Persaudaraan Kebenaran

August 25, 2009
By Daniel T.A. Harahap

Almanak Selasa 25 Agustus 2009:

Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu. (1 Petrus 1:22)

Tuhan memanggil kita untuk membangun persaudaraan dan persahabatan selama kita hidup di dunia ini. Rasul Paulus mengatakan: sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang. (Roma 12:18).  Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara (Roma 12:10). Jangan hakimi dan jangan hina Saudaramu. (Roma 14:10-13). Penulis Ibrani katakan: peliharalah kasih persaudaraan (Ibr 13:1).

Namun ada yang menarik menjadi bahan renungan hari ini. Kasih persaudaraan itu adalah buah ketaatan kepada kebenaran. Rasul Petrus mengatakan hanya dengan taat kepada kebenaranlah kita sanggup mengamalkan kasih kepada saudara. Ketaatan kepada kebenaran tidak harus membuat kita jauh apalagi bermusuhan dengan saudara-saudara kita. Kebenaran sejati justru bersifat mendamaikan.

Namun sebaliknya harus kita sadari persaudaraan juga tidak boleh dijadikan alasan untuk mengkhianati dan meninggalkan kebenaran. Kebersamaan, kekeluargaan dan persaudaraan adalah sangat penting dan berguna namun tetap harus ditempatkan di bawah ketaatan kepada Tuhan. Artinya: kita tidak akan pernah mau melakukan yang jahat atau tidak dikehendaki Tuhan meskipun disuruh oleh keluarga, sahabat atau saudara kita sendiri.

Bagaimana?

Doa:

Ya Allah karuniakanlah kami  keluarga, saudara dan sahabat yang mendukung kami dalam iman dan ketaatan kepada kebenaran.  Jadikanlah kami anggota keluarga dan saudara yang baik dan benar. Penuhilah hati kami dengan kasih, namun mampukanlah juga kami bersikap kritis kepada diri dan keluarga kami sendiri. Demi Kristus. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

Share on Facebook

10 Responses to Persaudaraan Kebenaran

  1. Ninggor Pardede on August 25, 2009 at 7:15 am

    Adakalanya ketaatan menghilangkan persaudaraan dan persaudaraan menghilangkan ketaatan.

    Daniel Harahap:
    Itulah yang tidak boleh.

  2. Slamet Nainggolan on August 25, 2009 at 7:41 am

    Kata “bersungguh-sungguh” pada Nats tersebut berarti tidak diperkenankan kasih 10%, 35%, 65% … melainkan 100%.
    Tentunya hal ini sangat sulit sekali, khususnya bagi kita halak batak. Tetapi justru Nats ini menjadi suatu pelajaran bagi kita halak Batak agar benar – benar mengasihi, karena sudah sejak dari Nomensen hingga tahun 2009 ini Firman ALLAH telah ada bersama-sama halak batak yang seharusnya dapat menjadi panutan bagi suku atau bangsa lainnya.

    Perlu kita ingat sebagai seorang Kristen
    Mat. 5:46Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?
    Luk. 6:32 Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosapun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka.
    Yoh. 13:35 Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.”
    AMIN

  3. mebs on August 25, 2009 at 7:55 am

    wah… berat kali renungan hari ini, thx amang, emang kita harus dapat bersikap dan bijak dalam menentukan pilihan.
    horas7x

  4. abrianto nababan on August 25, 2009 at 8:09 am

    Tidak ada yang sempurna di dunia ini, tetapi untuk menciptakan kedamaian ada aturan2 yang dibuat oleh pemerintah atau oleh pemimpin2 dunia, kita sebagai bangsa harus mentaati setiap aturan tersebut sehingga akan tercipta kedamaian…Damai itu Indah…

  5. Slamet Nainggolan on August 25, 2009 at 8:22 am

    Horas Amang Pdt. Harahap

    Saya sangat mengharapkan kehadiran amang di Gereja kami di HKBP Bandar Setia. Kapan kira – kira amang dapat hadir untuk ber-khotbah di HKBP Bandar Setia ? (Denah ada di website kami tersebut).

    Daniel Harahap:
    Dimana pulak Bandar Setia itu? Berapa kali ganti angkot dari Serpong? :-)

  6. rumanap on August 25, 2009 at 9:02 am

    @Ninggor
    Saya bisa pahami yang Lae sebutkan:
    ” Adakalanya ketaatan menghilangkan persaudaraan dan persaudaraan menghilangkan ketaatan.”

    Daniel Harahap:
    Itulah yang tidak boleh.

    Karena itu, cukup lama saya renungkan 1 Petrus 4 : 8

  7. Id's on August 25, 2009 at 9:40 am

    Ada plesetan dari KKN jadi NKK.Tidak ikut KKN tapi NKK bolehlah.Nolong Konco Konco atau atas dsr persaudaraaan,akhirnya melakukan praktek Kolusi dan Korupsi.Dasar keduanya adalah sama,yaitu serakah dan tdk bermoral.Namun Nats dan renungan hr ini jelas dan tegas menyampaikan persaudaraan yg kt sedang dan akan jalani adl krn kita taat pada Kebenaran yaitu Kristus. @pro S Nainggolan ; Bersungguh-sungguh dimaksud sy artikan sbg satu keniscayaan yg hrs selalu dan selalu diperhatikan.Manusia umumnya (bukan hanya Batak) akn selalu mengalami rongrongan keinginan dagingnya.Rasul Paulus mengalaminya dan jujur mengakuinya.Kiranya Roh Kudus sang penolong memampukan selalu.

  8. Tetty Sihombing on August 25, 2009 at 10:56 am

    Rasa persaudaraan bangsa ini smemang udah sangat luntur…..sangat perlu didoakan terus.

  9. Slamet Nainggolan on August 25, 2009 at 2:12 pm

    Bandar setia, bila dari Serpong hanya 3 kali naik anggkot Amang :)
    1. Dari Serpong ke Bandar Udara dan langsung menuju Bandar udara Polonia Medan
    2. Dari bandara udara polonia Medan naik angkot hingga ke Ramayana
    3. Dari Ramayana naik angkot lagi hingga ke Bandar setia.
    :)
    Jadi totalnya 3 X naik angkot, amang. :) di Medan biaya naik angkot Rp. 2.500,- per Trayek :) .

    Daniel Harahap:
    Tangianghon hamu ma. Gabe jala horas. :-)

  10. Friska pardede on August 25, 2009 at 3:50 pm

    Pasti susalah menjalankan ayat ini, terus terang saya mah…..belum mampu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*