“Pesta Ultah” Ruma Metmet
Oleh: Pdt Daniel T.A. Harahap
26 November nanti Blog Ruma Metmet berusia dua tahun. Sempat terbersit di hati saya ingin membuat pesta ulang tahun, semacam pesta ultah anak-anak kota jaman sekarang, lengkap kue tart berlilin dan balon warna-warni. Namun niat itu buru-buru saya urungkan. Bukan karena negeri ini sedang prihatin dengan masalah kriminalisasi (peng-impoten-an?) KPK dan pelacuran hukum, namun karena saya ingin pesta ultah dilakukan tetap di Ruma Metmet sendiri atau di dunia maya bukan di negeri nyata. Namun masalahnya saya tidak tahu bagaimana caranya membuat pesta di dunia maya apalagi dengan kue tart dan balon virtual.
Sebab itu daripada pusing-pusing memikirkan bagaimana membuat pesta di dunia maya, mending saya mengajak kawan-kawan bercakap-cakap. Bukan hanya sekadar untuk memuji-muji (atau sebaliknya memaki-maki) rumah kecil dan sederhana yang saya dirikan ini, melainkan tentang peran dan kedudukan blog-blog di negeri bernama Indonesia, lebih sempit di komunitas Kristen Batak moderen. Setelah munculnya Facebook sebagai “pilar kelima” demokrasi, masih tetap bermakna dan relevankah blog tunggal ala warung ujung gang seperti Ruma Metmet ini? Dari sini kemanakah kita harus pergi? Atau jika pertanyaan-pertanyaan itu tidak menarik, bisakah menduga apa yang terjadi dengan diri saya jika tiba-tiba dipaksa berhenti menulis di Ruma Metmet ini? ![]()
November 18th, 2009 at 11:41 am
Bah, selamat ulang tahun ma di Ruma Metmet. God bless this ruma. Facebook adalah onan, ribuan orang lalu lalang di sana: mejeng, saling sapa, reuni, promosi, dan jual-beli. To see and to be seen. Blog ibaratnya sebuah lapo di dalam onan bolon: bisa lapo sendor, lapo tuak, atau lapo saksang. Jadi, FB dan Ruma Metmet mesti bersinergi, kayak Onan dan Lapo.
Akka paronan silahkan mampir, ro be ma hamu
November 18th, 2009 at 12:31 pm
Selamat ulang tahun Rumah Metmet, sumoga semakin memberikan Inspirasi dan kesegaran pada jiwa yang letih dikalah semakin beratnya tantangan hidup ini. God bless this Ruma Metmet. Horas..3x,
November 18th, 2009 at 1:49 pm
Selamat Ulang Tahun Rumametmet. Panjang umur dan makin banyak orang yang singgah dan berteduh di rumah mungil ini. Horas jala gabe.
November 18th, 2009 at 2:33 pm
Selamat ulang tahun yang kedua untuk rumametmet, semoga kehadirannya memberikan pencerahan kepada yang membaca, apabila amang dilarang untuk menulis di rumametmet mungkin akan membuat kami sedih karena membaca rumametmet adalah kebahagiaan bagi kami.
sama seperti kami yang telah diberi kesempatan oleh Tuhan untuk hadir pada acara pesta paduan suara gerejawi ke ix di Samarinda, semoga kami selalu memuji Tuhan didalam kehidupan sehari-hari .Amin
November 18th, 2009 at 2:35 pm
Kapan Ruma Metmet bikin kursus 2-3 hari: Membangun Blog dari A-Z. Harus ada sesi: teknik dan kiat menulis secara enak dan efektif. Mungkin bisa bekerjasama dengan bengkel penulisan yang diasuh Pak Mula Harahap, seorang penulis Batak yang bercitarasa nikmat.
Daniel Harahap:
Amang, anak-anak muda tidak perlu kursus menulis. Cuma satu saja yang perlu: menulis, menulis dan menulis.
November 18th, 2009 at 2:47 pm
Horas ma ruma metmet na marulang taon. Tu ganjang na umur na. Horas buat pendiri. Sipata loja jala bosan do mar-Facebook-on, molo di ruma sai nahurang godang dope sijahaon. Selamat, selamat, dan selamat ma!
November 18th, 2009 at 3:30 pm
Buat saya pribadi Amang, makna rumah kecil dan sederhana yang amang asuh ini sangat dalam sekali, tiap pagi saya selalu sempatkan mampir ke rumah ini untuk sekedar mencari “Teh” penghilang dahaga rohani atau kalau mau yang agak berat saya ambil sepotong “roti sobek” yang bernama adat batak yang banyak dibahas dsini, sambil mengharapkan postingan “nasi goreng” keluarga DTA sehari-hari yang merupakan favorit saya karena bisa saya jadikan panutan bagi keluarga kecil yang baru kami bina (Sering2 posting lagi yah amang).
Saya juga merupakan Batak yang kurang gaul dengan orang2 Batak yang ada di Bali ini, dan begitu berbaur saya sering merasa disingkirkan karena saya tidak bisa bahasanya. Meski demikian saya senang bisa tau dan belajar tentang adat saya jadi dsinilah saya bisa hirup dan dapatkan pengertian yang lebih baik buat melengkapi jati diri saya sebagai orang batak. Bahkan Tadinya saya tidak tau apa itu “dalihan na tolu” apalagi hurje..!!
Tapi saya cukup tau diri bahwa saya masih dalam taraf mencuri saja dari blog ini.. belum bisa mengembalikan.. maaf yach amang..
Kampung FB buat saya asing sekali, karena diblokir oleh kantor.
Kemana kita harus pergi? Menurut saya perkembangan jaman sekarang ini sudah terlalu cepat bagi saya dan tidak memberikan “koma” bagi orang terbelakang seperti saya dan blog ini sudah menjadi comfort zone yang pas bagi saya. Jadi kalau mau pergi, jangan jauh2 dari konsep awal Amang tapi mungkin kita perlu memberdayakan bagaimana komunitas di rumah ini bisa membantu secara lebih riil ke Bonapasogit.
apa yang terjadi dengan diri saya jika tiba-tiba dipaksa berhenti menulis di Ruma Metmet ini? Masak ada orang yang bisa “Maksa” Amang?
Met Ultah Ruma Metmet..
November 18th, 2009 at 5:23 pm
Jangan lah kita ucapkan “Selamat Ultah”. Kan di gambar jelas terlihat bahwa ultah nya tgl 26 Nov.
Ya itu dia. Mari kita cakap-cakap di blog/warung ini. Silahkan mampir, ambil kursi sendiri, pesan segera ke DTA kopi sidikalang asli atau bandrek susu dan kue roti kelapa untuk di celup ke bandrek. Sambil minum kira cakap-cakap. Cuma, kek nya ku liat yang punya warung sudah makin sedikit memposting topik diskusi. Tiap hari cumak ayat-ayat alkitab aja yang awak liat. Bikin lah sikit-sikit topik yang enak kita cakapkan. Biar makin rame warung ini. Biar Alexa menaikkan nilai jual warung. :))
“bisakah menduga apa yang terjadi dengan diri saya jika tiba-tiba dipaksa berhenti menulis di Ruma Metmet ini? Bisalah ku duga. Paling-paling telepon ku lebih sering berdering untuk mengajak cakap-cakap di gereja. Karena, selain berprofesi pendeta dan potograper, profesi lain sampeyan ya itu tadi “cakap-cakap”. :))
November 18th, 2009 at 5:45 pm
Selamat Ulang Tahun untuk Rumametmet. Terima kasih atas kontribusi nya yang luar biasa bagi kehidupan berjemaat yang luas (maya atau nyata), pembinaan kehidupan beriman yang bergaya popular dan menarik dan sebagai contoh yang hebat untuk mentriger kreativitas berpikir pembacanya. Untuk dunia maya tidak ada yang bisa menyetop selain penulis atau creatornya sendiri. Just go ahead for the Golry of Our Almighty God
Met Ultah Ruma Metmet
November 18th, 2009 at 8:29 pm
Hampir tiap hari saya mampir di ruma metmet ini, dan kalau ada renungan yang pas dengan apa yag dialami teman2 saya di kantor saya selalu memforward ke teman tsb. Jadi saya pribadi sangat berkesan dengan ruma metmet ini. Walaupun belum pas waktunya ………saya ucapkan Selamat Ulang Tahun buat Ruma Metmet. Kiranya Pengasuh ruma metmet mendapat berkat yang luar biasa.
November 18th, 2009 at 9:26 pm
Selamat Menjelang Ulang Tahun untuk Rumametmet (saya belum mau mengucapkan selamat ulang tahun, karena belum harinya, analoginya hamoir sama dengan merayakan Natal di masa advent!).
Semoga tetap eksis dan semakin baik. Saya merasakan banyak sekali manfaat dengan berkunjung ke ruma ini. Blog ini satu-satunya blog yang setiap ada kesempatan koneksi ke inet selalu saya usahakan untuk buka.
Soal kehadiran FB yang mungkin “berpengaruh” terhadap berkurangnya kunjungan ke ruma ini, memang kelihatannya dibutuhkan inovasi terus-menerus, antara lain dengan memperbanyak menu tambahan (di luar menu utama, renungan dari almanak HKBP), sehingga “mendorong” orang untuk tetap berkunjung.
Soal keberadaan rumametmet dengan FB, barangkali bisalah disinergikan, ibarat moda transportasi di Jakarta, yang menghubungkan moda transportasi udara, bus DAMRI dari bandara hingga ke stasiun kereta api :).
Horas.
November 18th, 2009 at 10:12 pm
Membaca pendapat dari kawan2 diatas, saya membayangkan pergi ke onan di sana ada suatu tempat yang beda dari yang lainnya karena banyaknya tamu yang markombur2 dari semua usia dan semua kalangan dan setiap hari kuusahakan mampir kesana untuk menyapa pemiliknya juga kawan2 yang ternyata hebat2 karenanya banyak sekali yang saya dapatkan.
Saya amat fanatik dgn blog amang ini dan tidak mau menduakannya walaupun semua kenalan minta ber FB dgn saya dan anak2ku mendukungnya saya tidak mau, internet buatku yg utama keruma metmet lalu balas email sesekali cari2 informasi, itu saja sdh sangat menyita waktu.
Di sini banyak sekali manfaat yg kudapatkan juga tempat dimana aku mencurahkan isi hati, walaupun sangat sering norak toh amang pandita membolehkannya.
Sepertinya hati amang sedang gundah memikirkan blog ini, memangnya siapa yang bisa menghentikan amang untuk memberikan pencerahan buat kami2,pastilah tidak ada kecuali amang sendiri yang berhenti sendiri.
Dan bila itu terjadi bah…..bohanamai ha be sijaha2on panditanaminalam patoguhon haporseaonnami dohot haporseaon ni angka na jonok tuhami? sai unang ma terjadi i ate amang!
Walaupun tinggal beberapa hari lagi ba selamat ulang tahun ma dijabuon sai ganjang ma umurna dohot di umurni nampunasa, horas jala gabe.
November 19th, 2009 at 8:38 am
Slamat ulang taun ruma metmet…
Gaya tulisan amang DTA cukup nikmat untuk diseruput, lugas, cerdas dan inspiratif. ditambah komen amang Jansen Sinamo yang bagaikan kek-nya, lengkaplah sudah sesi “ngopi” paginya….
November 19th, 2009 at 9:24 am
Selamat berbenah dalam menyambut HUT Ruma Metmet yang ke-2. Masuk Ruma Metmet membuat kesejukan dan kedamaian di hati. Setiap pagi sebelum memulai pekerjaan kantor saya selalu lebih dulu mampir di Ruma Metmet. Melihat sebuah gereja di dekat bukit, ditambah lagi tulisan RUMA METMETnya, mengingatkan saya pada lagu/doa masih sekolah minggu dulu, begini teksnya “Metmet au on baen ias rohakkon, sasada ho Jesus donganku tong-tong, Amen” Selamat bekerja di ladang Tuhan Amang, semoga Ruma Metmet yg Amang asuh semakin menyejukan hati setiap orang. Horas.
November 19th, 2009 at 9:41 am
Salamat manomu-nomu ulang taon ma, ruma metmet! Adong be do hasurungan ni sada-sada sipangkeon isara na FB dohot blog, jadi marguru tu dia do sihirimon. Ndang boi FB gabe singkat ni blog, suang songon i ma balikna.
Taringot tu sada tingki na boi mambahen hamaolan di amang asa unang be manurat songon on, ninna rohangku padao hu dope molo mamereng saleleng dua taon bolon on. Ala ndang pola adong dope isina na boi pamohophon ate-ate na marhuaso sipanggomgomi.
Pamarenta? Di zaman demokrasi (= bebas mangalehon pandapot) sinuaeng on, mulai marpingkir do molo na ingkon mambatasi arus informasi.
Hakabepe? Hubereng, godangan na pro tu huria na bolon i do isi artikel nang pe komentar ni Amang. Asing ma molo adong “revolusi” pamingkiron nang ulaon di hakabepe on, alai tung mansai dao hian dope ninna rohangku. Jotjotan do tarhirim angka ruas nang huria nuaeng, ala holan godangan konsep dope na masa di tingki on.
Ndang huboto molo Debata do na marsangkap, ala ndang boi nanggo sahalak pe na margogo manundatisa.
Horas! Horas! Horas!
November 19th, 2009 at 10:17 am
Shalom. Menjelang hari ulang tahun ke 2 Rumametmet, ini saya ingin menyampaikan trima kasih pada amang DTA yg menjadi pendiri sekaligus direktur pelaksana operasional nya. Siraman rohani dan informasi lain di blog ini merupakan santapan sehari-hari kami yang memperkuat otot-otot iman serta pencerahan wawasan kekristenan dan kebatakan kami. Bila tidak terbit renungan di blog ini, rasanya ada yang kurang begitu amang. Adanya FB tidak akan mengurangi sinar cahaya Rumametmet ini sepanjang Firman Tuhan disajikan sebagai menu utamanya, apalagi renungan yang disuguhkan singkat,jelas dan ada media bertanya. Khotbah di gereja tdk ada kesempatan bertanya, kecuali di partangiangan wijk/sektor. Kekuatan Allah melalui Roh kudus bekerja melalui blog ini. Kami doakan amang DTA semakin dikuatkan bekerja di ladang Tuhan menggembalakan umat yang rindu sentuhan berita suka cita. Biarlah Kerajaan Tuhan semakin banyak dikenal,diketahui dan dirasakan melalui Rumametmet ini. Selamat menjelang ulang tahun ke 2, semoga jaya. Horas 3x
November 19th, 2009 at 11:32 am
Rumametmet: Rumah kecil.
Nang pe metmet (kecil), alai balga panghorhonna (besar pengaruh dan manfaatnya).
Manang sadia godang pe na ro tu rumametmet on, siat dibagasanna.
Dia do sialana..??? Ya, namanya juga dunia maya…
Tapi, pengaruh dan manfaatnya pasti nyata…
Selamat Ulang Tahun ma tutu dohonon tu rumametmet di tgl 26 Nov 2009 na naeng ro on.
Nang songon i tu ‘parjabu’ (na pajongjong rumametmet)
ima amang Pdt. DTA.
Diramoti Debata ma amang Pdt. DTA,
dilehon ganjang ni umur mardongan hahipason.
Alana, ganjang ni umur ni ruma metmet on,
manang masa depan komunitas rumametmet on,
tergantung tu ganjang ni umur ni ‘parjabu’.
Alani i, ganup tabuha pintu ni rumametmet on,
tatangianghon ma nampuna ‘bagas’ i (ruma),
asa sai diramoti Debata, nang songon i dohot keluarga…
Horas…
November 19th, 2009 at 3:26 pm
Selamat ulang tahun rumametmet…
November 19th, 2009 at 6:38 pm
Ga terasa sudah hampir dua tahun berdiri… tetap tegar! Lanjutkan amang! Kami ingin tetap berteduh di Ruma Metmet ini. ^_^
November 19th, 2009 at 7:48 pm
Berarti nanti tanggal 26 Nov kita pesta aja di tempat kita masing-masing
Amang, aku agak merinding baca kata-kata amang di atas ” bisakah menduga apa yang terjadi dengan diri saya jika tiba-tiba dipaksa berhenti menulis di Ruma Metmet ini? Kalau aku sih percaya kalau amang tidak lagi menulis di Rumametmet ini berarti kami akan mendapatkan suatu karya baru dari Amang, he..he.Tuhanlah kiranya yang memberkati kita semua.
November 20th, 2009 at 9:16 am
Selamat menjelang HUT ke-2 bagi RM alias a little house. Semoga Amang DTA semakin berhikmat, sehingga bila ada tamu yg ‘kritis’ tentang pendeta HKBP dan HKBP, Amang DTA berani menjawabnya. Sebab kritis itu tak sama dengan paroaroahon. Say the truth is truth!
Daniel Harahap:
Katakan kebenaran dengan santun
November 20th, 2009 at 11:45 am
Maju tak gentar memberitakan yg benar itulah harapan saya pada Ruma Metmet. Kiranya saya yg selalu singgah dan nguping di Ruma Metmet ini, bisa menapaki kehidupan ini dengan sangat tegar.
Kalau Amang Sinamo menggambarkan Ruma Metmet ini seperti Lapo yg ada ditengah ON -AN (asal kata Onan), maka saya menganalogikannya dengan Sopo - sopo. Seperti Sopo ditengah ladang yg menjadi tempat berteduh ditengah terik matahari, dan dinginnya hujan saat saya dan teman-teman dimasa anak-anak tahun 70 an menggembalakan kerbau di Pulo Samosir Nauli itu.
” Rarat do pinahan di doloki”, penggalan syair Lagu “Pulo Samosir” Cipt. Nahum Situmorang memang benar, dan salah satu dari puluhan penggembala itu adalah saya. Sopo diladang itu adalah milik saudara sekampung kami, warga HKBP di desa kami, yg prihatin melihat kami yg selalu berteduh di dalam semacam Lobang Goa pada saat hujan, yg sebenarnya rawan amblas.
Seorang yg kami panggil OMPUNG sangat simpati dg kami para penggembala. Sopo yg dibangun dari Batang Bambu dan beratapkan Jerami terlihat anggun lagi antik ditengah Ladang menjadi tempat kami berteduh kapanpun selama kami Marmahan. Oppung itupun seharian ada ditengah Ladangnya , tanam Ubi, Jagung, Bawang Putih, Bawang Merah, dan Cabe. Hari Minggu ia ke Gereja dan istirahat di Rumahnya. Ada satu hal yg bikin saya kagum. Oppung buta huruf tapi selalu hafal sekali dengan syair lagu dalam Buku Ende. Yang penting par Agenda nyanyikan intronya, semuanya pasti lancar.
Hujan turun sangat deras dan kalau bisa agak lama, adalah saat yg kami tunggu-tunggu. Kenapa?. Saat seperti ini sangat menyenangkan. Kami ngumpul di dalam Sopo bersama Oppung dan Oppung akan bercerita
” Turi-Turian”. Sebagai anak2 saya sangat menikmati Turi-Turian itu, karena didalamnya terselip macam pesan agar supaya dalam kehidupan ini selalu menjadi orang yg suka menolong sesama. Sesekali bakar Singkong, dan Jagung selagi ada. Hangat dan damai.
Karena singkong bakar agak serat ditelan apalagi ditengah ladang, maka Oppung akan rebus air, air dari MUAL (sumber air) yg ada dipojok ladang, diberi garam dan meremukkan beberapa biji cabe rawit lalu diaduk dg sonduk yg terbuat dari tempurung kelapa, maka singkongpun lancar masuk perut. Nikmat tiada tara.
Hari ini Sopo-Sopo itu, lama sudah tiada, Oppung itupun makin tenang di Sorga, semua menjadi kenangan terbingkai indah, bagai rangkaian melati melekat dalam kepangan rambut bersanggul kecil, indah dan menyejukkan, lagi mempesona. Dalam kegamangan Iman, letih menapak lorong hidup yg seakan ramun-ramun cendrung gelap, kujamu seberkas sinar di Ujung lorong, sinar itu ternyata dari Ruma Metmet.
Jayalah Ruma Metmet, sekalipun tak ada Turian-Turian di dalamnya, tak apa , yg adapun cukuplah. kan hrs bersyukur dlm segala hal. Syaloom.tks
November 20th, 2009 at 5:55 pm
Selamat Ultah ke 2 Ruma metmet, semakin jaya dan pembawa pencerahan kepada semua yang membacanya.
Semoga semakin hari semakin bertambah pengunjungnya ,harapan & doa kami penulisnya tetap setia melayani Umatnya.
November 21st, 2009 at 7:09 pm
slmt ultah ke 2 buat ruma metmet. saya baru bergabung kira2 1 bln. terimakasih amang DTA karena sy memang merindukan ini. dengan adanya ruma metmet tiap hari sy harus mampir yg tadinya saya tidak mengerti dunia maya. Terimakasih amang karena dengan adanya ruma metmet ini saya semakin melatih diri saya untuk lebih mengenal firman bukan hanya hr minggu, partangiangan weijk dan ibadah parompuan huria. Teriring salam dari hkbp rw. lumbu. Semoga amang sehat selalu sehingga amang bisa melayani terutama bg umat yang merindukan ruma metmet ini.
November 26th, 2009 at 8:09 am
Pas harinya hari ini. HAPPY BIRTHDAY RUMAMETMET KE-2. God bless u. Tetap selalu konsisten dengan visi n misinya.
November 26th, 2009 at 9:51 am
Selamat HUT Ruma Metmet. Walaupun METMET namum BESAR manfaatnya dalam menumbuhkan dan memelihara iman kita. Tuhan Yesus memberkati selalu. Horas.