Siapa Yang Harus Ditakuti
Almanak Sabtu 26 September 2009:
Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka. (Matius 10:28)
Sejak dulu sampai sekarang, mungkin selama-lamanya gereja selalu menghadapi tantangan dan ancaman dari pihak eksternal. Kadang tantangan dan ancaman itu begitu samar dan halus sehingga hampir tidak dirasakan. Namun kadang terasa begitu kasar dan vulgar serta terang-terangan. Isinya tak lain tak bukan agar orang Kristen mengurangi atau menghentikan aktifitas imannya, tidak menunjukkan identitasnya, atau bahkan meninggalkan kepercayaannya. Menghadapi ancaman (kadang godaan) semacam ini banyak orang Kristen takut.
Yesus mengingatkan para pengikutNya dulu dan sekarang agar tidak takut kepada ancaman-ancaman semacam ini. Yang harus ditakuti oleh orang Kristen bukanlah manusia, siapapun dia, melainkan Allah. Sebab itulah ketika diancam, ditekan atau malah digoda, kita tetap harus lebih taat kepada Allah daripada manusia (Kis 5:29).
Ayat ini tidak boleh ditafsirkan sebagai ajakan untuk bunuh diri atau bersikap konyol. Tuhan memberi kita akal budi dan menyuruh kita berhikmat. Tuhan juga menyuruh kita agar bersikap baik dan berusaha berdamai dengan semua orang. Namun Tuhan memesankan agar kita jangan takut mempertahankan iman dan menjunjung kebenaran. Tak ada satu manusia pun yang mau membunuh jiwa kita. Tak ada satu orang pun yang bisa memisahkan kita dari Kristus. Sebab itu hanya kepada Allah sajalah kita mau takut, takzim dan hormat serta menyembah.
Doa:
Ya Allah, karuniakanlah kami hikmat, keberanian dan keikhlasan. Jadikanlah kami murid-murid Kristus yang setia dan rendah hati. Ajarlah kami mempertahankan iman dan kebenaranMu dan ajar juga kami pintar berkomunikasi dan berinteraksi. Di atas semua itu penuhi hati kami dengan kasih dan mulialah nama Tuhan melalui hidup kami. AMIN.
Pdt Daniel T.A. Harahap
Share on Facebook
September 26th, 2009 at 9:59 am
Takut akan Tuhan, berhubung Dia adalah sang pengasih yang berkehendak menghidupkan, tampaknya harus kita bedakan dengan takut akan si jahat yang berkehendak membinasakan.
Takut akan Tuhan, dekat dengan takzim: ada rasa hormat, sadar akan kedahsyatan kuasa-Nya, tapi juga sadar akan kasih-Nya, membuat kita terdorong untuk berserah kepada-Nya.
Takut akan si jahat, membuat kita menghindar dan menjauhinya (dreadful). Tapi karena si jahat pun terbatas kuasanya, maka kita tak perlu takut-takut amat kepadanya; cukup membuat demarkasi saja.
Kepada Tuhan kita berseru: datanglah kerajaan-Mu atasku; jadilah kehendak-Mu padaku, di bumi, seperti di sorga.
September 26th, 2009 at 3:05 pm
Terimakasih amang pendeta, kotbah yang menguatkan .
Juga perlu kita sadari, siapa yang patut kita idolakan, kita ikuti, kita junjung …
Jawabnya hanya Yesus Kristus, sebab Yesus Kristus sebenarnya adalah Tuhan !
Bukan manusia yang bisa terjatuh dalam kelemahan duniawi !
Salam !