<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Seminar Bolon: Hakristenon, Hamajuon &amp; Habatahon</title>
	<atom:link href="http://rumametmet.com/2009/10/25/seminar-bolon-hakristenon-hamajuon-habatahon/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rumametmet.com/2009/10/25/seminar-bolon-hakristenon-hamajuon-habatahon/</link>
	<description>Pdt Daniel Taruli Asi Harahap</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 May 2012 09:27:24 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.4</generator>
	<item>
		<title>By: minton</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/10/25/seminar-bolon-hakristenon-hamajuon-habatahon/comment-page-1/#comment-15544</link>
		<dc:creator>minton</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 04:18:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=2366#comment-15544</guid>
		<description>Numpang komentar di Ruma metmet ini amang DTA. 
Aku teringat pernyataan pakar management bahwa orang sering berlindung dibawah selimut kenyamanan (comfort zone), sehingga cenderung tdk setuju bahkan kontra thd setiap perubahan proses menuju sesuatu tujuan yg baik sekalipun dalam institusi/lembaga, yg nota bene milik bersama. Juga aku ingat ada pepatah orang batak yang mengatakan: Horbo ni simamora manggagat di balian,molo so lomo roha godang ma sidalian. Secara jujur aku salut dan beri apresiasi pada : 
1. Panitia Seminar Bolon ini, karena mereka memiliki ide yg cemerlang, mau bekerja keras utk tujuan baik bagi org Kristen batak (Seminar bolon)secara umum dan utk HKBP serpong secara khusus (Dana yg akan terhimpun). Akan jadi model cara ini yad. 
2. Amang DTA dan pihak lain yg mendukung agar ide ini bisa terujud, teristimewa buat Mr Jansen Sinamo walau bukan warga HKBP. Aku sangat simpati pada orang yg ingin ikut seminar,tetapi karena keterbatasan yg  dengan jujur mengajukan solusi agar hasil seminar dibukukan sehingga bisa dibaca dan ikut menyumbang HKBP serpong dengan pembelian Bukunya. 
Mari kita renungkan dan hitung, berkat Tuhan yg sangat melimpah bagi kita, kita syukurilah Anugerah Tuhan itu. Semoga Seminar lancar dan Sukses. Horas 3x.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Numpang komentar di Ruma metmet ini amang DTA.<br />
Aku teringat pernyataan pakar management bahwa orang sering berlindung dibawah selimut kenyamanan (comfort zone), sehingga cenderung tdk setuju bahkan kontra thd setiap perubahan proses menuju sesuatu tujuan yg baik sekalipun dalam institusi/lembaga, yg nota bene milik bersama. Juga aku ingat ada pepatah orang batak yang mengatakan: Horbo ni simamora manggagat di balian,molo so lomo roha godang ma sidalian. Secara jujur aku salut dan beri apresiasi pada :<br />
1. Panitia Seminar Bolon ini, karena mereka memiliki ide yg cemerlang, mau bekerja keras utk tujuan baik bagi org Kristen batak (Seminar bolon)secara umum dan utk HKBP serpong secara khusus (Dana yg akan terhimpun). Akan jadi model cara ini yad.<br />
2. Amang DTA dan pihak lain yg mendukung agar ide ini bisa terujud, teristimewa buat Mr Jansen Sinamo walau bukan warga HKBP. Aku sangat simpati pada orang yg ingin ikut seminar,tetapi karena keterbatasan yg  dengan jujur mengajukan solusi agar hasil seminar dibukukan sehingga bisa dibaca dan ikut menyumbang HKBP serpong dengan pembelian Bukunya.<br />
Mari kita renungkan dan hitung, berkat Tuhan yg sangat melimpah bagi kita, kita syukurilah Anugerah Tuhan itu. Semoga Seminar lancar dan Sukses. Horas 3x.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Jupiter Sitorus</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/10/25/seminar-bolon-hakristenon-hamajuon-habatahon/comment-page-1/#comment-15465</link>
		<dc:creator>Jupiter Sitorus</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 20:04:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=2366#comment-15465</guid>
		<description>Horas Amang dohot Inang, saya mau ikut nimbrung sedikit dalam memberi komentar untuk Seminar Bolon ini karena topiknya sangat menarik bagi saya dan sesuai dengan penglaman yang pernah saya alami.

Kami sekeluarga abang-adik lahir di Kota Padang dan kami semua lebih bisa bahasa Padang daripada bahasa Batak.  Yang sering orang tua saya ajarkan kalau pergi merantau carilah pertama sekali teman semarga karena mereka adalah Kakek/Nenek, Bapak atau Abang/Adik atau bahkan Anak, hormat kepada Tulang dan sayang pada Boru.

Saat saya harus mengikuti Keluarga Adik Bapa ke Tebing Tinggi saya bersekolah di SMA Tebing Tinggi dan saya dikenalkan dengan Marga Sitorus yang paling dekat ke rumah kami dan saya memanggilnya Ompung. Ada perasaan nyaman karena Ompung Boru dan Ompung Bawa ini sangat sayang pada saya. 

Di Gereja saya mendengar seorang dari Jakarta menyumbang dengan jumlah yang sangat besar saat itu, lalu saya tanya pada Ompung siapa dia. Lalu beliau mengatakan itu Udamu lagi datang dari Jakarta dengan Inang Uda,  datang ke rumah ya.  Dengan senang hati saya datang dan berbicara sama Uda.  Perasaan saya saat itu sangat senang karena ketemu dengan orang Jakarta(biasalah dulu saya masih kampungan).  Saat Uda ini mau kembali ke Jakarta beliau berpesan &quot;Baik-baik belajar, kalau Uda datang lagi Uda tidak mau mendengar kamu &quot;macam-macam&quot; artinya jangan berbuat yang tidak benar&quot;.

Sebagai rasa hormat saya, saya ingin menunjukkan bahwa kalau si Uda datang maka saya tunjukkan hasil yang lumayan bagus. Dan memang setiap Uda datang yang ditanya adalah bagaimana Rapormu.  Tak pelak saat itu saya selalu berusaha menjadi juara selama di SMA dan saya dapat hadih pulpen Pilot.  Saya bangga.

Pesan yang begitu tegas dari seorang Uda mempengaruhi daya juang saya ingin melakukan yang terbaik dan akhirnya dengan melalui perjalanan panjang saya berhasil mendapat gelar Doktor dan saya mendapat hadiah Pulpen lagi dari beliau.

Dalam perjalanan yang panjang itu saya juga hidup dalam ke-Kristenan.  Saya akhirnya juga takut melakukan dosa (kadang-kadang jatuh juga).  Dalam berbagai tantangan yang saya hadapi saya tidak boleh  melampiaskannya  pada hal-hal yang tidak benar misalnya mabuk-mabuk, marah-marah atau frustasi dan saya memaksakan diri untuk meminta pertolongan Tuhan saja.  Memang berat tapi harus. Itu sebabnya saat saya ditugaskan oleh kantor untuk bertugas di Lembaga Internasional di Austria saya tidak menolak karena saya tahu Tuhan akan menolong dan saya hanya diminta untuk bersyukur dan memuliakan namaNya. 

Dari pengalaman itu saya percaya sebagai orang Batak dan orang Beriman (Kristen) kita sangat beruntung,  karena kita bisa didorong untuk Maju.  Tentu ini tidak mengatakan suku lain tidak maju, namun sebagai orang Batak ada sisi lain yang bisa kita lihat. Karena itu bersyukurlah dan majulah sebagai orang Batak Yang Beriman.

Selamat untuk HKBP Serpong, semoga melalui pelaksanaan Seminar Bolon ini dapat membuahkan hasil yang lebat dan HKBP Serpong dapat membangun sarana-sarana yang diperlukan bagi pembangunan jemaat dan generasi muda Batak yang setia pada Tuhan dan berkarya.

Salam kami dan Tuhan memberkati.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Horas Amang dohot Inang, saya mau ikut nimbrung sedikit dalam memberi komentar untuk Seminar Bolon ini karena topiknya sangat menarik bagi saya dan sesuai dengan penglaman yang pernah saya alami.</p>
<p>Kami sekeluarga abang-adik lahir di Kota Padang dan kami semua lebih bisa bahasa Padang daripada bahasa Batak.  Yang sering orang tua saya ajarkan kalau pergi merantau carilah pertama sekali teman semarga karena mereka adalah Kakek/Nenek, Bapak atau Abang/Adik atau bahkan Anak, hormat kepada Tulang dan sayang pada Boru.</p>
<p>Saat saya harus mengikuti Keluarga Adik Bapa ke Tebing Tinggi saya bersekolah di SMA Tebing Tinggi dan saya dikenalkan dengan Marga Sitorus yang paling dekat ke rumah kami dan saya memanggilnya Ompung. Ada perasaan nyaman karena Ompung Boru dan Ompung Bawa ini sangat sayang pada saya. </p>
<p>Di Gereja saya mendengar seorang dari Jakarta menyumbang dengan jumlah yang sangat besar saat itu, lalu saya tanya pada Ompung siapa dia. Lalu beliau mengatakan itu Udamu lagi datang dari Jakarta dengan Inang Uda,  datang ke rumah ya.  Dengan senang hati saya datang dan berbicara sama Uda.  Perasaan saya saat itu sangat senang karena ketemu dengan orang Jakarta(biasalah dulu saya masih kampungan).  Saat Uda ini mau kembali ke Jakarta beliau berpesan &#8220;Baik-baik belajar, kalau Uda datang lagi Uda tidak mau mendengar kamu &#8220;macam-macam&#8221; artinya jangan berbuat yang tidak benar&#8221;.</p>
<p>Sebagai rasa hormat saya, saya ingin menunjukkan bahwa kalau si Uda datang maka saya tunjukkan hasil yang lumayan bagus. Dan memang setiap Uda datang yang ditanya adalah bagaimana Rapormu.  Tak pelak saat itu saya selalu berusaha menjadi juara selama di SMA dan saya dapat hadih pulpen Pilot.  Saya bangga.</p>
<p>Pesan yang begitu tegas dari seorang Uda mempengaruhi daya juang saya ingin melakukan yang terbaik dan akhirnya dengan melalui perjalanan panjang saya berhasil mendapat gelar Doktor dan saya mendapat hadiah Pulpen lagi dari beliau.</p>
<p>Dalam perjalanan yang panjang itu saya juga hidup dalam ke-Kristenan.  Saya akhirnya juga takut melakukan dosa (kadang-kadang jatuh juga).  Dalam berbagai tantangan yang saya hadapi saya tidak boleh  melampiaskannya  pada hal-hal yang tidak benar misalnya mabuk-mabuk, marah-marah atau frustasi dan saya memaksakan diri untuk meminta pertolongan Tuhan saja.  Memang berat tapi harus. Itu sebabnya saat saya ditugaskan oleh kantor untuk bertugas di Lembaga Internasional di Austria saya tidak menolak karena saya tahu Tuhan akan menolong dan saya hanya diminta untuk bersyukur dan memuliakan namaNya. </p>
<p>Dari pengalaman itu saya percaya sebagai orang Batak dan orang Beriman (Kristen) kita sangat beruntung,  karena kita bisa didorong untuk Maju.  Tentu ini tidak mengatakan suku lain tidak maju, namun sebagai orang Batak ada sisi lain yang bisa kita lihat. Karena itu bersyukurlah dan majulah sebagai orang Batak Yang Beriman.</p>
<p>Selamat untuk HKBP Serpong, semoga melalui pelaksanaan Seminar Bolon ini dapat membuahkan hasil yang lebat dan HKBP Serpong dapat membangun sarana-sarana yang diperlukan bagi pembangunan jemaat dan generasi muda Batak yang setia pada Tuhan dan berkarya.</p>
<p>Salam kami dan Tuhan memberkati.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Safer Samosir</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/10/25/seminar-bolon-hakristenon-hamajuon-habatahon/comment-page-1/#comment-14928</link>
		<dc:creator>Safer Samosir</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Oct 2009 13:46:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=2366#comment-14928</guid>
		<description>Syalom!!!
Salut kepada panitia Seminar Bolon Gereja HKBP Serpong karena dapat mengumpulkan tokoh-tokoh Batak yang cerdas/pemikir (mudah-mudahan bisa hadir semua) apalagi moderatornya amang Jansen Sinamo yang tidak diragukan lagi kecerdasan/pemikirannya yang terkenal dengan Bapak Etos Indonesia. Semoga seminar ini berjalan dengan baik. Kami dari golongan yang tidak mampu membeli ticket seminar ini memohon kepada panitia agar hasil/kesimpulan ini dapat kami baca berupa buku, e-book yang bisa kami dapat di internet. Pendapat saya : Kalau ingin jadi orang cerdas harus belajar dari orang yang cerdas. SELAMAT BERSEMINAR TUHAN MEMBERKATI...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Syalom!!!<br />
Salut kepada panitia Seminar Bolon Gereja HKBP Serpong karena dapat mengumpulkan tokoh-tokoh Batak yang cerdas/pemikir (mudah-mudahan bisa hadir semua) apalagi moderatornya amang Jansen Sinamo yang tidak diragukan lagi kecerdasan/pemikirannya yang terkenal dengan Bapak Etos Indonesia. Semoga seminar ini berjalan dengan baik. Kami dari golongan yang tidak mampu membeli ticket seminar ini memohon kepada panitia agar hasil/kesimpulan ini dapat kami baca berupa buku, e-book yang bisa kami dapat di internet. Pendapat saya : Kalau ingin jadi orang cerdas harus belajar dari orang yang cerdas. SELAMAT BERSEMINAR TUHAN MEMBERKATI&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Nainggolan Prabu</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/10/25/seminar-bolon-hakristenon-hamajuon-habatahon/comment-page-1/#comment-14891</link>
		<dc:creator>Nainggolan Prabu</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Oct 2009 06:08:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=2366#comment-14891</guid>
		<description>Selamat berseminar. 
Bravo. Tahun ini HKBP Serpong  selangkah didepan, karena berpikir beda dan tidak sekedar beda. Untuk menjadi luar biasa  memang hrs  berani bermanuver secara luarbiasa, dan ini bukan ide orang biasa tapi ide orang  yang  luar biasa. Kita takkan mungkin menjadi luarbiasa kalau hanya melakukan yg biasa-biasa. Mulanya biasa saja, sampai akhir pun makin biasa kalau  hanya  berpikir  dan bertindak  biasa. 

Jika dilihat dari brosurnya, materi yg ingin dikupas habis adalah permasalahan yg sangat alot  dan  memang sangat diperlukan oleh semua kristiani di Indonesia di era  dan  jelang Full Globalisasi. Diantaranya kebebasan beragama. 

Setiap berbicara kebebasan beragama apalagi di negeri ini sering berayun-ayun dalam  oktaf yg sensitif. salah sikit fatal akibatnya, karena  pemahaman atas kebebasan tersebut disambut oleh mayoritas orang  dg sangat emosional karena tak mampu berpikir bebas. Kalau Agama  seseorang adalah A  pindah ke  Agama B boleh dan sorga pahalanya,  tapi kalu B ke A sering bermasalah. Lalu dimana dan bagaimana kebebasan itu ditempatkan?. 

Pluralisme juga masuk dalam agenda seminar, jika  itu harus dikupas ada baiknya &quot;Kubu Gus Dur&quot; juga hadir disana. Kita semua mungkin sudah mengenal  pemikiran seorang Gus Dur tentang kebebasan beragama dan kebangsaan. Kalaupun Gus Dur tidak bisa hadir, ada sayap organisasi NU yang  mampu mengulas secara berkwalitas tentang Pluralisme. Dan kakalu itu terjadi maka  Seminar Bolon  ini akan semakin &quot;tampil Beda&quot;, dan  makin marimpola.

Agar makin mempesona dan bikin terpesona, ada baiknya Dep. Agama juga hadir disana, dan jika hadir perlu dipertanyakan apakah Departemen tersebut masih diperlukan, atau dilikuidasi saja cepat-cepat. Karena kalau disimak seolah-olah perannya hanya pembaca doa. Apa dan bagimana  kinerjanya seakan tak dirasakan oleh bangsa ini dan jarang berpapasan dengan rakyat negeri ini. Dan perlu ditanya doa yang seperti apa yang sebenarnya  diperlukan dalam pembangunan negeri ini, biar  bangkit segera dari keterpurukan utamanya ekonomi dan percaya diri.

Apakah yang dimaksud negara menjamin dan melindungi kebebasan beragama dan beribadah menurut agamanya masing-masing. Karena ini Seminar Bolon, ya sekalian dituntaskan.  

Dan apakah PGI hadir diseminar?, muadah2an. Kita berharap kiranya PGI bersuaralah dan mudah2an PGI ini mampu menjadi penyambung lidah Umat Kristiani di negeri ini,  agar tidak terkesan hanya penyambung lidah dan Bamper kekuasaan.

Mungkin sebagian besar pengunjung Ruma Metmet ini tidak bisa hadir di Seminar,  ada baiknya panitia memberitahu No. Rek. siapa tau ada yg dg senang hati menyumbang untuk pembangunan Rumah Tuhan  di Serpong itu. 

Perlu  direnungkan bersama, akan direkomendasikan kemana/ kesiapa hasil pemikiran Seminar Bolon ini.  

Tentang &quot;Kebatakan&quot;, yang paling penting diingat  menurut saya adalah &quot;JANGAN MALU SEBAGAI ORANG BATAK DAN MARHATA BATAK DENGAN SESAMA BATAK&quot;. Beres. Syalom.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat berseminar.<br />
Bravo. Tahun ini HKBP Serpong  selangkah didepan, karena berpikir beda dan tidak sekedar beda. Untuk menjadi luar biasa  memang hrs  berani bermanuver secara luarbiasa, dan ini bukan ide orang biasa tapi ide orang  yang  luar biasa. Kita takkan mungkin menjadi luarbiasa kalau hanya melakukan yg biasa-biasa. Mulanya biasa saja, sampai akhir pun makin biasa kalau  hanya  berpikir  dan bertindak  biasa. </p>
<p>Jika dilihat dari brosurnya, materi yg ingin dikupas habis adalah permasalahan yg sangat alot  dan  memang sangat diperlukan oleh semua kristiani di Indonesia di era  dan  jelang Full Globalisasi. Diantaranya kebebasan beragama. </p>
<p>Setiap berbicara kebebasan beragama apalagi di negeri ini sering berayun-ayun dalam  oktaf yg sensitif. salah sikit fatal akibatnya, karena  pemahaman atas kebebasan tersebut disambut oleh mayoritas orang  dg sangat emosional karena tak mampu berpikir bebas. Kalau Agama  seseorang adalah A  pindah ke  Agama B boleh dan sorga pahalanya,  tapi kalu B ke A sering bermasalah. Lalu dimana dan bagaimana kebebasan itu ditempatkan?. </p>
<p>Pluralisme juga masuk dalam agenda seminar, jika  itu harus dikupas ada baiknya &#8220;Kubu Gus Dur&#8221; juga hadir disana. Kita semua mungkin sudah mengenal  pemikiran seorang Gus Dur tentang kebebasan beragama dan kebangsaan. Kalaupun Gus Dur tidak bisa hadir, ada sayap organisasi NU yang  mampu mengulas secara berkwalitas tentang Pluralisme. Dan kakalu itu terjadi maka  Seminar Bolon  ini akan semakin &#8220;tampil Beda&#8221;, dan  makin marimpola.</p>
<p>Agar makin mempesona dan bikin terpesona, ada baiknya Dep. Agama juga hadir disana, dan jika hadir perlu dipertanyakan apakah Departemen tersebut masih diperlukan, atau dilikuidasi saja cepat-cepat. Karena kalau disimak seolah-olah perannya hanya pembaca doa. Apa dan bagimana  kinerjanya seakan tak dirasakan oleh bangsa ini dan jarang berpapasan dengan rakyat negeri ini. Dan perlu ditanya doa yang seperti apa yang sebenarnya  diperlukan dalam pembangunan negeri ini, biar  bangkit segera dari keterpurukan utamanya ekonomi dan percaya diri.</p>
<p>Apakah yang dimaksud negara menjamin dan melindungi kebebasan beragama dan beribadah menurut agamanya masing-masing. Karena ini Seminar Bolon, ya sekalian dituntaskan.  </p>
<p>Dan apakah PGI hadir diseminar?, muadah2an. Kita berharap kiranya PGI bersuaralah dan mudah2an PGI ini mampu menjadi penyambung lidah Umat Kristiani di negeri ini,  agar tidak terkesan hanya penyambung lidah dan Bamper kekuasaan.</p>
<p>Mungkin sebagian besar pengunjung Ruma Metmet ini tidak bisa hadir di Seminar,  ada baiknya panitia memberitahu No. Rek. siapa tau ada yg dg senang hati menyumbang untuk pembangunan Rumah Tuhan  di Serpong itu. </p>
<p>Perlu  direnungkan bersama, akan direkomendasikan kemana/ kesiapa hasil pemikiran Seminar Bolon ini.  </p>
<p>Tentang &#8220;Kebatakan&#8221;, yang paling penting diingat  menurut saya adalah &#8220;JANGAN MALU SEBAGAI ORANG BATAK DAN MARHATA BATAK DENGAN SESAMA BATAK&#8221;. Beres. Syalom.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Mebs</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/10/25/seminar-bolon-hakristenon-hamajuon-habatahon/comment-page-1/#comment-14813</link>
		<dc:creator>Mebs</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 02:42:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=2366#comment-14813</guid>
		<description>mahal sekali biayanya (3 jt rupiah) anyway ditunggu hasil liputan seminarnya, jadi yang ga bisa hadir bisa mendapatkan setidaknya remah-remahnya lah :) saya kira para nara sumbernya punya kapasitas dan pasti menarik untuk mengikutinya.
horas7x</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mahal sekali biayanya (3 jt rupiah) anyway ditunggu hasil liputan seminarnya, jadi yang ga bisa hadir bisa mendapatkan setidaknya remah-remahnya lah <img src='http://rumametmet.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  saya kira para nara sumbernya punya kapasitas dan pasti menarik untuk mengikutinya.<br />
horas7x</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

