<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Korban Kepada Allah: Berbuat Baik Kepada Sesama</title>
	<atom:link href="http://rumametmet.com/2009/11/13/korban-kepada-allah-berbuat-baik-kepada-sesama/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rumametmet.com/2009/11/13/korban-kepada-allah-berbuat-baik-kepada-sesama/</link>
	<description>Pdt Daniel Taruli Asi Harahap</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 May 2012 09:27:24 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.4</generator>
	<item>
		<title>By: Nainggolan Prabu</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/11/13/korban-kepada-allah-berbuat-baik-kepada-sesama/comment-page-1/#comment-15801</link>
		<dc:creator>Nainggolan Prabu</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 07:55:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=2442#comment-15801</guid>
		<description>&quot;@Bantuan kepada orang kekurangan adalah persembahan kita kepada Tuhan. Etika dan ibadah menyatu. Doa dan kasih sejalan. Hubungan dengan Allah tercermin dalam hubungan dengan sesama&quot;.
-------------------------------------------------------------------
Menurut pemahaman  saya  ungkapan amang Pendeta diatas, adalah  Resep yg utama untuk menciptakan perdamaian di Bumi.  Kini Perdamaian itu masih menyerupai Fatamorgana ditengah terik mentari ditengah gurun yg sangat tandus. Faktanya  jangankan untuk bertindak, untuk memahaminyapun masih bergumul sampai berkeringat, dan setelah memahamipun tak sudi berbuat.

&quot;@Pertanyaan kini:&quot;..
Jawab:  Seperti  Perikop lagu dankdut &quot;Termiskin di Dunia&quot;  hal itu tidak menghalangi saya untuk berbagi dgn sesama walau harus sepiring berdua jika perlu. Berbagi dan iklas  dg   sesama  walapun berkekurangan sangat menyenangkan hati Tuhan, apalagi hati sesama.  Formulanya belum berobah: 3M; Mulai dari hal yg kecil, Mulai dari diri sendiri, dan Mulai dari detik ini. Tks</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;@Bantuan kepada orang kekurangan adalah persembahan kita kepada Tuhan. Etika dan ibadah menyatu. Doa dan kasih sejalan. Hubungan dengan Allah tercermin dalam hubungan dengan sesama&#8221;.<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
Menurut pemahaman  saya  ungkapan amang Pendeta diatas, adalah  Resep yg utama untuk menciptakan perdamaian di Bumi.  Kini Perdamaian itu masih menyerupai Fatamorgana ditengah terik mentari ditengah gurun yg sangat tandus. Faktanya  jangankan untuk bertindak, untuk memahaminyapun masih bergumul sampai berkeringat, dan setelah memahamipun tak sudi berbuat.</p>
<p>&#8220;@Pertanyaan kini:&#8221;..<br />
Jawab:  Seperti  Perikop lagu dankdut &#8220;Termiskin di Dunia&#8221;  hal itu tidak menghalangi saya untuk berbagi dgn sesama walau harus sepiring berdua jika perlu. Berbagi dan iklas  dg   sesama  walapun berkekurangan sangat menyenangkan hati Tuhan, apalagi hati sesama.  Formulanya belum berobah: 3M; Mulai dari hal yg kecil, Mulai dari diri sendiri, dan Mulai dari detik ini. Tks</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Agus Karta Parulian Panggabean</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/11/13/korban-kepada-allah-berbuat-baik-kepada-sesama/comment-page-1/#comment-15795</link>
		<dc:creator>Agus Karta Parulian Panggabean</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 03:28:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=2442#comment-15795</guid>
		<description>Namun kalau ada maunya dibalik berbuat baik, apakah itu juga berkenan kepada Allah? Sekarang ini banyak orang yang pura-pura baik, namun ada maksud-maksud tertentu dibalik &quot;kebaikannya&quot; itu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Namun kalau ada maunya dibalik berbuat baik, apakah itu juga berkenan kepada Allah? Sekarang ini banyak orang yang pura-pura baik, namun ada maksud-maksud tertentu dibalik &#8220;kebaikannya&#8221; itu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Desmon DS</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/11/13/korban-kepada-allah-berbuat-baik-kepada-sesama/comment-page-1/#comment-15791</link>
		<dc:creator>Desmon DS</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 02:31:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=2442#comment-15791</guid>
		<description>Benar sekali amang, dengan berbuat baik dan memberi bantuan kepada sesama terutama bagi mereka yang &quot;sedang&quot; berkekurangan sama halnya dengan berinteraksi dengan Tuhan. Saat berinteraksi tersebut akan muncul sukacita dan kedamaian. Hal ini yang senantiasa diinginkan oleh manusia dan sepertinya sulit sekali menemukan sukacita dan kedamaian dalam hidupnya. Sehingga manusia cenderung salah arah untuk menemukan sukacitanya, seperti pergi ke tempat2 hedon (bar, tempat dugem, dst)

Padahal sukacita dan kedamaian bisa kita temukan dalam diri orang lain disekitar kita, tentu dengan melakukan ntas hari ini yaitu berbuat baik dan memberi bantuan kepada sesama. Mauliate..:)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Benar sekali amang, dengan berbuat baik dan memberi bantuan kepada sesama terutama bagi mereka yang &#8220;sedang&#8221; berkekurangan sama halnya dengan berinteraksi dengan Tuhan. Saat berinteraksi tersebut akan muncul sukacita dan kedamaian. Hal ini yang senantiasa diinginkan oleh manusia dan sepertinya sulit sekali menemukan sukacita dan kedamaian dalam hidupnya. Sehingga manusia cenderung salah arah untuk menemukan sukacitanya, seperti pergi ke tempat2 hedon (bar, tempat dugem, dst)</p>
<p>Padahal sukacita dan kedamaian bisa kita temukan dalam diri orang lain disekitar kita, tentu dengan melakukan ntas hari ini yaitu berbuat baik dan memberi bantuan kepada sesama. Mauliate..:)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: gaya hutasoit</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/11/13/korban-kepada-allah-berbuat-baik-kepada-sesama/comment-page-1/#comment-15787</link>
		<dc:creator>gaya hutasoit</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 02:13:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=2442#comment-15787</guid>
		<description>Berbuat baik dan memberi bantuan memerlukan keberanian, kepatuhan, dan latihan. Sebagai pelayan, baik di gereja maupun di berbagai pekerjaan lain, mestinya terus belajar dan berusaha meningkatkan pelayanan masing-masing. (Terlalu normatif kan amang?). Kini di kotaku Pekanbaru dan berbagai kabupaten di Riau yang menurutku menjadi hutanya &quot;halak hita = kristen) ada banyak jemaat yang haus pendidikan hakristenon, tapi apa yang terjadi? Kami (gereja) belum mau dan berani untuk meningkatkan pelayanan terhadap mereka terlebih jemaat marjinal. Kini jemaat asyik membangun &quot;TUGU GEREJA&quot; tanpa berdiakoni pendidikan. Tak berlebihan: untuk menemukan gereja adalah hal gampang. Sayang untuk mencari PAUD,  TK, SD, SMP, dan SMA yang pemiliknya Gereja, kita harus sampai hosa-hosa. Tak aneh anak-anak TK dan SD lebih mampu berdoa dalam bahasa &quot;Arab&quot; daripada dalam nama Yesus.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Berbuat baik dan memberi bantuan memerlukan keberanian, kepatuhan, dan latihan. Sebagai pelayan, baik di gereja maupun di berbagai pekerjaan lain, mestinya terus belajar dan berusaha meningkatkan pelayanan masing-masing. (Terlalu normatif kan amang?). Kini di kotaku Pekanbaru dan berbagai kabupaten di Riau yang menurutku menjadi hutanya &#8220;halak hita = kristen) ada banyak jemaat yang haus pendidikan hakristenon, tapi apa yang terjadi? Kami (gereja) belum mau dan berani untuk meningkatkan pelayanan terhadap mereka terlebih jemaat marjinal. Kini jemaat asyik membangun &#8220;TUGU GEREJA&#8221; tanpa berdiakoni pendidikan. Tak berlebihan: untuk menemukan gereja adalah hal gampang. Sayang untuk mencari PAUD,  TK, SD, SMP, dan SMA yang pemiliknya Gereja, kita harus sampai hosa-hosa. Tak aneh anak-anak TK dan SD lebih mampu berdoa dalam bahasa &#8220;Arab&#8221; daripada dalam nama Yesus.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Jansen Sinamo</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/11/13/korban-kepada-allah-berbuat-baik-kepada-sesama/comment-page-1/#comment-15783</link>
		<dc:creator>Jansen Sinamo</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 00:51:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=2442#comment-15783</guid>
		<description>Manusia adalah gambar dan teladan Allah. Di dalam kita dan di antara kita Dia berkenan tinggal.

Tak heran Allah selalu mengidentifikasikan diriNya dengan umatNya, khususnya dengan para miskin, janda, dan piatu nan yatim; pokoknya para marjinal, tertinggal, dan terpinggir. Kawan-kawan Katolik menyebut mereka kaum 4D: destitute, deprived, dislocate, denigrate.

Mengatasi problem 4D ini adalah soal besar dalam kebernegaraan, kemanusiaan, dan keberagamaan.

Kemajuan beragama (khususnya hakristenon) mestilah ditandai dengan kemajuan kita dalam hal mengentaskan sesama dari ketertinggalan dan keterpinggiran.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Manusia adalah gambar dan teladan Allah. Di dalam kita dan di antara kita Dia berkenan tinggal.</p>
<p>Tak heran Allah selalu mengidentifikasikan diriNya dengan umatNya, khususnya dengan para miskin, janda, dan piatu nan yatim; pokoknya para marjinal, tertinggal, dan terpinggir. Kawan-kawan Katolik menyebut mereka kaum 4D: destitute, deprived, dislocate, denigrate.</p>
<p>Mengatasi problem 4D ini adalah soal besar dalam kebernegaraan, kemanusiaan, dan keberagamaan.</p>
<p>Kemajuan beragama (khususnya hakristenon) mestilah ditandai dengan kemajuan kita dalam hal mengentaskan sesama dari ketertinggalan dan keterpinggiran.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

