<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Membahagiakan Diri Sendiri Dengan Menolong Orang Lain</title>
	<atom:link href="http://rumametmet.com/2009/09/28/membahagiakan-diri-sendiri-dengan-menolong-orang-lain/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rumametmet.com/2009/09/28/membahagiakan-diri-sendiri-dengan-menolong-orang-lain/</link>
	<description>Pdt Daniel Taruli Asi Harahap</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Feb 2012 04:25:09 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.4</generator>
	<item>
		<title>By: Friska pardede</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/09/28/membahagiakan-diri-sendiri-dengan-menolong-orang-lain/comment-page-1/#comment-14566</link>
		<dc:creator>Friska pardede</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 15:01:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=2378#comment-14566</guid>
		<description>Tiap lebaran  keluarga kami juga selalu  mendapat kiriman khas lebaran ketupat dan rombongannya cukup utk 4 hari dari 6 rumah tangga, walaupun saya sangat direpotkan untuk membalasnya diwaktu natal ga apa2lah krn senang rasanya tetangga saya mengatakan thn depan kirimin kami ikan mas arsik ya setelah thn ini saya kirimin daun singkong tumbuk dan ikan teri disambal pakai kacang.

Dan ketika saya dirawat dirumah sakit yg jauh dari tempat tinggal kami mrk datang membesuk saya menyewa satu metro mini,  kalau mrk yg sakit saya akan usahakan  ikut kadang2 menyewa mikrolet dan semua biayanya  dari uang kas RT</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tiap lebaran  keluarga kami juga selalu  mendapat kiriman khas lebaran ketupat dan rombongannya cukup utk 4 hari dari 6 rumah tangga, walaupun saya sangat direpotkan untuk membalasnya diwaktu natal ga apa2lah krn senang rasanya tetangga saya mengatakan thn depan kirimin kami ikan mas arsik ya setelah thn ini saya kirimin daun singkong tumbuk dan ikan teri disambal pakai kacang.</p>
<p>Dan ketika saya dirawat dirumah sakit yg jauh dari tempat tinggal kami mrk datang membesuk saya menyewa satu metro mini,  kalau mrk yg sakit saya akan usahakan  ikut kadang2 menyewa mikrolet dan semua biayanya  dari uang kas RT</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Pangaranto</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/09/28/membahagiakan-diri-sendiri-dengan-menolong-orang-lain/comment-page-1/#comment-14559</link>
		<dc:creator>Pangaranto</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 08:38:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=2378#comment-14559</guid>
		<description>Amen...firman Allah luar biasa...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Amen&#8230;firman Allah luar biasa&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Nainggolan Prabu</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/09/28/membahagiakan-diri-sendiri-dengan-menolong-orang-lain/comment-page-1/#comment-14555</link>
		<dc:creator>Nainggolan Prabu</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 06:18:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=2378#comment-14555</guid>
		<description>Amen. Teringat khotbah Yesus diatas Bukit &quot; Berbahagialah orang yg murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan ( Matius 5: 7). 

Amang Pendeta, Kalau berkenan, sy ingin share sedikit pengalaman luput dari celaka. 

Dilingkungan  pondok kami di daerah Cileduk, sejak th  2002 pertama kali kami menetap disana, tetangga  kiri kanan, muka belakang semua adalah Saudara kami orang Betawi, belakangan saya tahu dari isteri, bahwa semua mereka adalah saling berkaitan famili /bersaudara  (masih ada hub.kel.  ada yg Encang , Incing, ngkong, saudara nyak dll). 

Saya tidak kaget karena sebelumnya kami telah alami kondisi yg sama selama 10 th jadi &quot;Kontraktor&quot; (Kontrak rumah di daerah Kota Bambu  Tomang Jakbar).Tetangga kami juga semua  adalah  saudara kami betawi masih berkaitan famili. Tetangga adalah &quot;Saudara yg terdekat&quot; itulah  prinsip bertetangga yg  kami  pegang teguh, dan sebagai &quot;pangisolat &quot; diluat orang kami hrs tau diri.

Selama Kontraktor itu, adalah isteri yg mengawali  memberi kue Natal  kpd mereka tetangga kami radius 15m kiri dan kanan, depan tdk sampe 15m, hanya beberapa orang berbatas Gang, belakang tidak ada (Ada kali). Pada  saat hari Natal isteri memesan Kue dan beli Jeruk (tempo-tempo Nasi Padang dalam Kotak) utk dibagikan kepada saudara yg terdekat itu. Awalnya saya pesimis dengan ide isteri. Bukan takut rugi atau pelit. Bagaimana kalau mereka menolak, atau diterima tapi dibuang? kan Sakit rasanya ( Hansit mulak manjalo, hansitan do namulak mangalehon).

Saya akui isteri memang  memiliki nilai  dan pengalaman rohani yg banyak plusnya di banding saya. Kalau  berdoapun isteri lebih oke daripada saya. Dan lagi saya tidak lancar berdoa kalo pake bhs ind. (sy terus latihan sampe saat ini).  Dugaan saya ternyata keliru. Saudara terdekat kami itu (muslim) begitu semangat menerimanya,  mereka tertawa bahagia sebangun dg kebahagiaan kami, karena  keberadaan kami diluat mereka diterima dg baik. Dan setiap  hari lebaran kami tdk usah repot masak, karena ketupat sayur dan daging semur yg mengalir ke rumah cukup utk seminggu. Kebetulan pasar masih tutup saat seperti itu.

Dilokasi pondok kami sekarang tradisi kue/buah  Natal masih berlangsung. Lebaran tetap dapat ketupat sayur dan daging semur yg ada jengkolnya dan dodol betawi... pokoknya enaklah.  Namun setiap menjelang Takbiran,  sedikit ada yg berbeda. Dekat  pondok ada orangtua suami isteri  yg sudah uzur tinggal berdua dg apa adanya, disamping rumahnya tinggal  anak laki bungsu/isterinya serta 2 orang anak cucu laki kembar sekarang berumur 5 th. Anak2 saya memanggilnya Kakek dan Nenek.

Pak, Kakek dan Nenek. bisik isteri. Saya sudah paham.  Semacam amploplah dan  hrs 2 Satu tuk Kakek satu tuk Nenek, adatnya begitu  disini... Ok... . Yah Puji  Tuhan, yg kami beri hanya sikit memang,  tapi .. indahnya berbagi dg sesama, apalagi mereka memang &quot;Saudara Terdekat&quot; dan sudah lemah secara fisik karena dah uzur. Dan besoknya seperti biasanya kami akan mendapat 2 bingkisan lebaran. Ini yg unik, yg pertama diantar adalah Ketupat dan sayurnya. daging semur tak lupa jengkolnya.. dan segumpal kue dodol ..itu dari Nenek. Jelang beberapa menit kemudian,  datang  buah jeruk dan Appel.. itu dari Kakek kata mantunya yg antar. tks.

Pada bulan Mei-2009 menjelang kebaktian Kenaikan Isa Almasih tg 21 Mei 2009 sy akan ke Jkt  ingin bersama anak-anak dan isteri mengahdiri kebaktian tgl 21 Mei 2009. Tgl 20 Mei 2009 Jam 02.30 dini hari sendirian saya berangkat dari Prabu menuju Bandara Palembang  karena saya akan ikut penerbangan I jam 06.00 ke Jakarta.  Jam 05.00 pagi  itu saya sampai di Kanwil kami,  di Palembang (Jl.Rivai). Mobil saya titip  di Kanwil.  Seperti biasanya sy minta tolong pada teman Satpam utk ngantar ke Bandara dg pake motor biar lebih cepat, karena pagi itu belum ada Ojek.

Kali ini yg antar saya namanya Pak Santoso. Ternyata motornya motor butut, digaspun sudah ogah lari, hanya bisa sikit lebih cepat dari larinya entok. Motornya tidak punya pijakan kaki buat yg dibonceng, sudah lepas. dan beberapa sparepart  sudah diikat karena &quot;sompel&quot;. Akhirnya kedua kaki saya gaung-gaunglah... krn tidak ada pijakan. aduh  tersiksa. Tapi karena jalanan masih sepi, tak apalah. Mungkin ini  hanya cobaan kecil.

Sepuluh menit  sejak belok kanan arah Bandara, ada &quot; perkakas&quot; motor yg jatuh, entah perkakas apa tidak jelas karena masih gelap. Biarin aja pak... jawab Satoso. saya bilang..Berentilah biar sy ambil.  Entah kenapa Santoso tidak berhenti dan minggir sebelah kiri, tapi langsung memutar  melingkar ketengah jalan, sementara  banyak kendaraan  menuju bandara dg kecepat tinggi. Saya mendengar bunyi rem Mobil yg mencoba menghindari kami. 

Dalam situasi  genting itu Saya kaget dan segera turun  serasa ada tangan yg menarik kerah baju saya, dan  repleks saya juga menarik motor yg oleng. Kalau motor tidak sy tarik  dan saya tidak cepat turun, saya dan Santoso pasti  sudah mati. Santoso tidak sempai kelindas mobil karena terjatuh dari motor ketika motor saya tarik, akhirnya hanya  motor yg masuk kolong dan terlindas mobil. Motor hancur  brantakan.  Orang sudah banyak berkerumun, tapi sy harus jujur dan bilang kepada mereka, yang salah adalah motor. 

Santoso hanya pusing karena kepalanya sempat benturan dg aspal, saya tidak terluka sedikitpun. Sekalipun bukan salahnya pengemudi Mobil, beliau seorang tionghoa(setir sendiri dan sendirian, konon sore balik ke Plmbang) dg senang hati mengganti keseluruhan perbaikan motor dan pengobatan Santoso. Beliau mengajak saya ikut mobilnya ke Bandara dan membayar Airport Tax saya. (saya masih simpan Kartu namanya= Presdir sebuah Perusahaan Perkebunan Klp Sawit di daerah Sekayu). 

Sepanjang penerbangan ke Jkt  saya terharu, saya berdoa mata saya memerah menahan airmata. Batapa besar karuniaMu yang sy perolah. Tuhan masih merelakan saya melanjutkan hidup, sekalipun saya orang yang banyak berbuat dosa. Tuhan ampunilah saya manusia  yg amburadul dihadapanMU.

Usai  perayaan Kenaikan Isa Almasih saya balik ke tempat kerja, ketemu dg Santoso di Kanwil. Kami berpelukan dan mengucap syukur. Pak... motor saya jadi bagus setelah ditabrak... kata Santoso sambil terkekeh. Kepada Bapak yg baik itu, saya menyampaikan terimakasih  atas budi baiknya melalui sms dan dijawab dg kata yg sangat menyejukkan. Terimakasih Tuhan. Amen</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Amen. Teringat khotbah Yesus diatas Bukit &#8221; Berbahagialah orang yg murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan ( Matius 5: 7). </p>
<p>Amang Pendeta, Kalau berkenan, sy ingin share sedikit pengalaman luput dari celaka. </p>
<p>Dilingkungan  pondok kami di daerah Cileduk, sejak th  2002 pertama kali kami menetap disana, tetangga  kiri kanan, muka belakang semua adalah Saudara kami orang Betawi, belakangan saya tahu dari isteri, bahwa semua mereka adalah saling berkaitan famili /bersaudara  (masih ada hub.kel.  ada yg Encang , Incing, ngkong, saudara nyak dll). </p>
<p>Saya tidak kaget karena sebelumnya kami telah alami kondisi yg sama selama 10 th jadi &#8220;Kontraktor&#8221; (Kontrak rumah di daerah Kota Bambu  Tomang Jakbar).Tetangga kami juga semua  adalah  saudara kami betawi masih berkaitan famili. Tetangga adalah &#8220;Saudara yg terdekat&#8221; itulah  prinsip bertetangga yg  kami  pegang teguh, dan sebagai &#8220;pangisolat &#8221; diluat orang kami hrs tau diri.</p>
<p>Selama Kontraktor itu, adalah isteri yg mengawali  memberi kue Natal  kpd mereka tetangga kami radius 15m kiri dan kanan, depan tdk sampe 15m, hanya beberapa orang berbatas Gang, belakang tidak ada (Ada kali). Pada  saat hari Natal isteri memesan Kue dan beli Jeruk (tempo-tempo Nasi Padang dalam Kotak) utk dibagikan kepada saudara yg terdekat itu. Awalnya saya pesimis dengan ide isteri. Bukan takut rugi atau pelit. Bagaimana kalau mereka menolak, atau diterima tapi dibuang? kan Sakit rasanya ( Hansit mulak manjalo, hansitan do namulak mangalehon).</p>
<p>Saya akui isteri memang  memiliki nilai  dan pengalaman rohani yg banyak plusnya di banding saya. Kalau  berdoapun isteri lebih oke daripada saya. Dan lagi saya tidak lancar berdoa kalo pake bhs ind. (sy terus latihan sampe saat ini).  Dugaan saya ternyata keliru. Saudara terdekat kami itu (muslim) begitu semangat menerimanya,  mereka tertawa bahagia sebangun dg kebahagiaan kami, karena  keberadaan kami diluat mereka diterima dg baik. Dan setiap  hari lebaran kami tdk usah repot masak, karena ketupat sayur dan daging semur yg mengalir ke rumah cukup utk seminggu. Kebetulan pasar masih tutup saat seperti itu.</p>
<p>Dilokasi pondok kami sekarang tradisi kue/buah  Natal masih berlangsung. Lebaran tetap dapat ketupat sayur dan daging semur yg ada jengkolnya dan dodol betawi&#8230; pokoknya enaklah.  Namun setiap menjelang Takbiran,  sedikit ada yg berbeda. Dekat  pondok ada orangtua suami isteri  yg sudah uzur tinggal berdua dg apa adanya, disamping rumahnya tinggal  anak laki bungsu/isterinya serta 2 orang anak cucu laki kembar sekarang berumur 5 th. Anak2 saya memanggilnya Kakek dan Nenek.</p>
<p>Pak, Kakek dan Nenek. bisik isteri. Saya sudah paham.  Semacam amploplah dan  hrs 2 Satu tuk Kakek satu tuk Nenek, adatnya begitu  disini&#8230; Ok&#8230; . Yah Puji  Tuhan, yg kami beri hanya sikit memang,  tapi .. indahnya berbagi dg sesama, apalagi mereka memang &#8220;Saudara Terdekat&#8221; dan sudah lemah secara fisik karena dah uzur. Dan besoknya seperti biasanya kami akan mendapat 2 bingkisan lebaran. Ini yg unik, yg pertama diantar adalah Ketupat dan sayurnya. daging semur tak lupa jengkolnya.. dan segumpal kue dodol ..itu dari Nenek. Jelang beberapa menit kemudian,  datang  buah jeruk dan Appel.. itu dari Kakek kata mantunya yg antar. tks.</p>
<p>Pada bulan Mei-2009 menjelang kebaktian Kenaikan Isa Almasih tg 21 Mei 2009 sy akan ke Jkt  ingin bersama anak-anak dan isteri mengahdiri kebaktian tgl 21 Mei 2009. Tgl 20 Mei 2009 Jam 02.30 dini hari sendirian saya berangkat dari Prabu menuju Bandara Palembang  karena saya akan ikut penerbangan I jam 06.00 ke Jakarta.  Jam 05.00 pagi  itu saya sampai di Kanwil kami,  di Palembang (Jl.Rivai). Mobil saya titip  di Kanwil.  Seperti biasanya sy minta tolong pada teman Satpam utk ngantar ke Bandara dg pake motor biar lebih cepat, karena pagi itu belum ada Ojek.</p>
<p>Kali ini yg antar saya namanya Pak Santoso. Ternyata motornya motor butut, digaspun sudah ogah lari, hanya bisa sikit lebih cepat dari larinya entok. Motornya tidak punya pijakan kaki buat yg dibonceng, sudah lepas. dan beberapa sparepart  sudah diikat karena &#8220;sompel&#8221;. Akhirnya kedua kaki saya gaung-gaunglah&#8230; krn tidak ada pijakan. aduh  tersiksa. Tapi karena jalanan masih sepi, tak apalah. Mungkin ini  hanya cobaan kecil.</p>
<p>Sepuluh menit  sejak belok kanan arah Bandara, ada &#8221; perkakas&#8221; motor yg jatuh, entah perkakas apa tidak jelas karena masih gelap. Biarin aja pak&#8230; jawab Satoso. saya bilang..Berentilah biar sy ambil.  Entah kenapa Santoso tidak berhenti dan minggir sebelah kiri, tapi langsung memutar  melingkar ketengah jalan, sementara  banyak kendaraan  menuju bandara dg kecepat tinggi. Saya mendengar bunyi rem Mobil yg mencoba menghindari kami. </p>
<p>Dalam situasi  genting itu Saya kaget dan segera turun  serasa ada tangan yg menarik kerah baju saya, dan  repleks saya juga menarik motor yg oleng. Kalau motor tidak sy tarik  dan saya tidak cepat turun, saya dan Santoso pasti  sudah mati. Santoso tidak sempai kelindas mobil karena terjatuh dari motor ketika motor saya tarik, akhirnya hanya  motor yg masuk kolong dan terlindas mobil. Motor hancur  brantakan.  Orang sudah banyak berkerumun, tapi sy harus jujur dan bilang kepada mereka, yang salah adalah motor. </p>
<p>Santoso hanya pusing karena kepalanya sempat benturan dg aspal, saya tidak terluka sedikitpun. Sekalipun bukan salahnya pengemudi Mobil, beliau seorang tionghoa(setir sendiri dan sendirian, konon sore balik ke Plmbang) dg senang hati mengganti keseluruhan perbaikan motor dan pengobatan Santoso. Beliau mengajak saya ikut mobilnya ke Bandara dan membayar Airport Tax saya. (saya masih simpan Kartu namanya= Presdir sebuah Perusahaan Perkebunan Klp Sawit di daerah Sekayu). </p>
<p>Sepanjang penerbangan ke Jkt  saya terharu, saya berdoa mata saya memerah menahan airmata. Batapa besar karuniaMu yang sy perolah. Tuhan masih merelakan saya melanjutkan hidup, sekalipun saya orang yang banyak berbuat dosa. Tuhan ampunilah saya manusia  yg amburadul dihadapanMU.</p>
<p>Usai  perayaan Kenaikan Isa Almasih saya balik ke tempat kerja, ketemu dg Santoso di Kanwil. Kami berpelukan dan mengucap syukur. Pak&#8230; motor saya jadi bagus setelah ditabrak&#8230; kata Santoso sambil terkekeh. Kepada Bapak yg baik itu, saya menyampaikan terimakasih  atas budi baiknya melalui sms dan dijawab dg kata yg sangat menyejukkan. Terimakasih Tuhan. Amen</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Sing Han</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/09/28/membahagiakan-diri-sendiri-dengan-menolong-orang-lain/comment-page-1/#comment-14552</link>
		<dc:creator>Sing Han</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 02:33:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=2378#comment-14552</guid>
		<description>Ayat pendukung nas di atas: dari Mazmur
121:2 Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.
121:3 Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap.
121:4 Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel.
121:5 TUHANlah Penjagamu, TUHANlah naunganmu di sebelah tangan kananmu.
121:6 Matahari tidak menyakiti engkau pada waktu siang, atau bulan pada waktu malam.
121:7 TUHAN akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu.
121:8 TUHAN akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ayat pendukung nas di atas: dari Mazmur<br />
121:2 Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.<br />
121:3 Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap.<br />
121:4 Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel.<br />
121:5 TUHANlah Penjagamu, TUHANlah naunganmu di sebelah tangan kananmu.<br />
121:6 Matahari tidak menyakiti engkau pada waktu siang, atau bulan pada waktu malam.<br />
121:7 TUHAN akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu.<br />
121:8 TUHAN akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Jansen H. Sinamo</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/09/28/membahagiakan-diri-sendiri-dengan-menolong-orang-lain/comment-page-1/#comment-14551</link>
		<dc:creator>Jansen H. Sinamo</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 02:09:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=2378#comment-14551</guid>
		<description>Saat menolong, memberi, dan mengasihi kita sesungguhnya sedang membelanjakan kemampuan terbaik kita (spending our ability) dan itulah salah satu pengalaman puncak kemanusiaan kita; dan itulah sebabnya memberi lebih membahagiakan daripada menerima. Begitulah keterangan Erich Fromm dalam bukunya The Art of Loving.

Jadi orang yang berpelit (mangholit) adalah orang yang menutup dirinya untuk diterobos oleh rasa bahagia.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saat menolong, memberi, dan mengasihi kita sesungguhnya sedang membelanjakan kemampuan terbaik kita (spending our ability) dan itulah salah satu pengalaman puncak kemanusiaan kita; dan itulah sebabnya memberi lebih membahagiakan daripada menerima. Begitulah keterangan Erich Fromm dalam bukunya The Art of Loving.</p>
<p>Jadi orang yang berpelit (mangholit) adalah orang yang menutup dirinya untuk diterobos oleh rasa bahagia.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

