Garam Hambar?

Almanak Sabtu 29 Agustus 2009:

Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya? Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain. (Markus 9:50)

Garam ya mesti asin. Jika tidak asin bukan garam namanya. Yang terpenting jika garam telah menjadi hambar atau tawar maka tidak ada gunanya. Apa maksudnya? Makna hidup kita orang Kristen ditentukan oleh fungsi, manfaat dan kegunaan kita kepada masyarakat atau dunia sekitar kita. Yaitu menggarami atau membuat kehidupan masyarakat  sekitar kita lebih baik. Jika memang kehadiran kita tidak membuat kehidupan desa, kota, negeri dan dunia ini lebih baik apa gunanya kekristenan kita? Apa artinya kita hidup? Itu persis seperti garam yang hambar.

Lukisan garam ini sangat sederhana dan familiar. Namun jika direnungkan lukisan garam ini menantang orang Kristen untuk berpikir dan bertindak tidak untuk dirinya sendiri, namun dalam rangka kehidupan yang luas. Hakikat atau keberadaan diri kita hanya kita temukan dalam interaksi, karya kasih dan kebajikan serta persembahan hidup kita bagi masyarakat atau dunia. Karena itu pertanyaan yang harus terus-menerus kita ajukan: apakah yang dapat kuberikan kepada desa atau kota ini? Apakah persembahan gereja kepada negeri ini? Apa dan bagaimana konkretnya kehadiran kami orang Kristen membuat masyarakat lebih baik di segala bidang?

Jawablah dan lakukanlah sesuatu hari ini.

Doa:

Ya Allah, Engkau menciptakan kami sebagai garam agar kami berguna bagi kehidupan. Berkatilah kami. Kiranya kehadiran kami selalu membawa sukacita dan semangat baru, solusi dan kemajuan, damai sejahtera bagi sekitar kami. Ya Bapa, penuhilah hati kami dengan Roh Kudus agar kami berbuah banyak untuk kemuliaan Kristus.AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

Share on Facebook

7 Responses to “Garam Hambar?”

  1. richard hutahaean Says:

    Siaaapppp…… laksanakan……

  2. rentha simbolon Says:

    Ya Tuhan jadikan kami bermakna dalam hidup ini, untuk kelurga, masyarakat terlebih untukMu Tuhan.

  3. Slamet Nainggolan Says:

    Menurut saya, Nats di atas dapat di rangkum menjadi 4 tujuan :
    1. Agar dunia menikmati beradaan kita.
    2. Agar dunia mengenal Kristus.
    3. Agar dunia merasakan kasih Kristus.
    4. Agar dunia memuliakan nama Tuhan.
    AMIN

  4. Slamet Nainggolan Says:

    Nats yang disampaikan oleh Bp. Pendeta Harahap pada hari ini adalah Nats yang sudah sangat sering kita dengar di kumandangkan di setiap kebaktian (gereja maupun perkumpulan).
    Tetapi banyak (yang mengaku pengikut Kristus, yang sering kebaktian) yang begitu pesimis terhadap Firman Allah tersebut.
    Ada yang mengatakan “Unang ma niat holan hata” dan ada yang menjawab “Asa unang holan hata, bah .. hita ulahon ma”.

    Tetapi sangat disayangkan, justru yang mengatakan dan mengumbandangkan “hita ulahon ma” yang justru tidak mampu secara dominan menunjukkan apa arti dari Garam dan Terang dunia tersebut.
    Sebagaimana yang pernah juga saya sampaikan, banyak para pengembala (mengakunya dan secara organisasinya) ketika ber-sermon (sebelum dan sesudah) tidak mengindahkan kebersihan udara sekitar (marsigaret), berbicara lantang dan terkadang memukul meja terhadap pedeta maupun sesama rekan. Bagaimana mungkin hal tersebut dapat menjadi Contoh dari umat/ jemaat? Tetapi, marilah kita saring memberikan nasihat sesuai dengan Firman Tuhan dan saling mendoakan untuk dapat menjadi Garam dan Terang Dunia yang sesungguhnya.

  5. Slamet Nainggolan Says:

    Maaf.
    Untuk rubrik.
    Kepada siapakah kita harus membayar pajak?
    Apakah dengan tidak memiliki NPWP (Gaji > Rp. 1.000.000) kita dapat di sebut Garam dan Terang Dunia?

  6. Friska pardede Says:

    Baru hari ini saya berani menelepon ibunda dari sahabat karib putri pertamaku dimana suami terkasihnya dipanggil pulang kerumah Bapak disorga Senin yl ketika mrk berdua mau beli tiket pasawat akan menghadiri wisuda putri pertamanya hari Kamis, suami istri (asal Jawa) ini adalah dosen disalah satu PTN di Sumatera, ketika sudah duduk di mobil tiba2 bapak ini merasa ada tertinggal dirumah dan disaat kembali kermh itulah istrinya mendengar ada yg jatuh dan ketika dia melihat apa yg terjadi ternyata suaminyalah yg jatuh dan langsung meninggal.

    Diusianya yang 50 thn bapak ini menorehkan kesedihan buat putrinya krn tinggal 3 hr lagi putrinya mempersembahkan tempat VIP buat kedua org tuanya krn dia lulusan terbaik di kampusnya dan langsung direkomondasikan Profesor pembingbingnya melanjutkan S2nya di Belanda. Gadis ini adalah teman akrab boruku dan bila ia menginap dirumah kami pasti dia senang bergreja di HKBP kami katanya dia sangat menikmati tata ibadahnya tdk seperti tempat ibadah yg dia sering kunjungi di Depok dan rencananya hari ini orang tuanya mau berkenalan dgn kaluarga kami dan akan bersama2 besok kegreja kami krn sahabatnya (boruku main orgen) .Jadi barusan saya baru berani meneleponnya sekaligus menanyakan kenapa ia tidak mendampingi putrinya saat wisuda Kamis kemarin dia bilang dia tidak sanggup tanpa kehadiran suaminya dan saya tdk lagi berani berkomentar hanya saya katakan kapan2 kita bisa berkenalan langsung walaupun hari ini tidak jadi dan jadilah kami bertangisan, akhirnya dgn dorongan boruku dan para profesor yg memang sudah bersahabat dengannya inilah makanya dia akhirnya mau diwisuda dgn didampingi omnya, ah…..hidup sunguh suatu misteri.

  7. kenzo bgr Says:

    syalom amang, terimakasih atas pencerahan diatas magna garam dalm tubuh harus mendara daging dalam kehidupan. gbu

Leave a Reply