HKBP Salembaran: Kehidupan Di tengah Kematian
Oleh: Pdt Daniel T.A. Harahap
Terletak di kawasan Teluk Naga Kecamatan Kosambi, beberapa kilometer dari ujung landasan Soekarno Hatta Cengkareng, gereja HKBP Salembaran berdiri di tengah-tengah pekuburan. Menurut Pdt Zending Sinurat yang melayani di sana, pada awalnya gereja HKBP berdiri di tengah pemukiman namun ditentang oleh warga masyarakat sekitarnya. Seorang tokoh masyarakat di sana menawarkan: jika mau aman pindahkan saja gereja ke kawasan pekuburan. Dijamin tidak akan diganggu. Warga HKBP menanggapi usulan itu secara hurufiah. Bangunan gereja yang terbuat dari kayu pun langsung diangkut ke lokasi yang ditunjuk. Kini bangunan lama itu digunakan untuk konsistori. Waktu berjalan. Gereja baru pun telah berdiri di tengah-tengah pekuburan itu, menyimbolkan kehidupan di antara kematian.
Share on Facebook
August 25th, 2009 at 8:17 am
Luar biasa…!!! Tuhan memberkati seluruh Jemaat,Pendeta dan Parhalado gereja HKBP Salembaran
August 25th, 2009 at 8:36 am
Inila realita yang hidup di negara kita, ga tau sampe kapan ini bakalan gini terus…..
August 25th, 2009 at 8:47 am
Bravo buat jemaat & penatua HKBP Salembaran ! Berarti nga dihangoluhon nasida hata ni Tuhan i na mandok, “Kamu akan dibenci oleh dunia ini oleh karena namaKu. Tetapi siapa yang bertahan sampai kesudahannya, akan selamat”.
August 25th, 2009 at 9:10 am
Bagus to, mantap to, asyik to
God loves HKBP full
August 25th, 2009 at 9:13 am
Iya,Salute buat Sdr2ku di HKBP Salembaran.Semoga persekutuan dgn jemaat nya jg rukun selalu,shg berkat2 Tuhan mengalir kesitu.
August 25th, 2009 at 12:59 pm
Suatu perjuangan yang nyata ditengah dunia yang menolak Kristus…
Doa : mampukanlah kami bertahan dalam perjuangan iman kami. Amin
August 25th, 2009 at 1:25 pm
Gereja bukan lah gedung nya dan bukan pula menaranya yang terpenting jemaatnya….orang-orang di dalam gerejanya….Diberkati lah Gereja ini senantiasa dalam kondisi apapun dan Diberkati pula jemaat dan seluruh pelayan Gereje HKBP Salembaran.
August 25th, 2009 at 1:42 pm
Berjuang terus dalam memberitakan injil, tidak persoalan apakah gedung gereja berdiri di antara kuburan-kuburan, yang pasti Tuhan ada di segala tempat dan kapan aja untuk menguatkan umat yang percaya kepadaNya. Jesus jaminan hidup kita.
August 25th, 2009 at 7:27 pm
Kondisi itu juga menjadi khotbah bagi setiap yang datang ibadah, bahwa kita akan mati seperti yang diluar gereja tersebut. Untuk itu jangan tunggu lagi untuk berbuat yang baik sesuai kehendak yang Diatas , karena waktu kita tidak tau. Ya kan amang pemdeta. Jangan takut Tuhan beserta yang selalu memanggil NamaNya.
August 25th, 2009 at 11:31 pm
Berarti bangunan gereja HKBP Salembaran kembali kepada aslinya karena pekarangan gereja sampai sekarang di Amerika, Ingeris dll disebut ‘Churchyard’ yang berarti ‘burial ground round a church’ (kuburan). Maka saudaraku di HKBP Salembaran, jangan kecil hati jika pekarangan gereja kita adalah kuburan. Lagi pula pada masa Nommensen,dulu, juga lokasi pembangunan gereja banyak mempergunakan lahan atau tempat yang dianggap nenek moyang kita sebagai ‘parbeguan’. Jayalah HKBP Salembaran. Tuhan Yesus menyertaimu. Amin.
August 26th, 2009 at 7:27 am
HKBP Gunung Putri membutuhkan gedung untuk bisa kebaktian minggu, dikuburan ato di parbeguan pun ndak apa2. Yang penting kami bisa beribadah tanpa diganggu. HKBP Salembaran itu ressort mana iya?
Daniel Harahap:
HKBP Salembaran masuk Resort Tangerang. Gunung Putri masuk Cibinong. Pangido hamu ma tu masyarakat humaliang asa boi pajongjong pargarejaan di parbandaan na disi.
August 26th, 2009 at 10:15 am
Langkah yang menarik untuk ditiru. HKBP Bandung Riau juga sedang mencari “partapahan” dan fakta ini akan saya bawakan di rapat panitia.
Daniel Harahap:
Semboyannya: Justru di kuburan kita jaya!
August 26th, 2009 at 12:08 pm
Di luar hal-hal lainnya, yang aku bayangkan adalah betapa “nikmatnya” beribadah malam di gereja dimaksud. Ini juga dapat mengedukasi warga jemaat dan warga setempat bahwa kuburan bukanlah selalu menakutkan. Lebih baik bila mampu mengubah persepsi “halak hion” yang selalu melekatkan kuburan dengan semua yang menyeramkan. Kasihan kali, bah!
August 26th, 2009 at 2:49 pm
Jesus mengutus kita bukan ke Mall melainkan ke tengah “Serigala”. Jadi kita boleh saja berteman dg serigala tapi jangan menjadi Serigala. Gereja adalah Tubuh Kristus, tidak aneh kalau mereka menolak kehadiran gereja. Didunia kamu mengalami penganiayaan, dan Aku telah mengalaminya lebih dulu, tapi jangan takut Aku telah mengalahkan dunia, kata Yesus.
Seorang pendeta Kulit hitam Amerika pernah berkata; Dimana Yesus hadir disana pasti ada Gereja. Kehadiran gereja HKBP Salembaran diareal pemakaman sangat simbolik, betapa kehidupan ini sangat dekat dgn kematian.
August 27th, 2009 at 11:09 am
Gereja di dekat kuburan bukan hal yg menyeramkan, mala jadi bagus , saya ingat di Pagururan Samosir Gereja dan kuburan satu komlek, jadi nadengan doi Gereja HKBP na di Salembaran i, Unang Mabiar tu Hamaten, Hamatean ido dalan laho tu Surgoi.
August 27th, 2009 at 12:07 pm
Tanh Gereja HKBP Palembang juga bekas kuburan Belanda dan semoga jemaat di Salembaran bertambah kuat imannya untuk menjalani hidup dan ibadah .
September 6th, 2009 at 4:29 pm
Jadi ingin merasakan malam natal dan paskah buha-buha ijuk disana
Amang hebat bisa mendapat angle foto yang bagus
Alkitab Toba dapat diakses di
http://alkitabtoba.wordpress.com
http://altoba.wordpress.com
GBU
October 24th, 2009 at 7:40 am
Hahaha….bagus sekali lho gereja di tengah-tengah kuburan. Orang akan menyangka kuburan itu “tanah wakaf” gereja. Biarlah “roh gentayangan” mendapatkan ketenangan di dalam gereja.
Usul saya, kalaulah ada orang kaya Batak menata komplek “church yard” dengan membangun jalan yang mulus, membuatkan taman, membuatkan lapangan rumput untuk anak-anak bermain bola, membuatkan kolam, menanam pohon-pohon lokal, dll. Wah, makin menjadi berkat tuch HKBP.
Klo mau jujur, selama ini kan tak terlalu jelas kontribusi gereja terhadap lingkungan ? Malah “mengganggu pemandangan” lingkungan sekitar, karena lingkungan sekitar tidak suka terganggu identitas lingkungannya.
Nah, dengan adanya gereja di tengah kuburan, maka lingkungan sekitarpun tertata dengan baik.
Ini menjadi tantangan kita semua, bagaimana gereja dengan penuh percaya diri selalu tertantang untuk memberikan berkat bagi dunia. Kekristenan tidak melulu dengan “penyebaran traktat agama kristen” kan?