Sembahlah Allah Dalam Roh dan Kebenaran

Almanak Kamis 05 November 2009:

Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. (Yohanes 4:23)

Gedung gereja kita pahami sebagai tempat khusus untuk berjumpa  dengan dan beribadah kepada Allah. Ibadah  Minggu kita hayati sebagai bentuk pembaktian dan penyembahan kita kepadaNya.

Namun hari ini kita diingatkan bahwa Allah menuntut lebih dari keaktifan dan kerajinan beribadah di gereja pada hari Minggu (walaupun itu begitu penting dan tidak bisa diabaikan). Allah menghendaki kita menyembahNya dalam  roh dan kebenaran.

Apa maksudnya menyembah Allah dalam roh dan kebenaran? Sederhana saja. Pertama: menyembahnya dengan totalitas kemanusiaan kita. Allah tidak menghendaki sebagian dari diri kita. Allah tidak menginginkan ketaatan kita hanya sesewaktu atau pada bidang tertentu saja. Dia menghendaki kita menyembahnya secara total: tubuh, jiwa dan roh. Rasul Paulus mengatakan: aku akan memujinya dengan akal budi dan rohku. (1 Kor 14:15).

Selanjutnya Allah menghendaki kita menyembahnya dalam kebenaran. Artinya: penyembahan kepada Allah tidak bermakna sama sekali jika kita tetap melakukan yang jahat. Ibadah bukan pengganti ketaatan kepada hukum dan moral. Ibadah tidak bisa dianggap semacam suap atau sogokan untuk menutupi dosa. Sebab itulah kita diminta menyembah Allah dalam kebenaran.

Doa:

Ya Allah, berilah kami RohMu. Ajarlah kami taat kepadaMu dengan segenap hati dan pikiran kami. Kami ingin menyembahMu dan taat kepada hukumMu dengan segenap tubuh, jiwa dan roh kami. Demi Kristus kami berdoa dan menyerahkan hidup kami kepadaMu. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

Share on Facebook

5 Responses to “Sembahlah Allah Dalam Roh dan Kebenaran”

  1. Jansen Sinamo Says:

    Supaya melalui penyembahann yang benar maka diri kita sejatinya dan seanteronya semakin serupa dengan Tuhan kita: dalam hakikat, karakter, pikiran, hati, dan cita-cita.

    Tak ada manfaat ibadah yang lebih besar dari pada ini.

  2. Agus Karta Parulian Panggabean Says:

    Menyembah Allah dalam Roh dan Kebenaran (Ibadah) memiliki dua tempat, yakni di dalam gereja dan di luar gereja.

    Di dalam gereja berupa kebaktian yang kita ikuti tiap minggu. Diluar gereja berupa pengamalan dari Firman Tuhan yang kita dengar di hari Minggu tadi.

  3. Singhan Pardede, Pdt Says:

    Renungan hari ini mengingatkan kita, apakah penyembahan kita kpd Allah sdh banar? Namun jg sekaligus menguatkan dan meneguhkan ketetapan hati kita yg selama ini telah menyembah DIA dgn benar. Mudah2an kita termasuk di antaranya. Tp yg pasti ada di zaman ini penyembah2 benar itu, yaitu yg menyembahNya dgn bimbingan Roh Kudus dan Roh Kebenaran. Sebab, Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.” (Yoh. 4:24)

    Penampakan sikap yg menyembah Allah dgn Roh dan kebenaran terlihat dari cara hidupnya sehari-hari yg benar di hadapan Allah.

    Horas…

  4. TW6C Says:

    Berlatih sungguh-sungguh…. jangan bersungut-sungut, kelamaan lah.. kemalaman lah latihannya…

    Bernyanyi dengan sepenuh hati dengan penghayatan penuh, dengan merenungkan makna syair2 lagu yang adalah juga firman Tuhan.

  5. Nainggolan Prabu Says:

    @ Ibadah bukan pengganti… Ibadah tidak bisa dianggap semacam suap atau sogokan untuk menutupi dosa.
    ————————————–
    Renungan beberapa har ini juga menjelaskan, salah satu bentuk ibadah itu, menghadiri kebaktian di Gereja dan memberikan persembahan. Gereja adalah Rumah Tuhan, dan apabila kita datang di Gereja dan beribadah itupun karena Tuhan yg mengundang kita. Mengapa kita diundang? Karena Tuhan mengenal kita dan Tuhan menyapa kita dalam kasih pada saat menghadiri undanganNya. (mudah2an benar). Sepulang menghadiri Undangan Tuhan, kita membawa berkat sebagai bekal kita. Lega rasanya kalau kita mau merasakan dan berterima kasih atas berkat itu. Tuhan tidak butuh suap/sogokan.

    Dalam dunia yg makih tak bersahabat ini, namun masih banyak “persahabatan”, kita juga sering mendapat Undangan “Pesta Manusia dg Manusia”yg marragam bentuknya. Mengapa kita diundang?, karena kita juga dikenal oleh yg mengundang. Kita disambut dg senyum bahkan terkadang dg pelukan akrab dan tabrakan antar pipi. Usai pesta, ya sudah. Dan kadang kala dikalangan/level tertentu “kehadiran dan Kado” dalam undangan pesta manusia itu merupakan Suap dan sogokan dalam bentuk lain.

Leave a Reply