Kasih dan Hormat
Almanak Rabu 02 September 2009:
Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat. (Roma 12:10).
Ada dua ajakan dalam ayat hari ini dan keduanya berhubungan. Pertama: kita diajak saling mengasihi sebagai oran-orang yang bersaudara. Alangkah indahnya. Saya tidak hanya disuruh mengasihi melainkan juga boleh menemukan diri saya dikasihi. Sebaliknya saya diminta tidak hanya ingin dikasihi tetapi juga harus mau dan mampu mengasihi. Namun kita tidak dapat mengasihi orang yang sangat jauh dan apalagi tidak kita kenal sama sekali. Semakin dekat dan kenal kita dengan seseorang semakin mudah kita mengasihi dan dikasihinya.
Kedua: kita diajak saling menghormati, bahkan saling mendahului dalam memberi hormat. Biasanya semakin dekat dan kenal kita secara mendalam dengan seseorang semakin sulit kita menghormatinya. Mengapa? Sebab kelemahan dan kekurangan orang tersebut telah terbuka kepada kita dan itu membuat kita acap menjadi kurang hormat padanya. Karena itu banyak orang sangat hormat kepada orang yang jauh, namun tidak hormat kepada orang-orang terdekatnya apalagi pasangan hidup yang telah bertahun-tahun se rumah dengannya.
Namun hari ini kita diajak agar sekaligus mengasihi dan menghormati. Sekaligus kita juga dibolehkan berharap menemukan diri kita juga sekaligus dikasihi dan dihormati oleh orang lain. Semua itu kita terima sebagai anugerah Tuhan.
Doa:
Ya Allah, ajarlah kami saling mengasihi dan saling menghormati. Penuhilah hati kami dengan ketakziman, sikap hormat dan kasih tak bersayarat kepada orang lain. Engkau menciptakan kami begitu mulia dan berharga dan Engkau mengasihi kami. Biarlah kami juga menghargai dan mengasihi diri kami dan sesama kami, terlebih mengasihi dan takut kepada Tuhan. AMIN.
Pdt Daniel T.A. Harahap
Kembali ke halaman depan:
(catatan: mohon maaf sebab subuh tadi tadi saya dipanggil salah seorang warga untuk mendoakan dan melayani perjamuan kudus orangtuanya sehingga pagi ini telat bangun.)
Share on Facebook
September 2nd, 2009 at 10:40 am
Nats renungan yang disampaikan oleh Bp. Pdr. Harahap yang juga merupakan renungan harian yang terdapat pada Almanak HKBP untuk hari ini (2 September 2009), secara khusus ditekankan pada jemaat yang bernaung di dalam ke-Imanannya di dalam Kristus Yesus di Roma di kala itu. Adapun Nats tersebut pada hari ini di tekankan kepada kita Jemaat HKBP khususnya halak hita batak na marhaporseaon tu Jesus Kristus yang secara kulturaristik memiliki tata krama dan adat istiadat, yang justru terkadang menjadi penghalang utama “untuk dapat bertindak saling mendahulukan memberikan hormat”.
Secara umum dan hingga saat ini, sangat minim di Hurianta individu yang kita kategorikan pemberi sumbangan terbanyak di gereja dapat memberi hormat kepada individu yang memberikan sumbangan pas-pasan, apalagi molo manghatai “ndang sanga I mambege hata ni na pogos”, suang songon I di parpunguan marga tong, dominant do di ganup punguan sai holan hata ni Hula-hula do di bege, adong do muse punguan I na holan sai hata ni boru do dibege (alani umgodangan di punguan I sian boru).
Dan inilah yang dulunya terjadi pada Jema’at di Roma yang juga saat ini masih terjadi di tengah-tengah kita orang batak.
Intinya, kita yang meng-Imani Kristus Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, hendaknyalah dapat meniru kerendahan hati dan ketulusan hatinya kepada manusia, sebagaimana Dia juga kita ketahui membasuh kaki murid-muridnya (memberikan penghargaan dan hormat kepada murid sebagai teman/ sahabat) walaupun Kristus Yesus adalah ALLAH adanya.
AMIN
September 2nd, 2009 at 11:39 am
Puji Tuhan, akhirnya masih muncul juga renungan hari ini. Sedari pagi aku bolak-balik mengakses, namun tetap tak ketemu. Rasa khawatir yang tadi sempat muncul sejenak, akhirnya pupus sudah. Haleluya! Horas! Horas! Horas!
September 2nd, 2009 at 1:15 pm
Dalam segala kelemahan dan keberdosaannya manusia tetaplah Imago Dei. Maka relasi interpersonal yang tertinggi ialah jenis hubungan ‘thou-thou’ seperti yang dijelakan Martin Buber, dimana dua orang mampu saling menyadari citra Allah di dalam dirinya dan citra Allah di dalam diri orang lain.
Saat aku berhadapan dengan si Jaultop maka aku sadar, dia ini tak sekadar kawan main caturku di Lapo ni Sitanggang; ia juga adalah pribadi yang di dalam dirinya Tuhan berkenan mencitrakan diri-Nya.
Namaste, adalah sapaan hormat orang India yang bisa diartikan sebagai ‘Tuhan di dalam saya menyapa Tuhan di dalam Anda’
Mendahului memberi hormat adalah adat yang sangat alkitabiah krn kita sadar Kristus berkenan diam diri orang lain itu.
September 2nd, 2009 at 6:40 pm
Kalau kita lagi santai mungkin bisa mendahulukan kepentingan orang lain tetapi baru sore tadi kita mengalami gempa yang menakutkan ya….saya sendiri tak perduli orang lain pokoknya lari duluan keluar dari gedung kantorku tanpa memperdulikan orang lain, dan kalau ingat itu rasanya konyol banget, soalnya hanya pakai sandal jepit(baru dari kamar mandi) dan tdk sempat membawa apapun
September 2nd, 2009 at 6:40 pm
Kalau kita lagi santai mungkin bisa mendahulukan kepentingan orang lain tetapi baru sore tadi kita mengalami gempa yang menakutkan ya….saya sendiri tak perduli orang lain pokoknya lari duluan keluar dari gedung kantorku , dan kalau ingat itu rasanya konyol banget, soalnya hanya pakai sandal jepit(baru dari kamar mandi) dan tdk sempat membawa apapun
September 2nd, 2009 at 9:48 pm
Agak ganjil, karna banyak yg bersaudara tidak saling hormat, malah bermusuhan soal warisan. Kadang kala lebih menghormati, teman, atau boss atau petinggi2.
Salam.-
September 3rd, 2009 at 11:25 am
Mauliate ma amang Pdt DTA di Nat’s pagion sekalian dohot panorangion muna i, sai anggiat ma tutu hami angkan namanjahasa boi mangantusi jal a boi hu ulahaon hami di Ngoluon.
Ale Amang Debata Pardenggan Basa,…pargogoi ma hami mangulahon sude angka hataMI, jala sai urupi hami laho manghaholongi angka dongan nami doshon diri nami