Tolong! Saya Korban Salah Pencet.

December 11, 2009
By

Oleh: Pdt Daniel T.A. Harahap

Pagi ini, kalau tak ada urusan terlalu penting, jangan dekat2 saya. Mengapa? Saya lagi jengkel kel dan dongkol kol. Hampir saja pitam tam. :-( Apa pasal? Barusan saya mengetes menelpon nomor ponsel saya sendiri dari kantor gereja berhubung ada teman yang mengatakan sulit sekali menghubungi saya. Betapa kagetnya saya tiba-tiba saya mendengar bunyi ringtone sebuah lagu. Padahal seumur hidup maksudnya sejak mengenal ponsel saya tidak pernah suka mengubah-ubah ringtone ponsel saya apalagi bergenit-genit dengan lagu.

Tiba-tiba saya teringat kejadian kemarin. Saya menelpon kawan saya Pdt Aldemak. Ada jeda pendek kemudian terdengar kalimat “jika ingin mengaktifkan blablabla pencet angka lima”. Entah kenapa saya seperti terhipnotis memencet angka lima. Saya pikir ada model baru menghubungi seseorang. Tiba-tiba tak diduga dan sungguh tak diharapkan saya menerima sms dari no 1212 “Terima kasih atas registrasi Anda, permintaan Anda diproses dalam 24 jam. Anda akan menerima konfirmasi saat permintaan Anda telah berhasil dieksekusi.” Oala. Saya tersengat. Hidung saya segera mengendus ada yang tidak beres. Saya langsung mengecek pulsa saya. Ternyata sudah berkurang lima ribu perak.

Gaya jualan apa pulak ini lagi maki saya dalam hati. Kenapa dia tidak memberitahu saya bahwa sebiji ringtone memualkan itu lima ribu perak? Kenapa seenaknya main potong saja? Ini jelas tidak fair, memanfaatkan kelengahan publik. Pokoknya saya akan beteriak di facebook, blog dan milis.

Jumlah uangnya memang lima ribu. Namun saya tetap saja merasa dijebak. Dan satu lagi, walaupun yang mendengar ringtone ponsel saya orang lain, saya tidak suka ringtone itu ada di ponsel saya. Namun celakanya saya tidak tahu cara menghapusnya. Tidak ada pemberitahuan bagaimana melenyapkan lagu itu dari ponsel saya. Adakah kawan-kawan yang tahu caranya melenyapkan sebuah ringtone dari ponsel saya segera? Sekali lagi saya tak suka ringtone itu ada di sana. :-(

Share on Facebook

11 Responses to Tolong! Saya Korban Salah Pencet.

  1. Andy Harahap on December 11, 2009 at 11:33 am

    Pada saat saya telpon temen saya dan mendengar “jika ingin mengaktifkan blablabla pencet angka lima”. ini memang saya juga hampir mencet, tp urung karena saya pikir buat apa saya pencet angka 5 (Saya lupa, 5 atau tanda pagar) toh nggak akan bikin temen saya angkat telpon.. makanya nggak saya pencet. Tp memang pada saat itu entah kenapa saya langsung terpikir sama Amang, dan ingat sama cerita Amang bahwa orang kayak Amang pasti akan komplain atau menulis surat keluhan jika tidak puas terhadap hal2 yg seperti ini. Klo saya nggak salah di tulisan soal prita.

    Maaf Amang, tp saya baca tulisan Amang di atas sampai ngakak sendirian di kantor…..

    Daniel Harahap:
    Minimal saya sudah memutuskan satu rantai penjualan dengan cara menjebak itu dengan menonaktifkan ringtone sialan itu dari ponsel saya. Saran seorang teman: ketik RING OFF kemudian kirim ke nomor perusahaan yang menjual ringtone itu. Walaupun tetap dongkol minimal tak ada orang baru yang salah pencet karena mendengar dari hp kita: pencet angka blablabla.

  2. florasilaban on December 11, 2009 at 11:56 am

    Saya nggak bisa nolong, karena saya sampai hari ini belum memiliki hp.

    Daniel Harahap:
    Berbahagialah orang yang tidak punya HP karena uangnya tidak bisa dicuri lewat hp. :-)

  3. Friska pardede on December 11, 2009 at 8:27 pm

    Lucu banget cara amang ini menceritakan penderitaannya, emangnya hp pendeta ga boleh pake rington amang, masa sih langsung merasa genit?.
    Tapi saya bisa bayangkan semua orang yg sangat dekat dgn amang dan sering menelepon amang pastilah merasa bertanya dalam hati…..ada kemajuan? nih pak pendeta kita, atau sebagian mungkin akan berkata dalam hati pendeta juga manusia biasa :)

  4. Jansen Sinamo on December 11, 2009 at 8:34 pm

    Hahaha, jadi ingat makhluk tak wujud bernama DEMENTOR dalam cerita serial Harry Potter. Makhluk ini adalah pencuri kebahagiaan. Dekat-dekat dengan si Dementor kebahagiaan kita tersedot.

    Pendeta pun tak kebal sama Dementor, ternyata…

  5. Gaya Hutasoit on December 12, 2009 at 8:21 am

    Ha ha ha, massam-massam aja Amang DTA ini. Berbahagialah orang yang tertipu sebab kini telah bertambah ilmunya menonaktifkan ringtone. Bayar lima ribu plus jengkel terlalu mahal memang untuk menjegal si ringtone itu.

  6. kenzo on December 12, 2009 at 9:00 am

    Syalom, itu suatu model jual sesuatu model baru, dengan cara jebakan karena sekali kita memencet langsung kina kena pengurangan pulsa.

    Daniel Harahap:
    Menjual dengan cara menjebak adalah jahat!

  7. fe on December 12, 2009 at 10:49 am

    syalom pendeta…lucu sekali pendeta alde ini, tapi bisa bingung juga lho yang mengoling, karena gak dijawab-jawab nyanyi melulu….ya kan. gak papa modern pendeta tapi klo bisa lagunya Maria Shandi bagus-bagus lho (itupun tergantung dari kesediaan pendeta).

  8. rumanap on December 13, 2009 at 10:36 am

    Minggu yang lalu saya menyelamatkan abang saya yang juga korban salah pencet atau orang lain yang mencet dia jadi korban.
    Caranya ketik OFF kirim ke 1212. Molo tong do dang boi, amang sediakanlah sebungkus GP kuselamatkan pun Amang. hehehe

  9. Bergman Silitonga on December 14, 2009 at 5:33 am

    Amang… Saya juga korban bisnis curang ini. Gaya jualan dengan menipu. Mari kita teriak di milis dan facebook. Horas

  10. Agus Rumapea on July 1, 2010 at 5:14 pm

    Coba ini amang:

    Ketik RINGOFF
    kirim ke 1212

    => pakai spasi, bukan diketik.

    Semoga membantu
    Horas,

  11. Agus Rumapea on July 1, 2010 at 5:16 pm

    Coba ini amang:

    Ketik RINGspasiOFF
    kirim ke 1212

    => pakai spasi, bukan diketik.

    Semoga membantu
    Horas,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*