Jangan Sesat!

October 26, 2009
By

Almanak Senin 26 Oktober 2009:

Yesus menjawab mereka: “Kamu sesat, sebab kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah! (Matius 22:29)

Ucapan Yesus yang sangat keras di atas ditujukanNya kepada orang-orang Saduki, yaitu kelompok elit Yahudi  yang tidak percaya kepada kebangkitan orang mati. Mereka ingin menjebak Yesus dengan mengajukan suatu kasus: menurut hukum jika seorang lelaki meninggal maka saudaranya harus menggantikan dia menikahi istri yang ditinggalkannya. Seorang perempuan suaminya meninggal, maka adik suaminya menggantikan dia. Lantas suaminya kedua meninggal lagi dan digantikan oleh adiknya lagi. Begitulah seterusnya. Pertanyaan: siapakah suami perempuan itu kelak pada hari kebangkitan? Yesus menjawab seperti di atas.

Orang Saduki sesat sebab  mereka tidak percaya kepada kebangkitan. Mereka tidak memahami Kitab Suci dan kuasa Allah. Sebab itu memaksakan ukuran manusia sendiri kepada Allah. Mereka juga ingin menjebak Yesus yang mengajarkan pernikahan tunggal atau monogami.

Bagaimana dengan kita? Mari kita membaca dan memahami Kitab Suci. Mari kita percaya kepada kuasa Allah yang mampu melakukan hal-hal yang tidak sanggup kita pikirkan dan lakukan, termasuk membangkitkan orang mati.  Jika tidak maka kita pun bisa sesat.

Doa:

Ya Allah, karuniakanlah kami Roh Kudus agar kami dapat memahami Kitab Suci dan kuasa kasihMu. Biarlah kami terus bertumbuh dalam pengetahuan dan pemahaman serta pengenalan akan Tuhan. Jadikanlah kami murid-muridMu yang setia, rendah hati dan penuh kasih. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan

Share on Facebook

7 Responses to Jangan Sesat!

  1. tanobato on October 26, 2009 at 8:00 am

    Di turpuk manogot on halak Saduse si boto surat do mangunjuni Jesus marhite sungkun-sungkun nasida, jala dialusi Jesus: “Unang lilu hamu!”. On sada si pahusor-husor di bagasan rohanta do, so tung hita naung umboto hata ni Debata (otik manang godang …) gabe paliluhon angka donganta nang jolma na asing. Nunga jotjot binege, gabe hata ni Debata i do dipangke gabe paliluhon angka jolma.

    Horas jala gabe! Dumenggan ma di panghobasionta asa manat hita be.

  2. Nainggolan Prabu on October 26, 2009 at 9:23 am

    @Mereka juga ingin menjebak Yesus yang mengajarkan pernikahan tunggal atau monogami.
    ——————————————————————————
    Sampai detik ini zaman masih tetap edan, agar kebagian ada banyak yang antri menjadi orang edan. Orang yang ikut “antrian” itulah orang Saduki Model Milenium dan di negeri ini salah satu tempatnya. Beristeri lebiih dari satu boleh asal berlaku adil. Sekarang mereka biikin “Koperasi”, yang bisa memfasilitasi anggotanya yang ingin menambah isteri yg ke 2,3,dan 4.

    Bagi saya Alkitab merupakan bukti sejarah (Otentik) yang mengungkapkan awal mula penciptaan Manusia oleh Allah (Kitab Kejadian). Hawa adalah salah satu Tulangrusuk Adam. Tuhan tidak mencabut 4 Tulangrusuk, tapi hanya 1 Tulangrusuk sebelah kiri Adam. Bagi saya hal itu menjelaskan bahwa Tuhan memberikan/memberkati hanya 1 Wanita sebagai pendamping Adam (Kaum Lelaki) bukan 2,3 atau 4. Satu waktu saya pernah ungkapkan hal ini dihadapan teman – teman kerja yang “Pro Poligami” itu. Diskusi nonformal itu jadi macet, satu-satu mereka melengos karena tidak bisa lagi berkat-kata.

    Sekarang ini kelihatannya Saduki Milenium di negeri ini seperti selebritis nekad yang sering diundang dan nampang di layar kaca, mereka bangga dengan dosa-dosanya, dan bangga menjadi calon penghuni neraka.

    Pengikut setia Kristus bukanlah bagian dari orang yang ikut dalam barisan yg menuju neraka (semoga), akan tetapi adalah orang yang telah “menang dan kelak akan bersama Jesus”. Amen . Syaloom.

  3. Efrael T. Sitohang on October 26, 2009 at 10:13 am

    Baguslah apa yang sudah diterapkan di HKBP selama ini, dimana yang boleh memberi keterangan tentang isi Bibel / Alkitab (marjamita) dalam Partangiangan baik itu keluarga, wijk atau kelompok yang lebih besar lagi minimal adalah seorang Sintua yang “nota bene” sudah dilearning dan sudah mengikuti sermon terlebih dahulu.

  4. Agus Karta Parulian Panggabean on October 26, 2009 at 10:59 am

    Ya memang tidak semua manusia yang ada di muka bumi ini mengerti akan kuasa Allah yang kadang-kadang di luar jangkauan pikiran manusia. Misalnya: Allah menjelma menjadi manusia, Tuhan kok di salib, Tuhan kok haus, lapar, dll.

  5. florasilaban on October 26, 2009 at 2:59 pm

    Penelaahan Alkitab sangat bermanfaat agar kita tidak tersesat dan berkat yang telah kita terima akan kita pertanggung jawabkan kelak

  6. Friska pardede on October 26, 2009 at 7:00 pm

    Andaikan pelaku poligami, monogami, perkawinan/penyuka sejenis membaca renungan dan uraian yang dibuat amang pandeta kita ini dimana mereka sangat meyakini bahwa cinta mereka (yg tentu saja sesat) asalnya juga dari Tuhan apa ya yang akan terjadi

  7. Jansen Sinamo on October 26, 2009 at 8:09 pm

    Aneh juga dunia web ini sesekali. Berhari-hari tak bisa masuk ke halaman terbaru RM, malah via FB gerbangnya terbuka. Tapi sudahlah, hitung-hitung merasakan the absence of Almanak, sesekali.

    Sekarang komentar atas ayat hari ini:

    Kuasa, keajaiban, dan kedahsyatan Allah merupakan paket keilahiann-Nya yang membuat Dia sungguh-sungguh berhak sbg Allah, dan di pihak lain, membuat kita selalu terpesona dan merasa takjub — tramendum et fascinans — saat berhadapan dengan-Nya.

    Dialah Allah yang tak kunjung tuntas terselami hati, tak kunjung sampai terpahami budi, tak kunjung selesai termengerti pikiran.

    Hidup di dalam Dia berarti berprogres tiada henti hingga mencapai singularitas di titik Omega.

    Bertuhan memang wajarnya mengalami keajaiban terus menerus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*