<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Jalan Mengasihi</title>
	<atom:link href="http://rumametmet.com/2009/08/26/jalan-mengasihi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rumametmet.com/2009/08/26/jalan-mengasihi/</link>
	<description>Pdt Daniel Taruli Asi Harahap</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Feb 2012 04:25:09 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.4</generator>
	<item>
		<title>By: Andi Sianipar</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/08/26/jalan-mengasihi/comment-page-1/#comment-13801</link>
		<dc:creator>Andi Sianipar</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 10:09:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=2346#comment-13801</guid>
		<description>Terimakasih atas tanggapannya Ibu friska. 

Memang suatu saat, hari itu akan datang dan barangkali tidak akan ada anggota keluarga besarnya yang akan datang kalau melihat sengitnya perselisihan diantara mereka sesama saudara kandung. Dan perselisihan itupun sudah sampai di tingkat anak. Firman Tuhan yg mana yg cocok utk mereka ? Apakah salah bila ada tindakan &quot;pembiaran&quot; pada persoalan ini ?

Sewaktu Natal tahun yg lalu (saat itu persoalan mereka baru 3-4 bulan dimulai), ada saudaranya yang mengirim sms dgn ucapan selamat hari natal kepada GHI, tapi apa jawabannya ????? &quot; Sakkui ma selamat hari Natal mi, ndada holan na sa ama sa ina na bersaudara, ido didokkon Tuhan i .... &quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terimakasih atas tanggapannya Ibu friska. </p>
<p>Memang suatu saat, hari itu akan datang dan barangkali tidak akan ada anggota keluarga besarnya yang akan datang kalau melihat sengitnya perselisihan diantara mereka sesama saudara kandung. Dan perselisihan itupun sudah sampai di tingkat anak. Firman Tuhan yg mana yg cocok utk mereka ? Apakah salah bila ada tindakan &#8220;pembiaran&#8221; pada persoalan ini ?</p>
<p>Sewaktu Natal tahun yg lalu (saat itu persoalan mereka baru 3-4 bulan dimulai), ada saudaranya yang mengirim sms dgn ucapan selamat hari natal kepada GHI, tapi apa jawabannya ????? &#8221; Sakkui ma selamat hari Natal mi, ndada holan na sa ama sa ina na bersaudara, ido didokkon Tuhan i &#8230;. &#8220;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Friska pardede</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/08/26/jalan-mengasihi/comment-page-1/#comment-13767</link>
		<dc:creator>Friska pardede</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 03:55:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=2346#comment-13767</guid>
		<description>Katakan saja pada si GHI ini, emangnya bila sakratul maut sudah dekat...bisa berbuat apa para pengacara  dan uang yg banyak itu hanya sepasang jas dan peti mati.

Kira2 bila waktunya tiba gimana ya pembacaan riwayat hidup orang ini...pernahkah dia memikirkannya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Katakan saja pada si GHI ini, emangnya bila sakratul maut sudah dekat&#8230;bisa berbuat apa para pengacara  dan uang yg banyak itu hanya sepasang jas dan peti mati.</p>
<p>Kira2 bila waktunya tiba gimana ya pembacaan riwayat hidup orang ini&#8230;pernahkah dia memikirkannya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Andi Sianipar</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/08/26/jalan-mengasihi/comment-page-1/#comment-13746</link>
		<dc:creator>Andi Sianipar</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2009 14:07:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=2346#comment-13746</guid>
		<description>Terimakasih atas tanggapan Ibu Friska Pardede. Memang inilah kesaksian saya, TUHAN TIDAK PERNAH BERHENTI BEKERJA.

Sejak masih di bangku kuliah dan sampai saat ini, dari sisi ekonomi,  Tuhan tetap memberikan rejeki yang berkelimpahan kepada GHI. Semua anak GHI yg sudah berkeluarga dan yg belum berkeluarga masih tetap dibantu biaya hidupnya oleh GHI, hingga saat ini.

Semua saudara keluarga GHI benar - benar heran dan pusing melihat kelakuan si GHI ini yg sedikitpun tidak menyesali semua perbuatannya dulu. Padahal umur sudah setengah 6 sore. Malahan GHI secara arogan dengan pengacaranya akan menyeret semua saudara kandungnya ke pengadilan karena persoalan surat wasiat dan warisan dari Bapak mereka sendiri.  Ini case lain lagi ya ....

Benar bahwa XYZ tidak bersalah, dan semua keluarga besar GHI dapat menerima kehadiran XYZ dan bahkan ada saudaranya yang berebut supaya XYZ tinggal di rumahnya. Begitulah dulu Ibu  Friska Pardede.... kita lanjut lagi besok.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terimakasih atas tanggapan Ibu Friska Pardede. Memang inilah kesaksian saya, TUHAN TIDAK PERNAH BERHENTI BEKERJA.</p>
<p>Sejak masih di bangku kuliah dan sampai saat ini, dari sisi ekonomi,  Tuhan tetap memberikan rejeki yang berkelimpahan kepada GHI. Semua anak GHI yg sudah berkeluarga dan yg belum berkeluarga masih tetap dibantu biaya hidupnya oleh GHI, hingga saat ini.</p>
<p>Semua saudara keluarga GHI benar &#8211; benar heran dan pusing melihat kelakuan si GHI ini yg sedikitpun tidak menyesali semua perbuatannya dulu. Padahal umur sudah setengah 6 sore. Malahan GHI secara arogan dengan pengacaranya akan menyeret semua saudara kandungnya ke pengadilan karena persoalan surat wasiat dan warisan dari Bapak mereka sendiri.  Ini case lain lagi ya &#8230;.</p>
<p>Benar bahwa XYZ tidak bersalah, dan semua keluarga besar GHI dapat menerima kehadiran XYZ dan bahkan ada saudaranya yang berebut supaya XYZ tinggal di rumahnya. Begitulah dulu Ibu  Friska Pardede&#8230;. kita lanjut lagi besok.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Friska pardede</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/08/26/jalan-mengasihi/comment-page-1/#comment-13740</link>
		<dc:creator>Friska pardede</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2009 06:27:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=2346#comment-13740</guid>
		<description>Cerita Andi diatas membuat saya merenung amat lama, kok bisa2nya bapak GHI ini aktif di greja tatapi muncul lagi dalam piliran saya bukankah Yesus datang untug orang2 berdosa?

Menurut saya yang harus dilakukan bapak GHI ini mengakui semua perbuatannya yg dilakukannya dgn kesadaran penuh dimasa lalu, sengaja menyakiti almarhum istri dan anak2nya,menyakiti orang2 terdekatnya (orangtua dan saudara2 bapak inipun saya yakin mengharamkan perbuatannya ) yang sudah pasti yang kelihatan saja dia tidak hormati apalagi Tuhan yang tidak kelihatan.

Anaknya tidak berdosa yang berdosa adalah bapaknya, makanya si GHI ini harus bertanggung jawab penuh, dia harus mengakuinya dihadapan semua saudara2nya juga pendeta dan grejanya dan dengan penyesalan yang sungguh2 bahwa akibat pilihan yang salah itu dia siap memperbaiki semuanya ,kalau sudah begini urusan yang lain adalah urusan dia dgn 
Tuhan.

Maaf kalau saya sok tau menanggapinya
Para bapak2 yang terhormat(juga ibu2), lihatlah krn kitidak mampuan mengatur diri jadilah cerita pilu yang amat menyengsarakan korban2 dikemudian hari bahkan sampai sepanjang hidupnya, cobalah berpikir panjang  untuk melakukan hal2 yang seperti diatas, sebab pernah saya tau juga diarisan margaku,marga suamiku dan di kantorku ada cerita2 seperti ini, o...portibi nalao tudia nama ho.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Cerita Andi diatas membuat saya merenung amat lama, kok bisa2nya bapak GHI ini aktif di greja tatapi muncul lagi dalam piliran saya bukankah Yesus datang untug orang2 berdosa?</p>
<p>Menurut saya yang harus dilakukan bapak GHI ini mengakui semua perbuatannya yg dilakukannya dgn kesadaran penuh dimasa lalu, sengaja menyakiti almarhum istri dan anak2nya,menyakiti orang2 terdekatnya (orangtua dan saudara2 bapak inipun saya yakin mengharamkan perbuatannya ) yang sudah pasti yang kelihatan saja dia tidak hormati apalagi Tuhan yang tidak kelihatan.</p>
<p>Anaknya tidak berdosa yang berdosa adalah bapaknya, makanya si GHI ini harus bertanggung jawab penuh, dia harus mengakuinya dihadapan semua saudara2nya juga pendeta dan grejanya dan dengan penyesalan yang sungguh2 bahwa akibat pilihan yang salah itu dia siap memperbaiki semuanya ,kalau sudah begini urusan yang lain adalah urusan dia dgn<br />
Tuhan.</p>
<p>Maaf kalau saya sok tau menanggapinya<br />
Para bapak2 yang terhormat(juga ibu2), lihatlah krn kitidak mampuan mengatur diri jadilah cerita pilu yang amat menyengsarakan korban2 dikemudian hari bahkan sampai sepanjang hidupnya, cobalah berpikir panjang  untuk melakukan hal2 yang seperti diatas, sebab pernah saya tau juga diarisan margaku,marga suamiku dan di kantorku ada cerita2 seperti ini, o&#8230;portibi nalao tudia nama ho&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Andi Sianipar</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/08/26/jalan-mengasihi/comment-page-1/#comment-13731</link>
		<dc:creator>Andi Sianipar</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Aug 2009 16:55:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=2346#comment-13731</guid>
		<description>Terimakasih atas jawabannya pak pendeta. Jadi ceritanya begini : Sekitar 1 bulan yg lalu seorang anak muda, katakanlah XYZ (pria) bertemu dgn seorang berinitial AB (wanita). Ternyata mereka satu marga. Si XYZ bercerita bahwa dia sudah yatim piatu, dan tidak mengenal seorangpun dari keluarga dari Bapaknya. Singkat cerita XYZ lalu menunjukkan foto ayahnya, yang ternyata foto Bapa Uda kandung AB yg selalu dibawa-bawa XYZ di dalam dompetnya. Kaget setengah mati, AB mengorek keterangan dari XYZ. XYZ menceritakan bhw dia tdk pernah mengenal bapaknya. Mendiang ibunya selalu mengatakan bahwa ayahnya (GHI) sudah lama meninggal di kota B. NS lalu mengatakan bahwa Bapaknya (yg difoto itu masih hidup dan tinggal di C)

Setelah ibunya LMN meninggal tahun 2005, XYZ akhirnya tinggal dgn Pamannya (RS) dan dari RS inilah akhirnya semua cerita itu terungkap, ......

XYZ lahir sekitar thn 1980-an di kota B, ada akte lahirnya. Menurut keterangan XYZ, sewaktu masih kecil dia pernah suatu waktu mengantar ayahnya GHI ke bandara dibawa oleh ibunya DEF. Hingga berumur kelas 1 SD, ANS masih sering ke kota E utk melihat anaknya si XYZ, dan selalu menggendong-gendongnya.

Sekitar tahun 1986, LMN dengan terpaksa dinikahkan dgn GHI karena LMN sudah hamil. Padahal LMN sudah tahu bahwa GHI sudah terikat perkawian yg sah dengan DEF. Pernikahan diadakan di kota J dan dilakukan secara Islam dengan memanggil Ustadz. Hal ini dilakukan karena LMN adalah seorang Moslem. Sebagai wali dari LMN pada saat itu adalah ibotonya sendiri, yaitu RS. 

Kehidupan terus berjalan, bau tidak mungkin ditutupi. Istri pertama GHI yaitu DEF meninggal tahun 2002. Kemudian istri keduanya (LMN) juga meninggal tahun 2005, karena kanker otak. RS sempat menelepon ke rumah GHI utk mengabarkan ini, tapi yg menerima telepon (mungkin GHI sendiri) berbohong dengan mengatakan bahwa GHI juga sudah meninggal. Ternyata Tuhan itu tidak menutup mata. Sebulan yg lalu Tuhan mempertemukan GHI dgn AB. 

Setelah semua informasi diperoleh  AB akhirnya menelepon GHI dan menceritakan semuanya. Pertama-tama GHI mengingkarinya, tapi AB memberikan teleponnya kepada XYZ, dan XYZ memanggilnya &quot;papa&quot;. Akhirnya GHI dgn pesawat pertama berangkat ke kota T utk bertemu dgn XYZ. Suasana haru pun terjadi, GHI memeluk erat anaknya XYZ di bandara Polonia. Tapi hanya sampai di situ saja.

GHI pernah mengajak anaknya XYZ ke kotanya tp XYZ tidak setuju karena GHI pernah mengatakan bahwa dia akan diakui sebagai anak yatim piatu yang diambil dari panti.  Perlu Bapak Pendeta ketahui bahwa ibunya XYZ yaitu LMN dan ayahnya yaitu GHI adalah satu marga. . Dan hingga cerita ini saya tuliskan, GHI masih tercatat sebagai anggota aktif di sebuah gereja Batak.

Kira-kira segini dulu ceritanya pak pendeta.... sy tunggu tanggapn pak pendeta. Horas mauliate.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terimakasih atas jawabannya pak pendeta. Jadi ceritanya begini : Sekitar 1 bulan yg lalu seorang anak muda, katakanlah XYZ (pria) bertemu dgn seorang berinitial AB (wanita). Ternyata mereka satu marga. Si XYZ bercerita bahwa dia sudah yatim piatu, dan tidak mengenal seorangpun dari keluarga dari Bapaknya. Singkat cerita XYZ lalu menunjukkan foto ayahnya, yang ternyata foto Bapa Uda kandung AB yg selalu dibawa-bawa XYZ di dalam dompetnya. Kaget setengah mati, AB mengorek keterangan dari XYZ. XYZ menceritakan bhw dia tdk pernah mengenal bapaknya. Mendiang ibunya selalu mengatakan bahwa ayahnya (GHI) sudah lama meninggal di kota B. NS lalu mengatakan bahwa Bapaknya (yg difoto itu masih hidup dan tinggal di C)</p>
<p>Setelah ibunya LMN meninggal tahun 2005, XYZ akhirnya tinggal dgn Pamannya (RS) dan dari RS inilah akhirnya semua cerita itu terungkap, &#8230;&#8230;</p>
<p>XYZ lahir sekitar thn 1980-an di kota B, ada akte lahirnya. Menurut keterangan XYZ, sewaktu masih kecil dia pernah suatu waktu mengantar ayahnya GHI ke bandara dibawa oleh ibunya DEF. Hingga berumur kelas 1 SD, ANS masih sering ke kota E utk melihat anaknya si XYZ, dan selalu menggendong-gendongnya.</p>
<p>Sekitar tahun 1986, LMN dengan terpaksa dinikahkan dgn GHI karena LMN sudah hamil. Padahal LMN sudah tahu bahwa GHI sudah terikat perkawian yg sah dengan DEF. Pernikahan diadakan di kota J dan dilakukan secara Islam dengan memanggil Ustadz. Hal ini dilakukan karena LMN adalah seorang Moslem. Sebagai wali dari LMN pada saat itu adalah ibotonya sendiri, yaitu RS. </p>
<p>Kehidupan terus berjalan, bau tidak mungkin ditutupi. Istri pertama GHI yaitu DEF meninggal tahun 2002. Kemudian istri keduanya (LMN) juga meninggal tahun 2005, karena kanker otak. RS sempat menelepon ke rumah GHI utk mengabarkan ini, tapi yg menerima telepon (mungkin GHI sendiri) berbohong dengan mengatakan bahwa GHI juga sudah meninggal. Ternyata Tuhan itu tidak menutup mata. Sebulan yg lalu Tuhan mempertemukan GHI dgn AB. </p>
<p>Setelah semua informasi diperoleh  AB akhirnya menelepon GHI dan menceritakan semuanya. Pertama-tama GHI mengingkarinya, tapi AB memberikan teleponnya kepada XYZ, dan XYZ memanggilnya &#8220;papa&#8221;. Akhirnya GHI dgn pesawat pertama berangkat ke kota T utk bertemu dgn XYZ. Suasana haru pun terjadi, GHI memeluk erat anaknya XYZ di bandara Polonia. Tapi hanya sampai di situ saja.</p>
<p>GHI pernah mengajak anaknya XYZ ke kotanya tp XYZ tidak setuju karena GHI pernah mengatakan bahwa dia akan diakui sebagai anak yatim piatu yang diambil dari panti.  Perlu Bapak Pendeta ketahui bahwa ibunya XYZ yaitu LMN dan ayahnya yaitu GHI adalah satu marga. . Dan hingga cerita ini saya tuliskan, GHI masih tercatat sebagai anggota aktif di sebuah gereja Batak.</p>
<p>Kira-kira segini dulu ceritanya pak pendeta&#8230;. sy tunggu tanggapn pak pendeta. Horas mauliate.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

