<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.3.1" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Gunung Sindur: Kemewahan Yang Tersisa</title>
	<link>http://rumametmet.com/2009/11/21/gunung-sindur-kemewahan-yang-tersisa/</link>
	<description>Pdt Daniel Taruli Asi Harahap</description>
	<pubDate>Fri, 10 Sep 2010 13:40:15 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.1</generator>
		<item>
		<title>By: Nina Ravier-Hutagalung</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/11/21/gunung-sindur-kemewahan-yang-tersisa/#comment-16935</link>
		<dc:creator>Nina Ravier-Hutagalung</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 09:07:15 +0000</pubDate>
		<guid>http://rumametmet.com/2009/11/21/gunung-sindur-kemewahan-yang-tersisa/#comment-16935</guid>
		<description>Ketika alam bermazmur memuji Tuhan, semua itu sangat indah. Saya tahu sekali apa yang disaksikan Bapak Pendeta, karena pernah mengalami hal yang sama ketika berumah di samping persawahan dan ladang.

Terimakasih telah membagikannya dengan cara yang juga indah. Shalom.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika alam bermazmur memuji Tuhan, semua itu sangat indah. Saya tahu sekali apa yang disaksikan Bapak Pendeta, karena pernah mengalami hal yang sama ketika berumah di samping persawahan dan ladang.</p>
<p>Terimakasih telah membagikannya dengan cara yang juga indah. Shalom.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Connie</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/11/21/gunung-sindur-kemewahan-yang-tersisa/#comment-16150</link>
		<dc:creator>Connie</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 07:22:36 +0000</pubDate>
		<guid>http://rumametmet.com/2009/11/21/gunung-sindur-kemewahan-yang-tersisa/#comment-16150</guid>
		<description>Salut buat amang pendeta,.......semuanya itu memang tergantung dari alam pikiran kita.  Kalau piiran kita berkata indah,....pasti indah dan sebaliknya.
Horas,........</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salut buat amang pendeta,&#8230;&#8230;.semuanya itu memang tergantung dari alam pikiran kita.  Kalau piiran kita berkata indah,&#8230;.pasti indah dan sebaliknya.<br />
Horas,&#8230;&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Darwin S. Nainggolan</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/11/21/gunung-sindur-kemewahan-yang-tersisa/#comment-16101</link>
		<dc:creator>Darwin S. Nainggolan</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 15:25:17 +0000</pubDate>
		<guid>http://rumametmet.com/2009/11/21/gunung-sindur-kemewahan-yang-tersisa/#comment-16101</guid>
		<description>Puji Tuhan! Horas amang Pandita, memang setiap datang hujan dan  ada kegiatan di Gereja emang sangat sejuk dan indah dengan diiringi suara kodok dan jangkrik yang ikut bernyai, sampai sampai jadi tidak ingat pulang. Bisalah HKBP Gunung Sindur ini dibilang Luat si Mirna, dipasu pasu Tuhan do luat Gunung Sindur on, sai lam martamba tamba. Mauliate ma di Tuhan i.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Puji Tuhan! Horas amang Pandita, memang setiap datang hujan dan  ada kegiatan di Gereja emang sangat sejuk dan indah dengan diiringi suara kodok dan jangkrik yang ikut bernyai, sampai sampai jadi tidak ingat pulang. Bisalah HKBP Gunung Sindur ini dibilang Luat si Mirna, dipasu pasu Tuhan do luat Gunung Sindur on, sai lam martamba tamba. Mauliate ma di Tuhan i.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Friska pardede</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/11/21/gunung-sindur-kemewahan-yang-tersisa/#comment-16093</link>
		<dc:creator>Friska pardede</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 11:52:05 +0000</pubDate>
		<guid>http://rumametmet.com/2009/11/21/gunung-sindur-kemewahan-yang-tersisa/#comment-16093</guid>
		<description>Sekonyong2 aku bisa merasakan seperti keadaan di Gn. Sindur ketika masih kecil natalan sekolah minggu di bona pasogit nyanyian kami disambut para kodok dan jangkrik serta dibuai desahan angin yg meniup daun2 dari pohon2 besar yang ada di sekeliling greja dan biasanya disertai hujan. ketika itu belum ada listrik sehingga pulang dari greja mengandalkan senter dan lampu mobil yg sesekali lewat, oh... betapa indah dan semangatnya kami memuliakan Tuhan ketika itu.

Ternyata untuk kita para perantau ini keadaan tersebut sangatlah mewah ditengah2 macet yg menjadi2 dan menimbulkan sesak napas krn asap dari knalpot juga saat ini Jakarta dibayang2i banjir membuatku ingin manikmati kemewahan ala  gn. Sindur</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sekonyong2 aku bisa merasakan seperti keadaan di Gn. Sindur ketika masih kecil natalan sekolah minggu di bona pasogit nyanyian kami disambut para kodok dan jangkrik serta dibuai desahan angin yg meniup daun2 dari pohon2 besar yang ada di sekeliling greja dan biasanya disertai hujan. ketika itu belum ada listrik sehingga pulang dari greja mengandalkan senter dan lampu mobil yg sesekali lewat, oh&#8230; betapa indah dan semangatnya kami memuliakan Tuhan ketika itu.</p>
<p>Ternyata untuk kita para perantau ini keadaan tersebut sangatlah mewah ditengah2 macet yg menjadi2 dan menimbulkan sesak napas krn asap dari knalpot juga saat ini Jakarta dibayang2i banjir membuatku ingin manikmati kemewahan ala  gn. Sindur</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Jansen Sinamo</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/11/21/gunung-sindur-kemewahan-yang-tersisa/#comment-16091</link>
		<dc:creator>Jansen Sinamo</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 10:39:12 +0000</pubDate>
		<guid>http://rumametmet.com/2009/11/21/gunung-sindur-kemewahan-yang-tersisa/#comment-16091</guid>
		<description>Satu kutipan dari Albert Einstein yang tambah tahun semakin berarti penting buat saya ialah, “There are two ways to live your life. One is as though nothing is a miracle. The other is as though everything is a miracle.”

Di Gunung Sindur mujizat itu ada, di Lapo Sendor ia pun ada, dari perut tambur ia juga datang bertalu-talu. Soalnya ialah: marbinege do hita, manonggor do hita? Dan lebih penting lagi -- membahasakan secara lain mahafisikawan di atas -- apakah indera, perasaan, dan kesadaran kita terstel atau terstem untuk bisa menangkapnya, memahaminya?

"Dalam setetes air ini pun kita bisa melihat mujizat Tuhan," kata cucu murid Einstein (Prof Pantur Silaban) suatu kali dalam percakapan Minggu petang di koridor kantornya di kampus ITB puluhan tahun silam sambil menunjuk butir-butir air yang bergelantungan pada dedaunan rumput gajah yang mengepung kantor itu usai hujan.

Orang ber-ktp Kristen, bila tak mampu menangkap dan mengalami the wonder of life and the miracle of God akan merasakan kehidupan bergereja sebagai sangat membosankan, tidak menarik, bahkan penyia-nyiaan waktu belaka.

Maka selarik doa yang perlu kita naikkan ialah: Anugerahkanlah padaku ya Tuhan seperangkat indera yang mampu menangkap keajaiban karyaMu, yang sanggup mengalami kedahsyatan anugerahMu, supaya aku tak putus-putus heran bersyukur serta memujiMu namaMu selalu.

Pinuji ma Debata na songkal jala na badia.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Satu kutipan dari Albert Einstein yang tambah tahun semakin berarti penting buat saya ialah, “There are two ways to live your life. One is as though nothing is a miracle. The other is as though everything is a miracle.”</p>
<p>Di Gunung Sindur mujizat itu ada, di Lapo Sendor ia pun ada, dari perut tambur ia juga datang bertalu-talu. Soalnya ialah: marbinege do hita, manonggor do hita? Dan lebih penting lagi &#8212; membahasakan secara lain mahafisikawan di atas &#8212; apakah indera, perasaan, dan kesadaran kita terstel atau terstem untuk bisa menangkapnya, memahaminya?</p>
<p>&#8220;Dalam setetes air ini pun kita bisa melihat mujizat Tuhan,&#8221; kata cucu murid Einstein (Prof Pantur Silaban) suatu kali dalam percakapan Minggu petang di koridor kantornya di kampus ITB puluhan tahun silam sambil menunjuk butir-butir air yang bergelantungan pada dedaunan rumput gajah yang mengepung kantor itu usai hujan.</p>
<p>Orang ber-ktp Kristen, bila tak mampu menangkap dan mengalami the wonder of life and the miracle of God akan merasakan kehidupan bergereja sebagai sangat membosankan, tidak menarik, bahkan penyia-nyiaan waktu belaka.</p>
<p>Maka selarik doa yang perlu kita naikkan ialah: Anugerahkanlah padaku ya Tuhan seperangkat indera yang mampu menangkap keajaiban karyaMu, yang sanggup mengalami kedahsyatan anugerahMu, supaya aku tak putus-putus heran bersyukur serta memujiMu namaMu selalu.</p>
<p>Pinuji ma Debata na songkal jala na badia.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
