Waspadai Ketamakan. Kendalikan Keinginan.

July 25, 2009
By Daniel T.A. Harahap

Almanak Sabtu 25 Juli 2009:

Kata-Nya lagi kepada mereka: “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.” (Lukas 12:15)

Yesus mengajak kita siaga dan waspada bukan hanya kepada musuh dari luar, tetapi terutama kepada musuh yang ada dalam diri kita sendiri. Salah satu: nafsu memiliki segala-galanya atau tamak. Menurut Yesus  ketamakan, keserakahan, atau  keinginan yang tidak terkendali, sangat merugikan jiwa kita. Mengapa? Ketamakan menutup mata dan hati kita terhadap kebenaran dan kasih. Ketamakan membuat kita lupa bahwa materi atau kekayaan itu tidaklah abadi atau selamanya.

Namun kita juga mesti kritis. Kita juga bisa jatuh di ekstrim satu lagi: apatisme atau mati rasa. Jika orang tamak ingin memiliki dan menguasai segala-galanya maka orang apatis sama sekali tidak ingin memiliki apa-apa. Dua-duanya buruk.

Tuhan menciptakan kita sebagai manusia yang mempunyai kebutuhan, keinginan dan harapan, mimpi dan cita-cita. Dia mau memberkati kita memenuhi kebutuhan dan mewujudkan keinginan dan cita-cita itu. Namun Tuhan juga memberi kita kasih sehingga kita juga dapat memahami dan merasakan kebutuhan dan keinginan orang lain. Selain itu Tuhan juga mengajak kita mewujudkan kebutuhan dan mencapai keinginan kita dengan cara yang baik dan benar serta santun. Itu artinya kita harus senantiasa kritis terhadap keinginan dan kebutuhan sendiri dan menaklukkannya di bawah ketaatan kepada Tuhan.

Doa:

Ya Allah, tolonglah kami kritis kepada diri kami sendiri. Tolong kami mengendalikan kebutuhan dan keinginan kami agar tetap sesuai dengan kehendakMu. Jadikanlah kami pribadi-pribadi yang berintegritas, taat kepada hukum dan santun. Juga ajarlah kami tahu merasa cukup. Demi Kristus.  AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

Share on Facebook

5 Responses to Waspadai Ketamakan. Kendalikan Keinginan.

  1. Sabar Simanjuntak on July 25, 2009 at 8:20 am

    Terima kasih amang Pdt. Atas renunganya hr ini.
    Memang kita akui terkadang kita tdk bs mengontrol keinginan untuk memiliki, menduduki dan merasakan apa yg kita inginkan. Terkadng bnyak cara yg kt perbuat utk memenuhi keinginan itu.

  2. Jansen H. Sinamo on July 25, 2009 at 11:25 am

    Ya Roh Kudus, penuhilah diri kami sehingga kami tidak saja terhindar dari ketamakan (dan sepupunya: kekuatiran) tetapi seluruh keinginan, cita-cita, kehendak, dan ambisi kami menjadi serupa dengan keinginan, cita-cita, kehendak, dan ambisi TUHAN untuk kami.

    Amin

  3. Pahala Sihombing on July 25, 2009 at 12:41 pm

    Horas amang,

    Selamat melayani, Tuhan memberi kekuatan dan pencerahan kepada hambaNya.

    Omong-omong, kok Amang Pendeta gak pernah Kotbah di HKBP Tangerang?.

    Di tunggu ya amang.

    Horas … Tuhan memberkati

  4. Friska pardede on July 25, 2009 at 3:32 pm

    Contoh dari pada yg apatis dan mati rasa ya….para teroris itu

    Sedangkan kita manusia biasa, kalau sudah waktunya dipanggil sang Khalik tidak akan membawa apapun krn walau di kubur ditaman pemakaman mewahSandiego Hiils (SDH) Memorial Park yg diklaim pertama di dunia dan Indonesia yg mempunyai fasilitas, restoran kls bintang lima, kolam renang dll dgn harga termurah 3,5 jt dan termahal 32 jt tidaklah menjamin kita akan Diterima disisi Bapa di sorga

    Soal pemakaman ini selain memang sdh lihat di tv dan koran, saya membacanya di brosur yg di bawa salah seorang jemaat greja kami yg sdh memesan 2 kapling (suami/istri) seharga 60 jt sedangkan banyak org tau bahwa itonya( adik dari sang bapak tsb) yg anggota punguan ina kami dan sdh janda, kurang diperhatikan, tetap saja dia tidak mampu mengkuliahkan anaknya, miris hati ini……

  5. U.P. Tampubolon on July 26, 2009 at 9:29 pm

    Horas Amang Pdt Harahap, dan juga semua pembaca Rumametmet yang seiman dan sependeritaan dimanapun berada.

    Sudah lama tidak ikut memberikan Komentar di Ruma metmet yg kita cintai ini, terakhir akhir ini karna tidak pernah ada petaka atau
    musibah di kehidupan sendiri dan keluarga karna semua berjalan lancar jadi lupa rumametmet (sering mampir tapi tdk beri Kommentar serajin Ibu Pardede).

    Sekarang ada masalah Pribadi di keluarga besar, yaitu dgn pembagian Rumah warisan yang sudah di tinggal orang Tua 20 Tahun lalu.karna Surat akte tanah di pegang salah satu abang,dan abang tsb sudah meninggal 3 Tahun yang lalu, jadi kita harus berurusan dengan istrinya.

    Berhubung Nats hari ini mengena ke pribadi, setelah membaca Renungan ini dan juga setelah membaca kommentar Ibu Friska Pardede
    yang rajin berbagi Pengalamannya ( Panggil ibu atau Ito karna umur baru 40 Tahunan mirip Amang Pandita) dengan hati tersayat dan sakit
    harus menguatkan diri, ternyata saya tidak sendiri punya masalah demikian, mungkin kebanyakan di Negara kita masih kebanyakan
    di isi Orang orang yang Tamak tsb, hingga buat kita Orang orang Kristen bukan KTP mengalami kesesakan menghadapinya.

    Doaku:
    Semoga orang orang yang menghadapi Ketamakan di sesamanya Manusia atau Lingkungan Keluarganya, orang tertindas di kuatkan oleh imannya kepada Kristus sebagai guru tauladan bagi mereka yang Percaya Kepadanya, dan bersyukur masih banyak yang parah dan lebih pahit
    lagi dari pada derita kami saat ini. Amin.

    Terima Kasih Amang Pandita nami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*