<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Beban Hidup: Harus, Tidak Perlu, Atau Dibagi Saja</title>
	<atom:link href="http://rumametmet.com/2009/11/12/beban-hidup-harus-tidak-perlu-atau-dibagi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rumametmet.com/2009/11/12/beban-hidup-harus-tidak-perlu-atau-dibagi/</link>
	<description>Pdt Daniel Taruli Asi Harahap</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 May 2012 09:27:24 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.4</generator>
	<item>
		<title>By: Mersi Manurung</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/11/12/beban-hidup-harus-tidak-perlu-atau-dibagi/comment-page-1/#comment-15870</link>
		<dc:creator>Mersi Manurung</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 09:33:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=2440#comment-15870</guid>
		<description>BEBAN HIDUP

Salam kenal buat web  Rumah Met Met, salam kenal juga buat Amang  Pdt Daniel T.A. Harahap

Beban hidup seharusnya tidak perlu datang,ditanggung,atau dibagi.........tapi tatkalah beban hidup datang kepada siapa saja kita harus menanggungnya, dan supaya beban  yang kita tanggung tidak menjadi beban berat, kita harus menjadikan bebab itu sebagai suatu ujian dalam hidup kita dengan satu pengharapan.

Karena kalau kita sudah lulus uji kita menjadi orang yang kuat karena Tuhan telah lebih dulu menanggung beban itu di Kayu Salib. dan Tuhan juga telah berjanji untuk Turut Bekerja didalam kehidupan kita untuk mendatangkan kebaikan kepada kita semua.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>BEBAN HIDUP</p>
<p>Salam kenal buat web  Rumah Met Met, salam kenal juga buat Amang  Pdt Daniel T.A. Harahap</p>
<p>Beban hidup seharusnya tidak perlu datang,ditanggung,atau dibagi&#8230;&#8230;&#8230;tapi tatkalah beban hidup datang kepada siapa saja kita harus menanggungnya, dan supaya beban  yang kita tanggung tidak menjadi beban berat, kita harus menjadikan bebab itu sebagai suatu ujian dalam hidup kita dengan satu pengharapan.</p>
<p>Karena kalau kita sudah lulus uji kita menjadi orang yang kuat karena Tuhan telah lebih dulu menanggung beban itu di Kayu Salib. dan Tuhan juga telah berjanji untuk Turut Bekerja didalam kehidupan kita untuk mendatangkan kebaikan kepada kita semua.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Friska pardede</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/11/12/beban-hidup-harus-tidak-perlu-atau-dibagi/comment-page-1/#comment-15769</link>
		<dc:creator>Friska pardede</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 14:03:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=2440#comment-15769</guid>
		<description>Membagi beban hidup kepada orang lain dapat kita lakukan kepada orang yg benar2 kita anggap tepat, krn seringkali malah kita semakin terpuruk krn bukannya menolong malah menjerumuskan ke arah yg salah, yg paling baik bagi kita bila punya persoalan yg sangat berat, bercakap2 saja dgn Tuhan kita, beban itu akan berkurang lalu akan Dibukakan jalan walau perlahan2.

Kemudian jangan pernah absen mengunjungi ruma ini, tontonlah acaranya Oprah Winfrey di Metro TV setiap Jumat,Saptu dan Minggu.
Untuk para orangtua muda yg punya anak dibawah 14 thn tonton juga Super neny( rasanya jitu benar rumus2 yg diberikan si Neny ini).

Apabila seseorang membagi bebannya untuk kita, jadilah kita pendengar yg baik krn kadang2 orang dapat bercerita kepada org yg dipercayainya saja sdh menyelesaikan lebih dari pada separoh persoalannya(kata amang pendeta ini diwaktu lalu), tetapi bila seserang itu berkali2 curhat mending tinggalkan aja,emangnya kita kurang kerjaan, pada hal kalau disuruh bertukar persoalan dgn kita tentunya dia tidak akan mau</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Membagi beban hidup kepada orang lain dapat kita lakukan kepada orang yg benar2 kita anggap tepat, krn seringkali malah kita semakin terpuruk krn bukannya menolong malah menjerumuskan ke arah yg salah, yg paling baik bagi kita bila punya persoalan yg sangat berat, bercakap2 saja dgn Tuhan kita, beban itu akan berkurang lalu akan Dibukakan jalan walau perlahan2.</p>
<p>Kemudian jangan pernah absen mengunjungi ruma ini, tontonlah acaranya Oprah Winfrey di Metro TV setiap Jumat,Saptu dan Minggu.<br />
Untuk para orangtua muda yg punya anak dibawah 14 thn tonton juga Super neny( rasanya jitu benar rumus2 yg diberikan si Neny ini).</p>
<p>Apabila seseorang membagi bebannya untuk kita, jadilah kita pendengar yg baik krn kadang2 orang dapat bercerita kepada org yg dipercayainya saja sdh menyelesaikan lebih dari pada separoh persoalannya(kata amang pendeta ini diwaktu lalu), tetapi bila seserang itu berkali2 curhat mending tinggalkan aja,emangnya kita kurang kerjaan, pada hal kalau disuruh bertukar persoalan dgn kita tentunya dia tidak akan mau</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: gaya hutasoit</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/11/12/beban-hidup-harus-tidak-perlu-atau-dibagi/comment-page-1/#comment-15755</link>
		<dc:creator>gaya hutasoit</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 04:21:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=2440#comment-15755</guid>
		<description>beban &quot;penolakan terhadap diri sendiri&quot; itu mungkin bisa dibuang. Bolehkah diberi pengertian yang lebih mendalam. Trims amang.
&lt;em&gt;
Daniel Harahap:
Menolak keberadaan diri sendiri sangat melelahkan dan menguras enerji, ibarat memikul beban berat. Sebab itu buang saja. Maksudnya terima saja diri sendiri supaya ringan dan rileks. :-)&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>beban &#8220;penolakan terhadap diri sendiri&#8221; itu mungkin bisa dibuang. Bolehkah diberi pengertian yang lebih mendalam. Trims amang.<br />
<em><br />
Daniel Harahap:<br />
Menolak keberadaan diri sendiri sangat melelahkan dan menguras enerji, ibarat memikul beban berat. Sebab itu buang saja. Maksudnya terima saja diri sendiri supaya ringan dan rileks. <img src='http://rumametmet.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Agus Karta Parulian Panggabean</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/11/12/beban-hidup-harus-tidak-perlu-atau-dibagi/comment-page-1/#comment-15753</link>
		<dc:creator>Agus Karta Parulian Panggabean</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 01:30:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=2440#comment-15753</guid>
		<description>Beban hidup itu memang HARUS kita tanggung, karena memang itu sudah merupakan akibat dari dosa yang diperbuat oleh nenek moyang manusia di taman Eden (Kejadian 3). Yang pria harus kerja keras cari nafkah, yang wanita harus sakit-sakitan pada saat melahirkan.

Jika sesama kita tidak mampu menanggung beban hidupnya yang amat sangat berat, maka ada baiknya kita bantu dia dalam menanggung beban hidupnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Beban hidup itu memang HARUS kita tanggung, karena memang itu sudah merupakan akibat dari dosa yang diperbuat oleh nenek moyang manusia di taman Eden (Kejadian 3). Yang pria harus kerja keras cari nafkah, yang wanita harus sakit-sakitan pada saat melahirkan.</p>
<p>Jika sesama kita tidak mampu menanggung beban hidupnya yang amat sangat berat, maka ada baiknya kita bantu dia dalam menanggung beban hidupnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Jansen Sinamo</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/11/12/beban-hidup-harus-tidak-perlu-atau-dibagi/comment-page-1/#comment-15752</link>
		<dc:creator>Jansen Sinamo</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 00:58:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=2440#comment-15752</guid>
		<description>Tugas dan tanggungjawab dalam hidup ini bisa dibagi jadi dua: yang absah (legitimate, seperti tugas keluarga, tugas gereja, tugas profesi, tugas kemasyarakatan, dsb) dan taksah (illegitimate, apa saja yang berlebihan, tak wajar secara munusiawi).

Hal-hal yang absah itu menyehatkan, menumbuhkan, dan memberi kita harga dan martabat diri yang positif. Maka tugas yang begini harus disyukuri karena sesungguhnya ia adalah anugerah.

Hal-hal yang taksah itu merusak: overwork, workaholism, overambisi, kerja dengan tekanan atau paksaan, kondisi kerja yang tidak sehat, pekerja anak, dsb. Ini harus dihindari. ILO sbg badan PBB pun menentangnya. Kita semua berhak atas sebuah &#039;decent work&#039;.

Namun beban-beban yang absah pun memerlukan kerjasama dalam pemikulannya. Dalam bahasa jargon, sering kita katakan, beban-beban hidup ini harus kita bereskan dengan kerja ikhlas, kerja keras, dan kerja cerdas.

Salah satu bentuk kerja cerdas itu adalah kerjasama (teamwork) tolong-menolong, gotong-royong, marsiurupan, marsiadapari. 

Ternyata itu juga Hukum Kristus.

Jadi, mari kita kerjakan dengan GOS: gembira, optmis, semangat...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tugas dan tanggungjawab dalam hidup ini bisa dibagi jadi dua: yang absah (legitimate, seperti tugas keluarga, tugas gereja, tugas profesi, tugas kemasyarakatan, dsb) dan taksah (illegitimate, apa saja yang berlebihan, tak wajar secara munusiawi).</p>
<p>Hal-hal yang absah itu menyehatkan, menumbuhkan, dan memberi kita harga dan martabat diri yang positif. Maka tugas yang begini harus disyukuri karena sesungguhnya ia adalah anugerah.</p>
<p>Hal-hal yang taksah itu merusak: overwork, workaholism, overambisi, kerja dengan tekanan atau paksaan, kondisi kerja yang tidak sehat, pekerja anak, dsb. Ini harus dihindari. ILO sbg badan PBB pun menentangnya. Kita semua berhak atas sebuah &#8216;decent work&#8217;.</p>
<p>Namun beban-beban yang absah pun memerlukan kerjasama dalam pemikulannya. Dalam bahasa jargon, sering kita katakan, beban-beban hidup ini harus kita bereskan dengan kerja ikhlas, kerja keras, dan kerja cerdas.</p>
<p>Salah satu bentuk kerja cerdas itu adalah kerjasama (teamwork) tolong-menolong, gotong-royong, marsiurupan, marsiadapari. </p>
<p>Ternyata itu juga Hukum Kristus.</p>
<p>Jadi, mari kita kerjakan dengan GOS: gembira, optmis, semangat&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

