Seminar Bolon: Hakristenon, Hamajuon & Habatahon

October 25, 2009
By

poster-seminar-bolon-2.jpg

Sabtu 14 November 2009 bertempat di Hotel Borobudur Jakarta akan diadakan Seminar Bolon Hakristenon, Hamajuon & Habatahon. Sejumlah tokoh telah menyatakan kesediaannya untuk hadir. Yaitu: Trimedya Panjaitan, Jisman Simanjuntak, Raden Pardede, Prof BA Simanjuntak, Edwin Pamimpin Situmorang, Pdt DR Jan Aritonang dan Pdt DR Andreas Yewangoe. Eforus HKBP Ompu i DR Bonar Napitupulu sebelum mengalami kecelakaan juga sudah bersedia sebagai keynote speaker. Kita harapkan beliau segera sembuh dan dapat hadir. Beberapa tokoh lain seperti Letjend TB Silalahi dan Jend Luhut B Panjaitan sudah dihubungi dan sedang menunggu konfirmasi. Jansen Sinamo “Mr Etos” sudah bersedia sebagai moderator. Yang lebih penting kesediaan dari Anda untuk berpartisipasi (marsidohot) dan menyumbangkan (manumpahi) pemikiran.

Seminar sehari yang digagas oleh Panitia Pembangunan HKBP Serp0ng ini memiliki tujuan ganda. Pertama menggumuliĀ  wacana dan menghimpun pemikiranĀ  kekristenan, kemajuan dan kebatakan yang sangat dibutuhkan oleh komunitas Kristen Batak sekarang dan sekaligus mengumpulkan dana bagi perluasan dan pembangunan HKBP Serpong. Biaya pendaftaran Rp 3 juta/ per orang. Ditransfer ke: Rekening Panitia Pembangunan HKBP Serpong: Bank Mandiri KCP Gading Serpong, No: 155-00-0941949-3 a.n. Drs Jupiter Sitorus / Silvia Sri Rejeki Panjaitan.

Informasi selanjutnya dan pendafataran dapat menghubungi: Torang Panjaitan (0811 9697 518), Erwin Simatupang (08119634 18). Hisar Situmorang (0878 8073 3667), David Samosir (0812 9955 945). Atau email: seminarbolon@gmail.com

Kembali ke halaman depan:

Share on Facebook

27 Responses to Seminar Bolon: Hakristenon, Hamajuon & Habatahon

  1. tanobato on September 17, 2009 at 10:19 am

    Kelihatannya acara ini menarik …

  2. Slamet Nainggolan on September 17, 2009 at 10:42 am

    Horas. Mansai uli situtu acara on di selanggarahon. Alai, hurang lengkap. Songon angka na mamora do hu bereng sude angka pembicara, hurasa pe angka na adong hepeng do na boi ro tu si. Molo boi bah, di gokkon jala di ongkosi jo donganta na pogos sian toba dohot luat na asing, songon dia do tanggapan nasida perihal ha Kristenon, hamajuon dohot habatakon.
    Asa adong “Penterasi/ Netralisasi” angka ide/ manang saran/ masukan sian sude kondisi parngoluon. Molo sian angka na mamora do, 99% do angka na denggan di saritahon, angka pengalaman suksesna …

  3. Napa Gorbus on September 17, 2009 at 11:06 am

    Dilihat dari brosurnya, kok banyak sekali pembicaranya sampai 11 orang (termasuk 3 orang yang sedang menunggu confirm) untuk waktu 9,5 jam tersedia (termasuk istirahat). Asumsi semua nara sumber/pembicara datang, lantas bagaimana alokasi waktu untuk setiap pembicara? Timbul pertanyaan, apakah pencantuman nama2 terkenal ini (pakar di bidangnya) adalah upaya untuk menarik peserta agar datang walaupun panitia telah tahu bahwa natinya hanya tiga atau empat orang yang datang?

    Daniel Harahap:
    Jumlah pembicara yang banyak memang disengaja karena ini memang seminar bolon dan batak. :-) Psikologi Batak mengatakan semua orang harus bicara sebab semua orang memiliki jambar hata. (Kami bersyukur sebab sebagian besar pembicara sudah oke. Beberapa tokoh lain sedang dalam proses konfirmasi.) Bahkan peserta pun harus bicara (manghatai) bukan hanya mendengar saja. Sebab itu waktu yang ada harus dibagi seefisien dan seefektif mungkin. Saya percaya moderator sekelas Jansen Sinamo akan mampu mengatur lalu lintas percakapan ratusan orang Batak hebat ini. :-)

  4. jondi hutabarat on September 17, 2009 at 11:50 am

    Amang DTA, naeng do rohaniba mandohoti seminar bolonon alai tu ukuranhu paargahu biayanai, mauliate amang

    jondi hutabarat

    Daniel Harahap:
    Biaya mengikuti seminar memang dibuat cukup atau sangat besar karena tujuannya untuk mencari dana pembangunan gereja HKBP Serpong.

  5. Luter P Munte on September 17, 2009 at 12:17 pm

    Horas. Interesting event! Sebaiknya dibuat klassifikasi harga tiket agar bisa menjangkau semua lapisan yang berminat mengikuti/menghadiri seminar bolon ini.

  6. David Kiki Samosir on September 17, 2009 at 2:10 pm

    Terima kasih atas tanggapan pengunjung setia rumametmet.
    Topik seminar ini unik dan belum pernah dibahas secara Nasional (Bolon) dengan pembicara yang diangggap mewakili orang Batak secara Nasional pula. Baru satu jam Flyer rumametmet di posting Amang Pendeta DTA Harahap, 39 ticket sudah booking. Melihat kapasitas pembicara , tempat acara dan Tujuan utama acara Seminar ini adalah untuk pencarian dana Pembangunan Gereja HKBP Serpong, Harga Ticket adalah wajar. Siapa lagi yang mau booking ticket Seminar ?? Hubungi kami… , Dont Wait You’ll Be Late

  7. R. Pangaribuan on September 17, 2009 at 3:32 pm

    Ide nauli. Girgirdo ni an roha laho mandohoti, alai molo tu taraf niba pa arga hu ticket na on. Molo adong amang DTA perubahan ni arga mintor paboa hamu di web on, atik boi parsidohot iba.
    Mauliate

  8. A. Napitupulu on September 18, 2009 at 12:00 am

    Wah…ide yang bagus, bagaimana nantinya hasil seminar dibukukan.
    Doa saya semoga sukses dan tidak ada halangan…Horas

  9. Jansen H. Sinamo on September 18, 2009 at 12:07 am

    Cara memandang yang lain begini: mari kita rame-rame membangun bagas joro dengan bonus bukan satu sambong lappet atau sebakul pohul-pohul tetapi sehari Seminar Bolon.

    Sesudah berterimakasih karena dipercaya panitia sebagai moderator, saya pun akan membeli 1 tiket buat hadiah kepada pendeta resort kami, GKPPD Cililitan.

    Mari kita berdoa agar semua rade (peserta, biaya, surplus dana, makalah, pembicara, panitia, etc.) oleh kasih karunia Tuhan kita.

    Lanjutkan diskusinya + sebarkan berita seminarnya.

  10. David Kiki Samosir on September 18, 2009 at 11:16 am

    Panitia Pembangunan mengucapkan banyak terima kasih kepada Amang Jansen Sinamo, yang selama ini komit membantu kami sejak proses awal (Konsultasi , Penggodokan Acara Seminar, Asistensi Teknis ,Penyusunan Acara,Pembahasan Materi, Networking), Bersedia menjadi Moderator Tunggal, Bahkan sebagai ticket buyer. Tidak mengurangi dan menambahkan ; ” You’re realy Mr Ethos” . Doa kami semoga Amang cepat pulih seperti 2 (tahun) yang lalu saya lihat Amang Gagah di depan Audience memberikan Training Mr Ethos Di PT DUTA PERTIWI . HORAS..

  11. St. Nimrot Hutabarat on September 18, 2009 at 11:45 am

    On ma boi goaron “ulaon na uli sipatupaon”. Horas ma di Panitia, anggiat ma boi sahat tu na tahirim. Rumingkot do huhilala nuaeng on laho pahincathon parekonomion di Tano Batak. Boha do, asa olo angka parhepeng ni Batak laho mananom hepeng na di hita an. Boha do, asa olo angka parbinoto ni Batak laho pahincathon pendidikan di Tano Batak, asa lam boi maralo (bersaing) di generasi nasida di parbinotoan. Boha do asa godang halak hita na boi tarida di horong politik, asa unang gabe sidegedegeon hita muse? Molo dung sineat hata ba sineat ma raut, lapatanna, unang holan hata.
    Mauliate

  12. partopitao on September 18, 2009 at 4:25 pm

    Ya saya setuju ini seminar yang bagus, karena mengupas sikon orang batak pada zaman sekarang, zaman yang serba instant dan tehnologi tinggi. Dan dari para pembicara adalah tokoh yang sudah maju dan ahli atau sesuai dibidangnya. Tetapi dalam bidang habatakon atau yang terkait dengan adat batak, nampaknya belum ada atau saya mungkin yang salah ya. Perlu dipertimbangkan oleh panitia supaya seimbang sumber2 yang dibicarakan. Juga seminar ini sudah pasti hanya untuk orang batak yang kristen pula, karena kalau diluar itu tentu tidak akan atau kurang perlu baginya. Memang harga itu relatif, tetapi yang jelas bagi orang menengah bawah memang itu agak berat dan walaupun ybs pingin membantu panitia pembangunan disamping ingin ikut seminar, ya…… tidak bisa deh….., Horas ma Tuhan memberkati dan kiranya seminar ini sukses.

    Daniel Harahap:
    Amang Jansen Sinamo telah memberikan teladan yang baik, membelikan tiket untuk pelayan gerejanya. Semoga lebih banyak lagi yang tergerak membeli tiket seminar bukan hanya untuk yang bersangkutan tetapi untuk diberikan kepada yang lain. :-)

  13. tornagodang on September 18, 2009 at 6:16 pm

    Ide yang sangat bagus dan berbobot. Dalam kegiatan ini setidaknya ada tiga hal yang didapat dan sangat bermanfaat bagi kita semua. PERTAMA; dari partisipasi para peserta seminar, pembangunan Gereja HKBP Serpong dapat dilanjutkan (tujuan utama). KEDUA; bertambahnya wawasan para peserta tentang Kekristenan, Modernitas dan Kebatakan. KETIGA; sebagai bahan masukan pada Sinode Agung HKBP pada masa yang akan datang untuk menghadapi Era Globalisasi. Kami yakin banyak yang berminat untuk mengikuti namun karena berbagai pertimbangan dan tempat banyak yang tidak dapat mengikuti. Untuk itu, kami mengusulkan agar Hasil/Kesimpulan Seminar tersebut dicetak dalam suatu buku. Kami yakin dan percaya banyak yang berminat membeli (dengan harga sekitar 5% dari biaya peserta Seminar). Kami berdoa mudah-mudahan acara ini sukses, Tuhan Yesus memberkati.

  14. Friska pardede on September 18, 2009 at 8:59 pm

    Selama 2 hari baru saat ini sempat mengunjungi jabu nauli on, mandok hata ma tong iba otik.
    Ba selamat marrapot ma diangka naro, molo songon iba usul ni amang Tornagodang dope naboi ihuttonon, ai didok di berita ni Kompas piga ari nasalpu THR ni PNS dilingkungan ni Pemprov nami dijanjihon gubernur do sabulan gaji hape nanggo satongana pe dang adong, alai i pe lumayan ma boi manuhor 5% sian biaya seminar i

    Jadi hasil/kesimpulan i ma dicetak/diperbanyak hamu,ai asa parsidohot iba lam bisuk songon angka pembicara i, adong muse ibotongku disi Raden Pardede.

  15. Sibuea, RH on September 18, 2009 at 9:31 pm

    sayang…sayang……
    ndang level hu ‘seminar bolon i”….apa boleh buat.
    hupaksahon pe dohot…..KPK NUNGA MENANTI!
    sai selamat ma, sukses dohot mardalan denggan seminar i…. :-)

  16. Marlon Sitanggang on September 19, 2009 at 7:12 am

    Horas Amang dan Panitia, Karena biaya seminar yang relatif “mahal” maka membukukan makalah dan hasil seminar saya pikir adalah solusi terbaik bagi yang tidak “mampu”. Rumamet bisa membuat daftar pemesan bagi para pengunjung setianya sehingga bisa melakukan pemesanan dan pembayaran sebelum seminar Bolon selesai, dengan demikian panitian sudah bisa memperkirakan berapa banyak harus dicetak. Molo cocok ide on amang pittor hatop posting hamu tu rekening dia disetor jala sadia argana (5% dari biaya seminar sangat realistis dan sudah marsidohot dalam pembangunan Gereja nangpe “otik”). Anggiatma seminar Bolon i sukses. Tuhan memberkati.

    Daniel Harahap:
    Pinasahat pe ide i tu Panitia. Mauliate godang. Alai molo na tarbahen do manumpahi godang boasa ndang? :-)

  17. ara on September 19, 2009 at 9:40 am

    sungguh merupakan sebuah kesempatan langka yang tidak dapat disia-siakan. tapi bagi kami yang berada di daerah tapanuli ini, biaya sebesar itu adalah cukup membuat ngos-ngosan n ngalian mohop manjaha. Adalah suatu sukacita yang teramat mendalam bagi kami untuk dapat turut serta menyumbangkan pemikiran dan turut berpartisipasi melalui kehadiran dan juga dukungan dana. Tetapi impian itu harus kami kubur dalam-dalam karena itu sama saja dengan usaha menjaring angin. walaupun demikian semoga acaranya dapat berjalan dengan baik dan sukses. jangan lupa bagi-bagi informasi atau video atau makalah seminar tersebut agar kami yang kurang mampu ini juga dapat taruli di hinauli jala hinatabo ni parpunguian i. Horas

  18. todungrs on September 19, 2009 at 10:22 am

    Untuk ara:

    Ada ide atau tulisan pemikiran lae tentang topik yang dibahas di atas?

    Kalau punya, silahkan kirim ide dan pemikian ke seminarbolon@gmail.com. Seperti disebutkan pemikiran-pemikiran yang timbul yang berhubungan dengan topik seminar ini akan dibukukan panitia. Kami dengan senang hati akan menampungnya.

    Horas

  19. R.J. Hutagaol on September 20, 2009 at 9:20 am

    amang dta, uli ma tutu parpunguan dohot panghataion na naeng patupaonmuna i. lumobi adong do ditahi hamu, marhite i, laos papungu tumpak tu na pauli bagas joro. denggan ma i, jala na imbaru do i. ai na hea masa, ginonghon dongan tu sada inganan na arga laho papungu tumpak tu na pauli gareja, nilehon mangan, manghatahatai, marlelang, dung i mulak. anggo na pinatupamu on nunga asing sian i. na so tarbahen dohot tu parpunguan i, ndang tarbahen manumpahi sian na jonok ba sian na dao ma, lumobi marhite tangiangna be (di bagasan ni i ma iba). adong muse na arga disi ai angka ‘parhata’ tinodomuna pe angka na bisuk ni bangsonta do i jala tumorop do i angka panumpahi.
    holan on, molo las rohamu patupahon, asa tangkas di angka dongan :
    1. lohothon hamu ‘proposal’ na metmet di dorpi ni ruma metmet on.
    2. dung simpul punguan i, lohothon hamu ma muse boaboa taringot tu parbue ni parpunguan i.
    horas ma panditanami, horas ma nang di panitia. Tuhanta ma mandongani.
    tangiangnami ma sian na dao manumpahi.

  20. JP Manalu on September 24, 2009 at 8:47 am

    Kemarin sore saya ikut acara retreat Parhalado HKBP se Resort Yogya di Kaliurang, pada satu session mengenai HAM yang disampaikan salah seorang ruas HKBP, yang saat ini menjadi komisioner di Komnas HAM, saya sempat menitikkan air mata!, ketika pembicara menceritakan bagaimana orang-orang kita di Prov. Riau diberlakukan dengan cara yang sangat tidak adil.
    Ceritanya, karena kemiskinan yang semakin “menyesak” di Eks Karesidenan Tapanuli, beberapa keluarga (sebagian besar jemaat HKBP) melakukan “transmigrasi spontan” dengan menjual “tano mahiang dohot tano maraek” di Bona Pasogit sana; untuk mencari penghidupan yang lebih layak di tano “Panombangon” di Prov. Riau. Mereka membeli lahan sawit dari warga setempat (hanya modal keyakinan, sehingga mereka tidak mengurus dengan baik permasalahan administrasi tanah yang dibeli). Tahun pertama sampai dengan tahun ke 6 mereka “selamat”, mulai dari membuka lahan, menanam sawit, merawat hingga panen pada tahap-tahap awal. Mulai tahun ketujuh, ketika asa sudah mulai “membuncah” malapetaka mengancam, karena lahan yang sudah mereka “hokkop” itu diklaim oleh perusahaan besar sebagai tanah konsesi mereka! Selanjutnya para panombang ini melakukan perlawanan kepada pihak perusahaan “na gogo i”. Selanjutnya bisa di tebak, para pejuang kehidupan ini berhadapan dengan aparat negara.
    Ketika menceritakan kasus di atas, pembicara bertanya secara retoris, “Di manakah HKBP na bolon i? Di manakah orang Batak “na betengbeteng i?” di manakah aksi orang Batak yang katanya suka saling menolong itu?.
    Demikian informasi ini saya sampaikan, semoga bisa menjadi renungan untuk kita bersama untuk menghadapi acara seminar bolon ini.
    Selamat berseminar amang, semoga acara berlangsung baik dan selalu dalam pemeliharaan Tuhan.
    Horas.

  21. elumban on September 28, 2009 at 7:57 am

    Mansai tangkas do disurathon hurianta di almanak tai, ia impola ni Jamita tu minggunta nantoari ima “Panarihonon tu na hurangan”. Jala ayat na mardomu tu si di enet hurianta taringot tu si Naomi/Ruth dohot si Boas. Alai dijamitahon di huria nami impolana taringot tu hasetiaon ni si Ruth na tumadingkon bangsona dht ugamona mangihuthon simatuana. Dang adong na sala di jamita i, alai songon na nidok ni angka dongan “out of the topic”. Hira ido sebagian angka pandapotta mengenai seminar bolon on. Hapogoson di Bona pasogit, hagaleon ni angka dongan na di Prov Riau, dohot angka na asing, mansai tutu do i “realita” ni ngolu habatahonta, hakristenonta, ha-hkbp-onta. Alai da tung ra gabe pangambati di hita laho mamingkirhon na asing, tung pe nian ingkon mar”Panarihon” hita tu angka na masa tu angka dongan di inganan na asing.

    Dipatupa donganta HKBP Serpong sada Seminar Bolon manaringoti “Habatahon, Hamajuon dohot Hakristenon” dalan nasida papungu tumpak laho pauli-ulihon bagas joro ni Tuhan i. Dang songon angka naung pinatupa ni huria2 nasailaon on laho marhite2 pesta, tortor manang lelang, na jotjotan umbalga biaya ni pesta sian tumpak naringkot tu pembangunan i. Alai marhite sada parrapoton bolon (berskala nasional (?)) mamingkiri na ringkot di ruas i (?). Dohot pangkirimon anggiat marhite rapot bolon i, adong sipangkeonta pauli-ulihon habatahon, hamajuon, hakristenon (ha-hkbp-on) ni hita on.

    Ido na gabe sungkun-sungkun di roha, angka aha do tahe na gabe impola ni seminar on sihataan (special topic) sian Habatahon, Hamajuon, Hakristenon i. Ai mansai na bidang do habatahon, hamajuon dohot hakristenon on. Aha do na taharingkothon sian Seminar bolon on? Isina do manang tokoh2 na mangkatai?ra tung apala denggan ma nian dipaboa panitia angka jambar hata nanaeng si hataan ni angka “pangulu” na bonggal i.

    Molo isi do na taharingkothon laos dalanta papungu tumpak tu ulaon pauli garenjanta di Serpong, ra denggan do molo di patupa panita “paket” harga (songon na pinatupa ni Amang Janses Sinamo), isarana paket “Huria” (5 peserta) sadia ma argana, Paket “Kategorial” (3 peserta) sadia argana, ra marhite i, angka dongan di punguan2 nang di huria2 boi “margugu” papunguhon tumpak nasida paborhathon anggotana/pangula ni huria nasida mandohoti seminar i. Mauliate.

  22. Tumpal Silitonga on October 3, 2009 at 10:31 pm

    Tiketnya jangan terlalu mahal donk… Dan usul juga agar seminar dibuat menjadi 2 hari karena pembicaranya bagus-bagus dan pastinya akan ada banyak diskusi tanya jawab.

    GBU

  23. Mebs on October 7, 2009 at 9:42 am

    mahal sekali biayanya (3 jt rupiah) anyway ditunggu hasil liputan seminarnya, jadi yang ga bisa hadir bisa mendapatkan setidaknya remah-remahnya lah :) saya kira para nara sumbernya punya kapasitas dan pasti menarik untuk mengikutinya.
    horas7x

  24. Nainggolan Prabu on October 9, 2009 at 1:08 pm

    Selamat berseminar.
    Bravo. Tahun ini HKBP Serpong selangkah didepan, karena berpikir beda dan tidak sekedar beda. Untuk menjadi luar biasa memang hrs berani bermanuver secara luarbiasa, dan ini bukan ide orang biasa tapi ide orang yang luar biasa. Kita takkan mungkin menjadi luarbiasa kalau hanya melakukan yg biasa-biasa. Mulanya biasa saja, sampai akhir pun makin biasa kalau hanya berpikir dan bertindak biasa.

    Jika dilihat dari brosurnya, materi yg ingin dikupas habis adalah permasalahan yg sangat alot dan memang sangat diperlukan oleh semua kristiani di Indonesia di era dan jelang Full Globalisasi. Diantaranya kebebasan beragama.

    Setiap berbicara kebebasan beragama apalagi di negeri ini sering berayun-ayun dalam oktaf yg sensitif. salah sikit fatal akibatnya, karena pemahaman atas kebebasan tersebut disambut oleh mayoritas orang dg sangat emosional karena tak mampu berpikir bebas. Kalau Agama seseorang adalah A pindah ke Agama B boleh dan sorga pahalanya, tapi kalu B ke A sering bermasalah. Lalu dimana dan bagaimana kebebasan itu ditempatkan?.

    Pluralisme juga masuk dalam agenda seminar, jika itu harus dikupas ada baiknya “Kubu Gus Dur” juga hadir disana. Kita semua mungkin sudah mengenal pemikiran seorang Gus Dur tentang kebebasan beragama dan kebangsaan. Kalaupun Gus Dur tidak bisa hadir, ada sayap organisasi NU yang mampu mengulas secara berkwalitas tentang Pluralisme. Dan kakalu itu terjadi maka Seminar Bolon ini akan semakin “tampil Beda”, dan makin marimpola.

    Agar makin mempesona dan bikin terpesona, ada baiknya Dep. Agama juga hadir disana, dan jika hadir perlu dipertanyakan apakah Departemen tersebut masih diperlukan, atau dilikuidasi saja cepat-cepat. Karena kalau disimak seolah-olah perannya hanya pembaca doa. Apa dan bagimana kinerjanya seakan tak dirasakan oleh bangsa ini dan jarang berpapasan dengan rakyat negeri ini. Dan perlu ditanya doa yang seperti apa yang sebenarnya diperlukan dalam pembangunan negeri ini, biar bangkit segera dari keterpurukan utamanya ekonomi dan percaya diri.

    Apakah yang dimaksud negara menjamin dan melindungi kebebasan beragama dan beribadah menurut agamanya masing-masing. Karena ini Seminar Bolon, ya sekalian dituntaskan.

    Dan apakah PGI hadir diseminar?, muadah2an. Kita berharap kiranya PGI bersuaralah dan mudah2an PGI ini mampu menjadi penyambung lidah Umat Kristiani di negeri ini, agar tidak terkesan hanya penyambung lidah dan Bamper kekuasaan.

    Mungkin sebagian besar pengunjung Ruma Metmet ini tidak bisa hadir di Seminar, ada baiknya panitia memberitahu No. Rek. siapa tau ada yg dg senang hati menyumbang untuk pembangunan Rumah Tuhan di Serpong itu.

    Perlu direnungkan bersama, akan direkomendasikan kemana/ kesiapa hasil pemikiran Seminar Bolon ini.

    Tentang “Kebatakan”, yang paling penting diingat menurut saya adalah “JANGAN MALU SEBAGAI ORANG BATAK DAN MARHATA BATAK DENGAN SESAMA BATAK”. Beres. Syalom.

  25. Safer Samosir on October 11, 2009 at 8:46 pm

    Syalom!!!
    Salut kepada panitia Seminar Bolon Gereja HKBP Serpong karena dapat mengumpulkan tokoh-tokoh Batak yang cerdas/pemikir (mudah-mudahan bisa hadir semua) apalagi moderatornya amang Jansen Sinamo yang tidak diragukan lagi kecerdasan/pemikirannya yang terkenal dengan Bapak Etos Indonesia. Semoga seminar ini berjalan dengan baik. Kami dari golongan yang tidak mampu membeli ticket seminar ini memohon kepada panitia agar hasil/kesimpulan ini dapat kami baca berupa buku, e-book yang bisa kami dapat di internet. Pendapat saya : Kalau ingin jadi orang cerdas harus belajar dari orang yang cerdas. SELAMAT BERSEMINAR TUHAN MEMBERKATI…

  26. Jupiter Sitorus on October 29, 2009 at 3:04 am

    Horas Amang dohot Inang, saya mau ikut nimbrung sedikit dalam memberi komentar untuk Seminar Bolon ini karena topiknya sangat menarik bagi saya dan sesuai dengan penglaman yang pernah saya alami.

    Kami sekeluarga abang-adik lahir di Kota Padang dan kami semua lebih bisa bahasa Padang daripada bahasa Batak. Yang sering orang tua saya ajarkan kalau pergi merantau carilah pertama sekali teman semarga karena mereka adalah Kakek/Nenek, Bapak atau Abang/Adik atau bahkan Anak, hormat kepada Tulang dan sayang pada Boru.

    Saat saya harus mengikuti Keluarga Adik Bapa ke Tebing Tinggi saya bersekolah di SMA Tebing Tinggi dan saya dikenalkan dengan Marga Sitorus yang paling dekat ke rumah kami dan saya memanggilnya Ompung. Ada perasaan nyaman karena Ompung Boru dan Ompung Bawa ini sangat sayang pada saya.

    Di Gereja saya mendengar seorang dari Jakarta menyumbang dengan jumlah yang sangat besar saat itu, lalu saya tanya pada Ompung siapa dia. Lalu beliau mengatakan itu Udamu lagi datang dari Jakarta dengan Inang Uda, datang ke rumah ya. Dengan senang hati saya datang dan berbicara sama Uda. Perasaan saya saat itu sangat senang karena ketemu dengan orang Jakarta(biasalah dulu saya masih kampungan). Saat Uda ini mau kembali ke Jakarta beliau berpesan “Baik-baik belajar, kalau Uda datang lagi Uda tidak mau mendengar kamu “macam-macam” artinya jangan berbuat yang tidak benar”.

    Sebagai rasa hormat saya, saya ingin menunjukkan bahwa kalau si Uda datang maka saya tunjukkan hasil yang lumayan bagus. Dan memang setiap Uda datang yang ditanya adalah bagaimana Rapormu. Tak pelak saat itu saya selalu berusaha menjadi juara selama di SMA dan saya dapat hadih pulpen Pilot. Saya bangga.

    Pesan yang begitu tegas dari seorang Uda mempengaruhi daya juang saya ingin melakukan yang terbaik dan akhirnya dengan melalui perjalanan panjang saya berhasil mendapat gelar Doktor dan saya mendapat hadiah Pulpen lagi dari beliau.

    Dalam perjalanan yang panjang itu saya juga hidup dalam ke-Kristenan. Saya akhirnya juga takut melakukan dosa (kadang-kadang jatuh juga). Dalam berbagai tantangan yang saya hadapi saya tidak boleh melampiaskannya pada hal-hal yang tidak benar misalnya mabuk-mabuk, marah-marah atau frustasi dan saya memaksakan diri untuk meminta pertolongan Tuhan saja. Memang berat tapi harus. Itu sebabnya saat saya ditugaskan oleh kantor untuk bertugas di Lembaga Internasional di Austria saya tidak menolak karena saya tahu Tuhan akan menolong dan saya hanya diminta untuk bersyukur dan memuliakan namaNya.

    Dari pengalaman itu saya percaya sebagai orang Batak dan orang Beriman (Kristen) kita sangat beruntung, karena kita bisa didorong untuk Maju. Tentu ini tidak mengatakan suku lain tidak maju, namun sebagai orang Batak ada sisi lain yang bisa kita lihat. Karena itu bersyukurlah dan majulah sebagai orang Batak Yang Beriman.

    Selamat untuk HKBP Serpong, semoga melalui pelaksanaan Seminar Bolon ini dapat membuahkan hasil yang lebat dan HKBP Serpong dapat membangun sarana-sarana yang diperlukan bagi pembangunan jemaat dan generasi muda Batak yang setia pada Tuhan dan berkarya.

    Salam kami dan Tuhan memberkati.

  27. minton on October 31, 2009 at 11:18 am

    Numpang komentar di Ruma metmet ini amang DTA.
    Aku teringat pernyataan pakar management bahwa orang sering berlindung dibawah selimut kenyamanan (comfort zone), sehingga cenderung tdk setuju bahkan kontra thd setiap perubahan proses menuju sesuatu tujuan yg baik sekalipun dalam institusi/lembaga, yg nota bene milik bersama. Juga aku ingat ada pepatah orang batak yang mengatakan: Horbo ni simamora manggagat di balian,molo so lomo roha godang ma sidalian. Secara jujur aku salut dan beri apresiasi pada :
    1. Panitia Seminar Bolon ini, karena mereka memiliki ide yg cemerlang, mau bekerja keras utk tujuan baik bagi org Kristen batak (Seminar bolon)secara umum dan utk HKBP serpong secara khusus (Dana yg akan terhimpun). Akan jadi model cara ini yad.
    2. Amang DTA dan pihak lain yg mendukung agar ide ini bisa terujud, teristimewa buat Mr Jansen Sinamo walau bukan warga HKBP. Aku sangat simpati pada orang yg ingin ikut seminar,tetapi karena keterbatasan yg dengan jujur mengajukan solusi agar hasil seminar dibukukan sehingga bisa dibaca dan ikut menyumbang HKBP serpong dengan pembelian Bukunya.
    Mari kita renungkan dan hitung, berkat Tuhan yg sangat melimpah bagi kita, kita syukurilah Anugerah Tuhan itu. Semoga Seminar lancar dan Sukses. Horas 3x.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*