HKBP Berbenah. Dukunglah.

November 12, 2009
By Daniel T.A. Harahap

Oleh: Daniel T.A. Harahap
Rapat MPS (Majelis Pekerja Sinode) HKBP 10-11 November 2009 di Hotel Pardede Internasional Medan telah berakhir dan dilanjutkan dengan Rapat Praeses. Saya pun berkemas-kemas pulang ke Serpong, ingin segera bertemu dengan kawan-kawan Panitia membicarakan persiapan teknis Seminar Bolon Hakristenon Hamajuon Habatakon membicarakan Sabtu 14 November ini di Hotel Borobudur.

Agenda utama Rapat MPS ini adalah penetapan program dan anggaran HKBP Tahun 2010 serta pemilihan Praeses (untuk menggantikan Pdt Rafles Lumbanraja, Praeses HKBP di Samosir yang meninggal beberapa waktu lalu). Dan menurut saya, jujur, Rapat MPS ini berhasil mencapai sasarannya. Sebagaimana pernah saya tuliskan tahun silam di blog ini, Rapat MPS setahun lalu menyadari berbagai keterbatasannya, telah menetapkan sebuah Tim Program dan Anggaran diketuai langsung oleh Sekjen Pdt Ramlan Hutahaean dan beranggotakan antara lain St AG Simanjuntak dari HKBP Jatiwaringin, St Jupiter Sitorus (kawan kami dari Serpong yang sekarang di Wina untuk menjadi anggota Badan Atom Internasional), dan Pdt WK Siahaan. Di Rapat MPS ini dengan kerja keras setahun penuh, Tim (dibantu Christofel Sirait) berhasil menyusun program dan anggaran HKBP yang jauh lebih rapih dan teratur, sistematik, akuntabel dan akurat. Dan hasil kerja tim diterima oleh Rapat MPS dengan sukacita dan harapan bahwa HKBP pasti akan lebih baik.
Namun menyadari kelemahan banyak organisasi termasuk gereja adalah masalah implementasi maka Rapat MPS kali ini memutuskan menetapkan untuk membentuk Tim Implementasi Program dan Anggaran (dengan keanggotaaan yang sama) dengan cakupan tugas menyusun berbagai SOP atau prosedur baku dan penyusunan draft PPKU (Peraturan Pelaksana Keuangan Umum) dan Aturan Kepelayanan dan Kepegawaian yang baru untuk menjadi acuan dari seluruh HKBP. Tekad MPS tahun depan kedua perangkat aturan pelaksana yang baru ini sudah bisa disahkan.

Bagi saya pribadi apa yang dilakukan MPS HKBP ini adalah suatu langkah yang sangat strategis untuk membenahi HKBP. Apalagi Rapat MPS juga telah menetapkan tahun 2010 sebagai Tahun Penatalayanan (Taon Hajuarabagason) di HKBP dengan tema: Menuju Gereja Yang Rapi Tersusun (Ef 2:13, 4:16) dan subtema: HKBP menyambut Jubileum 150 Tahun dengan menata diri menjadi gereja yang sungguh-sungguh bersih, teratur, transparan, partisipatif dan akuntabel. Cakupan dari penalayanan ini sendiri sebagaimana diterangkan di Buku Panduan Tahun Penatalayanan 2010 ini adalah pembenahan administrasi dan kesekretariatan, keuangan, personalia dan inventaris.
Apa yang diputuskan oleh Rapat MPS ini dengan komitmen Pimpinan sungguh-sungguh suatu langkah kecil yang sangat strategis dan berdampak baik ke seluruh HKBP. Kini tinggal dukungan kita semua bersama-sama mewujudkannya menjadi kenyataan. Saya pribadi percaya perbaikan sistem inilah salah satu jawaban terhadap rumit dan berlarut-larutnya masalah serta banyaknya konflik yang tidak perlu selama ini di gereja HKBP.

Rapat MPS juga telah memilih Pdt Sunggul Sirait sebagai Praeses baru yang akan ditempatkan melayani di Distrik Samosir. Sepeninggal Pdt Lumbanraja yang melaksanakan tugas sebagai Praeses selama ini adalah Pdt Pangondian Gultom yang sehari-hari bertugas sebagai pendeta HKBP Ress Pangururan.

Satu lagi,  jangan lupa seminar bolon Hakristenon Hamajuon Habatahon kita Sabtu ini di Hotel Borobudur. Hubungi segera: Torang Panjaitan (0811 9697 518), Erwin Simatupang (08119634 18). atau David Samosir (0812 9955 945).  Asa manghatai hita. :-)

Share on Facebook

18 Responses to HKBP Berbenah. Dukunglah.

  1. JP Manalu on November 12, 2009 at 1:11 pm

    Puji Syukur kepada Tuhan, Rapat MPS berjalan dengan baik, mari kita implementasikan butir2 keputusan MPS, terutama “panatapon” terhadap tata kelola penatalayanan di antaranya : Anggaran Keuangan, Inventaris dan tambahan pengharapan (data yang lebih terkinikan untuk semua data yang ada di HKBP hatopan).
    Sudah cukuplah kita “bersoal” dalam urusan domestik (penempatan pekerja penuh waktu, perebutan tempat ibadah dan semua ‘hamaolon’ yang dapat mempengaruhi “citra” HKBP dan orang Batak Kristen lainnya). Mari kita songsong masa depan yang lebih baik, dengan melakukan perbaikan penatalayanan di seluruh aspek pelayanan HKBP.
    Horas,

  2. rosabine simanjuntak on November 12, 2009 at 3:02 pm

    Doa saya,..semoga sucses seminar bolon Hakristenon Hamajuon Habatahon yg akan dilaksanakan di Hotel Borobudur , kami berharap dapat melahirkan aspirasi2 yg berdampak positif secara khusus untuk jemaat HKBP dan buat orang batak pada umumnya, kiranya campur tangan Tuhan senantiasa menyertai seluruh peserta dan yang terlibat didalam seminar itu. GBU

  3. Agus Karta Parulian Panggabean on November 12, 2009 at 3:11 pm

    Yang patut dibenahi oleh HKBP bukan saja masalah administrasi dan penatalayanan.

  4. Jupiter Sitorus on November 12, 2009 at 5:04 pm

    “HKBP berbenah. Dukunglah” Judul yang sangat tepat untuk saat ini. Jangan ada lagi keraguan, ayunkan langkah untuk maju. Selamat untuk Amang Sekjen HKBP Pdt. Ramlan Hutahaean, Amang St. AG. Simanjutak, Pdt. W.K. Siahaan dan Christofel Sirait yang sudah bekerja keras untuk menyusun program dan anggaran. Mari kita doakan agar Tahun Penatalayanan 2010 akan berhasil dengan baik dan menjadi berkat peningkatan pelayanan HKBP dalam membangun jemaat dan berkontribusi bagi bangsa. Bila masih ada hal yang kita lihat kurang dalam pelayanan HKBP mari kita sama-sama berbenah dan impikan sebuah HKBP yang memuliakan Tuhan.

    Kepada teman-teman Panitia Seminar Bolon HaKristenon Hamajuon Habatakhon yang sebentar lagi akan mengadakan Seminar di Hotel Borobudur 14 November saya sangat bersyukur atas semangat Panitia yang masih muda-muda dalam melayani Tuhan. Kemaren 11 November saya bertemu dengan Amang dan Inang Drs. Uthand Sitorus di Airport Vienna dalam perjalanan rombongan beliau ke Budapest, beliau menginformasikan bahwa semua Panitia telah bekerja dengan semangat juang yang tinggi, kita doakan agar Seminar nanti benar-benar berdampak KEMAJUAN bagi seluruh Jemaat Kristen BATAK dan HKBP secara khusus. Beliau juga berharap agar semangat kaum muda ini akan terus dilanjutkan dalam pelayanan HKBP yang lebih besar lagi.

    Salut saya sampaikan pada Bapak “ETHOS” Jansen Sinamo yang secara total mendukung Panitia. Saya mengenal beliau ini sejak kami masih sama-sama kuliah di ITB memang beliau adalah pemimpi KEMAJUAN dengan konsep ETHOS yang beliau gagas. Bersama beliau saat di ITB juga ada Bapak Dr. Raden Pardede dan Bapak Elisa Lumban Toruan yang sangat mendorong semangat semua orang untuk MAJU.

    Mari kita doakan dan ikuti seminar Bolon ini dengan mendengar dan berbincang-bincang langsung dengan Bapak-Bapak pembicara terhormat yang tidak diragukan lagi KEMAJUAN yang telah beliau-beliau capai dibawah pengalaman Iman dan kehidupan sebagai orang Batak.

    Amang Pdt DTA, selamat atas kreativitas pelayanan yang terus membawa HKBP dan jemaatnya pada KEMAJUAN. Kiranya Tuhan dimuliakan dalam seluruh rencana pelaksanaan Seminar Bolon ini. Salam dan doa saya dari Wina, Austria.

  5. Tiarma Hutagalung on November 12, 2009 at 5:21 pm

    Bravo HKBP, semoga organisasi gereja tercinta ini benar-benar bisa dibenahi dengan dukungan semua perangkat gereja, terutama parhalado na martohonan. Sebagai jemaat yang peduli dengan kondisi HKBP, saya menyatakan siap mendukung……

  6. andar on November 12, 2009 at 7:38 pm

    Apakah di dalam program dan anggaran HKBP yang telah secara aklamasi disetujui oleh MPS termaktub di dalamnya kewajiban kantor pusat HKBP melaporkan keuangannya minimal sekali dalam setahun seperti yang selalu dirindukan oleh bapak pendeta Daniel beberapa waktu yang lalu?

    Daniel Harahap:
    Dalam buku panduan Tahun Penatalayanan 2010 ada tercantum bahwa agar Kantor Pusat mengirimkan posisi keuangan ke jemaat2 minimal satu kali enam bulan. Kita harapkan dan usahakan agar hal itu masuk dalam PPKU (Peraturan Pelaksana Keuangan Umum) HKBP yang baru yang kiranya dapat disahkan di Rapat MPS 2010.

  7. Friska pardede on November 12, 2009 at 9:32 pm

    Andaikan banyak anggota jemaat grejaku mengunjungi ruma ini termasuk pendeta kami yg 3 orang itu juga para sintua pastilah grejaku ini ikutan berbenah diri untuk lebih baik menyambut 150 thn HKBP tercinta ini,pada hal dalam obrolan sering saya bercerita tentang ruma ini yg mendidik kita menjadi jemaat yg cerdas( bukan ala parhuta2/kampungan), dan perlahan2 akan menjadikan semua pembacanya menjadi jemaat yg punya kehidupan bergreja yg baik.

    Saya sangat perduli dgn HKBP ini jadi pastilah sangat mendukungnya, krn saya termasuk jemaat yg aktif dan sangat memperhatikan hal2 yg kurang dalam pelayanan dan menyampaikannya pada saat partamiangan weyik.

    Bagaimana caranya amang untuk mendapatkan resume hasil dari seminar bolon itu krn untuk saya belum sanggup menghadirinya,tapi biaya ongkos kirim masih sangguplah.

  8. richardhutahaean on November 12, 2009 at 11:36 pm

    Siiiaaaapppp….Ayok lah kita dukung, kritisi, dan beri masukan positif…

  9. Jansen Sinamo on November 13, 2009 at 12:07 am

    HKBP adalah ruma bolon kita, gereja kudus kita, dan sekolah iman kita. Ruma metmet ini miniaturnya.

    Setapak demi setapak ia maju: bigger, higher, better.

    Ia berevolusi terus: budi, ahlak, dan imannya.

    Ia berubah terus: sistem, prosedur, dan sistem operasinya.

    Tuhan pasti memberkati kita: dengan uang, SDM, dan teknis-manajemen yang kita perlukan; percayalah.

    Yang kita utamakan untuk menyambutnya adalah: antusiasme berjemaat, gairah kudus dalam melayani, dan semangat besar untuk terus bertumbuh menjadi seperti Kristus yang adalah kepala kita.

  10. Supardi Manurung on November 13, 2009 at 7:22 am

    “BERSAMA KITA BISA”
    Kita dukung dan majukan HKBP sebagai cerminan hidup kita Masyarakat Kristen Batak.Baiklah kita terus Melangkah Maju dengan tidak Meninggalkan yg masih terbelakang.Doa dan harapan kt bersama agar jemaat HKBP kita memiliki kerinduan dan keinginan utk Maju.I LOVE You Full HKBP..

  11. Desmon DS on November 13, 2009 at 9:41 am

    Sampai sekarang masih banyak orang pesimis terhadap HKBP. Namun menurut saya sikap demikian menjadi motivasi HKBP untuk terus bangkit dalam membangun citra dan penigkatan kualitas pelayanannya.
    Satu hal yang masih harus dipertimbangkan, kalau HKBP sangat jarang mewakili umat Kristen ke luar seperti kegiatan berikut : http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/11/12/1643253/perbedaan.agama.kekuatan.bersama.

  12. Johnson Sitorus on November 13, 2009 at 9:50 am

    HKBP sudah punya website. Tapi saya heran dua kali, bukan hanya sekali. Setiap unek2, pertanyaan, masukan, pengaduan dari jemaat, pendeta atau netters, tak pernah ditanggapi; sehingga komunikasinya hanya one way. Malah anehnya, hal-hal yg mungkin dirasa ‘merusak atau merugikan’ citra HKBP dan pdt, setelah beberapa hari termuat langsung dihapus dengan sengaja, bukan malah ditanggapi atau di follow up. Lalu, buat apa ada buku tamu di website HKBP?Jangan sampai ada kesan “tak usah mengunjungi buku tamu di website HKBP karena tak akan mendapat manfaat apa2″ Padahal, ibarat surat pembaca di koran, buku tamu itu juga merupakan sarana yang bagus antara manajemen pusat HKBP dengan jemaatnya. Saya jadi teringat, beberapa tahun lalu, seorang Kapolda di Jabar secara khusus menyuruh seorang anggotanya, untuk membaca semua surat pembaca yg berhubungan dengan Polri di semua koran terbitan Bdg, setiap harinya. Nah, pertanyaan untuk Amang DTA, adakah peserta MPS membahas tentang kemajuan website tsb?Bukankah website HKBP juga bagian dari pelayanan? Ayo, mari benahi website HKBP agar lebih membawa manfaat bagi warganya.Horas ma di hita.

  13. rumanap on November 13, 2009 at 12:38 pm

    Sai dipargogoi Tuhanta ma hamu angka MPS i. Asalma nian unang holan uap narumingkot impola na i do.

  14. Anson Djuntak on November 13, 2009 at 9:19 pm

    Akhirnya ada hamba Tuhan yang membantu saya mengikuti seminar bolon ini. selamat dan marhata ma hita di Hotel Borobudur na uli i.

    Horas
    Anson Djuntak

  15. JP Manalu on November 16, 2009 at 7:48 am

    Hari Sabtu kemarin, kami dari Panitia Pesta Diakonia HKBP Solo melakukan kunjungan ke salah satu Panti Asuhan di kota Solo yang dikelola oleh salah seorang pendeta muda. Pendukung utama dari Panti Asuhan tersebut adalah salah satu gereja yang secara denominasi relatif kecil (jika dibandingkan dengan 1 resort sedang di Jakarta-pun, denominasi ini masih kalah). Jumlah anak penghuni PA tersebut 32 orang, dan semuanya bersekolah mulai dari SD sampai dengan Perguruan Tinggi (ada 3 orang yang sedang kuliah). Yang cukup “menghenyakkan” bagi saya adalah : “ternyata” dari 32 orang anak tersebut, 15 orang dari penghuni PA tersebut adalah orang Batak!.
    Saya tidak menggali lebih dalam latar belakang gereja mereka sebelumnya, apakah HKBP atau bukan, tetapi kemungkinan besar iya! Mengingat mereka sebagian besar datang dari beberapa daerah di seputaran Tapanuli dan Simalungun.
    Dari kunjungan tersebut saya berpikir, HKBP sudah nyaris 150 tahun, jumlah jemaat jutaan jiwa, gedung-gedung gereja (sebagian) bernilai milyaran dan banyak data lain-lain yang menunjukkan “habolonon”.
    Yang menjadi pertanyaan saya adalah, mengapa ya gereja yang relatif masih “kecil” mau dan mampu mengelola panti asuhan, sementara HKBP yang “bolon” itu setahu saya baru punya 1 panti asuhan.
    Aha do naung hubahen?
    Horas.

  16. M. S. SIAHAAN on November 16, 2009 at 12:43 pm

    Dear Pdt. Harahap,
    Selamat atas suksesnya rapat MPS. Sebagai mantan MPS, saya memberi advis, jangan keburu senang dulu agar jangan terlampau kecewa nantinya. MPS periode sebelumnya juga pada awalnya menghasilkan berbagai langkah-langkah kecil seperti pembenahan sistem penggajian (ini istilah saya, sebab HKBP menggunakan istilah “parbalanjoon”), program kerja mulai dari penetapan tahun 2006 sebagai tahun untuk membantu Dana Pensiun, tahun 2007 sebagai tahun Koinonia, 2008 sebagai tahun Marturia, 2009 sebagai tahun Diakonia dan 2010 sebagai persiapan panomunomuon tu Jubileum 150 tahun HKBP. Kita juga tetapkan target terukur dari setiap tahun tersebut lengkap dengan anggarannya. Dibantu oleh St. Ir. Napitupulu anggota MPS dari Pekanbaru, konsep anggaran dan mekanisme penyusunannya dijelaskan kepada staff HKBP Kantor Pusat. Sebenarnya sudah tertata dengan baik. Jadi saya agak kaget, kalau Pak Harahap menyebutkan bahwa Rapat MPS kemarin ini menghasilkan suatu langkah awal yang baik. Seharusnya kalau hasil kerja MPS sebelumnya ada yang memelihara, MPS periode sekarang ini tinggal mempertajam program untuk meningkatkan pelayanan disemua aras.
    Maaf ini, kalau terlampau nyinyir. Sebab saya harus mengatakan “magopo nai na huula hami na parjoloi”. Kita selalu kembali ke awal dan sibuk membenahi infrastrukturnya saja.
    Menurut saya yang pertama dan terutama harus dibenahi adalah pola pikir dan bertindak kita semua.
    Horas

  17. andar on November 16, 2009 at 7:36 pm

    Bagaimana hasil seminarnya bang? Bagi-bagi ya hasil seminarnya, walaupun tidak bisa hadir.

  18. Lerman Ambarita on November 18, 2009 at 4:33 pm

    Untuk Pdt. S. Sirait, Sth….. Saya mengucapkan ” Selamat ” terpilih menjadi Pareses Samosir, dan kami doakan Sehat selalu bserta keluarga, dan Distrik Samosir semakin maju dalam iman dan sukses untuk Pembangunan Kabupaten Samosir didukung dari doa doa ruas HKBP Distrik Samosir.

    Horas…..horas….horas…Mauleate

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*