Syukur Pengampunan

Almanak Kamis 26 November 2009:

Pada waktu itu engkau akan berkata: “Aku mau bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN, karena sungguhpun Engkau telah murka terhadap aku: tetapi murka-Mu telah surut dan Engkau menghibur aku. (Yesaya 12:1)

Tuhan Allah sangat membenci kejahatan. Sejak awal Tuhan berperang dan tidak pernah kompromi kepada kejahatan. Sebab itu Dia  marah dan bahkan dapat murka kepada para penjahat atau hamba kejahatan. Dan dengan keadilan dan kekudusanNya Dia menghukum semua orang yang melakukan kejahatan tanpa kecuali, termasuk saudara dan saya.

Namun nabi Yesaya menyampaikan  suatu berita penghiburan bahwa kemarahan atau kemurkaan Tuhan Allah itu tidaklah untuk seterusnya atau selamanya. Dia setia dan penuh kasih. Kesetiaan dan kasihNya itu lebih besar atau melampaui kemarahanNya. Dia tidak menginginkan satu orang pun hancur atau binasa. Namun Dia juga tidak menginginkan kita mati oleh kejahatan dan dosa kita. Sebab itu Dia, demi namaNya sendiri, berkenan mengampuni kita orang-orang berdosa yang selalu berbuat jahat ini.

Apakah respons  kita terhadap pengampunan Tuhan ini? Apakah yang akan kita lakukan dan katakan sebagai tanggapan kita terhadap Tuhan Allah yang telah berkenan mengampuni dosa-dosa kita dan menebus kita dari kesalahan kita? Tak lain tak bukan: syukur dan terima kasih. Namun apa dan bagaimana kita bersyukur atas pengampunan yang diberikanNya? Salah satu dengan cara bertobat dan tidak lagi mengulang kejahatan atau kesalahan yang sama.

Jawablah dalam hati: apa sajakah kejahatan  yang  telah Saudara lakukan dan kini telah diampuni oleh Tuhan? Lantas apakah bentuk rasa syukur Saudara atas pengampunanNya itu?

Doa:

Ya Allah, kami bersyukur sebab padaMu ada pengampunan. Jiwa kami meluap dengan sukacita sebab kasih dan kesetiaanMu melampaui kemarahanMu. Kami mengaku orang berdosa. Kami telah melakukan yang jahat dan salah di mataMu. Kasihanilah kami. Ampunilah dosa kami. Biarlah kami juga boleh hidup dalam pengampunanMu yang Kaunyatakan dalam Kristus AnakMu. AMIN. 

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

Share on Facebook

6 Responses to “Syukur Pengampunan”

  1. zending Says:

    Seraya tak mampu menengadah ke langit seperti sang pemungut cukai, aku mau berdoa : “Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini” Amin!

  2. Dahlia Silitonga Says:

    Dirgahayu Ruma Metmet,:-)

    Terima kasih amang, untuk renungan harian di hari yang dingin ini,
    menjadi berkat bagi kita semua. syallom.

  3. Singhan Pardede, Pdt Says:

    Setiap kali kita berlaku jahat dan berdosa,
    Allah murka pada kita.

    Tapi kita bersyukur, Allah Maha Pengampun.
    Murkanya segerah akan surut.

    Kepada siapa murka Allah akan surut…???
    Tidak kepada mereka….
    yaitu, mereka yang tidak mengenal kejahatan dan dosanya
    sehingga tidak datang kepada Tuhan mohon pengampunan.

    Murka Tuhan surut, hanya kepada mereka yang datang pada Tuhan
    menyesali kejahatan dan dosanya, dan tidak mengulanginya lagi…

    Kemudian dia mensyukuri pengampunanNya…

    Horas…

  4. Nainggolan Prabu Says:

    Selamat ulang Tahun Ruma Metmet; Sukses selalu dan Berkat Tuhan makin berlimpah”. Amen
    =================
    Yesus datang ke dunia bukan utk orang yg benar, melainkan utk orang yg berdosa seperti saya. Doaku; “Ale Tuhan hupuji hupasangapma Ho tongtong dibagasan ngolungku saleleng ni lelengna, ala hurasahon situtu do holong ni raham Mi dibagasan ngulungkon. Dang tarpatupa ahu manang ahape naringkot dingolungku, holan namangasahon holong dohot asini roHam do ahu. Mauliate ma Tuhan.Amen.

  5. Friska pardede Says:

    Sebagai orang tua terhadap anak2nya, pimpinan kepada bawahannya, majikan kepada pembantunya boleh marah…..tetapi sebagai orang kristen yang sudah bergaul dgn ruma metmet segeralah mengampuni kesalahan mereka agar kita juga layak diampuni.

  6. Jansen Sinamo Says:

    Di hadapan Tuhan kita semua sama berdosanya, sama jahatnya, sama kotornya.

    KemahasucianNya membuat kita sadar betapa kotor dan nistanya kita, kemahaadilanNya membuat kita sadar betapa jahat dan bejatnya kita, kemahabaikanNya membuat kita sadar betapa egois dan berdosanya kita.

    PengampunanNya membuat kita sadar, betapa luar biasa kasihNya: setinggi langit di atas bumi, sajauh timur dari barat, seperti ibu dan bapa yang sayang kepada anak-anaknya.

    Maka kami berserah hati kepadaMu ya Tuhan: olahlah jiwa kami menjadi semakin baik, semakin benar, dan semakin adil sama seperti Engkau mahabaik, mahabenar, mahaadil adanya.

Leave a Reply