Kenali Alkitab Sejak Dini

October 29, 2009
By

Almanak Kamis 29 Oktober 2009:

Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. (2 Timotius 3:15)

Itu adalah perkataan Rasul Paulus kepada Timotius, murid dan penerusnya. Sebagai seorang pekabar atau pelayan Injil  Timotius diingatkan agar tetap berpegang kepada kebenaran yang dia yakini sekalipun banyak orang justru meninggalkannya. Kesetiaan kepada kebenaran itulah sumber kekuatannya. Selanjutnya Rasul Paulus juga mengingatkan Timotius agar tetap bertekun membaca Kitab Suci yang telah dikenalnya sejak kecil. Pembacaan Kitab Suci itulah yang memberinya hikmat dan menuntunnya kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus.

Bagaimana dengan kita? Nasihat yang sama juga ditujukan kepada kita.  Yaitu agar kita berpegang teguh kepada kebenaran dan tidak ikut-ikutan banyak orang melepaskan atau mengabaikannya. Seterusnya agar kita bertekun membaca dan merenungkan Kitab Suci saban hari, dari minggu ke minggu, bulan ke bulan dan tahun ke tahun.

Manfaat pembacaan Kitab Suci tidaklah diperoleh seketika. Ayat Alkitab bukanlah semacam obat yang sekali diminum langsung bereaksi dalam tubuh. Atau seperti cabai yang begitu digigit langsung terasa di lidah. Atau seperti makanan cepat saji dipesan langsung jadi. Atau seperti sulap simsalabim seketika kelinci melompat dari dalam topi. Manfaat pembacaan Kitab Suci secara teratur dan disiplin terasa setelah bertahun-tahun yaitu setelah terbentuknya jiwa dan karakter kita, hikmat, dan keselamatan oleh iman kepada Kristus.

Tak ada kata terlambat. Bila Saudara dan saya belum membaca Kitab Suci secara sengaja teratur setiap hari, mulailah saat ini juga.Berjanjilah dan berjuanglah untuk melakukannya. Bila Saudara dan saya mempunyai anak-anak ajarlah mereka melakukannya juga. Percayalah tak ada yang sia-sia di sana. Suatu saat kita memetik buahnya dan hasilnya itu melimpah ruah.

Doa:

Ya Tuhan, bentuklah kami membaca dan merenungkan Kitab Suci pemberianMu saban hari. Tempalah jiwa kami berdisiplin dan bertekun. Isilah hidup kami dengan Roh Kudus dan penuhi kami dengan kasih. Kami ingin menjadi orang berhikmat dan memperoleh keselamatan yang Kauanugerahkan oleh kepada Kristus. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

Share on Facebook

8 Responses to Kenali Alkitab Sejak Dini

  1. Ninggor Pardede on October 29, 2009 at 7:07 am

    Amin.
    Mauliate ma tong tu amang DTA disiala haradeon muna patupahon Renungan siganup ari, gabe lam tu tambana angka na manjaha Hata Nabadia i. Sai dipargogoi Tuhan ma amang, songon i ma tong hami namanjaha.

  2. tanobato on October 29, 2009 at 8:16 am

    Ra godangan hita marnampuna siingoton di tingki dakdanak na mar-Singkola Minggu. Angka na uli na dapotta di tingki i, tatorushon ma tu angka ianakhonta si nuaeng on.

    Horas jala gabe! Taboan ma tu panandaan ni Debata angka dakdanaktabe.

  3. Nainggolan Prabu on October 29, 2009 at 10:17 am

    Amen.
    @Seterusnya agar kita bertekun membaca dan merenungkan Kitab Suci saban hari, dari minggu ke minggu, bulan ke bulan dan tahun ke tahun.
    ————————————————————————————
    membaca, merenungkan, memahami dan menjadikannya bagai kompas setia hari dalam mengarungi gelombang hidup dan kehidupan ini yg terkadang terasa rumit dan sulit.

  4. Jansen Sinamo on October 30, 2009 at 6:40 pm

    Teringat saya pada HASUDUNGAN NI ROHA, alkitab buat anak-anak dlm bahasa Batak Toba. Sampai rusak buku berukuran coffee table itu saya bikin.

    Sudah hilang buku itu di zaman SD (1966-1971). Andai ada yang menyimpannya utuh, saya ingin memfotokopinya.

    Buku itu bernilai memorial buat saya; pada usia formatif itu saya tumbuh menyukai bahasa dan kitabnya bersama-sama.

    Bab tentang Air Bah dan Bahtera Nuh dimulai dengan opening sentence yang tak terlupakan: “Tak, tak, tak, taktagatak, taktagatak, tak tak tak”; ima soara nahabegeon ro sian tombak longo-longo. Soara ni aha do i ulaning? ….

    Ah, itu indah sekali. Puji Tuhan

  5. Friska pardede on October 30, 2009 at 8:30 pm

    Indah nian menjadi pengikut Kristus dalam alkitab semua diatur.
    Ada pepetah yg mengatakan kecil teranja2 besar terbawa2(kalau sy tdk salah) artinya kalau sedari kecil kita suarakan isi Alkitab kepada anak2 kita besarnya akan terbiasa mengingatnya, walaupun tdk sempurna tetapi hati nuraninya akan mengingatkan.

    Ada satu doa yg sering aku dengar dan tdk akan pernah kulupakan dari ompung boru yg mengatakan: Amang nabasa bukbahi tarantokni angka ianakkoku molo naeng mangula parjahaton ( Bapa yang baik buatlah jantungnya anak2ku berdebar2 apabila hendak melakukan kejahatan), jadi….kalau aku ingin melakukan kecurangan aku selalu mengingat itu dan dalam doa2ku kini aku juga tdk pernah lupa mengatakan itu.

    Untuk amang J. Sinamo ; melihat kommen amang hari ini ada dan kemarin tidak ada, apakah amang ada di GKJ, menonton acaranya Indonesia membada Rendra?. Soalnya dalam acara terakhirnya dibacakan hasil ” temu Akbar ” mufakat budaya Cikini 20 Oktober 2009 yg dihadiri seratus seniman, cendikiawa dll salah satu nama yg disebut adalah nama Jansen Sinamo. Saya dan boruku siampudan saling menatap ketika nama amang dibacakan, dan punya rasa bangga walaupun aku dan boroku blm pernah berjumpa langsung dgn amang tapi rasanya sdh sangat mengenal amang dari kommen2 amang di ruma ini.

    Saya juga membiasakan anak2 menonton acara2 yg berkualitas seperti tadi malam itu agar mereka terbiasa juga krn disitu putraku ikut manggung sebagai salah satu anggota paduan suara Paragita

  6. Jansen Sinamo on November 1, 2009 at 8:12 am

    Inang Friska Pardede, saya tak ikut menonton acara malam di GKJ itu, karena sudah terlalu lelah buat saya, yang sebelumnya 2 hari bergelut pikir bersama kawan-kawan lain. Dari Batak ada etnomusikolog Rizaldi Siagian dan saya.

  7. Kamser M Sitanggang on February 17, 2010 at 6:07 am

    Saya sedang menulis ulang Buku Hasudungan ni Roha, dengan ejaan yang terkini, tapi konten tulisan 95 % sama dengan aslinya. Bagi anda yang ingin memberi respons, bisa dihubungi ke Email: Kamser_sitanggang@yahoo.com

  8. perdana panjaitan on February 26, 2012 at 5:02 pm

    BAGAIMANAKAH PADA JAMAN SAAT INI , KAMI GENERASI MUDA NAPOSO,GURU SEKOLAH MGGU BISA MENDAPATKAN KEMBALI PERIHAL BUKLU HASUDONGAN NIROHA, SYA PERNAH BACA, PEGANG, TETAPI ITU MLIK OM SAYA< TOLONG DIBANTU AGAR BISA MENDAPATKAN KEMBALI BUKU ITU, SANGATLAH JELAS VERSI BUKU III, TOLONG DIBANTU?????

    Daniel Harahap:
    Buku tersebut dapat ditemukan di Perpustakaan LAI Jalan Salemba Raya 12. Mungkin bisa minta dikopi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*