<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Pewarta Atau Pengajar Firman</title>
	<atom:link href="http://rumametmet.com/2009/11/16/pewarta-atau-pengajar-firman/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rumametmet.com/2009/11/16/pewarta-atau-pengajar-firman/</link>
	<description>Pdt Daniel Taruli Asi Harahap</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 May 2012 09:27:24 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.4</generator>
	<item>
		<title>By: Jansen Sinamo</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/11/16/pewarta-atau-pengajar-firman/comment-page-1/#comment-15887</link>
		<dc:creator>Jansen Sinamo</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 18:40:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=2444#comment-15887</guid>
		<description>Mewartakan dan atau mengajarkan Firman selalu berdampak ganda. Ke luar, pada tataran komunal-sosial, ia menggarami dan menerangi sekitar sehingga bertambah banyak orang mengenal dan percaya serta bertumbuh di dalam Kristus. 

Ke dalam, pada tataran personal, ia justru meneguhkan si pewarta/pengajar di dalam Kristus. Bukankah cara terbaik untuk menguasai sebuah subyek ialah dengan men-sharing-kan dan mengajarkannya?

Menjadi orang yang aktif-proaktif mewartakan/mengajarkan Firman sesungguhnya membangun dirinya tiada henti, yaitu totalitas dirinya (mindset, bodyset, behaviorset) semakin bertumbuh secara koheren berbasiskan Firman itu. Demikianlah kita menjadi manusia Kristus.

Melewati ambang batas tertentu maka sharing/teaching ini menjadi kebiasaan alamiah, habitus yang built-in, atau etos yang terintegrasi dengan seluruh kedirian kita: tubuh-jiwa-roh, mental-intelektual-spiritual, being-doing-speaking, thinking-feeling-communicating.

Beta hita lam ringgas marbarita nauli :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mewartakan dan atau mengajarkan Firman selalu berdampak ganda. Ke luar, pada tataran komunal-sosial, ia menggarami dan menerangi sekitar sehingga bertambah banyak orang mengenal dan percaya serta bertumbuh di dalam Kristus. </p>
<p>Ke dalam, pada tataran personal, ia justru meneguhkan si pewarta/pengajar di dalam Kristus. Bukankah cara terbaik untuk menguasai sebuah subyek ialah dengan men-sharing-kan dan mengajarkannya?</p>
<p>Menjadi orang yang aktif-proaktif mewartakan/mengajarkan Firman sesungguhnya membangun dirinya tiada henti, yaitu totalitas dirinya (mindset, bodyset, behaviorset) semakin bertumbuh secara koheren berbasiskan Firman itu. Demikianlah kita menjadi manusia Kristus.</p>
<p>Melewati ambang batas tertentu maka sharing/teaching ini menjadi kebiasaan alamiah, habitus yang built-in, atau etos yang terintegrasi dengan seluruh kedirian kita: tubuh-jiwa-roh, mental-intelektual-spiritual, being-doing-speaking, thinking-feeling-communicating.</p>
<p>Beta hita lam ringgas marbarita nauli <img src='http://rumametmet.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rumanap</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/11/16/pewarta-atau-pengajar-firman/comment-page-1/#comment-15875</link>
		<dc:creator>rumanap</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 11:52:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=2444#comment-15875</guid>
		<description>Memang mewartakan dan mengajarkan firman Tuhan bukanlah hak istimewa segelintir orang misalnya Pendeta, Sintua, Evanggelis dan gelar lain yang melekat pada pribadi seseorang dimana gelar itu menjadikan mereka beda dengan orang lain.
Alangkah ironisnya bila  mereka yang menyandang gelar itu tidak menunjukkan kelebihannya dari orang yang tidak melekatkan gelar itu didepan namanya. Jadi , lebih bagus gelarnya tidak dicantumkan tapi perilaku, perkataan dan sikapnya menunjukkan sebagai pewarta atau pengajar firman Tuhan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Memang mewartakan dan mengajarkan firman Tuhan bukanlah hak istimewa segelintir orang misalnya Pendeta, Sintua, Evanggelis dan gelar lain yang melekat pada pribadi seseorang dimana gelar itu menjadikan mereka beda dengan orang lain.<br />
Alangkah ironisnya bila  mereka yang menyandang gelar itu tidak menunjukkan kelebihannya dari orang yang tidak melekatkan gelar itu didepan namanya. Jadi , lebih bagus gelarnya tidak dicantumkan tapi perilaku, perkataan dan sikapnya menunjukkan sebagai pewarta atau pengajar firman Tuhan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Friska pardede</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/11/16/pewarta-atau-pengajar-firman/comment-page-1/#comment-15874</link>
		<dc:creator>Friska pardede</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 11:12:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=2444#comment-15874</guid>
		<description>Bagi kita yang telah Dipercaya untuk memberitakan dan mengajarkan hal2 yang baik dan tidak baik, hendaknya jangan pernah lelah dan capek,setiap saat kapanpun dan dimanapun.

Ada banyak orangtua saat ini yang takut bicara pada anaknya, dari pada ribut begitu alasannya, kalau sudah begini hasilnya pasti kurang baik.
Kita sudah Dipercaya untuk membimbing mereka jadi mulailah pembelajaran itu sejak mereka sangat kecil, sesibuk apapun para ibu hendaknya menyiapkan makanan anak2nya sendiri, menyuapinya sebelum berangkat kerja, lalu mengontrolnya di siang hari dan menyuapi lagi disore hari,menyusuinya sesering mungkin juga memandikan sendiri.

Para ayah bisa membantu berinteraksi utk hal2 yg bisa dilakukan, misalnya mengantar dan mendampinginya saat sekolah minggu gantian antara kedua orangtua.
Biasakanlah mendengar tentang apapun yg mereka ceritakan, ketika mereka ingin bercerita tinggalkan apapun kegiatan kita dgn begitu mereka merasa sangat dihargai dan akan membuat mereka selalu terbuka pada arangtuanya sehingga dia tidak membutuhkan orang lain utk dijadikan tempat curhatnya dan kita bisa sisipkan nasihat yg alkitabiah,  dapat dipastikan antara anak dan orang tua terbangun hubungan yg sangat harmonis dan orangtua tdk perlu takut bicara pada anak2nya, satu lagi agar cintanya besar terhadap HKBP beri mereka kursus orgen sejak kecil :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi kita yang telah Dipercaya untuk memberitakan dan mengajarkan hal2 yang baik dan tidak baik, hendaknya jangan pernah lelah dan capek,setiap saat kapanpun dan dimanapun.</p>
<p>Ada banyak orangtua saat ini yang takut bicara pada anaknya, dari pada ribut begitu alasannya, kalau sudah begini hasilnya pasti kurang baik.<br />
Kita sudah Dipercaya untuk membimbing mereka jadi mulailah pembelajaran itu sejak mereka sangat kecil, sesibuk apapun para ibu hendaknya menyiapkan makanan anak2nya sendiri, menyuapinya sebelum berangkat kerja, lalu mengontrolnya di siang hari dan menyuapi lagi disore hari,menyusuinya sesering mungkin juga memandikan sendiri.</p>
<p>Para ayah bisa membantu berinteraksi utk hal2 yg bisa dilakukan, misalnya mengantar dan mendampinginya saat sekolah minggu gantian antara kedua orangtua.<br />
Biasakanlah mendengar tentang apapun yg mereka ceritakan, ketika mereka ingin bercerita tinggalkan apapun kegiatan kita dgn begitu mereka merasa sangat dihargai dan akan membuat mereka selalu terbuka pada arangtuanya sehingga dia tidak membutuhkan orang lain utk dijadikan tempat curhatnya dan kita bisa sisipkan nasihat yg alkitabiah,  dapat dipastikan antara anak dan orang tua terbangun hubungan yg sangat harmonis dan orangtua tdk perlu takut bicara pada anak2nya, satu lagi agar cintanya besar terhadap HKBP beri mereka kursus orgen sejak kecil <img src='http://rumametmet.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Agus Karta Parulian Panggabean</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/11/16/pewarta-atau-pengajar-firman/comment-page-1/#comment-15863</link>
		<dc:creator>Agus Karta Parulian Panggabean</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 02:17:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=2444#comment-15863</guid>
		<description>Selain tugas mewartakan, tugas melaksanakan Firman Tuhan juga bukan hanya tugas para pendeta, missionaris, bibelvrouw, evangelis, sintua, dll. Jadi bertutur kata dengan sopan, tidak main judi, tidak mabuk, tidak memfitnah bukan hanya tugas para hamba Tuhan. Umat Tuhan juga harus melakukannya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Selain tugas mewartakan, tugas melaksanakan Firman Tuhan juga bukan hanya tugas para pendeta, missionaris, bibelvrouw, evangelis, sintua, dll. Jadi bertutur kata dengan sopan, tidak main judi, tidak mabuk, tidak memfitnah bukan hanya tugas para hamba Tuhan. Umat Tuhan juga harus melakukannya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: tanobato</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/11/16/pewarta-atau-pengajar-firman/comment-page-1/#comment-15861</link>
		<dc:creator>tanobato</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 01:14:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=2444#comment-15861</guid>
		<description>Sada hadengganon na adong di HKBP i ma paraturan na ingkon parhalado partohonan na boi marjamita di langgatan. Pinomatna, na songon on boi mangorui angka parjamita &quot;instan&quot; ala jumolo dihaposi roha ni uluan huria do sasahalak i na suman do marjamita manang ndang. Molo di ruar langgatan, boi ma marjamita ala ngolunta pe boi do gabe sada jamita na denggan tu angka dongan na humaliangta.

Horas jala gabe! Lam tahaholongi ma HKBP, tamulai sian hurianta be.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sada hadengganon na adong di HKBP i ma paraturan na ingkon parhalado partohonan na boi marjamita di langgatan. Pinomatna, na songon on boi mangorui angka parjamita &#8220;instan&#8221; ala jumolo dihaposi roha ni uluan huria do sasahalak i na suman do marjamita manang ndang. Molo di ruar langgatan, boi ma marjamita ala ngolunta pe boi do gabe sada jamita na denggan tu angka dongan na humaliangta.</p>
<p>Horas jala gabe! Lam tahaholongi ma HKBP, tamulai sian hurianta be.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

