Kedatangan Pembawa Kabar Baik
Almanak Senin 07 Desember 2009:
Betapa indahnya kelihatan dari puncak bukit-bukit kedatangan pembawa berita, yang mengabarkan berita damai dan memberitakan kabar baik, yang mengabarkan berita selamat dan berkata kepada Sion: “Allahmu itu Raja!”
Pada jaman dahulu Timur Tengah masih sangat sepi. Kota-kota juga belum besar namun lebih mirip sebuah komplek perumahan bertembok dan bergerbang. Antara satu kota dan kota lainnya dipisahkan oleh kebun, ladang dan atau padang penggembalaan atau gurun yang luas yang tidak dihuni manusia. Transportasi dan komunikasi sulit sehingga banyak orang jarang berpergian dari kota yang satu ke kota yang lain. Sebagian besar perjalanan dilakukan dengan berjalan kaki. Kehidupan kota sendiri bersifat tertutup sehingga tamu dan pengunjung baru pasti diketahui bahkan dari jauh. Pesan dari kota atau komunitas lain sering disampaikan lewat kurir atau duta atau pesuruh.
Dalam konteks semacam itulah kita harus pertama-tama menempatkan ayat hari ini: Betapa indahnya kelihatan dari puncak bukit-bukit kedatangan pembawa berita, yang mengabarkan berita damai dan memberitakan kabar baik, yang mengabarkan berita selamat dan berkata kepada Sion: “Allahmu itu Raja!”. Sang nabi mengatakan alangkah bahagianya hati ini melihat kedatangan para pembawa kabar baik dari jauh.
Kita bisa memahami dan menghayati ayat ini dari dua sisi. Pertama: dari segi orang yang menerima. Tuhan mengutus para hambaNya membawa kabar baik kepada kita, yaitu kabar tentang pengampunan dosa, keselamatan dan pembebasan kita. Apakah yang hendak kita katakan?
Namun, kedua, ayat ini juga bisa dihayati dari segi yang lain, yaitu orang yang membawa berita itu sendiri. Pertanyaan: apakah berita yang kita sampaikan kepada orang lain adalah berita yang ditunggu-tunggu atau malah kabar yang tak diharapkan sama sekali? Apakah kedatangan kita disambut dan membahagiakan atau malah sebaliknya dibenci dan menjengkelkan. Apakah kita membawa kabar pengampunan, keselamatan, hidup baru, kasih dan damai? Jika ya pastilah kedatangan kita sangat indah dan menerbitkan bahagia.
Doa:
Ya Allah, kami sungguh bersyukur dan bersukacita atas Kabar Baik tentang keselamatan yang Kaukerjakan dalam Kristus. Biarlah kami meneruskan kabar baik dariMu itu kepada orang lain. Kami bahagia menerima berita pengampunan, hidup baru, keselamatan dan kasih dariMu. Dan biarlah kami membawa lagi berita itu kepada semakin banyak orang. Dalam Kristus. AMIN.
Pdt Daniel T.A. Harahap
Share on Facebook
December 7th, 2009 at 10:27 am
Syalom, ya kabar baik dulu hingga kini tetap sesuai RencanaNya, dengan saat ini begitu banyak media yang dapat di gunakan, seiring itu juga komunikasi agar kita syukuri untuk menunjang sampainya Berita Baik itu keseluruh Penjuru dunia, sesuai yang tertulis. Demikian juga media ini kita dapat lihat kapan dan dimanapun kuta buka “rumametmet” kecil rumahnya Saportibion boi manjahasa. GBU
December 7th, 2009 at 11:48 am
You are the message, kata sebuah adagium. Maka marilah kita berdoa: Ya, Tuhan olahlah jiwa kami sedemikian sehingga totalitas kepribadian kami adalah kabar itu sendiri: kabar baik, kabar sukacita, kabar damai, kabar sejahtera.
Orang Batak suka memberi nama penuh iman dan sarat harapan kepada anak-anaknya: si Tigor, si Bonar, si Lambok, si Dame, si Sabar, si Marolop, dsb. Dan doa di atas kita lanjutkan dengan: Bahen ma hami, saluhut parange nami, songon goar nami i ale Tuhan.
Secara psiko-spiritual tak ada pencapaian yang lebih tinggi daripada ketika seseorang mampu berkepribadian penuh (fully integrated) seperti namanya.
December 7th, 2009 at 2:32 pm
Ya Tuhan ajar dan mampukan kami menjadi pembawa khabar baik dan suka cita di tengah-tengah kehidupan kami. Amen.
December 7th, 2009 at 3:57 pm
Jika diantara kita ada yg berkenan sebagai pembawa kabar berita yang baik itu, apalagi para Amang dan Inanta Sintua tolonglah agar senantiasa ingat 3S: Sapa, Salam dan senyumlah kepada para jemaat yang haus akan kabar baik itu. Salam, Sapa dan Senyum anda adalah pembangkit semangat bagi Jemaatmu dalam menapaki hari demi hari, apalagi jemaatmu yang sangat berkekurangan itu.