang masa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*