<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Piutang Kepada Tuhan?</title>
	<atom:link href="http://rumametmet.com/2009/10/01/piutang-kepada-tuhan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rumametmet.com/2009/10/01/piutang-kepada-tuhan/</link>
	<description>Pdt Daniel Taruli Asi Harahap</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 May 2012 09:27:24 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.4</generator>
	<item>
		<title>By: MD Panjaitan</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/10/01/piutang-kepada-tuhan/comment-page-1/#comment-14680</link>
		<dc:creator>MD Panjaitan</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 10:05:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=2381#comment-14680</guid>
		<description>apapun yang kita lakukan tak akan mampu membalas semua kebaikanMU Tuhan, Terpujilah NamaMU!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>apapun yang kita lakukan tak akan mampu membalas semua kebaikanMU Tuhan, Terpujilah NamaMU!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: manna</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/10/01/piutang-kepada-tuhan/comment-page-1/#comment-14676</link>
		<dc:creator>manna</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 06:23:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=2381#comment-14676</guid>
		<description>Memiutangi Tuhan? Ha ha, ini sering sekali saya dengar.  Bila? Pada beberapa pertemuan, pesta atau perhelatan lain, sering terdengar ucapan terima kasih.  Lalu kalimat terima kasih tersebut dilanjutkan dengan : &quot;Semoga Tuhan membalas kebaikan saudara/anda&quot;  Apakan ini bukan berarti mengalihkan hutang ke pada Tuhan?  Mungkin pembaca atau pak pdt dapt berbagi dengan saya mengenai kebingungan memiutangi Tuhan konteks ini.  Seiring dengan menyembah hala/ilah lain, bukankah membenarkan kebiasaan juga termasuk menyembah berhala?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Memiutangi Tuhan? Ha ha, ini sering sekali saya dengar.  Bila? Pada beberapa pertemuan, pesta atau perhelatan lain, sering terdengar ucapan terima kasih.  Lalu kalimat terima kasih tersebut dilanjutkan dengan : &#8220;Semoga Tuhan membalas kebaikan saudara/anda&#8221;  Apakan ini bukan berarti mengalihkan hutang ke pada Tuhan?  Mungkin pembaca atau pak pdt dapt berbagi dengan saya mengenai kebingungan memiutangi Tuhan konteks ini.  Seiring dengan menyembah hala/ilah lain, bukankah membenarkan kebiasaan juga termasuk menyembah berhala?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: KIMSENG MANURUNG</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/10/01/piutang-kepada-tuhan/comment-page-1/#comment-14673</link>
		<dc:creator>KIMSENG MANURUNG</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 05:39:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=2381#comment-14673</guid>
		<description>Karena Tuhan telah terlebih dahulu mengasihi kita maka kitapun wajib untuk mengasihi setiap orang.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Karena Tuhan telah terlebih dahulu mengasihi kita maka kitapun wajib untuk mengasihi setiap orang.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Nainggolan Prabu</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/10/01/piutang-kepada-tuhan/comment-page-1/#comment-14672</link>
		<dc:creator>Nainggolan Prabu</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 05:30:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=2381#comment-14672</guid>
		<description>Amen. Dalam bahasa lain Robin Sharma (dlm bukunya: Family Wisdom) mengatakan:&quot;Bahkan yg lebih penting lagi, ingatlah bahwa tangan yg memberi adalah tangan yg mengumpulkan, dan bhw memberi kpd orang lain mengawali proses menerima. Jgn menjadikan kebahagiaan  sebagai tujuan yg menggerakkanmu. Jadikanlah tindakan melayani orang lain dan dorongan sepenuh hati untuk memperkaya orang  sebagai fokus utamamu... kemudian kebahagiaan yg sejati akan muncul&quot;.

Dalam hidup dan kehidupan  ada yg disebut Robin Sharma sebagai Prinsip Kelimpahan, yaitu : &quot;Semakin banyak kamu memberi kepada orang lain, pada akhirnya  semakin banyak  kamu akan menerima bagi dirimu sendiri&quot;. 

Tuhan,  teruslah paksa aku yg berdosa ini tuk berlaku yg baik dan ampunilah dosaku. Amen.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Amen. Dalam bahasa lain Robin Sharma (dlm bukunya: Family Wisdom) mengatakan:&#8221;Bahkan yg lebih penting lagi, ingatlah bahwa tangan yg memberi adalah tangan yg mengumpulkan, dan bhw memberi kpd orang lain mengawali proses menerima. Jgn menjadikan kebahagiaan  sebagai tujuan yg menggerakkanmu. Jadikanlah tindakan melayani orang lain dan dorongan sepenuh hati untuk memperkaya orang  sebagai fokus utamamu&#8230; kemudian kebahagiaan yg sejati akan muncul&#8221;.</p>
<p>Dalam hidup dan kehidupan  ada yg disebut Robin Sharma sebagai Prinsip Kelimpahan, yaitu : &#8220;Semakin banyak kamu memberi kepada orang lain, pada akhirnya  semakin banyak  kamu akan menerima bagi dirimu sendiri&#8221;. </p>
<p>Tuhan,  teruslah paksa aku yg berdosa ini tuk berlaku yg baik dan ampunilah dosaku. Amen.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Jansen Sinamo</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/10/01/piutang-kepada-tuhan/comment-page-1/#comment-14667</link>
		<dc:creator>Jansen Sinamo</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 05:00:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=2381#comment-14667</guid>
		<description>Semua kita, betapapun jagonya, memerlukan belas kasihan Tuhan. Marilah menunjukkan belas kasihan kepada orang lain agar kita layak menerima belas kasihan Tuhan itu.

Mana tahan kita menerima keadilan Tuhan setimpal dengan kelemahan, kebodohan, dan keangkuhan kita; seimbang dengan kepelitan, kedegilan, dan kejugulan kita; sesuai dengan kejahatan, pelanggaran, dan dosa kita.

Tanpa belas kasihan Tuhan, hanguslah kita.

Syukur Tuhan atas belas kasihan-Mu yang tiada bertara.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Semua kita, betapapun jagonya, memerlukan belas kasihan Tuhan. Marilah menunjukkan belas kasihan kepada orang lain agar kita layak menerima belas kasihan Tuhan itu.</p>
<p>Mana tahan kita menerima keadilan Tuhan setimpal dengan kelemahan, kebodohan, dan keangkuhan kita; seimbang dengan kepelitan, kedegilan, dan kejugulan kita; sesuai dengan kejahatan, pelanggaran, dan dosa kita.</p>
<p>Tanpa belas kasihan Tuhan, hanguslah kita.</p>
<p>Syukur Tuhan atas belas kasihan-Mu yang tiada bertara.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

