Archive for November, 2009

Tuhan Kita Sederhana & Merendah

Monday, November 30th, 2009

Almanak Senin 30 November 2009:

Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda. (Zakaria 9:9b)

Bagaimana gambaran atau bayangan kita tentang seorang raja, presiden atau kepala negara? Tentu sarat dan melimpah dengan berbagai simbol kebesaran, kekuatan, dan kemegahan juga kekayaan. Seorang raja kuna selalu tampil berhiaskan jubah, mahkota, tongkat emas bertatah permata dan berbagai aseseori lain. Dia duduk di atas tahta dikelilingi  para menterinya, berjalan diiringi dayang-dayang cantik dan pengawal, dan tinggal di istana bermandikan cahaya dan kenikmatan. Seorang presiden atau kepala negara moderen tak jauh beda dengan raja-raja kuna. Mereka juga tampil dengan segala kebesaran, kemegahan dan keperkasaannya. Dan bagi kita hal itu wajar-wajar saja. Banyak orang  suka melihat presidennya muncul dengan limusin anti peluru, dikelilingi satuan khusus, mendapat segala fasilitas kelas satu, serta memiliki sejumlah hak preogatif dan privilese.

Pertanyaan: bagaimana gambaran atau bayangan kita tentang Tuhan Allah? (more…)

Share on Facebook

Tiada Natal Tanpa Adven

Sunday, November 29th, 2009

RENUNGAN ADVEN PERTAMA

adven-pertama-hkbp-serpong-2009-3.JPG

Oleh: Pdt Daniel T.A. Harahap

Hari ini kita telah masuk ke Minggu Adven pertama. Sesuai kalender ibadah gereja sebelum tiba di Hari Raya Natal maka kita harus melewati empat minggu Adven atau minggu penantian. Hari ini kita mulai menyalakan lilin Adven atau lilin penantian sekaligus pengharapan kita itu.

Apakah sesungguhnya makna Adven itu bagi kita sehingga kita harus menjalani empat pekan berturut-turut?

Pertama: (dalam arti yang paling sederhana) Adven adalah masa persiapan Natal. Sebelum kita sampai ke pesta yang mulia, yaitu perayaan kelahiran Tuhan Yesus Kristus, kita harus mempersiapkan diri sungguh-sungguh selama empat minggu.  Suatu pesta besar membutuhkan persiapan dari segala segi. Natal adalah pesta besar, sebab itu juga butuh persiapan. Namun yang utama dalam natal bukanlah persiapan teknis atau fisik, dana, makanan dan pakaian, perlengkapan dan asesori, namun terutama persiapan hati dan roh kita sendiri. Pertanyaan: apa dan bagaimana kita mempersiapkan hati dan roh kita menyambut Natal itu? (more…)

Share on Facebook

Adven: Mari Berharap Lagi

Sunday, November 29th, 2009

adven-pertama-hkbp-serpong-2009.JPG

altar-hkbp-serpong-adven-pertama-1.JPGaltar-hkbp-serpong-adven-pertama-2.JPGaltar-hkbp-serpong-adven-pertama-3.JPG

Kembali ke halaman depan

Share on Facebook

Persiapan Ulangan Sumatif Di Rumah Kami :-)

Sunday, November 29th, 2009

Oleh: Pdt Daniel T.A. Harahap

motor-motoran-willy.JPGIni hari ini libur nasional: Jumat Idul Adha. Pukul setengah enam pagi Martha sudah saya antar ke gereja. Si Mama hendak rekreasi dengan teman-temannya sekaum Punguan Ina gereja HKBP Serpong ke Bandung. Dan selayaknya Ibu-ibu yang baik di dunia Martha juga sudah memberikan amanat apa yang harus kami dan terutama anak-anak lakukan sepanjang hari ini. Yaitu: belajar! Tidak ada main!

Mulai hari Senin besok anak-anak akan test sumatif. Jujur, istilah ini baru saya dengar setelah setua ini. Maksudnya rupanya ulangan semester. Sebab itulah perintah si Mama kepada anak-anak hari ini tidak boleh bermain. Khususnya tidak ada main komputer, lebih spesifik tidak ada main farmville, cafeworld, kungfu pet dan berbagai permainan internet lain. Bagaimana kalau main lego? Tidak. Barbie? Tidak! Nonton televisi? Tidak. Pokoknya belajar! Oh alangkah sulitnya tugas saya hari ini, kata saya dalam hati. Tapi saya diam saja. Sebagai seorang suami yang bijak saya tidak mau cari gara-gara dengan istri pagi-pagi sekali. :-) (more…)

Share on Facebook

Kepulangan Para Peselingkuh

Saturday, November 28th, 2009

Almanak Sabtu 28 November 2009:

Sesudah itu orang Israel akan berbalik dan akan mencari TUHAN, Allah mereka, dan Daud, raja mereka. Mereka akan datang dengan gementar kepada TUHAN dan kepada kebaikan-Nya pada hari-hari yang terakhir. (Hosea 3:5)

Dalam kitab Hosea (dan beberapa kitab lain termasuk Wahyu) hubungan Tuhan Allah dan umatNya dilukiskan bagaikan hubungan pernikahan. Kita tahu kata kunci hubungan suami-istri itu adalah kesetiaan. Suami setia kepada istrinya demikian pula istri kepada suaminya. Tuhan Allah setia kepada umatNya sebaliknya umat juga diminta untuk setia kepada Tuhannya. (more…)

Share on Facebook

Maaf, Saya Tidak Merayakan Natal Di Masa Adven

Friday, November 27th, 2009

adven-pertama-hkbp-serpong-2009-2.JPG

Oleh: Pdt Daniel T.A. Harahap

Memang belum sampai dua puluh kali. Namun saya catat sudah belasan kali saya mengatakan kalimat di atas sejak September lalu kepada orang yang meminta saya berkotbah di perayaan natal kantor, perusahaan, rumah sakit, punguan marga dan keluarganya Desember nanti. Berhubung semua perayaan itu dilakukan sebelum tanggal 24 Desember malam atau menurut kalender gereja masih di masa Adven, saya (dengan kemauan dan kerelaan sendiri, tanpa paksaan siapapun)  menolaknya. Berusaha santun, hanya inilah kata-kata yang bisa saya ucapkan: Maaf, saya tidak merayakan natal di masa Adven. Saya merasa terhormat, terima kasih atas undangannya.

Bagi saya merayakan Natal di masa Adven (penantian) sama saja dengan memetik buah sebelum matang, berpesta sebelum hari ulang tahun, atau maaf ibarat melakukan hubungan seks sebelum pernikahan.  Bagi saudara-saudara Muslim itu sama dengan berhalal bilhalal di bulan Ramadan. Itu jelas salah apapun alasannya. Lantas mengapa harus dilakukan?

Tahun silam, (more…)

Share on Facebook

Ya Tuhan Perlihatkanlah KekuatanMu

Friday, November 27th, 2009

Almanak Jumat 27 November 2009:

Ya, Tuhan ALLAH, Engkau telah mulai memperlihatkan kepada hamba-Mu ini kebesaran-Mu dan tangan-Mu yang kuat; sebab allah manakah di langit dan di bumi, yang dapat melakukan perbuatan perkasa seperti Engkau? (Ulangan 3:24)

Banyak orang merasa masalahnya begitu banyak, besar dan kuat sementara dirinya sendiri begitu kecil dan lemah. Akibatnya yang bersangkutan merasa sangat susah dan putus asa. Sebagian orang lagi menganggap masalahnya tidak kunjung selesai, penderitaannya abadi, dan keadaan hidupnya tidak bisa diperbaiki lagi. Akibatnya yang bersangkutan pun hanya bisa apatis dan sinis. Sebagian orang lagi merasa Tuhan  terlalu jauh dan tidak tahu-menahu dengan dirinya, atau diam-diam sudah tak percaya lagi Tuhan sanggup melepaskannya dari deritanya. Akibatnya yang bersangkutan pun mudah sekali tergoda melakukan yang jahat.

Musa dan umat Israel menyaksikan (more…)

Share on Facebook

Dirgahayu Ruma Metmet!

Thursday, November 26th, 2009

 copy-of-ruma-metmet-ultah-kedua-2.JPG

Dirgahayu artinya: panjang umur. Ya panjang umurlah Ruma Metmet. :-)

Share on Facebook

Kristus Kehidupan & Bukan Kematian Kita.

Thursday, November 26th, 2009

KOTBAH MINGGU INI

Oleh: Pdt Daniel T.A. Harahap

Bahan: Yohanes 11:25-26

1. Kematian bagi kita adalah suatu dunia yang sangat asing dan gelap serta menakutkan. Kita tidak tahu tentang apa dan bagaimana sesudah manusia menghembuskan nafasnya yang terakhir dan tubuhnya membujur kaku dan kemudian membusuk. Alkitab sendiri berbicara sangat sedikit dan samar-samar tentang kematian. Alih-alih menjelaskan secara terang-benderang tentang kematian para penulis Alkitab malah mendorong kita semakin bertanya-tanya tentang kematian itu. Simaklah ayat-ayat Mazmur di bawah ini: Sebab di dalam maut tidaklah orang ingat kepada-Mu; siapakah yang akan bersyukur kepada-Mu di dalam dunia orang mati? (Mazmur 6:6). Apakah untungnya ….kalau aku turun ke dalam lobang kubur? Dapatkah debu bersyukur kepada-Mu dan memberitakan kesetiaan-Mu? (more…)

Share on Facebook

KOTBAH: APA & BAGAIMANA

Thursday, November 26th, 2009

SERMON MINGGU INI

Oleh: Pdt Daniel T.A. Harahap

PENDAHULUAN
Seorang sintua acapkali diminta untuk berkotbah dalam kebaktian-kebaktian kategorial (pemuda dan dewasa), keluarga atau khusus. Sebaliknya sang sintua sangat kurang dibekali dan diperlengkapi untuk melakukan tugas berkotbah ini. Sebab itu banyak sintua merasa seperti disuruh berperang tanpa senjata dan pengetahuan srategi.

Agar hal seperti itu tidak terjadi maka ada baiknya para sintua juga benar-benar diperlengkapi dengan ilmu berkotbah (homiletika) baik secara teori maupun praktik. Namun ini sebenarnya bukan hal mudah sebab kotbah sebagai interaksi firman Tuhan dan kehidupan manusia memerlukan pemahaman yang memadai dalam teologia (minimal tafsir atau eksegese Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, dogmatika dan etika, serta liturgi) dan juga ilmu-ilmu sosial (psikologi, sosiologi dan ilmu komunikasi). Sementara semua atau hampir semua latar belakang pendidikan para sintua bukanlah teologia dan tidak pernah belajar secara formal teologia.

Lantas bagaimana? Mengingat kurangnya jumlah pendeta, luasnya pelayanan dan kebutuhan warga jemaat yang sangat tinggi akan kotbah, para sintua tidak bisa tidak tetap harus juga diberikan tugas berkotbah. Sebab itu para sintua harus diperlengkapi dan dibekali betapapun terbatasnya waktu dan kesempatan. (more…)

Share on Facebook

Syukur Pengampunan

Thursday, November 26th, 2009

Almanak Kamis 26 November 2009:

Pada waktu itu engkau akan berkata: “Aku mau bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN, karena sungguhpun Engkau telah murka terhadap aku: tetapi murka-Mu telah surut dan Engkau menghibur aku. (Yesaya 12:1)

Tuhan Allah sangat membenci kejahatan. Sejak awal Tuhan berperang dan tidak pernah kompromi kepada kejahatan. Sebab itu Dia  marah dan bahkan dapat murka kepada para penjahat atau hamba kejahatan. Dan dengan keadilan dan kekudusanNya Dia menghukum semua orang yang melakukan kejahatan tanpa kecuali, termasuk saudara dan saya.

Namun nabi Yesaya menyampaikan  suatu berita penghiburan bahwa kemarahan atau kemurkaan Tuhan Allah itu tidaklah untuk seterusnya atau selamanya. Dia setia dan penuh kasih. Kesetiaan dan kasihNya itu lebih besar atau melampaui kemarahanNya. Dia tidak menginginkan satu orang pun hancur atau binasa. Namun Dia juga tidak menginginkan kita mati oleh kejahatan dan dosa kita. Sebab itu Dia, demi namaNya sendiri, berkenan mengampuni kita orang-orang berdosa yang selalu berbuat jahat ini. (more…)

Share on Facebook

Pasrah Beriman

Wednesday, November 25th, 2009

Rabu 25 November 2009:

Ke dalam tanganMulah kuserahkan nyawamu; Engkau membebaskan aku, ya TUHAN, Allah yang setia. (Mazmur31:6)

Kepasrahan sering diidentikkan dengan keikhlasan menderita atau bahkan mati.  Sebab itu bagi orang-orang moderen kepasrahan acap juga dikonotasikan sebagai sesuatu yang negatif. Pasrah diartikan kepasifan, putus asa, penghentian usaha, stop berjuang.

Hari ini kita diajak memahami kepasrahan dengan nada lain. Pasrah bukan berarti penerimaan yang gampang terhadap suatu keadaan apalagi keputusasaan. Kepasrahan tidak perlu diidentikkan dengan kegagalan, kekalahan atau bahkan kematian. Sang pemazmur pasrah kepada Allah dan lantas dibebaskan oleh Allah. Kepasrahannya kepada Allah justru membawanya kepada kemenangan dan kehidupan. (more…)

Share on Facebook

Menuju Kemenangan Kebenaran

Tuesday, November 24th, 2009

Almanak Selasa 24 November 2009:

Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya. (2 Timotius 4:8)

Ini adalah ucapan Rasul Paulus di usia lanjutnya ketika dia merasa kematiannya sudah dekat. Ibarat seorang pelari marathon dia merasa telah mencapai garis akhir atau finish dan menang dan siap-siap menerima hadiah. Apa yang akan diterima oleh seorang atlit yang menang pada jaman dahulu? Mahkota daun. Apa yang akan diterima oleh seorang yang  yang berhasil menenangkan imannya seperti Paulus? (more…)

Share on Facebook

Siap Sedia Selalu

Monday, November 23rd, 2009

Almanak Senin 23 November 2009:

Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala! (Lukas 12:35)

Pada masa lalu ikat pinggang dan pelita adalah perlengkapan untuk melakukan perjalanan. Mode pakaian bukan seperti kita sekarang, melainkan model jubah seperti yang masih digunakan masyarakat tradisional Timur Tengah.  Tanpa pinggang terikat orang sulit berjalan cepat. Selanjutnya juga kita tahu jaman itu belum ada mobil atau motor, juga lampu listrik penerang jalan. Artinya perjalanan sebagian besar dilakukan dengan berjalan kaki atau menaiki kuda. Kemana-mana orang harus membawa pelita, dan pelita itu harus tetap cukup minyaknya. Artinya: siap sedialah selalu!

Yesus menasihati murid-muridNya dulu dan sekarang agar (more…)

Share on Facebook

Gunung Sindur: Kemewahan Yang Tersisa

Saturday, November 21st, 2009

Oleh: Pdt Daniel T.A. Harahap

Jumat malam 20 November.  Dari halamannya yang penuh pepohonan Gereja HKBP Gunung Sindur tampak terang-benderang oleh cahaya neon. Saya memarkir mobil di bawah pohon rambutan. Belasan motor sudah nampak diparkir di halaman bawah. Beberapa sintua dan anggota jemaat tampak sibuk menggeser-geser kursi-kursi plastik gereja agar rapi dengan menimbulkan suara berderek-derek. Saya langsung masuk konsistori. Seorang sintua langsung menawarkan bandrek yang serta-merta saya jawab iya. Bandrek hangat pun datang disertai ketupat. Wow. Rasanya Tahun Baru makin dekat saja. Seperti biasa para sintua Gunung Sindur yang sebagian besar par-tambal  itu langsung terlibat dalam canda khas dan ledek-ledekan menggelitik.  Lewat jendela konsistori yang terbuka lebar saya tertegun melihat cahaya berpendar di empang (milik orang) di belakang gereja. Seandainya empang itu milik gereja alangkah indahnya! Tapi berhubung bukan atau belum, cukuplah saya menikmati keindahannya saja.

Tepat pukul delapan malam, (more…)

Share on Facebook