Pergaulan Buruk Merusak Kebiasaan Baik

October 17, 2009
By

Almanak Sabtu 17 Oktober 2009:

Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik. Sadarlah kembali sebaik-baiknya dan jangan berbuat dosa lagi! Ada di antara kamu yang tidak mengenal Allah. Hal ini kukatakan, supaya kamu merasa malu. (1 Korintus 15:33-34)

Manusia dipengaruhi dan mempengaruhi lingkungannya. Sebagai seorang ayah atau ibu tentulah kita berusaha sangat kuat mempengaruhi anak-anak kita dengan nilai-nilai, sikap-sikap dan ketrampilan-ketrampilan yang baik. Sebagai guru kita juga berusaha mempengaruhi peserta didik yang dipercayakan kepada kita agar belajar dan menjadi baik. Begitu juga sebagai pemimpin kita juga berupaya mempengaruhi orang-orang yang kita pimpin.Dan sebagai sahabat kita sedikit-banyak juga berikhtiar mempengaruhi teman kita.

Namun disisi lain kita juga dipengaruhi oleh orang-orang lain. Banyak orang juga secara sengaja dan mungkin sistematis ingin mempengaruhi kita. Sebagian agar kita baik namun sebagian lagi justru agar kita menyimpang atau melakukan sesuatu yang jahat. Pasangan hidup,  keluarga, peserta didik, bawahan dan sahabat dan mungkin terutama anak-anak kita juga dipengaruhi oleh orang lain yang berdampak baik atau malah buruk.

Hari ini Rasul Paulus mengingatkan kembali kita semua bahwa pergaulan yang buruk  dapat merusak kebiasaan yang baik. Sebab itu baiklah kita selalu berhati-hati dan waspada. Ingatkanlah diri sendiri dan orang-orang yang dipercayakan kepada kita: Jangan congkak dan merasa diri terlalu kuat. Bergaullah penuh ketulusan dan kehangatan dengan orang lain, setialah sebagai sahabat, namun jangan pernah merasa takut menjauhi orang-orang yang nyata-nyata memperburuk diri kita. Yang terakhir: bergaullah intim dan intens dengan Tuhan sebab dampaknya pasti baik.

Doa:

Ya Allah, ajarlah kami membangun karakter dan pribadi yang kuat agar kami tidak mudah digoda dan dirayu melakukan yang salah dan jahat. Sebaliknya beri kami hati yang tulus dan terbuka, selalu mau belajar dan menjadi bijak. Mampukanlah kami memberi pengaruh dan dampak yang baik kepada orang-orang sekitar kami, terutama orang-orang yang dipercayakan untuk kami didik, pimpin dan asuh. Ya Tuhan, jadikanlah kami sahabat yang setia, jujur dan berani serta selalu dapat dipercaya. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

Share on Facebook

6 Responses to Pergaulan Buruk Merusak Kebiasaan Baik

  1. Kimseng Manurung on October 17, 2009 at 12:21 pm

    Firman sebagai Renungan hari ini sungguh indah dan mengena kehidupan sehari-hari, memang dalam pergaulan jaman sekarang ini kita harus extra hati-hati karena begitu banyak godaan, kelihatannya baik tetapi belum tentu berdampak baik bagi kita, tetapi itu bukan suatu alasan menutup diri didalam pergaulan, karena Tuhan telah berfirman kita adalah Garam & Terang dunia. Dan harus kita kalahkan kejahatan dengan kebajikan.

  2. Ninggor Pardede on October 17, 2009 at 5:44 pm

    Mauliate ma di amang Pandita DTA disiala hatorangan muna samingguon taringot tu hidup bermasyarakat. Ternyata hidup berdasarkan Alkitab bukanlah hidup yang muluk2.
    Horas…

  3. Jansen Sinamo on October 17, 2009 at 7:47 pm

    Biarlah garam kita tulen asinnya. Biarlah terang kita benderang cahayanya.

  4. Friska pardede on October 17, 2009 at 7:48 pm

    Betul sekali itu amang kita tidak perlu merasa takut menjauhi teman2 yg kira2 mempengaruhi kita untuk berperilaku buruk, kita perlu menunjukkan siapa diri kita dan bersikap tegas untuk tidak mengorbankan diri hanya untuk sekedar diakui lingkungan pergaulan kita.

    Bila orangtua bisa mencontohkan ini (pandai memilih pergaulannya yg baik) mudah2an anak2 kita akan bisa menirunya ( yg paling kita takutkan nartkotika dan sex bebas).

    Rupanya para ahli2 jiwa/penasehat spiritual yang kini sedang marak telah didahulaui alkitab kita tentang menghindari pergaulan sesat ini ya….!

  5. Agus Karta Parulian Panggabean on October 19, 2009 at 11:07 am

    Bukti-bukti untuk nats tersebut sangat banyak. Salah satunya: jika kita berteman dengan seorang pecandu narkoba, lambat laun kitapun akan menjadi pecandu narkoba. Cepat atau lambat !

  6. fe on October 19, 2009 at 6:18 pm

    orang kristen kalau diibaratkan ikan , biarlah menjadi ikan yang ada di air yang asin (lautan) biarpun asin letak dan kawasannya tapi tetap ikan itu tawar (tidak terkontaminasi) baiklah kita juga bisa seperti itu . Dan ikan itu bisa disantap juga dinikmati kelezatannya, bisa dipandangi untuk ngilangi streess, bisa dijual menghasilkan uang… dan masih banyak lagi.
    syalom amang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*