Jangan Samaratakan Semua Orang

August 24, 2009
By Daniel T.A. Harahap

Almanak Senin 24 Agustus 2009:

Janganlah engkau keras terhadap orang yang tua, melainkan tegorlah dia sebagai bapa. Tegorlah orang-orang muda sebagai saudaramu, perempuan-perempuan tua sebagai ibu dan perempuan-perempuan muda sebagai adikmu dengan penuh kemurnian. (1 Timotius 5:12)

Semua manusia  setara dan sama mulianya di hadapan Allah. Semua manusia tanpa kecuali pantas dihormat. Semua manusia layak dikasihi. Siapapun atau bagaimanapun manusia itu dia harus diperlakukan sesuai dengan hukum dan moralitas. Artinya: tidak boleh diperlakukan semena-mena. Tidak boleh dilecehkan atau disiksa.

Namun Rasul Paulus mengingatkan muridnya Timotius dan kita yang sekarang agar bersikap bijak. Dalam interaksi dengan sesama sehari-hari, apalagi ketika kita harus menegor dan mengkoreksi, kita tidak bisa menyamaratakan semua orang begitu saja. Paulus mengatakan: perlakukanlah lelaki tua sebagai ayah dan perempuan muda sebagai ibu. Selanjutnya perlakukan lelaki dan perempuan muda sebagai saudara.

Intinya di sini adalah hormat dan kasih sebagaimana hukum emas yang diajarkan Yesus: segala sesuatu yang kamu kehendaki diperbuat orang lain bagimu, perbuatlah demikian juga. Bayangkanlah jika kita seorang tua: apakah yang kita harapkan dilakukan orang lain kepada kita juga ketika kita keliru atau salah? Bayangkanlah jika kita seorang muda: apakah yang kita inginkan dilakukan orang lain kepada kita?

Doa:

Ya Tuhan ajarlah kami bersikap hormat dan kasih tanpa syarat kepada orang lain. Demi Kristus. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

Share on Facebook

10 Responses to Jangan Samaratakan Semua Orang

  1. abrianto nababan on August 24, 2009 at 7:55 am

    Kasihilah sesamamu !

  2. Ruas-Bandung on August 24, 2009 at 8:31 am

    Ayat ini kembali mengingatkan kita untuk tetap santun khususnya terhadap para orangtua, dan ajaran ini sudah ditanamkan orangtua terhadap anak semasih kecil.

  3. Yohanes Enho on August 24, 2009 at 8:35 am

    diperlukan sikap bijak dalam menanggapi setiap karakter dan keadaan..
    melalui artikel ini, mudah2an menjadi bentuk pesan yang WAJIB dilakukan…
    btw Amang, “segala sesuatu yang kamu kehendaki diperbuat orang lain bagimu, perbuatlah demikian juga. ” artinya qt meyakini adanya penerapan Hukum Karma?

    thanks ya Amang

  4. Slamet Nainggolan on August 24, 2009 at 8:42 am

    Inti Nats 1 Tim 5 :12 di atas tidak jauh dari kata SOPAN.
    Yang mana, seorang pengikut Kristus di tuntut untuk selalu sopan dalam segala hal terhadap sesama manusia (Tua maupun Muda). Nats pendukung : 1Kor. 14:40 Tetapi segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur.

    Tetapi yang muncul dominan saat ini di tengah-tengah masyarakat Kristiani, khususnya di lingkungan gereja acap sekali muncul perbedaan antara Orang Tua dan Orang Muda, misalnya dalam hal paduan suara. Bilamana yang mengajar Paduan Suara adalah orang yang lebih muda dari pada Anggota Paduan Suara, banyak yang selalu menganggap pengajar muda tersebut tidak ada apa-apanya, sehingga muncul sikap yang cuek dan tidak mau di pimpin. Dan hal tersebut adalah merupakan suatau hal yang kurang sopan. Dikarenakan, di dalam suatu kegiatan Kristiani bila di tonjolkan sifat “Nga Jumolo Ahu Tubu, Ai Sarjana do Ahu, Ai Pangajar do Ahu, Ai .. on .. an … in .. do Ahu”, maka lambat laun punguan atau perkumpulan tersebut akan redup, karena muncul ke Egoisan yang berbuntut pada ke Tidak Sopanan. Tetapi bilamana suatu kegiatan Ke Kristenan dilakukan berdasarkan ke Sopanan dan Persaudaraan yang tinggi, akan secara pasti muncul kerukunan dan kelanggengan. Sebagaimana yang terdapat pada ayat di Maz 133:1 Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! Ayat yang dikumandangkan pada kebaktian Munggu 23 Aug 2009.

  5. Robert Sibarani on August 24, 2009 at 11:11 am

    Hormatilah Orang tua mu agar Panjang umurmu….

  6. mebs on August 24, 2009 at 11:21 am

    amen… stuju sekali untuk menghormati sesama kita manusia, orang tua dianggap orang tua sendiri dan orang muda seperti keluarga, namun kiranya perlakuan baik kita jangan diikuti dengan perlakuan yang kita inginkan dari orang lain (mohon maap agak berbeda amang). kita ga bisa paksakan orang lain berbuat seperti yang kita mau, atau seperti yang sudah kita perbuat, untuk itu iklasla dengan perbuatan kita dan senantiasa berpengharapan baik kepada sesama kita tanpa timbal baik.
    Horas 7x :)

  7. Jansen H. Sinamo on August 24, 2009 at 11:22 am

    Apa yang pantas bagi orang tua?
    – Hormat
    – Apresiasi
    – Kasih
    – Dituakan
    – Dimintai pendapatnya, nasihatnya, dan berkatnya
    – Doing all of these things genuinely, sincerely

    Orang muda tidak boleh pajago-jagohon & pamalo-malohon:-)

    Daniel Harahap:
    Orang tua juga harus tahu diri.:-)

  8. Id's on August 24, 2009 at 12:16 pm

    Nats hari ini adl tuntunan tata krama bermasyrakat yg paling baik dan mumpuni krn di dlm pencerahan Hukum Kasih.Dalam budaya Batak,panduan hukum bermasyarakat adl Dalihan Na Tolu.Semua ada aturan Hak dan Tanggung jwb.Yang lebih dituakan/hula2 atau Suhut manang Raja Hata jelas pd saat2nya lebih berhak dr yg lain.Orang lain yg lebih muda atau kurang berhak mesti tau dan ngerti sendiri.

    @pro Amng Nainggolan: Mungkin jd renungan tambahan kt adl: Bgmn Hukm Kasih Kristus bs mengubah/ menerangi/menggarami tata krama “au -lobion2″ dikalangan Batak?Bukankah dimata Tuhan kita semua sama sbg anak2Nya dan hamba2Nya yg setia?

  9. m tampubolon on August 24, 2009 at 9:14 pm

    hampir sama dengan patik palimahon. ” ingkon” pasangaponmu natorasmu dst. baru angka na asing. jadi intinya tidak disamaratakan. Trimakasih amang renungan untuk hari ini.

  10. Friska pardede on August 25, 2009 at 3:44 pm

    Bah…ai adong do hape ayat namangatur perilaku sisongonon, ulinai hape ate….!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*