<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: &#8220;Pesta Ultah&#8221; Ruma Metmet</title>
	<atom:link href="http://rumametmet.com/2009/11/18/pesta-ultah-ruma-metmet/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rumametmet.com/2009/11/18/pesta-ultah-ruma-metmet/</link>
	<description>Pdt Daniel Taruli Asi Harahap</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Feb 2012 04:25:09 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.4</generator>
	<item>
		<title>By: Intan Aritonang</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/11/18/pesta-ultah-ruma-metmet/comment-page-1/#comment-16340</link>
		<dc:creator>Intan Aritonang</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 02:51:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=2447#comment-16340</guid>
		<description>Selamat HUT Ruma Metmet. Walaupun METMET namum BESAR manfaatnya dalam menumbuhkan dan memelihara iman kita. Tuhan Yesus memberkati selalu. Horas.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat HUT Ruma Metmet. Walaupun METMET namum BESAR manfaatnya dalam menumbuhkan dan memelihara iman kita. Tuhan Yesus memberkati selalu. Horas.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: lmh.hut</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/11/18/pesta-ultah-ruma-metmet/comment-page-1/#comment-16329</link>
		<dc:creator>lmh.hut</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 01:09:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=2447#comment-16329</guid>
		<description>Pas harinya hari ini. HAPPY BIRTHDAY RUMAMETMET KE-2. God bless u. Tetap selalu konsisten dengan visi n misinya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pas harinya hari ini. HAPPY BIRTHDAY RUMAMETMET KE-2. God bless u. Tetap selalu konsisten dengan visi n misinya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: juliana napitupulunapit</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/11/18/pesta-ultah-ruma-metmet/comment-page-1/#comment-16094</link>
		<dc:creator>juliana napitupulunapit</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 12:09:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=2447#comment-16094</guid>
		<description>slmt ultah ke 2 buat ruma metmet. saya baru bergabung kira2 1 bln. terimakasih amang DTA karena sy memang merindukan ini. dengan adanya ruma metmet tiap hari sy harus mampir yg tadinya saya tidak mengerti dunia maya. Terimakasih amang karena dengan adanya ruma metmet ini saya semakin melatih diri saya untuk lebih mengenal firman bukan hanya hr minggu, partangiangan weijk dan ibadah parompuan huria. Teriring salam dari hkbp rw. lumbu. Semoga amang sehat selalu sehingga amang bisa melayani terutama bg umat yang merindukan ruma metmet ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>slmt ultah ke 2 buat ruma metmet. saya baru bergabung kira2 1 bln. terimakasih amang DTA karena sy memang merindukan ini. dengan adanya ruma metmet tiap hari sy harus mampir yg tadinya saya tidak mengerti dunia maya. Terimakasih amang karena dengan adanya ruma metmet ini saya semakin melatih diri saya untuk lebih mengenal firman bukan hanya hr minggu, partangiangan weijk dan ibadah parompuan huria. Teriring salam dari hkbp rw. lumbu. Semoga amang sehat selalu sehingga amang bisa melayani terutama bg umat yang merindukan ruma metmet ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: John hutapea</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/11/18/pesta-ultah-ruma-metmet/comment-page-1/#comment-16052</link>
		<dc:creator>John hutapea</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 10:55:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=2447#comment-16052</guid>
		<description>Selamat Ultah ke 2 Ruma metmet, semakin jaya dan pembawa pencerahan kepada semua yang membacanya.
Semoga semakin hari semakin bertambah pengunjungnya ,harapan &amp; doa kami penulisnya tetap setia melayani Umatnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat Ultah ke 2 Ruma metmet, semakin jaya dan pembawa pencerahan kepada semua yang membacanya.<br />
Semoga semakin hari semakin bertambah pengunjungnya ,harapan &amp; doa kami penulisnya tetap setia melayani Umatnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Nainggolan Prabu</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/11/18/pesta-ultah-ruma-metmet/comment-page-1/#comment-16040</link>
		<dc:creator>Nainggolan Prabu</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 04:45:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=2447#comment-16040</guid>
		<description>Maju tak gentar memberitakan yg benar itulah harapan saya pada Ruma Metmet. Kiranya saya yg selalu singgah dan nguping di Ruma Metmet ini, bisa menapaki kehidupan ini dengan  sangat tegar. 

Kalau Amang Sinamo menggambarkan Ruma Metmet ini seperti Lapo yg ada ditengah  ON -AN (asal kata Onan), maka saya menganalogikannya dengan  Sopo - sopo. Seperti Sopo ditengah ladang yg  menjadi tempat berteduh ditengah terik matahari, dan dinginnya hujan saat saya dan teman-teman  dimasa anak-anak tahun 70 an menggembalakan kerbau di Pulo Samosir Nauli itu.

&quot; Rarat do pinahan di doloki&quot;, penggalan  syair Lagu &quot;Pulo Samosir&quot; Cipt. Nahum Situmorang  memang benar, dan salah satu  dari puluhan penggembala itu adalah saya. Sopo diladang itu  adalah milik saudara sekampung kami, warga HKBP di desa kami, yg prihatin melihat kami yg  selalu berteduh di dalam semacam  Lobang Goa pada saat hujan, yg sebenarnya rawan amblas. 

Seorang yg kami panggil OMPUNG sangat  simpati dg kami para penggembala.  Sopo yg dibangun  dari Batang Bambu dan beratapkan Jerami  terlihat anggun lagi antik ditengah Ladang  menjadi tempat kami berteduh kapanpun selama kami Marmahan. Oppung itupun seharian ada ditengah Ladangnya , tanam Ubi, Jagung, Bawang Putih, Bawang Merah, dan Cabe. Hari Minggu ia  ke Gereja dan  istirahat di Rumahnya.  Ada satu hal yg bikin saya kagum. Oppung buta huruf tapi selalu hafal sekali dengan syair lagu  dalam Buku Ende. Yang penting par Agenda nyanyikan intronya, semuanya pasti lancar.

Hujan turun sangat deras  dan kalau bisa agak lama, adalah saat yg kami tunggu-tunggu. Kenapa?. Saat seperti ini  sangat menyenangkan. Kami ngumpul di dalam Sopo bersama  Oppung dan Oppung  akan bercerita   
&quot; Turi-Turian&quot;. Sebagai anak2 saya sangat menikmati Turi-Turian itu, karena  didalamnya   terselip  macam pesan agar   supaya dalam kehidupan ini  selalu menjadi orang yg suka menolong sesama.  Sesekali bakar Singkong, dan Jagung  selagi ada.  Hangat dan damai.

Karena singkong bakar agak serat ditelan apalagi ditengah ladang, maka Oppung akan rebus air, air dari MUAL (sumber air) yg  ada dipojok ladang, diberi garam dan meremukkan beberapa biji cabe rawit lalu diaduk dg sonduk yg terbuat dari tempurung kelapa, maka singkongpun lancar masuk perut. Nikmat tiada tara. 

Hari ini Sopo-Sopo itu, lama  sudah tiada, Oppung itupun makin  tenang di Sorga, semua menjadi kenangan  terbingkai indah,  bagai rangkaian melati  melekat dalam kepangan rambut bersanggul kecil, indah dan menyejukkan, lagi mempesona. Dalam kegamangan Iman, letih  menapak lorong  hidup yg seakan ramun-ramun cendrung gelap, kujamu seberkas sinar di Ujung lorong, sinar itu ternyata  dari Ruma Metmet. 

Jayalah Ruma Metmet, sekalipun tak ada Turian-Turian di dalamnya, tak apa , yg adapun cukuplah. kan hrs bersyukur dlm segala hal. Syaloom.tks</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Maju tak gentar memberitakan yg benar itulah harapan saya pada Ruma Metmet. Kiranya saya yg selalu singgah dan nguping di Ruma Metmet ini, bisa menapaki kehidupan ini dengan  sangat tegar. </p>
<p>Kalau Amang Sinamo menggambarkan Ruma Metmet ini seperti Lapo yg ada ditengah  ON -AN (asal kata Onan), maka saya menganalogikannya dengan  Sopo &#8211; sopo. Seperti Sopo ditengah ladang yg  menjadi tempat berteduh ditengah terik matahari, dan dinginnya hujan saat saya dan teman-teman  dimasa anak-anak tahun 70 an menggembalakan kerbau di Pulo Samosir Nauli itu.</p>
<p>&#8221; Rarat do pinahan di doloki&#8221;, penggalan  syair Lagu &#8220;Pulo Samosir&#8221; Cipt. Nahum Situmorang  memang benar, dan salah satu  dari puluhan penggembala itu adalah saya. Sopo diladang itu  adalah milik saudara sekampung kami, warga HKBP di desa kami, yg prihatin melihat kami yg  selalu berteduh di dalam semacam  Lobang Goa pada saat hujan, yg sebenarnya rawan amblas. </p>
<p>Seorang yg kami panggil OMPUNG sangat  simpati dg kami para penggembala.  Sopo yg dibangun  dari Batang Bambu dan beratapkan Jerami  terlihat anggun lagi antik ditengah Ladang  menjadi tempat kami berteduh kapanpun selama kami Marmahan. Oppung itupun seharian ada ditengah Ladangnya , tanam Ubi, Jagung, Bawang Putih, Bawang Merah, dan Cabe. Hari Minggu ia  ke Gereja dan  istirahat di Rumahnya.  Ada satu hal yg bikin saya kagum. Oppung buta huruf tapi selalu hafal sekali dengan syair lagu  dalam Buku Ende. Yang penting par Agenda nyanyikan intronya, semuanya pasti lancar.</p>
<p>Hujan turun sangat deras  dan kalau bisa agak lama, adalah saat yg kami tunggu-tunggu. Kenapa?. Saat seperti ini  sangat menyenangkan. Kami ngumpul di dalam Sopo bersama  Oppung dan Oppung  akan bercerita<br />
&#8221; Turi-Turian&#8221;. Sebagai anak2 saya sangat menikmati Turi-Turian itu, karena  didalamnya   terselip  macam pesan agar   supaya dalam kehidupan ini  selalu menjadi orang yg suka menolong sesama.  Sesekali bakar Singkong, dan Jagung  selagi ada.  Hangat dan damai.</p>
<p>Karena singkong bakar agak serat ditelan apalagi ditengah ladang, maka Oppung akan rebus air, air dari MUAL (sumber air) yg  ada dipojok ladang, diberi garam dan meremukkan beberapa biji cabe rawit lalu diaduk dg sonduk yg terbuat dari tempurung kelapa, maka singkongpun lancar masuk perut. Nikmat tiada tara. </p>
<p>Hari ini Sopo-Sopo itu, lama  sudah tiada, Oppung itupun makin  tenang di Sorga, semua menjadi kenangan  terbingkai indah,  bagai rangkaian melati  melekat dalam kepangan rambut bersanggul kecil, indah dan menyejukkan, lagi mempesona. Dalam kegamangan Iman, letih  menapak lorong  hidup yg seakan ramun-ramun cendrung gelap, kujamu seberkas sinar di Ujung lorong, sinar itu ternyata  dari Ruma Metmet. </p>
<p>Jayalah Ruma Metmet, sekalipun tak ada Turian-Turian di dalamnya, tak apa , yg adapun cukuplah. kan hrs bersyukur dlm segala hal. Syaloom.tks</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

