RENUNGAN ADVEN PERTAMA
Oleh: Pdt Daniel T.A. Harahap
Hari ini kita telah masuk ke Minggu Adven pertama. Sesuai kalender ibadah gereja sebelum tiba di Hari Raya Natal maka kita harus melewati empat minggu Adven atau minggu penantian. Hari ini kita mulai menyalakan lilin Adven atau lilin penantian sekaligus pengharapan kita itu.
Apakah sesungguhnya makna Adven itu bagi kita sehingga kita harus menjalani empat pekan berturut-turut?
Pertama: (dalam arti yang paling sederhana) Adven adalah masa persiapan Natal. Sebelum kita sampai ke pesta yang mulia, yaitu perayaan kelahiran Tuhan Yesus Kristus, kita harus mempersiapkan diri sungguh-sungguh selama empat minggu. Suatu pesta besar membutuhkan persiapan dari segala segi. Natal adalah pesta besar, sebab itu juga butuh persiapan. Namun yang utama dalam natal bukanlah persiapan teknis atau fisik, dana, makanan dan pakaian, perlengkapan dan asesori, namun terutama persiapan hati dan roh kita sendiri. Pertanyaan: apa dan bagaimana kita mempersiapkan hati dan roh kita menyambut Natal itu?
Namun ada yang lebih dalam. Empat minggu adven melambangkan penantian para nabi dan umat Perjanjian Lama yang begitu panjang akan kedatangan Yesus Kristus Sang Mesias. Sebab itu dengan ber-Adven kita mau mengenangkan dan menghayati penantian dan pengharapan umat itu. Melalui pengenangan dan penghayatan penantian itulah kita akan merasakan kepenuhan dan kesempurnaan Pesta Natal sebagai perayaan kedatangan Mesias yang dijanjikan. Tanpa Adven, Natal dengan mudah jatuh menjadi sekadar hura-hura atau pesta melelahkan namun tak bermakna.
Kedua: penantian akan parousia atau kedatangan Kristus kembali. Alkitab menyaksikan Kristus yang dijanjikan telah datang dalam kerendahan. Dia lahir di Betlehem sebagai manusia yang miskin, berkarya, menderita dan mati serta dibangkitkan dan naik ke sorga. Dan Kristus berjanji akan datang kembali dari sana menghakimi orang yang hidup dan mati. Sebab itu kita memang sedang berada dalam masa penantian akan kedatangan Kristus kembali untuk menggenapkan dan menyempurnakan keselamatan dan hidup kekal yang telah dikerjakanNya.
Namun bagi kita orang beriman penantian akan kedatangan Kristus kembali bukanlah sebuah penantian yang pasif. Kita justru diajak aktif menyongsong kedatangan Kristus kembali itu dengan berkarya sebaik-baiknya, melayani dan mengasihi, serta berjuang membuat dunia ini lebih baik dan sejahtera. Penantian kita akan kedatangan Kristus mirip dengan penantian para petani akan panenan berlimpah, penantian seorang Ibu akan kelahiran anak yang dikasihinya, atau penantian sepasang kekasih akan hari pernikahannya. Kita menanti dengan gembira dan semangat.
Ketiga: penantian akan kedatangan Kristus dalam kehidupan sehari-hari kita. Sebagian besar atau semua kita memiliki penantian, doa dan kerinduan dalam hidup ini. Pada saat minggu Adven in kita diajak meneguhkan penantian, kerinduan dan doa tersebut sekaligus menyatukan perasaan kita dan solider dengan saudara-saudara kita yang menanti dan berharap itu yang sering kali dengan pedih. Ada yang sudah begitu lama menantikan kehadiran anak dalam hidupnya, ada yang sedang menantikan kesembuhannya atau kesembuhan keluarganya, ada yang menantikan jodohnya dan ada pula yang menantikan kelepasan dari penjara. Baiklah kita amini bahwa lilin yang kita nyalakan hari ini bukanlah sekadar asesori atau hiasan belaka, melainkan perlambang doa pengharapan dan pergumulan kita semua. Sebab itu sambil menyalakan lilin Adven ini marilah kita berdoa bersama-sama penuh iman dan harap: Ya Kristus, umatMu telah menanti-nantikan kedatanganMu, datanglah segera menolong kami. AMIN.
Minggu Adven pertama, 29 November 2009
Pdt Daniel Taruli Asi Harahap
Share on Facebook
Buat saya Advent kali ini berarti janji pasti akan 3 kedatangan dalam 1 paket iman dan pengharapan:
– Kedatangan kesembuhan total bersama dinamika kesehatan baru
– Kedatangan Natal 2009 bersama Tahun Baru 2010
– Kedatangan Kristus II bersama kepenuhan total janji Maranatha
Satu iman-pengharapan dalam pengertian visio (paradigma): sejajar dengan nats kotbah hari ini “Aku melihat dia, tetapi bukan sekarang; aku memandang dia, tetapi bukan dari dekat; bintang terbit dari Yakub, tongkat kerajaan timbul dari Israel”
Ya Kristus datanglah
Ya sukacita natal 2009 dan berkat 2010 datanglah
Ya berkat kesembuhan datanglah
Sitolu haroan sisada panghiriman
Di greja kami ibadah sore tadi sangat terasa masa advennya ketika satu buah lilin dinyalakan yg diiringi hujan deras dan dimulai dgn nyanyian:
Putri Sion nyanyilah soraklah yerusalem
Mari sambut rajamu Raja damai trimalah
Putri Sion nyanyilah soraklah erusalam.
Kj no: 91 ; 1 Lagu : George Frederich handel 1747
Selamat Adven semuanya!
Ro ma Ho, Tuhan, ro ma Ho!
Ro ma Ho, Tuhan, ro ma Ho!
Ro ma Ho, Tuhan, ro ma Ho!
Tuhan, ro ma Ho!
(BE 795)