Almanak Senin 30 November 2009:
Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda. (Zakaria 9:9b)
Bagaimana gambaran atau bayangan kita tentang seorang raja, presiden atau kepala negara? Tentu sarat dan melimpah dengan berbagai simbol kebesaran, kekuatan, dan kemegahan juga kekayaan. Seorang raja kuna selalu tampil berhiaskan jubah, mahkota, tongkat emas bertatah permata dan berbagai aseseori lain. Dia duduk di atas tahta dikelilingi para menterinya, berjalan diiringi dayang-dayang cantik dan pengawal, dan tinggal di istana bermandikan cahaya dan kenikmatan. Seorang presiden atau kepala negara moderen tak jauh beda dengan raja-raja kuna. Mereka juga tampil dengan segala kebesaran, kemegahan dan keperkasaannya. Dan bagi kita hal itu wajar-wajar saja. Banyak orang suka melihat presidennya muncul dengan limusin anti peluru, dikelilingi satuan khusus, mendapat segala fasilitas kelas satu, serta memiliki sejumlah hak preogatif dan privilese.
Pertanyaan: bagaimana gambaran atau bayangan kita tentang Tuhan Allah? Jujur, banyak orang termasuk kita mungkin sangat mudah dan suka menggambarkan dan menghayati Tuhan Allah mirip dengan apa yang kita lihat pada raja-raja atau kepala negara di dunia. Kita juga sering menggambarkan tentang Tuhan yang duduk di tahta, di istanaNya yang mulia di sorga, dikelilingi para malaikatNya. (Karena itu jugalah banyak orang Kristen suka dan berlomba membangun gereja semegah-megahnya mungkin sebagai cerminan kemegahan dan kemewahan sorga!)
Namun hari ini kita mendapat gambaran yang berbeda sama sekali. Tuhan Sang Raja justru digambarkan datang dalam kesederhanaan dan kerendahan serta kelemahlembutan. Alih-alih tampil besar dan perkasa, Tuhan Raja kita malah tampak bersahaja dan biasa-biasa saja. Bagaimana mungkin kita menjaminkan hidup dan masa depan kepada Tuhan yang naik keledai beban? Bagaimana mungkin kita merasa aman dan tenteram dibawah perlindungan Tuhan yang sederhana? Pertanyaan-pertanyaan terus mengusik hati kita: Tuhan sangat sederhana lantas bagaimana dengan kita? Tuhan saja merendah mengapa saya meninggikan diri? Tuhan kita begitu bersahaja, lantas untuk apa gereja yang megah dan raksasa itu?
Doa:
Ya Tuhan, Engkau begitu sederhana dan merendah. Namun Engkau tetap agung, mulia dan jaya. Siapakah kami ini dihadapan Tuhan yang rendah hati dan lemah lembut? Ajarlah kami, ya Allah, juga rendah hati dan lemah lembut serta hidup bersahaja seperti Tuhan sendiri. Jauhkanlah kami dari kecongkakan dan berbagai hal yang tidak berguna. Kami ingin menjadi murid dan pengikutMu. Berkatilah kami. AMIN.
Pdt Daniel T.A. Harahap
Share on Facebook
Kemegahan, kemuliaan, dan kejayaan (3K) selalu menjadi sumber pertikaian dan peperangan. Awalnya 3K menimbulkan rasa silau saja, lalu rasa iri, kemudian rasa takut dan keterancaman. Selanjutnya terjadilah perang: antarkampung, antargeng, antarbangsa, bahkan baratayudha dan perang dunia.
Yesus adalah Raja Damai, maka tak bisa lain, Ia pun datang 180 derajat berbalikan dengan 3K dunia ini dalam rangka memenangkannya.
Kita sendiri yang orang Kristen — tarlumobi Batak? — sampai hari ini sangat terpesona dengan yang megah-megah, beteng-beteng, dan hebat-hebat.
Dapatkah kesadaran Kristus, pikiran Kritus, dan paradigma Kristus akhirnya menguasai bangso Batak?
Saya juga sering merasa lebih baik dari orang lain , semoga dengan firman hari ini saya dapat menghayati keberadaan Kristus, sehingga dapat melaksanakan firmanNYA, selamat menjalani perayaan Advent.
Pada waktu itu Dia datang mengendarai keledai beban yang muda mengunjungi rakyat yang kesusahan, dengan keadilan dan kejayaan serta lemah lembut, sekarang Dia datang mengedarai alphard, honda crv, fortuner, innova, sedan camry, bmw, honda civic dan motor supra x tetapi Dia tetap adil dan jaya Dia tetap lemah lembut, terima kasih kepada semua Pendeta HKBP yang selalu setia menyampaikan firman Tuhan serta berdoa untuk kesejahteraan umat HKBP. Saya juga tetap berdoa untuk kesehatan semua Pendeta HKBP agar mereka tetap tegar dan sejahtera melayani.
Selamat Advent unuk kita semua,Mari kita tiru sang Raja yang akan datang,dia lemah lembut dan sederhana jauh dari kemewahan tetapi dia menyelamatkan kita. Sambutlah dia Juru Selamat manusia Yesus Kristus Tuhan kita.
bantu aku Tuhan biar kecongkakan dan kesombongan yang selama ini bersarang dalam diri saya hilang dan berubah dengan kerendahan hati yang engkau inginkan ya Tuhan. karena saya begitu congkak dalam hari hari hidup saya, merasa paling pintar dan palig hebat diantara yang lain. saya ingin berubah ya Tuhan namun tidak pernah bisa keran itu aku andalkan Engkau ya Allah untuk mengubah hidup saya sesuai Ajaranmu