Apa Itu Harta Abadi

July 24, 2009
By Daniel T.A. Harahap

Almanak Jumat 24 Juli 2009:

Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. (Matius 6:19)

Allah menyuruh kita tinggal di bumi ciptaanNya ini. Dia memberi pesan agar kita memenuhi seluruh bumi dan menjaganya baik-baik. Selanjutnya Tuhan juga menyuruh kita membangun dan menanam di bumi ini, bekerja dan berkarya.  Masa hidup kita memang hanya tujuh puluh atau delapan puluh tahun namun kehidupan di bumi atau dunia ini bukanlah sesuatu yang sia-sia atau tak ada artinya. Tuhan menghendaki agar hidup kita di dunia ini benar-benar bahagia dan bermakna.

Sorga, kehidupan kekal dan keselamatan telah dijanjikanNya kepada kita dalam Kristus PutraNya. Kita menerimanya cuma-cuma karena pengorbanan Kristus. Baik dicatat kita tidak bisa membeli atau memperoleh sorga, hidup kekal dan keselamatan itu dengan uang, kerja keras, prestasi dan kesalehan kita sendiri, namun hanya dalam iman dan karena anugerah sajalah.

Dengan kedua pemahaman di ataslah kita mengartikan ayat di atas. Tuhan menyuruh kita bekerja dan berusaha, menanam dan membangun, meningkatkan kehidupan ekonomi dan keuangan untuk membuat hidup kita lebih sejahtera. Tuhan juga mengijinkan kita mempunyai harta milik selama kita hidup di bumi. Namun Tuhan mengingatkan kita agar tidak larut dan tenggelam dalam usaha mendapatkan harta milik itu. Bagaimanapun berharga dan pentingnya harta milik di bumi ini tetap tidak abadi. Dan ingat: hidup kita di bumi juga tak selamanya. Sebab itu marilah kita juga memikirkan hal-hal yang lebih permanen dan bertahan lama dan sulit lapuk atau rusak. Contohnya: karakter, kasih, kebajikan, nama baik. Lebih dalam lagi mari kita juga memikirkan apa yang benar-benar abadi, yaitu: hubungan dengan Allah yang mengasihi kita.

Doa:

Ya Allah, ajarlah kami membuat hidup kami di dunia ini sungguh berbahagia dan bermakna. Berkatilah kerja dan karya kami agar berbuah banyak dan membawa kemuliaan bagi nama Tuhan. Tolonglah kami agar juga mementingkan kasih, kebajikan, karakter dan nama baik. Di atas semua itu sadarkanlah kami untuk juga memikirkan sungguh-sungguh kehidupan abadi bersama Allah yang sungguh mengasihi kami dalamKristus. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

Share on Facebook

14 Responses to Apa Itu Harta Abadi

  1. Bergman Silitonga on July 24, 2009 at 6:13 am

    Selamat pagi, mauliate renungannya amang

  2. Lala on July 24, 2009 at 7:55 am

    Ku mau lebih sungguh mengikut Engkau Bapa…Amin

  3. abrianto nababan on July 24, 2009 at 8:24 am

    Berkati kami pada hari ini ya Bapa…

  4. Sabar Simanjuntak on July 24, 2009 at 8:31 am

    Terima kasih atas renungannya Amang. Bagaimana klo seseorang itu tdk memikirkan kesejahteraan hidupnya di dunia dan di Sorga? Dia hanya mengharapkan org lain (keluarganya). Tolong amang jwbannya dkrm k fb saya.

    Daniel Harahap:
    Rasul Paulus katakan kepada jemaat Tesalonika: orang yang tidak mau bekerja tidak usah makan.

  5. minton on July 24, 2009 at 8:56 am

    Syalom & Slamat pagi amang. Renungan ini sungguh memotivasi kami agar semakin semangat menjalani hidup di dunia ini dalam naungan Tuhan serta tuntunan Roh kudus menuju hidup yang kekal.

  6. Jan Winner Sinaga on July 24, 2009 at 11:01 am

    Saya ingat syair lagu VC Seksi Bapa GKPS Cililitan :
    Jangan kau terlena hanya harta,
    harta dunia hanya sebentar,
    walau sementara hidupmu mewah, bahagia dalam dunia
    Bila nanti saatnya kan tiba,
    milikmu yang fana kan siran
    bersama lenyapnya alam semesta, hilanglah sgala-galanya
    Reff :
    hanyalah harta dunia, harga yang abadi mulia
    yang kau nikmati sampai slama-lamanya
    tiada ngengat dan karat, pencuri tidak mendekat
    karna Yesus ada disana
    hidupmu penuh damai bahagia sejahtera
    simpanlah hartamu di sorga.

  7. John Hutapea on July 24, 2009 at 11:03 am

    Renungan yang Indah yang memotivasi kita untuk keseimbangan Hidup,punya uang/harta tidak salah,asal jangan mendewakannya dan yang terpenting Harta “Banua Ginjang” harus kita Utamakan.

  8. meb on July 24, 2009 at 1:04 pm

    Agak beda sedikit pendapatku amang, ga ada niat utk menggurui…
    kita percaya kebahagiaan dan keselamatan yang hakiki adalah dengan melaksanakan segala perintahNya dan menjauhi laranganNya, yang tercermin dalam -utamanya- hukum Taurat. Kesalehan tentunya merupakan paremeter dari pelaksanaan ajaranNya, lantas kenapa kesalehan bukan merupakan salah satu daya ukur akan kemana kita dalam kehidupan yang akan datang? kematian Yesus untuk penebusan dosa kita muliakan, dan menjadi cambuk buat kita untuk lebih memaknai ajaranNya…
    horas7x :)

  9. M Donal Panjaitan on July 24, 2009 at 1:45 pm

    Mohon bantu hamba Tuhan untuk melakukan pekerjaan didunia ini tanpa lebih dulu mengutamakan hal yang lebih abadi.

  10. Hedmon Tampubolon on July 24, 2009 at 6:13 pm

    Berikanlah kami makanan kami yang secukupnya…

  11. Batara Sianipar on July 24, 2009 at 7:34 pm

    Trima kasih amang buat renugannya

    tepat seperti firman Tuhan berikut :
    “carilah dahulu kerajaan Allah maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu”

  12. Jansen H. Sinamo on July 24, 2009 at 8:37 pm

    Sai songon hau nadenggan ma bahen ahu o Tuhan, na rata jala rugun uli marbulung, na ramos jala tonggi marparbue, sitiruon di bagasan porlak-Mi.

  13. renalmon hutahaean on July 24, 2009 at 11:40 pm

    mauliate di renungan on Amang.mansai denggan situtu do pangalahontai dibagasan goar ni Tuhanta Yesus.kasih,suka menolong,mendoakan,mengajarkan yang baik,memberi contoh teladan,on ma ta laksanahon dingolun2tai.ai aha do lapatan ni arta molo ndang ture pangalahonta?ido tahe Amang.horas ma!

  14. Robert Sibarani on July 28, 2009 at 10:49 am

    Ya Tuhan segala sesuatu yang ada dalam kehidupan kami saat ini , kami kembalikan lagi kepadamu , terimalah itu sebagai persemabahan kami yang masih jauh sempurna dihadapanMu, supaya Engkau memberkati sehingga menjadi persemabahan yang bermagna bagi kami dan sesama kami, terlebih di Hadapanmu ya Bapa yang Maha Pengasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*