Uang Bukan Tuhan

July 22, 2009
By Daniel T.A. Harahap

Almanak Rabu 22 Juli 2009:

Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. (1 Timotius 6:10)

Kedudukan dan peran uang dalam kehidupan moderen benar-benar penting dan menentukan. Sebagian besar atau hampir semua orang tidak bisa hidup dan melakukan aktifitas kehidupan tanpa uang sebab sebagian besar atau hampir semua hal juga harus dibeli dengan uang. Mulai dari kebutuhan dasar seperti makanan dan minuman (ingat beberapa puluh tahun lalu air minum belum diperjual-belikan!), pakaian, rumah tinggal, alat transportasi hingga biaya pendidikan dan kesehatan semua harus diperoleh dengan uang dan bahkan seringkali semakin mahal. Sebab itu banyak orang bekerja dan berusaha keras untuk mendapatkan uang tersebut. Dan jika sudah didapat yang bersangkutan akan menyimpan dan menggunakannya dan bagi yang berbakat pengusaha akan mengembangkannya.

Rasul Paulus mengingatkan kita bahwa betapapun uang penting dan dibutuhkan, namun uang tetap tidak boleh dijadikan tujuan akhir dan tertinggi kehidupan. Uang juga tidak boleh dicintai ibarat kekasih. Dan juga tidak boleh diperlakukan sebagai tuan atau majikan yang mengatur kehidupan kita. Mengapa? Karena disitulah uang itu berubah fungsi menjadi akar atau faktor segala kejahatan. Karena kecintaaan kepada uang maka orang rela menipu, mencuri, atau bahkan melakukan kekerasan kepada orang lain.

Lantas bagaimana? Jadikanlah uang tetap sebagai alat dan hamba. Jangan biarkan uang mengatur perilaku, sikap dan nilai kehidupan kita. Sebaliknya paksa dan kendalikanlah uang itu melakukan perintah kita untuk melakukan berbagai kebajikan. Silakan mencari uang yang banyak namun jangan menyimpang dari hukum, moral dan firman Tuhan.  Terakhir: tundukkanlah keinginan untuk memiliki uang dibawah keinginan untuk tetap kepada Tuhan.

Doa:

Ya Allah, berkatilah pekerjaan dan usaha kami agar berbuah banyak.  Doronglah kami bekerja keras meningkatkan kualitas kehidupan kami. Beri kami kesehatan yang baik. Dan mampukanlah kami mengendalikan diri dan harta milik kami untuk tetap melakukan kebajikan dan kasih yang Kauperintahkan. Dalam nama Yesus. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

Share on Facebook

10 Responses to Uang Bukan Tuhan

  1. rusman sagala on July 22, 2009 at 6:58 am

    Terimakasih Tuhan,karena Engkau tidak melarang kami untuk “Mamora”,Engkau juga tidak pernah bilang “Napogos”yang akan masuk kerajaanMu.Yang Engkau inginkan adalah kami mencintaiMu melebihi apapun di Dunia ini,jadi ajarlah kami menghitung hari hari kami agar kami beroleh hati yang bijak sehingga kami berkecukupan di Dunia dan bersama dengan Tuhan di sorga kelak.Bukan dengan semboyan “Masa kecil dimanja ,masa muda foya foya,masa tua kaya raya dan sesudah mati masuk sorga”tapi dengan upaya maksimal memanfaatkan hari hari kami berhasil guna dan menjalani hidup dengan ucapan syukur serta kemampuan mewujudkan “Uang adalah Tuan yang jahat dan hamba yang baik”Amin.

  2. Ninggor Pardede on July 22, 2009 at 7:14 am

    Sudahkah bermanfaat diriku dihadapanMu Tuhan disaat aku sibuk mencari uang?

  3. abrianto nababan on July 22, 2009 at 8:02 am

    Boi do hita raja uang, alai unang dirajai uang…

  4. Mangara Pakpahan on July 22, 2009 at 8:24 am

    Doa Ku :
    “Tuhan ku, trimakasih untuk firmanMu hari ini. Ajarlah aku untuk dapat mengelola harta yang sudah Engkau berikan dengan baik, agar dapat ku pergunakan untuk hal-hal yang bermanfaat. Tanamkanlah di hatiku kasihMu, agar dengan demikian kasihMu lah yang kuandalkan dalam mengelola apa yang sudah ku terima saat ini. Demi kemuliaanMu ya Kristus, Tuhan ku. Amin.

  5. Jansen H. Sinamo on July 22, 2009 at 9:13 am

    Ya Tuhan Yesus sumber hidupku, Engkaulah terang, air, dan roti bagiku. Biarlah aku boleh hidup sehidup-hidupnya, berbuat sepenuh-penuhnya, dan melayani sekaya-kayanya sesuai dengan ukuran anugerah-Mu.

    Entah itu akan memerlukan uang satu ton atau satu ons, sejuta dollar atau sejuta rupiah, biarlah Tuhan saja yang menentukannya.

    Yang jelas aku ingin selalu healthy, happy, and wealthy.

    Amin.

  6. Riris Hutapea on July 22, 2009 at 10:32 am

    ya Tuhan berilah kepada ku kebijaksanaan untuk mempergunakan uang yang ada pada ku sesuai kebutuhan ku dan sesuai kehendak MU. Dan cukupkanlah aku atas uang itu ya Tuhan.

  7. Meb on July 22, 2009 at 10:44 am

    saat ini hampir semua hal telah dilabeli dengan uang, hampir semua hal memiliki “harga” tertentu. firman hari ini mengingatkan kembali hakekat uang itu sendiri, karena hampir semua bukan berarti semua, penting tapi bukan yang terpenting. Budaya batak justru menyuburkan konsep uang menjadi Tuhan ini, bisa dilihat dari penghormatan yang diberikan kepada orang2 yang “punya” jauh melebihi penghormatan kepada orang2 yang “biasa”, yang merangsang orang gelap mata dalam mendapatkan uang…
    indah sekali kalimat amang Sinamo, healthy, happy dan (tetep) wealthy… he3 :)
    horas7x

  8. m tampubolon on July 22, 2009 at 2:48 pm

    Dalam konteks ini uang sangat vital dalam hidup manusia, baik itu untuk masa depan keluarga kita. Tetapi jangan kita lupa sumber uang yang sangat vital itu dari siapa, walaupun kita bersusah payah mencari dan mencari, tentu itu semua dari Tuhan. Trimakasih Tuhan untuk firmanMu hari ini.

    Maaf Riris Hutapea yang saya kenal diatas apa yang di Banjarmasin yach? maaf sekali lagi kalo bukan, mungkin namanya sama. heheehe.

  9. dahlia silitonga on July 22, 2009 at 9:15 pm

    Manusia memang membutuhkan uang karna itu banyak anak muda yang berlomba-lomba bekerja di perusahaan bonafide yang menjanjikan masa depan baik, tidak ada yang salah, selagi muda kumpulkan uang banyak-banyak tapi kebahagiaan yang tak ternilai ketika kita bekerja memberikan pertolongan tulus kepada orang lain. Inilah yang tidak bisa dibeli uang.

  10. Friska pardede on July 22, 2009 at 10:09 pm

    Setelah kami para orangtua Engkau tuntun untuk tidak mendewakan uang ajari juga anak2 kami dan tuntunlah mereka agar tujuan hidupnya kelak setelah selesai sekolah bukan semata2 untuk uang….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*