Jangan Membalas
Almanak Jumat 28 Agustus 2009:
Janganlah engkau berkata: “Aku akan membalas kejahatan,” nantikanlah TUHAN, Ia akan menyelamatkan engkau. (Amsal 20:22)
Hukum pembalasan bersifat universal atau dikenal di seluruh dunia. Jika seorang manusia merasa dirugikan oleh seseorang maka dia akan berusaha merugikan balik orang tersebut. Jika kerbau dicuri oleh si A maka kita akan balik mencuri kerbau si A. Jika satu orang anggota kita dibunuh oleh keluarga B maka kita wajib membunuh satu orang anggota keluarga B. Mata ganti mata. Nyawa ganti nyawa.
Kristus datang tidak untuk menghapuskan hukum pembalasan itu, namun untuk menyempurnakannya. Disini kita baik sadar bahwa hukum pembalasan pada dasarnya baik yaitu untuk membatasi jumlah korban atau kerugian, mencegah kesewenang-wenangan atau amuk, dan pada akhirnya mewujudkan keadilan. Sebab pembalasan bisa saja tidak terkendali atau melampaui kepantasan sehingga melahirkan pembalasan baru lagi. Lantas bagaimana? Kekristenan mengajarkan agar pembalasan cukuplah dalam hal yang positif atau yang baik saja. Artinya: jika kita menerima kebajikan artinya kita tetap wajib membalas kebajikan tersebut.
Namun dalam hal yang jahat Alkitab tegas-tegas melarang pembalasan. Pembalasan adalah hak Allah (Roma 12:19, Ibrani 10:30). Itu jugalah yang dikatakan ayat hari ini. Jika saudara dalam hari-hari ini merasa disakiti, dicurangi atau dijahati, pesan Tuhan sangat jelas dan tegas: jangan balas! Nantikanlah Tuhan dan Dia mengganjar saudara dengan kebajikan. Kalau perlu mintalah Tuhan membalas kejahatan yang bersangkutan (namun jangan marah jika Tuhan malah memberikan pengampunan).
Doa:
Ya Allah, buanglah dari dalam jiwa kami dendam, kebencian dan niat jahat. Ketika kami merasa disakiti, dirugikan atau dicurangi teguhkanlah iman kami agar kami tidak membalas yang jahat dengan yang jahat. Engkau adalah Hakim yang adil dan penuh rahmat, penuhilah hati kami dengan kasih dan pengampunan. Dalam Kristus yang telah rela menderita dan mati demi pengampunan dosa kami. AMIN.
Pdt Daniel T.A. Harahap
Share on Facebook
August 28th, 2009 at 7:56 am
Tuhan berikan kami karunia untuk mengampuni yang bersalah kepada kami sebab kami sudah menerima dan merasakan kerunia pengampunanMu. Amin
August 28th, 2009 at 8:02 am
dear adikku Dani, pendeta yang kuhormati, puji Tuhan, ayat pagi ini mengingatkanku untuk mengampuni teman yang menjengkelkan yang hanya membuat pekerjaan yang sebetulnya mudah menjadi ribet…I am sure you know what I mean.
Kak Utji biasanya tidak pernah sampai kesal dengan hal2 seperti ini tapi kemaren mungkin puncaknya..hampir melabrak lho. And I have never had any enemy in my life (rasanya sih).
God bless you selalu ya Dan dalam pelayananmu dan kehidupan keluargamu. Horas
August 28th, 2009 at 8:25 am
“Kasih dan Pengampunan” itulah pembawa damai dalam kehidupan kita
August 28th, 2009 at 8:32 am
Terimakasih Tuhan Yesus untuk firman yang begitu indah ini, Kasih memang mengalahkan segalanya dan melalui firman ini kembali teringat yang tertulis dalam Roma 12: 21.
August 28th, 2009 at 8:39 am
Saya Cuplik : Almanak Sabtu 1 Agustus 2009:
Pertama: ….
Kedua: sebaliknya jika juga diajar agar juga jangan mau diperas dan dirugikan orang lain. Tuhan mengajar kita juga agar berani dan mampu mempertahankan dan membela hak-hak kita sendiri dan tidak menjadi korban penipuan, pemerasan atau perampasan. Tuhan memandang kita berharga sebab itu kita harus memandang diri kita berharga juga. Bagaimana jika kita kecil dan lemah? Bersatulah dan belajarlah membela hak-hak sendiri. Jangan mau jadi ulat atau cacing. Jadilah manusia terhormat.
Komentar saya :
Kalau tidak hati-hati ada kesan bertentangan..pada anjuran “Jangan membalas” vs “Jangan mau dirugikan”
Daniel Harahap:
Membela diri sendiri berbeda dengan membalas kejahatan dengan kejahatan. Artinya dalam membela diri sendiri tetap juga harus dengan cara yang benar dan baik.
August 28th, 2009 at 8:55 am
Nats hari ini sangat indah dan terimaksih Amang Pdt telah mengajari kita agar bagaimana kita harus bersikat terhadap kejahatan, kita tdk perlu membalasnya dan nantikan Tuhan untuk mengajar kebaikan. Saya pernah mengalami hal ini dan menurut saya, saya telah melukan yang baik terhadap HKBP namun saya menerima kebalikannya melalui surat kaleng (detail saya bisa ceritakan ke Amang). Pada saat itu kami sekeluarga berdoa, dan membaca Roma 12, 21 “Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan”.
August 28th, 2009 at 9:05 am
Mauliate amang Pdt DTA Harahap,
Seyogianyalah pembacaan dan perenungan akan sabda Tuhan pada pagi ini menginspirasi setiap pembaca Rumah Metmet, bahwa pengampunan jauh lebih melegakan (puas) daripada pembalasan (membalas yang jahat). Pasti lebih enak dan nikmat daripada panggang Karo maupun panggang b-1 dan b-2 dari Tarutung. Mengapa? Sebab pengampunan itu adalah titah Tuhan kita. Titah atau firman Tuhan pasti sangat menyukacitakan. Amen.
August 28th, 2009 at 9:09 am
Sungguh indah renungan hari ini.
Trimakasih amang
August 28th, 2009 at 9:29 am
Pas sekali rasanya ayat renungan hari ini dengan yg kami alami pagi ini…Tolong kami ya Tuhan, mampukan kami untuk bisa berjiwa besar..mampukan kami memaafkan bukan menyumpahi..berikan kedamaian dihati kami, amin.
August 28th, 2009 at 9:44 am
Menarik apa yg diuraikan oleh lae rumanap, dalam hasrat untuk membalas terdapat unsur membela kepentingan pribadi, memang masih debatable, tapi aku kira hasrat untuk membalas itu bermula dari amarah, utamanya harga diri yang terusik.., -kadang perlu juga biar pihak lain ga semena-mena lagi ke kita- dan manusia diciptakan satu paket dengan sikap itu, tapi tentunya membalas kejahatan dengan kebajikan akan menciptakan suasana yang sejuk buat hati dan lingkungan sekitar kita…
horas7x
August 28th, 2009 at 9:44 am
Soal kecurangan, kejahatan, ketidakadilan, pada akhirnya semua akan impas — dengan cara Tuhan dan pada waktu Tuhan; dan kita diminta ikut serta di dalamnya.
Soal kebaikan, semua akan berlipat ganda karena karakter Tuhan.
Ya Tuhan: tolonglah agar mata, pikiran, dan hati kami bisa bekerja seperti Engkau.
August 28th, 2009 at 10:54 am
Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan ( Mat 5 : 7)
August 28th, 2009 at 11:56 am
Dijamin indah dan nikmat rasanya bs melepaskan pengampunan bg org lain apalagi saudara “duo” atau “trple”,Ya sdr Kandung, Batak dan Kristen pula.Indah krn akan terhindar dr masalah lanjutannya bahkan memperoleh damai,Nikmat,krn kesana (kumpulan saudara2 yg rukun) Tuhan memerintahkan berkat2.Wouw,tabo jala neang nai.Namun itu akn terjadi kalo kt selalu sukses memandang dan menerima Kasih Yesus sbg dasar dan tujuan hidup.
August 28th, 2009 at 12:01 pm
Tiap hari dalam ‘mezbah keluarga’ kami selalu tutup dengan Doa Bapa Kami, doa yang mengajarkan kita selalu mengampuni seperti Bapa adalah maha pengampun. Walaupun mengampuni adalah bagian iman yang tersulit, saya percaya Tuhan memampukan kita untuk menjadi pengampun juga. Horas
August 28th, 2009 at 12:04 pm
Tau ngga manfaat langsung dari membalas yg jahat dengan yang baik??? Paling sedikit adalah kita terhindar dari salah satu penyebab penyakit Darah Tinggi (darting) yang sangat mungkin memicu Stroke. Artinya juga, kita bisa menabung untuk menyekolahkan anak-anak kita karena kita tidak perlu di rawat di Rumah Sakit akibat Stroke (penyebab kematian no 1 di Indonesia).
August 28th, 2009 at 1:36 pm
Hidup ini sangat indah dan damai kalau kita mampu mengampuni orang yang bersalah kepada kita, dan hal ini sudah kita nyatakan juga di dalam doa dan sudah kita ucapkan bersama dalam acara kebaktian yaitu doa Bapa Kami. maka sebagai orang kristen tidak boleh mendendam karena sudah disakiti dan harus mampu menerimanya kembali. horas
August 28th, 2009 at 4:15 pm
Semoga renungan untuk kita hari ini tidak menjadi sekedar wacana.
Daniel Harahap:
Supaya tak sekadar wacana: taulahon ma.
August 28th, 2009 at 7:10 pm
Mendengar perilaku Malaysia terhadap negara kita, rasanya emosi ini naik tetapi apa daya hanya sampai disitu saja, apakah hal itu termasuk dalam lingkup nats diatas??
Kalau untuk sepupuku yang sudah diadili dipengadilan ,keluarga besarku gagal menasihatinya maka biarlah hukum negara yang membalasnya
August 30th, 2009 at 1:43 am
Syalom semoga kekuatan iman dapat mengatasi emosi.