<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Roh Kemerdekaan</title>
	<atom:link href="http://rumametmet.com/2009/08/22/roh-kemerdekaan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rumametmet.com/2009/08/22/roh-kemerdekaan/</link>
	<description>Pdt Daniel Taruli Asi Harahap</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Feb 2012 04:25:09 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.4</generator>
	<item>
		<title>By: mebs</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/08/22/roh-kemerdekaan/comment-page-1/#comment-13629</link>
		<dc:creator>mebs</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Aug 2009 04:34:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=2338#comment-13629</guid>
		<description>Mantap.... Merdeka :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mantap&#8230;. Merdeka <img src='http://rumametmet.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Id's</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/08/22/roh-kemerdekaan/comment-page-1/#comment-13609</link>
		<dc:creator>Id's</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Aug 2009 16:24:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=2338#comment-13609</guid>
		<description>Ya dan Amin, dmn Roh Allah hadir disitu ada kemeredekaan.Masalahnya,dmn dan bagi siapakah Roh Allah hadir?.Jawabannya: Pasti bagi org yg mengasihi Allah.Bukan mengasihi kemaren atau besok,tp yg mengasihi Allah saat itu .Posisi  atau jabatan seseorg atau kelompok adl hal2 duniawi bukan represent	asi iman atau rohaninya.Bukankah tiap org dicobai keinginanya msg2?.Mari kt dapatkan kemerdekaan kt msg2 melalui pertolongan dan kehadiran Roh Allah disetiap tempat dan waktu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ya dan Amin, dmn Roh Allah hadir disitu ada kemeredekaan.Masalahnya,dmn dan bagi siapakah Roh Allah hadir?.Jawabannya: Pasti bagi org yg mengasihi Allah.Bukan mengasihi kemaren atau besok,tp yg mengasihi Allah saat itu .Posisi  atau jabatan seseorg atau kelompok adl hal2 duniawi bukan represent	asi iman atau rohaninya.Bukankah tiap org dicobai keinginanya msg2?.Mari kt dapatkan kemerdekaan kt msg2 melalui pertolongan dan kehadiran Roh Allah disetiap tempat dan waktu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Friska pardede</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/08/22/roh-kemerdekaan/comment-page-1/#comment-13607</link>
		<dc:creator>Friska pardede</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Aug 2009 15:29:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=2338#comment-13607</guid>
		<description>Mungkin di gereja yang amang DTA pimpin tidak seseram itu, karena saya yakin seorang pimpinan yang baik (uluan) semuanya dimiliki oleh amang terlihat dari cerita2 di blog ini, kalau pimpinannya  bisuk dan penuh tanggung jawab maka ke bawahnya akan sungkan tidak mengikuti  perilaku yang d i contohkan sang uluan, tetapi kalau  uluannya maburadul ya amburadul jugalah ke bawahnya.

Pengalaman pribadi nih, saya termasuk jemaat yg selalu dilibatkan dalam pencarian dana ketika greja kami masih dalam tahap pembangunan, dan pertama kali melaksanakannya mungkin panitia terkesan dgn hasil pekerjaan saya jadi, hampir setiap ada tahapan pembangunan berikutnya pastilah saya ditunjuk entah itu jualan kupon atau mendatangi jemaat  di wijk kami sampai ke daerah parserakan dll, dan bentuk penghargaan yang saya terima ketika greja kami MBPO (mameakhon batu ojahan) atau peletakan batu alas gereja sayalah yang menyelempangkan selempang selamat datang ke ompui phorus Pdt.DR.J.R Huttauruk dan betapa bangganya saya saat itu, yang sebelumnya saya sdh mandele menyaksikan pertikaian antara sintua dan panitia yg entah apa persoalannya sampai banting2 kursi dan keluar kata2 kotor di bilut parhobasan yg seharusnya sakral itu.

Sejak saat itu saya putuskan tidak mau lagi terlalu terlibat dalam kepanitiaan apapun, sebab kemudian uluan yang ditempatkan di greja kami semakin tidak berkualitas( maaf kalau terlalu kasar), bahkan mantan uluan greja kami sdh sampai dibawa ke pengadilan krn menurut saya kurang menjalankan ke uluannya dgk sikap yang kristiani dan penggantinya yg baru berapa bln ini kurang lebih sama saja.

Minggu lalu di ibadah siang ada acara yardidi utk 7 org bayi dari 6 keluarga, kebiasaan amang ini kalau kotbah selalu diiringi nyanyian dan minggu kemarin ada 6 nyayian ditambah baca alkitab lagi sebanyak 35 ayat di luar nats kotbah,  sehingga total 1 jam waktu amang ini berkotbah ditambah persembahan ke depan dan koor nya ada 6 dan tak satu kalimatpun kotbah itu ditujukan ke pada orangtua yg membabtiskan anaknya, ketika pembabtisan di mulai semua bayi2 itu menangis krn mungkin kelamaan dan kepanasan, si pemain orgen kelabakan setiap pendeta meminta lagi merende ma hita sian buku ende no sekian padahal si par-orgen membuka Buku Logu yg sangat berbeda nomornya dgn Buku Ende   o tahe....

Daniel Harahap:
Pendeta, sintua dan anggota jemaat biasa  harus belajar hal-hal sederhana di bawah ini:
(1) Berkotbah dengan catatan tertulis dan mendisiplinkan diri tidak keluar dari catatan
(2) Berkomunikasi dengan santun termasuk saat lelah dan marah
(3) Berdoa dengan ringkas
(4) Bernyanyi koor paling banyak sekali dalam dua minggu, dan tidak bernyanyi di dua koor sekaligus pada saat yang sama
(5) :-)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin di gereja yang amang DTA pimpin tidak seseram itu, karena saya yakin seorang pimpinan yang baik (uluan) semuanya dimiliki oleh amang terlihat dari cerita2 di blog ini, kalau pimpinannya  bisuk dan penuh tanggung jawab maka ke bawahnya akan sungkan tidak mengikuti  perilaku yang d i contohkan sang uluan, tetapi kalau  uluannya maburadul ya amburadul jugalah ke bawahnya.</p>
<p>Pengalaman pribadi nih, saya termasuk jemaat yg selalu dilibatkan dalam pencarian dana ketika greja kami masih dalam tahap pembangunan, dan pertama kali melaksanakannya mungkin panitia terkesan dgn hasil pekerjaan saya jadi, hampir setiap ada tahapan pembangunan berikutnya pastilah saya ditunjuk entah itu jualan kupon atau mendatangi jemaat  di wijk kami sampai ke daerah parserakan dll, dan bentuk penghargaan yang saya terima ketika greja kami MBPO (mameakhon batu ojahan) atau peletakan batu alas gereja sayalah yang menyelempangkan selempang selamat datang ke ompui phorus Pdt.DR.J.R Huttauruk dan betapa bangganya saya saat itu, yang sebelumnya saya sdh mandele menyaksikan pertikaian antara sintua dan panitia yg entah apa persoalannya sampai banting2 kursi dan keluar kata2 kotor di bilut parhobasan yg seharusnya sakral itu.</p>
<p>Sejak saat itu saya putuskan tidak mau lagi terlalu terlibat dalam kepanitiaan apapun, sebab kemudian uluan yang ditempatkan di greja kami semakin tidak berkualitas( maaf kalau terlalu kasar), bahkan mantan uluan greja kami sdh sampai dibawa ke pengadilan krn menurut saya kurang menjalankan ke uluannya dgk sikap yang kristiani dan penggantinya yg baru berapa bln ini kurang lebih sama saja.</p>
<p>Minggu lalu di ibadah siang ada acara yardidi utk 7 org bayi dari 6 keluarga, kebiasaan amang ini kalau kotbah selalu diiringi nyanyian dan minggu kemarin ada 6 nyayian ditambah baca alkitab lagi sebanyak 35 ayat di luar nats kotbah,  sehingga total 1 jam waktu amang ini berkotbah ditambah persembahan ke depan dan koor nya ada 6 dan tak satu kalimatpun kotbah itu ditujukan ke pada orangtua yg membabtiskan anaknya, ketika pembabtisan di mulai semua bayi2 itu menangis krn mungkin kelamaan dan kepanasan, si pemain orgen kelabakan setiap pendeta meminta lagi merende ma hita sian buku ende no sekian padahal si par-orgen membuka Buku Logu yg sangat berbeda nomornya dgn Buku Ende   o tahe&#8230;.</p>
<p>Daniel Harahap:<br />
Pendeta, sintua dan anggota jemaat biasa  harus belajar hal-hal sederhana di bawah ini:<br />
(1) Berkotbah dengan catatan tertulis dan mendisiplinkan diri tidak keluar dari catatan<br />
(2) Berkomunikasi dengan santun termasuk saat lelah dan marah<br />
(3) Berdoa dengan ringkas<br />
(4) Bernyanyi koor paling banyak sekali dalam dua minggu, dan tidak bernyanyi di dua koor sekaligus pada saat yang sama<br />
(5) <img src='http://rumametmet.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Sibuea, RH</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/08/22/roh-kemerdekaan/comment-page-1/#comment-13600</link>
		<dc:creator>Sibuea, RH</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Aug 2009 05:31:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=2338#comment-13600</guid>
		<description>Setuju amang Slamet Nainggolan......
Perpecahan di Gereja terjadi karena &quot;GEREJA TIDAK LAGI MERDEKA SECARA ROHANI KARENA PARA SINTUANYA MEMBUAT BLOK-BLOK&quot;. Beruntunglah jemaat yang cuma aktif di hari minggu karena semua pelayanan itu terasa indah...tapi ketika kita turut ambil bagian dalam pelayanan suasana pro dan kontra amat terasa di kalangan sintua...kemana HOLONG yang terbesar itu? Apa yang mau mereka cari? Untuk siapa mereka melayani?

&lt;em&gt;Daniel Harahap:
Ah tidak seseram itulah. :-)&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Setuju amang Slamet Nainggolan&#8230;&#8230;<br />
Perpecahan di Gereja terjadi karena &#8220;GEREJA TIDAK LAGI MERDEKA SECARA ROHANI KARENA PARA SINTUANYA MEMBUAT BLOK-BLOK&#8221;. Beruntunglah jemaat yang cuma aktif di hari minggu karena semua pelayanan itu terasa indah&#8230;tapi ketika kita turut ambil bagian dalam pelayanan suasana pro dan kontra amat terasa di kalangan sintua&#8230;kemana HOLONG yang terbesar itu? Apa yang mau mereka cari? Untuk siapa mereka melayani?</p>
<p><em>Daniel Harahap:<br />
Ah tidak seseram itulah. <img src='http://rumametmet.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Jansen H. Sinamo</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/08/22/roh-kemerdekaan/comment-page-1/#comment-13599</link>
		<dc:creator>Jansen H. Sinamo</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Aug 2009 04:21:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=2338#comment-13599</guid>
		<description>Tinggal mengaminkan, mengafirmasikan, dan memproklamasikan kemerdekaan itu sebenarnya, maka niscaya kita merdeka.

Yang jadi soal kalau seseorang malah betah terpenjara, senang terborgol, dan memilih terbelenggu.

Merdeka...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tinggal mengaminkan, mengafirmasikan, dan memproklamasikan kemerdekaan itu sebenarnya, maka niscaya kita merdeka.</p>
<p>Yang jadi soal kalau seseorang malah betah terpenjara, senang terborgol, dan memilih terbelenggu.</p>
<p>Merdeka&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

