Almanak Jumat 21 Agustus 2009:
Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu maka kamu pun benar-benar merdeka. (Yohanes 8:36)
Bulan Agustus bagi bangsa kita adalah bulan perayaan kemerdekaan. Yaitu perayaan proklamasi kemerdekaan kita dari penjajahan bangsa lain enam puluh empat tahun silam yang menjadikan kita bangsa yang merdeka dan berdaulad setara dengan bangsa-bangsa lain di dunia.
Renungan Almanak seminggu ini mengajak kita bukan hanya merayakan melainkan sungguh-sungguh merenungkan arti kemerdekaan itu. Acap kali kita mengatakan bahwa kita telah merdeka. Pertanyaan: apakah kita memang sungguh-sungguh telah merdeka? Benar kita telah merdeka dari penjajahan Belanda dan Jepang enam puluh empat tahun tahun silam. Namun apakah sekarang bangsa kita masih merdeka atau justru malah lebih “terjajah” secara ekonomi dan politik dan budaya?
Dalam lingkup yang lebih sempit: apakah benar kita telah benar-benar merdeka? Apakah kita benar-benar merdeka dari dendam dan kebencian masa lalu? Merdeka dari rasa bersalah? Merdeka dari penguasaan nafsu? Merdeka dari belenggu adat masa lalu? Selanjutnya: apakah kita benar-benar merdeka berpikir dan mengkomunikasikan pikiran kita? Apakah kita sungguh-sungguh merdeka mengatakan yang benar dan baik?
Ayat almanak hari ini mengatakan hanya Kristus sajalah yang sanggup benar-benar memerdekakan kita. Dalam Dialah kita menemukan diri kita sungguh-sungguh merdeka. Dialah Sang Pembebas kita. Sebab itu hiduplah dalam Dia.
Doa:
Ya Kristus, Engkaulah Sang Pembebas kami. Engkau membebaskan kami dari berbagai belenggu dan menjadikan kami sungguh-sungguh manusia. Syukur dan puji bagiMu selama-lamanya. Biarlah kami tetap hidup dalam Engkau saja agar kami tetap merdeka dan menjadi sungguh-sungguh manusia. AMIN.
Pdt Daniel T.A. Harahap
Share on Facebook
Tuhan, Tolong kami untuk melepaskan dendam dan kebencian dari diri kami serta hal2 lain yang tidak berkenan kepadaMU, amin.
Kebetulan, saya baru mengirim artikel ke Kompas, berjudul ‘Proklamasi dan Kemerdekaan Dwi Arah’ — semoga saja dimuat.
Alinea terakhir berbunyi, “Untuk itulah diperlukan berjuta-juta kemerdekaan baru setiap hari: merdeka dari kebiasaan kerja koruptif agar merdeka untuk bekerja produktif, merdeka dari kebiasaan kerja asal-asalan agar merdeka untuk bekerja dengan kualitas tinggi, serta merdeka dari kebiasaan kerja egoistis agar merdeka untuk membangun budaya kerja penuh pelayanan.”
Kita orang Kristen juga memerlukan proklamasi-proklamasi setiap hari yakni memerdekan diri dari dosa dan akibat-akibat dosa tersebut di bidang mental, interpersonal, dan sosial.
Bagusnya, kita punya Kristus Sang Pemerdeka. Haleluya.
Amin.Kemuliaan bg Allah,kekal sampai selama2nya.
Terimakasih Yesus atas kemerdekaan yg telah Engkau selesaikan di golgota melalui darahMU!