Yang Penting & Lebih Penting

Almanak Sabtu 21 November 2009:

Sebab hidup itu lebih penting daripada makanan dan tubuh itu lebih penting daripada pakaian. (Lukas 12:43)

Makanan dan pakaian adalah salah satu kebutuhan dasar manusia. Sebab itu kita sangat membutuhkannya. Tanpa makanan kita akan mati. Tanpa pakaian kita tidak bisa hidup sebagai manusia beradab.

Di jaman moderen ini kebutuhan kita manusia bertambah banyak. Selain rumah dan berbagai perabotan penunjang kita juga sangat membutuhkan alat transportasi dan komunikasi. Bagi banyak orang komputer dan telepon seluler telah menjadi kebutuhan dan karena itu dianggap penting. Satu lagi yang sangat dianggap penting di jaman kita: uang. Dengan bantuan uanglah kita melakukan sebagian besar aktifitas kita sehari-hari masa kini. Sebab itu mungkin kita sepakat bahwa tidak ada orang yang waras jiwanya di masa kini akan mengatakan tidak butuh makanan, pakaian, rumah, alat transportasi dan komunikasi, serta uang.

Tuhan Yesus tidak menafikan semua kebutuhan dan kepentingan kita itu. Dia mengatakan “Bapamu tahu kamu memerlukan semua itu”. (Matius 6:32). Lantas apa yang dimaksudkan Tuhan dengan ayat hari ini? Tuhan Yesus mengajak kita memahami  dan menghayati hidup bukan hanya sekadar untuk makan, berpakaian, membeli rumah atau mobil, atau memiliki uang.  Makanan dan pakaian juga uang betapapun pentingnya hanyalah alat dan bukan tujuan hidup sesungguhnya. Alat tidak boleh mengalahkan tujuan. Bungkus tidak lebih penting dari isi. Tubuh dan jiwa kita memang membutuhkan makanan dan pakaian namun juga memerlukan asupan moral dan spiritual.  Makanan, pakaian, rumah, mobil, dan uang memang penting. Namun ada hal-hal yang sangat penting juga yang tidak boleh dilupakan. Antara lain: mengasihi sesama, berkarya untuk dunia dan beribadah kepada Allah.

Doa:

Ya Allah, bantulah kami fokus kepada tujuan hidup kami: memuliakan Engkau, dengan mengasihi sesama dan berkarya bagi dunia.  Tolonglah kami merumuskan prioritas-prioritas hidup dan menghindarkan diri dari hal-hal tak berguna. Berkatilah pekerjaan dan usaha kami, juga keluarga dan ibadah kami. Dalam Yesus. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

Share on Facebook

8 Responses to “Yang Penting & Lebih Penting”

  1. Supardi Manurung Says:

    Amin,semoga tetap fokus untuk berkarya dan memuliakan Tuhan,harta dan kekayaan bukan segalanya,hanya sebagian kecil dr segala yg ada..

  2. Desmon DS Says:

    Dulu saya pernah ajarkan ada kebutuhan primer, sekunder dan tersier. Entah kenapa sekarang semua kebutuhan menjadi kebutuhan primer, termasuk sarapan di Singapura pun sudah menjadi kebutuhan primer.
    Sekarang mengacu pada nats hari ini, kebutuhan primer adalah bagaimana mengasihi sesama, berkarya serta beribadah kepada Allah saja. Sedangkan untuk meminimalisir semua kebutuhan menjadi kebutuhan primer (include sarapan di Singapur tadi), kita harus bisa membedakan mana keinginan dan apa kebutuhan kita. Saya yakin kebutuhan kita akan selalu dipenuhi Tuhan. Sedangkan keinginan kita itu didorong oleh nafsu manusia yang konon katanya berasal dari dunia ini :D. Benar nya itu amang??:p

  3. Gaya Hutasoit Says:

    “Bungkus tidak lebih penting dari isi” Jotjotan do hami on lebih mementingkan busana saat ke gereja daripada membawa alkitab.
    Panitia Natal lebih lama membicarakan konsumsi daripada rangkaian acara. Mempersiapkan pakaian, konsumsi, dan pesta lebih utama daripada persiapan ibadah pemberkatan pernikahan. Memberi persembahan ke gereja pakai hitungan matematika, “Nunga boi nasai” ima hatana dan memberi sekadar memberi dengan jumlah … ya “ampun”… menyedihkan. Sesekali marungut-ungut bila pendeta agak lama berkotbah. Leleng nai, jam piga be annon tu sopo. Eee tahe, so marna tang haporseaon nami nang pe naung sada satonga abad hakaristenon di tano Batak.

  4. Jansen Sinamo Says:

    Mantap kali ayat hari ini.

    Hidup lebih penting dari pada makanan, minuman, kekuasaan, hasangapon, atau hamoraon.

    Tak ada kebajikan yang lebih terpuji dari pada ini: merawat kehidupan, menjaga kehidupan, memperkuat kehidupan, memuliakan kehidupan, merayakan kehidupan, mengobarkan semangat kehidupan, meningkatkan ragam kehidupan.

    Sebaliknya, tak ada dosa yang lebih keji dari pada ini: membunuh kehidupan, memperlemah kehidupan, mengerdilkan kehidupan, mempermiskin kehidupan, memperlemah daya atau semangat kehidupan.

    Hidup dan kehidupan adalah mujizat akbar; halongangan bolon.

  5. tarabatuh Says:

    setuju,hidup lebih penting dari makanan dan tubuh lebih penting dari pakaian seperti yang saya lihat didalam siaran televisi dengan tema “secret millionarie”. kita semua adalah millioner yang mau berbagi dengan dengan yang lain,Tuhan memberkati kita semuanya.

  6. Friska pardede Says:

    Baru saja saya pulang dari pesta pernikahan yg mengharuskan saya ikut sibuha2i sampai seharusnya acara berakhir, tetapi saya minta ijin pulang duluan kepada rombongan saya karena saya harus mendampingi boruku siampudan kursus orgen krn besok dia melayani di sekolah minggu( bahasa Batak) dan kebaktian sore(bhs Indonesia), ini biasa saya lakukan apabila ia dan kedua kakaknya waktu mula2 melayani ( di hari Sabtu agar fress) jadi kuminta pada gurunya utk melatihnya selama dua jam agar pelayananya baik/ tidak menjadi batu sandungan.

    Di pernikahan tadi sudah membuatku jengkel sejak dari greja, ibadahnya di iringi orgen yg ditambah2 oleh gitar, suling dan dram ditambah dgn rambut pemain gitarnya (pria) berambut kribo yg dikepang lalu diikat pakai karet dan pakaiannya seperti selebritis tanggung, membuat saya seperti menonton konser musik under ground:)

    Lalu gedung pernikahan yg sdh pakai ac itu sdh sangat baik krn bila hadirin ketahuan merokok sdh didatangi petugas agar mematikan rokoknya ( ada kemajuan buat bangsoku) tdk berlaku suka2 tetapi yg membuat kepala pusing ya….apalagi selain musik yg hingar bingar krn dahsyatnya sound System yg membuat semua orang diam tdk bisa ngobrol, padahal ada saudara yg datang dari negri yg jauh tentu akmi ingin bercerita , apa boleh buat krn tidak bisa krn diapun akan segera pulang ke perantauannya membuat kami amat sangat kecewa dan ketika aku sampai dirumah langsung mandi keramas karena kepala sangat pusing, sejenak aku membayangkan kapan ya….bangsoku ini berani melalukan kritik dan mau merubah hal2 seperti ini krn ketika kutanyakan sama semua orang juga merasakan seperti yg kurasakan pu……sing dan alangkah damainya andai gedung pernikahan milik amang pandita ini terwujud pembangunannya:)

  7. zending Says:

    Selamat Memperingati Akhir Tahun Gerejawi, sekaligus mengenang saudara-saudara kita yang telah mendahului kita meninggalkan dunia ini. Ini juga mengingatkan kita bahwa hidup ini penting, tetapi yang lebih penting lagi adalah hidup yang akan datang.

    Luk.12:43 bunyinya seperti ini : Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.

    cuma mau mengoreksi bahwa yang tertulis di Almanak HKBP salah, sebenarnya Luk. 12 : 23

  8. Mebs Says:

    perlu dibedakan keinginan dan kebutuhan dalam kehidupan, kalau bisa disinkronkan, barangkali kita bisa merasakan surga di kehidupan kita..
    horas7x

Leave a Reply