Amsal Petani

July 27, 2009
By Daniel T.A. Harahap

Almanak Senin 27 Juli 2009:

Siapa mengerjakan tanahnya akan kenyang dengan makanan, tetapi siapa mengejar barang yang sia-sia akan kenyang dengan kemiskinan. (Amsal 28:19)

Mana yang lebih baik dikerjakan seorang petani: mengerjakan tanahnya atau sibuk mencari barang  tidak berguna?  Jika yang pertama dilakukannya maka dia akan panen berlimpah namun jika yang kedua dipilihnya maka dia bukan saja tak akan mendapat apa-apa namun kehabisan uang. Amsal atau kearifan yang sangat sederhana namun nyata. Alih-alih menghabiskan uang untuk sesuatu yang tidak berguna kenapa tidak mengolah dan mengembangkan potensi yang sudah ada? Alih-alih hanya bermimpi kaya kenapa tidak melakukan kerja dan usaha yang nyata?

Amsal petani ini masih relevan dengan kita yang hidup di jaman moderen ini. Tergoda  iklan dan didorong nafsu tak terkendali, banyak orang jaman sekarang menghabiskan  uangnya hanya untuk membeli baran-barang yang sebenarnya sia-sia alias tak berguna. Itu mungkin hanya karena menarik dipandang mata, atau karena ingin dianggap kaya dan hebat, atau ingin pamer entah kepada siapa, atau malah sekadar ikut-ikutan sajakepada banyak orang yang telah membelinya.

Hari ini kita diajak  berpikir seperti petani arif. Jangan hanya konsumtif tetapi harus produktif. Ini tidak hanya berlaku dalam hal menghabiskan dan menghasilkan uang, tetapi juga tenaga, waktu dan pemikiran. Mari kita mengerjakan dan mengolah waktu, tenaga, daya dan dana yang dianugerahkan Allah agar berkembang dan menghasilkan. Itu jauh lebih baik daripada hanya tahu menghabiskan dan menghabiskan.

Doa:

Ya Allah, terima kasih atas berbagai karunia dan talenta yang Kauberikan kepada kami. Ajarlah kami menggunakan segala karuniaMu sebaik-baiknya, mengembangkan dan melipatgandakannya. Jauhkanlah kami dari sikap boros dan sebaliknya juga kikir. Ajar kami berhemat dan bertanggungjawab. Dan berkatilah kami bekerja dan berusaha agar berbuah banyak demi kesejahteraan bersama kami dan kemuliaan nama Tuhan. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

Share on Facebook

8 Responses to Amsal Petani

  1. abrianto nababan on July 27, 2009 at 7:43 am

    Hendaklah kita selalu mengingat bahwa Tuhan menghendaki kita untuk hidup sederhana, ya Tuhan berilah kami pada hari ini, makanan kami yang secukupnya dan berkatilah kami pada hari ini…amin

  2. Lala on July 27, 2009 at 7:53 am

    Bapa, tolong aku hari ini untuk mampu membagi waktuku dengan baik..amin.

  3. Ruth Vera Siagian on July 27, 2009 at 8:01 am

    Shalom amang…aduh aku ketegur nih, memang benar banyak kan saya spend duit utk hal hal yang tidak perlu dengan reason yang salah…Aduh amang perlu pembahasan lebih lanjut nih…Saya puji Tuhan, dengan modal dengkul alias doa dan berusaha, bisa dipercayakan Tuhan dengan dua perusahaan trading, saya harus belajar dan minta hikmat Tuhan memanage uang saya apalagi saya uda punya usaha dua…Amang, saya bingung perpuluhan saya dari satu trading pengen saya serahkan ke gereja, yang jadi pertanyaannya ke gereja mana. Saya terdaftar di HKBP Jambu Menteng tapi melayani di Nathania Minisitry…jadi ke HKBP Jambu cuma ibadah aja

  4. Mangara Pakpahan on July 27, 2009 at 10:07 am

    “Oraet Labora”

    Amin.

  5. M Donal Panjaitan on July 27, 2009 at 1:39 pm

    Bantu aku Tuhan untuk selalu mengucap syukur dengan apa yang ada padaku.

  6. Pdt Hendra P Purba on July 27, 2009 at 3:32 pm

    Tuhan menginginkan setiap kita “kenyang”, tidak kelaparan atau kekurangan. Kenyang adalah Kabar Baik. Kenyang adalah evangelium. Bukankah kata “evangelium” menggambarkan suasana pesta atau sukacita dalam masyarakat imperium Romanum? Tidak cukup hanya kenyang firman. Setiap kita harus kenyang makanan. Kita harus suka menuturkan firman dan dan juga suka membagi-bagi makanan. Memang God is rice. Tapi Ia memerintahkan para murid-Nya “memberi mereka/umat-Nya makan”.

  7. Jansen H. Sinamo on July 27, 2009 at 3:47 pm

    Buat saya ayat hari ini berbicara tentang hakikat dan darma kerja, jadi:
    – darma petani adalah mengolah tanah dan menghasilkan panen
    – darma dokter adalah mengobati dan menghasilkan kesembuhan
    – darma guru adalah mengajar dan menghasilkan generasi muda bermutu
    – darma pohon anggur adalah bertumbuh dan menghasilkan buah

    Apapun yang dikerjakan orang di luar panggilan, darma, dan hakikat profesinya adalah hal yang sia-sia; bukannya bikin kaya dengan makanan tapi bikin sengsara dan miskin.

    Marilah bertekun dalam darma dan panggilan kita.

  8. Friska pardede on July 27, 2009 at 10:26 pm

    Setuju sekali dgn amang Sinamo diatas, mari berkarya sesuai dgn fungsi kita masing2.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*