Almanak Sabtu 24 Oktober 2009:
Mudah-mudahan pengajaranku menitik laksana hujan, perkataanku menetes laksana embun, laksana hujan renai ke atas tunas muda, dan laksana dirus hujan ke atas tumbuh-tumbuhan. (Ulangan 32:2)
Seperti apakah kita melukiskan firman Tuhan atau pelajaran iman? Banyak. Yeremia menggambarkan firman laksana api yang membakar dan palu yang dapat memecahkan batu (hati) keras. (Yer 23:29). Nabi Amos menggambarkan firman Tuhan bagaikan auman singa yang menggentarkan (Amos 3:8). Penulis Ibrani menghayatinya bagaikan pedang bermata dua yang sangat tajam yang mampu menusuk dan membelah segala hal yang tersembunyi (Ibrani 4:12). Semua itu melukiskan betapa kuat dan dahsyatnya firman Tuhan.
Namun sebaliknya firman Tuhan juga acap digambarkan sebagai sesuatu yang sangat nikmat dan menyenangkan, bagaikan makanan. Pemazmur melukiskannya lebih indah dari emas dan lebih manis daripada madu (Maz 19:11). Nabi Yeremia mengatakan: Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya; firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku, sebab nama-Mu telah diserukan atasku, ya TUHAN, Allah semesta alam. (Yer 15:16). Petrus mengatakan:perkataanMu adalah perkataan hidup yang kekal. (Yoh 6:68).
Hari ini kita mendapat gambaran lain yang juga sama indahnya. Firman atau pengajaran Tuhan laksana hujan yang menumbuhkan dan menyuburkan tanaman. Perkataan Tuhan, ajaran dan nasihatNya, peringatan dan perintahNya sungguh membuat hidup kita segar dan sehat. Persis seperti tanaman yang diguyur hujan. Namun sebaliknya tanpa firman, tanpa pengajaran, hidup kita juga akan kering dan layu, meranggas dan akhirnya mati.
Doa:
Ya Allah, terima kasih atas firmanMu yang menghidupkan dan menyegarkan jiwa kami. Ijinkanlah kami hidup dalam firman dan pengajaranMu. Tinggallah dalam kami dan kami dalam Engkau. Berkatilah kami dan buatlah hidup kami tumbuh dan berkembang serta berbuah banyak untuk kemuliaanMu. AMIN.
Pdt Daniel T.A. Harahap
Share on Facebook
Karena Firman atau pengajaran Tuhan laksana hujan yang menumbuhkan dan menyuburkan tanaman. Perkataan Tuhan, ajaran dan nasihatNya, peringatan dan perintahNya sungguh membuat hidup kita segar dan sehat. Persis seperti tanaman yang diguyur hujan. Dan tanpa firman, tanpa pengajaran, hidup kita juga akan kering dan layu, meranggas dan akhirnya mati.
Itu sebabnya Yesus berkata dalam Yoh. 15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Tanpa guyuran firman Tuhan, kita tidak akan bertumbuh dan berkembang
Terima kasih. Kompilasi perumpamaan firman ini sangat menyegarkan. Setiapanak Tuhan dapat memilih apa arti firman bagi kehidupannya. Saya juga. Dan saya juga berdoa memohon padaNya, semoga apa yang saya lakukan ndalam pengajaran menetes laksana hujan renai ke tunas muda yang niotabene adalah generasi-generasi pemikul tanggung jawab gereja dan negara. Tuah memberkati kita semua dan menguatkan kita.
Firman Mu itu Pelita dalam hidupku dan Terang bagi jalanku, sungguh indah Firman Tuhan hari ini sebagai sumber inspirasiku didalam menjalani hidup ini. Shalom..!
Hujan berkat,kan tercurah itulah janji kudus
Hidup segar dari sorga, kan diberi penebus
Hujan berkar, kan tercurah hidup kembali segar
Diatas bukit dan lurah bunyi derai terdengar
hujan berkat kan tercurah, kini kami berseru
B’rilah dengan limpah ruah agar genap sabdaMu
Hujan berkat, kan tercurah kami menantikannya
Hati telah kami buka Yesus, Kau isi seg’ra
Reff:Hujan berkatMU’ itu yang kami perlu
Sudah menetes berkatMu biar tercurah penuh.
Lagu: James Mc Granahan 1883 KJ no 403
Ya Bapa…..Biarlah Berkat Mu tercurah dlm kehidupan kami selamanya…