Bagaimana agar danau Toba lestari? Bagaimana agar air danau Toba tetap bening bebas dari sampah dan polusi? Bagaimana agar air danau tetap terjaga kuantitas dan kualitasnya? Menurut saya tidak cukup hanya dengan himbauan atau membuat peraturan. Orang Batak seluruhnya – tidak hanya yang tinggal di sekitar danau itu – harus merumuskan kembali hubungan batinnya dengan danau besar itu. Sudah sangat lama danau itu dirusak, dijadikan kolam percobaan dan eksperimen segala macam, dikotori dan dieksploitasi dengan semena-mena. Menurut saya orang Batak harus mengaku dosanya dan bertobat. Merusak dan mengotori danau Toba sama saja dengan memperkosa Ibu kandung sendiri.
Maaf, mungkin ungkapan ini terasa sangat provokatif dan vulgar. Namun saya kira pas. Kita harus kembali mengaku bahwa danau Toba itu adalah Ibu yang melahirkan dan membesarkannya. Bagaikan Ibu, danau Toba memberi ketenteraman dan ketenangan jiwa kita. Kita tahu bangsa Batak adalah bangsa yang sangat menghormati orangtuanya. Dan setelah beragama Kristen orang Batak bahkan menganggap hormat kepada orangtua adalah bagian dari perintah Tuhan. Sebab itu menurut saya kita dan juga gereja HKBP harus nyaring mengatakan kepada orang Batak dimanapun berada: danau itu adalah ibumu. Hormatilah dan sayangilah juga dia supaya panjang umurmu dan sejahtera hidupmu di tanah pemberian Allahmu. Memakai bahasa Batak: Ndi Inangmi. Parsangapi jala haholongi ma tao i asa ganjang umurmu jala sonang ngolumi di tano na nilehon ni Debata tu ho.
Pdt Daniel T.A. Harahap
Share on Facebook
danau toba bagaikan ibuku? no way.
Daniel Harahap:
Anda bebas untuk berpikir dan bertindak.
Tingki mangolu dope amangudangku, hea do didok ibana tu ahu songon on: Bangsa yang paling jorok di dunia ini bukanlah bangsa Indonesia, melainkan bangsa India. Horoha tingki berlayar amangudangki tu India, sanga ibana mangan di restoran na adong disi. Jadi tingki lagi mangan ibana rap dohot angka donganna, horoha mamolus ma bagudung di meja parmanganan ni halak i. Memang na jorok do angka restoran na adong di India, nang pe tarmasuk restoran kelas elit restoran i.
Ba patut do na dorunan halak Indonesia. Ai kan sian India do haroro ni Batara Guru (ima nenek moyang ni halak Sumatra dohot halak Jawa). Jadi laos boha pe karas ni peraturan i, tong ndang boi ubaonta kebiasaan (jorok) i. Ai nga turun temurun.
Daniel Harahap:
Dulu orang Batak sangat bersih termasuk dalam hal makan. Dulu tak ada juga orang yang berani mengotori danau itu. Apa yang salah?
Hmmmm, memang ibu selalu dianggap sebagai representasi dari alam, “sumber kehidupan”. Ini dapat kita bandingkan dengan kisah Rama dan Shinta. Sang wakil dari kebapakan yang gagah perkasa nyata-nyatanya selalu membutuhkan Shinta yang menonjolkan sisi kewanitaan dan sumber kehidupan. Ini juga semakin nyata mengingat bahwa ibulah yang melahirkan, yang “membuat kita hidup di dunia ini”.
Kita memang ga mungkin menyamakan Ibu yang melahirkan kita dengan Tao Toba dalam arti harfiah. Tapi secara metaforis, itu mewujudkan kerinduan agar kita dapat menjadi “anak-anak alam” yang baik, yang tahu membalas kebaikan dengan kebaikan…
Tak ada yang tak bisa diubah…yang penting niat…
Bumi biasa disebut sebagai ‘Mother Earth”, kita pun memanggil Indonesia sebagai Ibu Pertiwi, maka pas sekali menyebut Kawasan Danau Toba (KDT) sebagai bunda orang Batak, sebab di kawasan inilah bangso Batak lahir, bertumbuh, memekar, lalu berdiaspora.
HKBP adalah institusi paling tepat dan powerful untuk mengajarkan cinta KDT kepada warganya sebagai trilogi cinta Kristiani: cinta Tuhan, cinta sesama, dan cinta lingkungan.
Dan sekarang belum terlambat.
Mari kita renungkan lagu dibawah ini ( sama dgn menyanyikan :Ise do Alealenta):
Kulihat ibu pertiwi, sedang bersusah hati
airmatanya berlinang ,mas intan yang kau kenang
hutan gunung sawah lautan,simpanan kekayaan
kini ibu sedang lara, merintih dan berdoa.
Kulihat ibu pertiwi,kami datang berbakti
lihatlah putra putrimu, menggembirakan ibu
ibu! kami tetap cinta ,putramu yang setia
menjaga harta pusaka,untuk nusa dan bangsa……Batak.
SEMUA UPAYA AKAN KITA LAKUKAN DEMI KELESTARIAN DANAU TOBA. TIDAK USAH DIPERDEBATKAN LAGI MAU SETUJU ATAU TIDAK, MAU MENGAKU IBU ATAU TIDAK, TERSERAH PRIBADI MASING-MASING. YANG PASTI: JIKA DANAU TOBA TER-RAWAT, INDAH, BERSIH DAN LESTARI, KITA PUN AKAN LEBIH BAHAGIA SAAT MENGUNJUNGINYA. KUALITAS HIDUP MASYARAKAT SEKITAR AKAN LEBIH BAIK DARI SEBELUMNYA. KITA HARUS MENYADARI UANG YANG DIDAPAT DARI MENG-EKSPLOITASI DANAU TOBA (TANPA MEMPERHATIKAN KESEIMBANGAN ALAM) BERAPA PUN BESARNYA, TIDAK AKAN CUKUP UNTUK MEMULIHKAN DANAU ITU KE KONDISI SEMULA.
Daniel Harahap:
Amang, lain kali jangan pake huruf kapital semua. Dalam dunia maya itu dianggap sama dengan “berteriak-teriak pake mik”.
Knapa dulu bisa bersih dan terawat ya..? apa mungkin perlu untuk membuat cerita2 baru, yang bisa buat org2 itu takut ngerusak tao, kaya cerita2 mistis zaman dulu itu…., cuman dalam alur cerita yang berbeda…? entahla, yg pasti tao itu harus dihormati dgn cara merawat dan menjaga agar tetap bersih dan bersahabat, buat dunia, Indonesia dan bangso Batak pada khususnya!
horas7x
Rasa takut atau Ilmu pengetahuan,dua sarana yg dapat menuntun manusia hidup lebih baik dan bermoral.Namun “Rasa Takut” selalu menjadi cara yg lebih effektif.Makin banyak yang dihinggapi “rasa takut” itu makin nyatalah hasilnya.Misalnya: siapa yg merusak alam atau buang sampah sembarangan di Danau Toba dan sekitarnya akan “dimarahi Alam” dan pasti mendapat tulah berupa tangannya langsung kesemutan dlsbnya.Kalo sarana Ilmu pengetahuan (sosial,kesehatan,ekologi,hukum dan Adat) juga bisa tapi pasti memerlukan waktu dan daya yg besar.Menggambarkan Danau Toba sbg “Ibu Orang Batak” atau dalam episode “sang Ibu yg digagahi anak2nya” cukup tepat dan terasa memelas krn rasa tak berdaya.Mungkin masih diperlukan contoh2 yg lebih masif dan tragis sbg akibat kerusakan alam terhadap hidup manusia sekitarnya.Atau mungkin kemiskinan masyarakat setempat dijadikan pembenaran akhlak dan perilaku merusak dan tidak peduli lingkungan itu.
Tabahen ma tutu sangkap (konsep) na boi pahincathon kualitas ni humaliang ni Tao i, isara ni na manuan angka hau di dolok ni tao i. Hatai hamu ma tu/dohot pamarentanta na humaliangsa asa dibahen i gabe program kerja di taon 2010. Sadia godang hau si tanomon, sadia anggaran laho mananom dohot manamborisa. Dung i tapangido ma haradeon ni sude halak hita laho manambai dana na adong sian program pamarenta pusat + daerah.
I se na olo rade manjoloani (mempelopori) papunguhon sangkap, pasadahon angka langka? Huhilala na rade do sude angka punguan marga na adong di huta nang di pangarantoan laho pasahathon angka barita (mensosialisasikan) huhut papunguhon angka dana na porlu tu si. Tole……… ta ulahon ma. Unang be sai martongkar. ANGGO SO SAONARI ANDIGAN BE, ANGGO SO HITA ISE BE????? Mauliate
Setuju ma hita disi Pandita nami, molo dang hita be paturehon, isebe.
Jadi hami pe sian Organisasi Gereja Sidang Jemaat Allah, program 2010-2013, fokusma tu konsevasi Danau Toba,Penanaman Sejuta Pohon.
Tuhantama donganta. Horas !